
Pagi buta ketika Balai Kota masih sangat sepi, Jun dan anggota guild pergi secara diam-diam tanpa membuat kebisingan. Mereka sudah meninggalkan beberapa daging Orc yang sudah diawetkan menjadi dendeng dan pakaian untuk para pengungsi.
Namun, ketika mereka hendak pergi, mereka dihentikan oleh beberapa orang. Itu adalah 1 gadis dan 2 orang pria yang menghentikan mereka.
"Tolong bawa kami bersama kalian!"
""Kami mohon!""
Ketiganya membungkuk setelah mengatakan sesuatu yang sangat merepotkan. Semua anggota guild terlihat bermasalah karena permintaan sulit dari mereka.
"Apakah kalian tahu apa yang akan kami lakukan?" tanya Jun dengan nada tegas.
Wanita itu mengangguk dengan wajah serius. "Tentu. Kalian ingin pergi menyelamatkan orang lain, kan? Itulah kenapa kami ingin ikut!"
"Kami juga ingin menyelamatkan orang lain …."
Jun hampir goyah melihat wajah mereka yang penuh dengan tekad. Namun, dia tetap berusaha untuk menolak mereka untuk bergabung.
"Itu mustahil. Tanpa kalian saja, kami akan sangat kesulitan melawan Monster … kamu paham maksudku tanpa aku harus mengatakannya dengan jelas, kan?"
Beban. Mereka tidak bodoh untuk tidak memahami apa yang Jun coba katakan.
"Namun …."
"Kenapa kamu tidak mengajaknya? Setidaknya, biarkan mereka belajar dengan bayaran menjadi porter." Orang lain masuk ke dalam obrolan mereka.
Ketiganya terkejut dengan suara yang tiba-tiba muncul di belakang mereka. Sementara itu, anggota guild terlihat senang mendengar suara yang tidak asing didengar itu.
"Guild Master. Anda sudah kembali."
"... Bukankah ini terlalu awal? Kamu membersihkan 10 Area sendirian, kan?" Li Mei terlihat terkejut dengan kemunculan Ethan yang jauh lebih awal dari rencana awal.
Ethan menunjuk ke kantung mata di bawah matanya. "Aku sama sekali tidak bisa tidur. Jadi, aku bosan dan menyelesaikan semuanya lebih awal."
Anggota guild terlihat seperti sudah terbiasa dengan kegilaan yang Ethan lakukan. Sementara itu, tiga remaja yang mencoba untuk ikut, terlihat bingung dengan pembicaraan yang sangat aneh itu.
Ethan mengabaikan kebingungan ketiga remaja itu dan menatap ke arah mereka. "Kalian bisa ikut. Namun, kalian hanya boleh mengawasi dan mulai dengan membongkar Monster. Selama waktu itu, kami akan memberikan pembelajaran menggunakan senjata. Bagaimana dengan itu?"
Mendengar persetujuan dari Ethan, ketiga remaja itu tersenyum senang. Mereka membungkuk secara bersamaan. """Terima kasih banyak! Kami akan dalam bimbingan anda!"""
Namun, berbanding terbalik dengan kebahagiaan ketiganya. Ekspresi anggota guild terlihat ragu.
"Ethan. Ini berbahaya, kan? Bahkan jika mereka hanya menonton dan membongkar mereka masih tidak berpengalaman." Jun mencoba untuk meminta Ethan berpikir ulang.
"Jun. Apakah kamu lahir langsung menjadi seorang Player Profesional?" Satu pertanyaan dari Ethan membuat Jun tidak bisa menjawab. Pada akhirnya, semua orang memulai sebagai amatir tanpa adanya pengalaman.
"Selain itu. Aku tidak ingin melindungi wilayah ini sendirian. Sekuat apapun kita, tidak mungkin meng-handle seluruh Indonesia. Kita butuh bantuan. Bukankah kamu paham dengan melihat situasi saat ini?"
