
"Wow. Kakak, apakah kamu pergi ke Menara untuk mendapatkan Kastil Tua ini?" Nina menatap Kastil Tua yang Ethan dapatkan setelah bertarung melawan Ksatria Hitam sebelumnya.
Tidak hanya Nina yang kagum dengan desain dan keindahan dari Kastil Tua tersebut. Semua anggota Trouble Guild yang Ethan ajak ke dalam Menara, terkejut dengan seberapa indahnya Kastil Tua ini.
"Berhenti menatap. Kalian harus masuk dan mulai meletakkan barang di kamar. Mulai hari ini, kalian akan tinggal di sini selama beberapa hari."
Mata Hu Tao dan Nina berbinar ketika Ethan memberikan izin untuk mereka tinggal.
"Sekarang, aku benar-benar mirip dengan seorang Lady."
"Tinggal di Kastil bersama Pangeran. Apakah ini sebuah dongeng?"
Arya menatap keduanya dengan tatapan menghina. "Setidaknya berhenti bersikap bodoh. Kamu hanya akan membuat malu Ratu dan Raja."
Kata-kata Arya mendatangkan amukan dari kedua gadis itu.
Mengabaikan ketiganya, anggota Guild lainnya mulai masuk ke dalam. Ruangan yang awalnya cukup kotor, suda menjadi cukup bersih tanpa adanya debu sama sekali. Meskipun, tembok yang retak dan karpet yang sobek masih sama, setidaknya, tidak ada lagi kesan suram dari tempat ini sebelumnya.
"Total ada tiga puluh kamar. Kalian bisa pilih sesuka hati kalian. Setelah itu, kalian juga bisa pergi untuk melihat-lihat sekitar. Hanya saja, jangan terlalu jauh."
***
Di malam hari, makanan yang begitu banyak disajikan di meja makan. Ethan memasak semuanya untuk menyesuaikan dengan tempat mereka makan sekarang. Ide Ethan tentunya disambut dengan baik oleh anggota guild lain. Setiap orang memandang makanan di atas meja dengan mata berbinar dan air liur yang menetes.
"Masakan Guild Master …."
"Masakan Erica memang nikmat. Namun, masakan Guild Master memiliki cita rasa tersendiri."
Ethan yang secara alami duduk di kursi tempat Lord, menatap rekannya dengan seringai kecil. "Makan yang banyak. Mungkin, ini akan menjadi makanan terakhir kalian?"
Suasana segera mendingin begitu Ethan membuka mulutnya berbicara. Tidak ada nafsu makan yang tersisa di wajah setiap orang.
"Seperti biasa. Kamu memang tidak paham membaca suasana."
Semua orang mengangguk setuju dengan omongan Jun. Namun, Ethan sama sekali tidak peduli dengan pendapat mereka dan dia memakan steak dengan tenang dan damai.
Ethan melirik rekan-rekannya yang mulai bernafsu melihat Ethan makan dengan nikmat. "Rasa makanan akan meningkat ketika kalian pikir tidak akan bisa memakannya lagi."
Nina terlihat sangat frustasi mendengar kata-kata Ethan. Dia segera mengambil sepotong paha kalkun. "Jika begitu, aku akan memakannya tanpa penyesalan!"
Dimulai dari Nina, anggota Guild yang lain juga mulai memakan semua menu yang ada di atas meja dengan rakus. Beberapa dari mereka bahkan mulai meneteskan air mata.
"Uu. Kalkun ini terlalu luar biasa! Ini sangat cocok untuk makanan terakhir sebelum mati!"
__ADS_1
"Sosis kenyal dengan saus asam manis ini begitu lezat. Aku tidak percaya aku tidak akan bisa menikmati masakan seenak ini lagi jika aku mati."
"Lihat bebek panggang ini! Rasanya begitu lezat! Apakah karena ini makanan terakhirku!?"
Semua orang mulai memberikan kesan mereka. Ethan tertawa dan merekam semuanya. Setidaknya, dia membutuhkan satu video yang akan membuat semua orang malu.
"Ah! Itu sosisku! Arya bajingan!"
"Hey, Hu Tao. Berhenti hanya memakan daging! Makan jamur ini!"
Situasi pesta benar-benar riuh hingga larut malam. Ethan bahkan harus memasak hidangan lain karena tuntutan dari anggota Guild dengan dalih makanan terakhir mereka.
***
Pagi hari sebelum matahari terbit, anggota guild yang sudah selesai meregangkan badan, berdiri di atas benteng kastil dengan senjata lengkap. Jika bukan karena wajah tegang mereka, mereka akan terlihat seperti karakter novel fantasi.
Ethan mengerutkan dahi melihat ekspresi mereka. "Kenapa kalian memasang wajah seperti itu? Ini bukan pertama kalinya kalian bertarung melawan Monster dan mempertahankan kastil, kan?"
Jun melirik Ethan dengan kesal. "Berhenti untuk mengomentari respon alami manusia, Iblis."
Ethan hampir tertawa mendengar omelan Jun. Itu karena tidak seperti Ethan tidak paham dengan perasaan mereka. Jika Ethan bukan seorang regresor, dia akan memukul kepala leader yang muncul ngan ide gila seperti dirinya sendiri.
