The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 36 - Lucky Bird


__ADS_3

[Tanduk Emas Galleus.


Rank: Heroic.


Sebuah tanduk emas dari Kambing Galleus, Kambing yang dirawat oleh Ibu para Raksasa, Ymir.


Opsi:




Memanggil [Bencana] dalam setiap tiupan.




Memberikan keberuntungan hebat pada tiupan keempat.


]




"Ini benar-benar Tanduk Emas Galleus …." Ethan terkejut dengan item yang Kiaa dan Li Mei bawa.


Tanduk Emas Galleus adalah, senjata yang dapat memanggil Monster tingkat bencana seperti Arachne. Di kehidupan pertama Ethan, ras Giants yang memiliki item ini dan mereka berhasil mengalahkan para Vampire dalam perang yang memperebutkan Lantai 38 - 40.


Ethan menoleh ke arah Li Mei yang sudah kembali dari Menara. Dia juga sudah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian. "Kamu menemukan ini di Ymir Tomb, Lantai 4?"


"Ya. Karena itu, kami berdua terlambat menyelesaikan Lantai 4 dan menyebabkan stampede terjadi."


Ethan terkejut mendengar fakta yang baru pertama kali didengarnya meski sudah hidup dua kali. Namun, tidak akan terlalu aneh jika Ymir Tomb berada di Lantai 4. Bagaimanapun, Lantai 4 memang dipenuhi dengan rahasia karena selalu berubah-ubah setiap satu hari.


Begitu dia selesai memeriksa item yang Li Mei bawa, Ethan menyerahkannya kembali. "Kamu bisa kembalikan ini kepada Kiaa. Namun, minta dia untuk tidak meniupnya lebih dari tiga kali, terutama di tempat umum."


Mendengar peringatan tegas Guild Masternya, Li Mei mencium aroma item yang berbahaya dari Tanduk Emas Galleus. Jadi, dia mengerutkan dahi terlihat terganggu oleh suatu hal.


"... Bagaimana jika menyimpannya di dalam [Gudang]? Saya pikir lebih aman dibanding Kiaa memegangnya."


Ethan mengangkat bahunya ringan sebagai balasan. "Itu item Kiaa. Jika dia menginginkannya, biarkan dia menerimanya. Namun, kamu boleh memberikannya saran untuk menyimpan item itu di Gudang Harta."


Li Mei masih tidak terlihat yakin. Namun, dia tetap mengangguk meski enggan. "... Aku mengerti. Jika begitu, aku akan memberikan item ini kembali kepada Kiaa dan pergi untuk berlibur mulai besok."


"Ya, nikmati liburanmu, Wakil Guild Master." Ethan melambaikan tangannya mengantarkan kepergian Li Mei.


Begitu Li Mei pergi meninggalkan Ethan sendirian, Ethan menyandarkan tubuhnya yang lelah karena pertarungan di Amerika Serikat. Tubuhnya masih belum benar-benar pulih karena pertarungan dengan Dracula.


"Aku juga ingin pergi liburan …." Ethan bergumam sedih. Dia selama ini hanya bertarung atau mengurus semua dokumen dan rapat dengan orang terkemuka.


"Lalu, mengapa kamu tidak pergi liburan?" Alice muncul dari dalam cincin, menemani Ethan.

__ADS_1


Ethan melirik Alice dengan tatapan kesal. "Kamu pikir aku tidak pergi karena tidak ingin? Aku teramat sibuk sampai-sampai aku hanya memakan mie instan selama tiga hari ini."


"Apa yang kamu lakukan hingga sibuk seperti itu?"


"Aku sedang merencanakan anggaran untuk mendirikan sebuah Akademi Hunter."


"Akademi Hunter?" Alice memiringkan kepalanya mendengar istilah asing di telinganya.


Ethan mengangguk dan mulai penjelasan tentang rencana yang ada di kepalanya. "Ya. Setelah ikut bertarung dengan Hunter selain Trouble Guild, aku menyadari jika kemampuan Hunter lain begitu buruk. Kamu pasti juga menyadari hal ini, kan?"


"Ya. Namun, aku pikir mereka normal. Kalian yang terlalu abnormal."


Ethan mengabaikan penilaian kasar Alice dan dia melanjutkan penjelasan. "Akademi Hunter akan menjadi tempat pelatihan untuk para calon hunter menjadi Hunter siap pakai."


"Itu hanya buang-buang uang dan waktu. Latihan yang sesungguhnya itu dengan melakukan pertarungan sesungguhnya terus menerus." Alice yang hidup di tempat yang keras, tidak dapat memahami mengapa Ethan begitu repot melakukan pelatihan kepada manusia lain.


Ethan tersenyum pahit mendengar kata-kata Alice. Alice tidak salah. Namun, tidak semua ras sesuai dengan cara seperti itu. Manusia di Bumi terutama memiliki mental dan kekuatan yang lemah.


"Apakah kamu tahu, Alice? Ada beberapa orang yang tidak pernah memegang pisau dapur dalam hidup mereka atau orang-orang yang menangis hanya karena dikejar oleh seekor angsa. Mengirim mereka melawan monster, sama dengan memberikan nutrisi kepada para monster."


"... Bagaimana manusia menyedihkan seperti itu bisa bertahan hidup? Manusia benar-benar hidup dalam damai, ya."


Alice yang hidup di era ketika Menara sangat kacau dan perang antara Dewa terjadi, tidak dapat memahami bagaimana manusia lari ketakutan hanya karena seekor angsa.


Ethan yang sudah mengalami pertempuran panjang selama dua puluh tahun, mengangguk dengan ekspresi pahit. Bumi benar-benar seperti Surga jika dibandingkan dengan Menara.