Guild Trouble dan Ethan sudah berusaha keras untuk menyelesaikan Gate. Namun, kehancurannya masih sangat besar ketika Gate Collapse. Hal ini menandakan jika satu kekuatan tidak bisa menutupi begitu banyak lubang.
Jun menundukkan kepalanya. Dia benar-benar malu dengan dirinya sendiri. "Aku mengerti. Aku menjadi terlalu besar kepala hanya karena sedikit kuat."
Anggota guild lainnya terlihat seperti mereka juga mulai menurunkan ego mereka. Ethan tidak menyangka dia bisa melakukannya tanpa harus memukuli mereka lebih dulu.
"Jika begitu, ayo pergi." Ethan menguap dan pergi memimpin anggota Trouble Guild.
***
__ADS_1
Sementara itu, di Amsterdam, Belanda. Seorang wanita dengan armor full plate putih platinum dan pedang dengan warna yang selaras dengan armornya, berdiri memimpin setiap Player di Amsterdam untuk melawan Monster yang dimuntahkan oleh Gate Collapse.
"!"
[Menggunakan Valkyrie Battle Cry.]
[Status meningkat 5% dan magic resistance meningkat 3% untuk sekutu selama 5 menit.]
Wanita itu menggunakan skill buff dengan jangkauan yang luar biasa. Skill itu meningkatkan moral dari para Player yang bertarung bersamanya.
"Valkyrie Carmila bersama kita! Jangan takut!"
"Semuanya, dorong mundur makhluk hina itu!"
Valkyrie Carmila juga segera bergerak kembali setelah dia menggunakan skill buff. Arus pertarungan menguntungkan mereka hanya dalam waktu lima menit. Dalam waktu itu, Carmila bermaksud untuk memenangkan pertarungan.
"Argh! Tolong bantuan di sisi kanan!"
"Ugh! Jumlah mereka sangat banyak!"
Meskipun kalau jumlah, Player bisa bertahan cukup lama. Carmila yang melihat itu sedikit merasa lega.
"Bertahan! Tujuan kita adalah, mengulur waktu untuk evakuasi warga sipil!" teriak Carmila.
"""Mengerti!"""
***
Situasi di Amerika tidak jauh lebih baik. Mereka menggunakan peledak untuk menghambat dan mengganggu Monster. Sementara itu, Player akan turun membantu dan melakukan hit and run.
Gordon, salah satu S Rank Player, menatap Kota Washington yang sudah menjadi kota yang kacau dengan wajah santai. Dia tidak terlihat panik bahkan di depan kematian yang begitu banyak.
Player dan Monster terhenti. Mereka melihat ke arah langit dengan kekaguman dan rasa takut.
"Itu Gordon! Semuanya, menjauh!" Salah satu dari S Rank selain Gordon memberikan arahan.
Untungnya, Player bisa meresap dengan cepat dan mereka segera menjauh dari para Monster.
"!"
Bzzzt!
Kilatan cahaya terang membutakan semua orang yang melihat kilau biru dari petir yang menyambar dengan kecepatan cahaya.
Duar!
"Ugh! Telingaku!"
"Ini membuatku tuli!"
Player merasa gendang telinga mereka akan pecah ketika suara guntur menggelegar bersamaan dengan suara ledakan keras.
Beberapa orang yang sudah bersiap dengan semua itu, hanya bisa tercengang dengan seberapa destruktif kekuatan Gordon. Tidak pernah terbayang satu orang bisa menurunkan petir yang mengubah medan separah itu.
"Cih. Aku tidak mau mengakuinya. Namun, dia jelas berada di level yang berbeda."
"Aku setuju. Itu terlalu luar biasa untuk ukuran manusia."
__ADS_1
Hunter S Rank Amerika lainnya terlihat iri ketika melihat seberapa besar kekuatan Gordon.
Gordon yang kehilangan seluruh mana miliknya, menjadi pucat dan terhuyung.
Claire, Sekretaris pribadinya, mendukungnya untuk tidak terjatuh. "Kerja bagus, Tuan."
