The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 27 - Stampede, Clear!


__ADS_3

"Hah? Jalan ini juga diblokir?" Jon menggerutu kesal melihat jalan yang tertutup untuk kesekian kalinya.


Red Bulls Guild sudah mulai terbiasa dengan Medan Ujian Lantai 3. Monster semut semakin jarang muncul dan jumlah kematian semakin berkurang.


Namun, mereka terus menerus menemukan jalan buntu tidak peduli ke arah mana mereka berjalan, seolah mereka tidak diizinkan untuk mendekat.


"Hancurkan ini! Kita membuat terlalu banyak waktu!" Jon berteriak memberikan perintah untuk menghancurkan tembok.


Di situasi normal, Jon tidak mungkin memberikan perintah seperti itu. Namun, rasa lelah dan stress yang menumpuk, ditambah dengan kurangnya kadar oksigen serta cahaya matahari, membuat Jon tidak bisa berpikir normal.


Penyihir mencoba untuk meledakkan tembok tanah tersebut dengan sihir mereka.


Bam! Bam! Bam!


Ledakan kecil menggema. Namun, tidak begitu signifikan. Hanya meninggalkan bekas kecil setelah puluhan sihir ditembakkan.


"Argh! Bajingan! Kalian benar-benar tidak berguna!" Jon yang sudah kesal mencoba untuk menghancurkan tembok dengan kapaknya.


Bam!


Serangan kapak Jon berhasil membuat retakan yang cukup dalam. Karena itu, mereka bisa mendengar suara bising dari balik tembok dan bau terbakar dari balik tembok tanah.


"Kieeek! Kieeek!"


Semut besar dengan paksa berusaha menerobos. Karena Jon, tembok tanah mulai runtuh dengan paksa. Jon secara tidak langsung membantu semut untuk menghancurkan tembok tanah.


"Hieek!? Lari! Semuanya lari!"


"Selamatkan hidup kalian!"


Anggota Red Bulls Guild mulai berhamburan lari menghindar kematian mereka.


"Sesuai dugaan, mereka benar-benar bodoh."


Suara yang tidak mereka kenali terdengar di telinga semua orang. Dari arah yang berlawanan dengan anggota Red Bulls, Hu Tao dan Carmila muncul. Mereka memegang senjata mereka bersiap menahan gerombolan semut yang sekarat.


"."


Sabit yang dilapisi dengan energi hitam diayunkan dengan ringan menghancurkan skeleton semut. Hu Tao terus bergerak dan mengayun sabitnya tanpa henti menahan semut-semut itu kabur lebih jauh.


Carmila tidak mau kalah. Dia bersiap untuk menggunakan salah satu skill terkuatnya. Menggenggam pedang di depan dadanya, cahaya terang menyelimuti pedang Carmila.


"."


Aura pedang terang membelah barisan semut seperti ombak yang menyapu segala sesuatu yang menghalangi. Hu Tao tertawa getir melihat seberapa Carmila serius. Anggota Red Bulls yang melihat itu, hanya menonton dengan rahang menyentuh tanah.


"... Ayo bergerak. Sepertinya, Queen Ant tidak ada di sini." Hu Tao berbalik dan pergi begitu saja setelah menunjukkan cara bertarung sesungguhnya kepada anggota Red Bulls.

__ADS_1


Carmila yang cukup lelah karena menggunakan terlalu banyak mana, berusaha sebisa mungkin mengikuti Hu Tao yang bergerak dengan langkah kaki yang sangat ringan dengan tubuh kecilnya membawa sabit yang lebih besar dari tubuhnya.


***


Di Bumi, Ethan fokus bermeditasi dan menghabiskan waktu bersama Erica dan Nina. Dia juga memperkenalkan Alice kepada keduanya. Ethan tidak ingin sebuah kesalahpahaman muncul.


"Apakah … semuanya akan baik-baik saja?" Nina yang sedang bermain game, terlihat khawatir memikirkan anggota Trouble Guild yang sudah 5 hari di dalam Menara.