"Jadi, kamu hanya ingin membuat perisai daging, kan?" Kesimpulan yang Alice tarik dari penjelasan Ethan benar-benar ekstrim.


"... Yah, itu tidak salah. Setidaknya aku ingin orang-orang bisa melawan monster peringkat rendah di masa depan."


"Sanjunganmu membuatku malu, Lady." Ethan menjawab sindiran Alice dengan muka tebal.


"... Aku tidak memujimu, Iblis." Alice sangat kesal dengan seberapa tebal muka Ethan.


Namun, Ethan tidak terlalu peduli dengan apa yang Alice katakan. Dia mengeluarkan sebuah telur berwarna abu-abu dengan corak putih. Telur yang didapatkannya dari Lantai 2 Menara itu, masih belum menetas.


Meletakkan tangannya di atas telur, Ethan merasakan sensasi menyengat ketika telur aneh itu menyerap energi sihirnya. Ethan sedikit mengerutkan keningnya karena merawan tidak nyaman.


"Aku sudah memiliki Nenek Tua yang menghisap darahku setiap hari dan sekarang aku juga memiliki telur yang harus menyerap magic powerku setiap hari. Apakah aku masih manusia? Bukan es lilin?"


"Siapa yang kamu panggil Nenek Tua!" Alice berteriak marah karena monolog Ethan.


Ethan hanya mengabaikan teriakan Alice sekali lagi. Kemudian, sebuah retakan muncul pada cangkang telur. Magic power Ethan juga sudah berhenti dihisap oleh telur tersebut. Melihat itu, Ethan dan Alice menatap ke telur abu-abu itu.


Crack!


"Pyu!"


Seekor burung mungil berwarna abu-abu dengan sedikit warna putih pada ujung sayapnya muncul. Ukurannya cukup kecil sehingga tidak terlihat seperti Monster yang kuat. Burung tersebut terus mencicit seolah senang melihat Ethan dan Alice.


Ethan melirik Alice yang berdiri di sampingnya. "Apakah kamu tahu burung apa ini?"


Alice menggelengkan kepalanya. "... Tidak. Aku tidak pernah melihatnya."

__ADS_1


Karena penasaran, Ethan memeriksa panel status dari burung tersebut.


[Name: -


Race: Bird of Heaven.


Level: 1.


Strength: 1 Stamina: 1 Constitution: 1 Dexteriry: 1 Mana: 1000


Unique Ability: Thunder Authority[E] Nine Cloud Strike[E]


Skill: Ruler Aura[E] Good Luck[E]


]


"Apa ini?"


"... Statusnya sangat bias hingga aku bahkan terkejut."


Ethan dan Alice mengutarakan keterkejutan mereka begitu melihat hasil penilaian status dari burung biru itu. Semua status selain status Mana sangat rendah. Bahkan bayi atau Slime mempunyai status lebih baik dari burung ini.


"Mulai hari ini, kamu akan kuberikan nama [Focalor]."


"Cit? Pyu! Kyu~" Focalor berkicau dengan sangat senang dengan nama barunya.


[Anda membuat kontrak dengan Mythical Beast.]


[[Thunder Authority] berhasil disalin.]


Bibir Ethan melengkung naik melihat pesan dari Sistem. Dia berhasil mendapatkan dua keberuntungan dalam satu waktu. Dia khawatir akan ada masalah sebagai kompensasi keberuntungannya yang terlalu luar biasa hari ini.


***


"Tuan. Kami mendapatkan laporan jika terdapat 5 dari 10 Orange Rank Gate berevolusi menjadi Green Rank Gate selama tiga bulan belakangan." Claire memberikan laporan mengenai Gate yang berada di sekitar wilayah Hollywood.


Menerima citra satelit dan laporan tentang lima Gate yang berevolusi, Gordon mengerutkan keningnya. Firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi di masa depan.


"Kirim laporan ini kepada Guild Pajajaran di Indonesia dan House of Basten di Belanda. Lakukan juga penyelidikan mengenai alasan Gate yang mengalami evolusi." Gordon memberikan arahan sementara kepada Claire.


"Mengerti." Claire mencatat semua yang Gordon katakan dalam notes.


"Apakah sudah ada kabar dari Tim Intelligence mengenai Dumb Guild?"


Claire memeriksa tabletnya sejenak dan menggelengkan kepalanya. "... Sejauh ini belum ada informasi, Tuan. Informasi yang kami tahu sejauh ini hanyalah, basis mereka berada di Asia Selatan."


"... Asia Selatan? Apakah itu India?"


"Tidak. Itu berada di Sri Lanka, Tuan."


Mata Gordon menyipit. Selama satu bulan ini, unit intelligence Canaries menemukan sebuah Organisasi yang mulai tumbuh di Amerika Serikat. Ada beberapa insiden kecil yang munkin dilakukan oleh Organisasi ini. Namun, sulit dipercaya Organisasi itu berpusat di sebuah Negara antah berantah sepele Sri Lanka.


"Itu tidak sepenuhnya tidak mungkin, Tuan. Sri Lanka sendiri secara mengejutkan masih memiliki tanah mereka setelah Outbreak Massive. Kemungkinan, ada kekuatan luar yang mencoba menduduki Sri Lanka." Claire memberikan pemikirannya tentang validasi informasi yang mereka terima.

__ADS_1


Gordon mengangguk pelan mendengar pemikiran Claire yang masuk akal. Sri Lanka secara mengejutkan berhasil bertahan dari Outbreak. Itu hal yang mengejutkan karena, negara kecil lain hingga Australia, tersapu bersih karena Outbreak.


"Untuk saat ini, kita hanya perlu mengawasi lebih lama. Setelah dipastikan mereka memiliki pangkalan di sana, kita akan hancurkan mereka dalam sekali jalan."


__ADS_2