Gordon hanya tersenyum dan dia akhirnya kehilangan kesadarannya.
***
Trouble Guild di sisi lain, berhasil membersihkan semua titik yang menjadi tempat Gate Collapse di Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam waktu kurang dari satu minggu.
"Kerja bagus, semuanya." Ethan yang sejak awal hanya menonton, memuji mereka semua.
"Oh, anda juga, Guild Master. Terima kasih sudah mengawasi kami dari sana." Kiaa membalas dengan cara yang menyindir.
Namun, Ethan yang memiliki muka tembok, tidak tersinggung sama sekali dan dia menatap ketiga anak remaja yang melihat medan perang dengan mata berbinar.
"Jadi, apa yang akan kalian lakukan sekarang? Ah, untuk informasi. Kami tidak menerima anggota Guild. Karena itu, silahkan cari opsi lain, oke?"
"Sebenarnya, kami sudah memikirkannya. Kami ingin membuat Guild yang menjadi cabang Trouble Guild." Rania yang secara alami menjadi pemimpin dari grup tiga orang itu, menjawab pertanyaan Ethan tanpa rasa kecewa.
Ethan menaikkan satu alisnya terkejut dengan jawaban tidak terduga. "Membuat anak Guild? Itu menarik. Namun, bisakah kamu jelaskan alasannya?"
"Itu karena kami paham Trouble Guild terlalu sibuk untuk mengurus administrasi dan segala macam hal rumit lain yang tidak berhubungan dengan keselamatan umat manusia! Jadi, kami berencana untuk membangun anak Guild yang akan membantu menyelesaikan masalah Trouble Guild yang tidak sempat Trouble Guild lakukan!" Rania menjelaskan dengan wajah penuh semangat.
Ethan terlihat terkesan dengan alasannya. Itu masuk akal dan bukan saran yang buruk. Pada akhirnya, Trouble Guild membutuhkan wajah lain yang bisa menyembunyikan keberadaan mereka dari umum.
"Itu bagus. Namun, bukankah sulit dengan kondisi saat ini?"
Rania mengangguk. "Benar. Kami tidak memiliki modal!"
Mendengar itu, wajah semua orang menjadi kaku. Semua orang terkejut dengan keberanian Rania meminta modal kepada Ethan bahkan jika secara tidak langsung.
"Rania, tunggu. Mengapa kamu berbicara seolah kamu meminta modal dari penyelamat kita!"
"Itu benar. Kita bahkan belum membalas kebaikan mereka!"
Dua rekannya mencoba untuk menghentikan Rania. Namun, Rania hanya diam saja menatap Ethan yang menahan tawanya.
"... Jadi, apa yang kamu tawarkan padaku? Jangan bilang kamu ingin aku berinvestasi padamu? Itu tidak mungkin. Kalian saat ini tidak memiliki nilai untuk itu, kan?" tanya Ethan.
"Kamu menawarkan batu sihir dari Monster yang kami kalahkan! Untuk investasi … jika anda memberikan kami 100 Juta, anda akan mendapat 60% saham di Guild!"
Ethan yang mendengar itu berpikir sejenak. "Jika begitu, aku akan membeli batu sihir kalian. Aku akan membayar semuanya melalui Coin Sistem."
"... Bagaimana dengan investasi?"
"Tentu. Aku akan berikan 200 juta. Yah, aku harap kamu tidak gagal."
Rania tidak bisa merasa senang. Ethan benar-benar memberikan ancaman hanya dengan mengatakan beberapa kata yang terdengar seperti sebuah kalimat biasa.
"Tentu. Anda bisa serahkan pada saya!"
Ethan mengangguk dengan wajah lelah. Dia menatap anggota guild yang juga memiliki wajah penuh rasa lelah. Para gadis juga terlihat tidak nyaman dengan tubuh mereka yang lengket dan mengeluarkan bau.
"Jika begitu, ayo kita kembali."
__ADS_1
"""Ya!"""