"Mengapa harus khawatir? Jika mereka hisa bertahan melawanku selama lima menit, itu artinya mereka mampu melakukannya." Ethan terlihat sangat santai dan hanya menikmati kelembutan bantal paha Erica di kepalanya.


Erica yang mendengar balasan santai dan percaya diri dari Ethan, tersenyum pahit. Ethan bahkan tidak berusaha berpura-pura khawatir tentang keselamatan anggota Trouble Guild. Jika mereka mendengar tentang itu, mereka pasti menangis.


"Ah! Aku menang, Erica!" Nina berteriak ketika dia mobil yang dikontrolnya, berhasil mencapai finish.


"Apa!?" Erica tidak percaya dia kalah di belokan terakhir karena fokusnya teralihkan.


[Lantai 3 Berhasil Diselesaikan.]


[Waktu Hingga Stampede Berikutnya: 90 D.]


Sebuah pop up yang menyatakan penyelesaian Lantai 3 muncul. Ethan tersenyum kecil tidak begitu terkejut. Erica dan Nina menghela nafas lega karena rekan mereka menyelesaikan misi tepat waktu.


"Namun, mengapa Hall of Fame tidak muncul?" Nina memiringkan kepalanya karena pop up yang muncul berbeda dari pop up ketika Ethan berhasil menyelesaikan Lantai 2.


"Tentu saja karena mereka menyelesaikan terlalu lama."


Ethan menyelesaikan 20 Ronde yang tidak pernah diselesaikan oleh orang lain semenjak Menara ini pertama kali dibangun. Jadi, bukan hal yang aneh jika Ethan masuk Hall of Fame. Di sisi lain, anggota Trouble Guild menyelesaikannya terlalu lama. Jadi, mustahil memasuki Hall of Fame.


Ethan bangun dari posisi nyamannya. Dia harus bersiap untuk menyambut kedatangan para Pahlawan yang kembali dari perjuangan yang sangat berat.


"Ayo kita adakan pesta malam ini."


***


"Oh, akhirnya aku melihat matahari lagi …."


"Udara yang segar, paru-paru dan hidungku merindukanmu!"


Dengan wajah yang sangat lelah, semua orang yang bergabung dalam party penaklukan di Lantai 3, berjalan seperti zombie memasuki Kastil Tua, Guild Base Trouble.


"Selamat datang kembali, Tuan dan Lady." Ethan yang mengenakan setelan pelayan formal, berdiri di depan pintu masuk dengan senyum menyegarkan.


Li Mei dan Hu Tao tidak dapat menyembunyikan rasa senang dan semangat mereka melihat Ethan dalam setelan jas formal seperti itu. Sementara itu, anggota lain dibuat bingung dengan tindakan yang aneh dari Guild Master mereka.


"... Apa yang kamu lakukan?" Jun bertanya dengan tidak nyaman, mewakili yang lain.


Ethan tidak pernah bertindak seperti ini. Jadi, sangat aneh jika sekarang mengenakan pakaian pelayan dan tersenyum dengan sangat ramah pada mereka.

__ADS_1


Senyum Ethan menjadi kaku. Mata Ethan kehilangan cahayanya dan dia melepaskan aura yang sangat mengintimidasi. "Kami sudah menyiapkan tempat untuk mandi. Jadi, segera masuk dan membersihkan tubuh kotor kalian."


Bahu semua orang terangkat ketika merasakan intimidasi Ethan dan mereka menundukkan kepala tidak bertanya apapun lagi.


"Te– Terima kasih. Jika begitu, kami permisi lebih dulu!"


Mereka dengan terburu-buru segera masuk dan tidak ada yang berani memandang Ethan.


***


"Silahkan dinikmati~"


"Silahkan."


Nina dan Erica yang mengenakan pakaian maid imut, membawakan menu makan malam hari ini yaitu, steak dari daging Orc yang dimasak oleh Ethan secara pribadi. Aroma yang lezat dari steak dan pemandangan gadis kembar imut yang mengenakan pakaian pelayan, tentu saja menjadi booster untuk para pria!