Li Mei yang menyadari ada yang aneh dalam kata-kata Ethan, menjadi pucat. "Tunggu, Guild Master. Apa maksudnya dengan pertahanan kastil? Apakah itu sama dengan yang kami tahu?"
Kiaa yang memiliki penglihatan paling tajam, segera berteriak ketika menyadari apa yang datang ke arah mereka. "Semuanya, ke posisi! Musuh datang!"
Trouble Guild segera ke posisi masing-masing. Silvia yang akan menjadi pusat, berdiri di tengah-tengah benteng, merapalkan sihir terkuat yang dipelajarinya.
"."
Psyu!
Bola api yang sedikit lebih besar dan padat dari sihir tingkat dasar ditembakkan. Hal lain yang membedakan dengan selain ukurannya adalah, efek sihir antara keduanya sangat berbeda. Ketika menyentuh tanah meledak dengan sangat indah.
Bam! Bam!
Ledakan itu jelas memperlambat pergerakan dari musuh yang mendekat dan membuat musuh di garis depan terluka parah.
Psyu! Psyu! Psyu!
Anak panah terbang satu persatu membunuh musuh yang masih hidup. Makhluk hijau kerdil bipedal dengan wajah yang sangat jelek, terkena anak panah tepat di antara kedua matanya dan mati. Kiaa saat ini benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai atlet profesional.
Li Mei menyelinap di antara kerumunan Goblin dan mulai melakukan hit and run. Dia menebas satu musuh dan kembali menghilang dengan yang diperkuat dengan Unique Ability miliknya yaitu, yang mengurangi Hawa Keberadaannya 90%. Terlebih, Ability tersebut merupakan [Pasive Ability] yang sedikit menyedihkan untuk gadis secantik Li Mei.
__ADS_1
Ketika Ethan sedang mengamati pertarungan dari tempat yang bisa menangkap seluruh medan perang, Ethan dibuat terkejut dengan para Goblin yang mulai kesal dan curiga satu sama lain. Mereka mulai saling menyerang satu sama lain.
"Arya. Pastikan jangan tertinggal kali ini!"
"Hah. Apakah kamu ingin bertaruh siapa yang paling banyak membunuh?"
Michael dan Arya tidak ingin kalah. Mereka mulai masuk ke lautan api yang sudah kacau balau. Dengan ilmu pedang yang sangat berbeda itu, keduanya benar-benar menghancurkan Goblin yang sudah tidak sinkron. Itu adalah peperangan satu sisi.
Ethan memegangi dagunya dengan ekspresi rumit di wajahnya. "Mereka tumbuh terlalu cepat, kan?"
Ethan benar-benar merasa jika mereka semua adalah, jenius sesungguhnya. Ethan adalah, orang yang kembali ke masa lalu. Jika bukan karena itu, Ethan mungkin tertinggal jauh dari orang-orang di depannya.
"Jadi, ini rasanya iri dengan bakat seseorang, ya?" Ethan tersenyum pahit. Dia tidak pernah membayangkan akan merasakan hal seperti ini di usia mentalnya sekarang.
Ketika pertarungan sudah berakhir, sesuai dugaan, semua orang mulai protes kepada Ethan.
"Hey! Apa yang kamu lakukan hingga musuh datang seperti orang gila!?"
"Ini benar-benar melanggar undang-undang ketenagakerjaan! Ini pidana!"
"Berikan aku ciuman dan aku akan maafkan Kakak!" Nina yang mengatakan omong kosong diabaikan oleh semua orang.
"Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya membakar dupa yang bisa menarik perhatian dari para Monster." Ethan menjawab dengan santai. Dia menunjuk sebuah dupa yang dibakar di tengah kastil.
Tidak ada suara yang keluar begitu mendengar jawaban Ethan. Mereka sangat jengkel. Namun, tidak ada tenaga untuk berdebat dengan Ethan.
Erica yang masih memiliki relatif tenaga, berbicara dengan nada marah. "Kakak, jangan ulangi. Setidaknya beritahu kami jika ingin melakukan hal berbahaya seperti ini."
Ketika Erica berbicara, Ethan menundukkan wajahnya dengan ekspresi menyesal. "Y– Yah. Aku minta maaf. Aku tidak sempat untuk menjelaskan karena Monster muncul lebih cepat dari perkiraan."
"Suami takut istri."
"Budak cinta."
"Guild Master sebenarnya adalah, Erica."
Satu persatu memberikan komentar yang menusuk hati atas perubahan sikap Ethan yang begitu patuh kepada Erica.
Pada saat semua orang berpikir sudah berakhir, suara menderu terdengar dari kejauhan. Ekspresi semua orang menegang dan memandang Ethan dengan ekspresi penuh permusuhan.
Namun, Ethan sendiri terkejut dengan gelombang kedua yang datang. Dia menarik pedangnya, bersiap untuk ikut campur dalam leveling yang dilakukan oleh rekan-rekannya.
"Bersiap. Sepertinya, tamu yang cukup besar datang."
__ADS_1