"Jadi, apakah ada sesuatu yang terjadi secara khusus di Lantai 3?" Ethan membuka pertanyaan langsung, tanpa memberikan ucapan selamat atas keberhasilan mereka.


"Tidak ada hal yang khusus. Hanya saja, Red Bulls Guild kehilangan lebih dari setengah anggota." Li Mei menjawab mewakili anggota Guild dan Gordon serta Carmila yang sedang makan.


Ethan tidak begitu terkejut dengan kematian lebih dari setengah anggota Guild Red Bulls. Meski dikatakan Elite, mereka hanya berada di Rank C. Tidak heran mereka akan mati melawan begitu banyak semut.


"Namun, Guild Master mereka, Jon Viver, justru menyalahkan kami atas kematian rekannya." Hu Tao menambah laporan dengan cemberut. Jelas, dia sangat kesal dengan sikap Jon.


"Hm, pria itu … aku pikir tidak akan ada masalah, kan?" Arya tidak begitu memahami masalah apa yang akan ditimbulkan hanya dengan tuduhan yang tidak jelas dari Jon Viver.


"Tentu saja masalah~ bahkan jika orang itu lemah, dia masih Guild Master dari Guild nomor 1 di AS. Juga, kamu sendiri paham bagaimana media di sana sangat menyukai rumor terlepas dari benar ataupun tidak." Kiaa meluruskan pikiran naif Arya.


Arya mengunyah sendoknya dengan wajah masih tidak mengerti. Dia tidak paham mengapa harus khawatir mengenai rumor yang bahkan tidak benar adanya.


Kiaa dan beberapa anggota lainnya hanya tersenyum lembut memandang Arya yang memiliki pemikiran yang sangat positif. Nina yang terkenal bodoh bahkan menatap Arya dengan simpati karena tidak memahami hal yang begitu sederhana.


Ethan memakan steak Orc yang rasanya terasa lezat ketika dimakan dalam suasana ramai seperti ini. Tanpa sadar, bibirnya melengkung naik dan dia tertawa kecil.


Li Mei melihat Ethan tersenyum, melirik ke arahnya berpikir Ethan sudah memiliki solusi. "Hm? Ada apa, Guild Master? Apakah kamu memiliki solusi?"


Karena pertanyaan Li Mei, semua orang melirik ke arah Ethan. Sulit untuk mengendalikan media. Jadi, akan menjadi masalah serius terhadap reputasi Trouble Guild dan menyulitkan operasi mereka di masa depan nanti. Mereka penasaran apa yang Ethan rencanakan untuk mengatasi para media tamak.


"Hm?" Ethan sedikit bingung karena ditanya tiba-tiba. Namun, bukan seperti dia tidak ada rencana. "... Kalian sudah tahu, kan? Tentu saja, kita bisa menggunakan video yang Li Mei rekam sebagai perisai untuk melindungi dari tuduhan."


"Tidak mungkin hanya itu, kan?" Jun yang sudah mengenal Ethan sejak kecil, tahu betul Ethan bukan orang yang diam saja ketika diserang. Jadi, tidak mungkin Ethan akan membiarkan masalah selesai dengan damai.


Bibir Ethan melengkung naik menunjukkan senyum yang membawa suasana tidak menyenangkan. "Yah, kita akan memberikan sedikit pukulan terhadap Red Bulls Guild. Sepertinya, mereka tidak tahu Gordon dan Carmila datang bersama kita. Jadi, Li Mei yang akan mengurus sisanya."


Li Mei menghela nafasnya. Dia selalu menjadi orang yang mengurus hal merepotkan seperti ini pada akhirnya. "Aku mengerti. Aku memiliki rencana yang sama dengan yang kamu pikirkan, Guild Master."


Anggota Trouble Guild lainnya memiringkan kepalanya dengan tanda tanya tidak memahami apa yang keduanya bicarakan. Di sisi lain, Gordon serta Carmila yang akrab dengan press dan rumor media, menyadari apa yang coba Ethan lakukan.

__ADS_1


__ADS_2