
Silvia dan Kiaa terus maju. Jebakan mulai muncul. Itu adalah jebakan konyol yang benar-benar parah.
"Gas tidur? Selain itu ini…"
"Sepertinya merespon terhadap suara?"
Keduanya melemparkan batu dan gas mulai keluar dari kedua sisi dinding.
"Haruskah kita memutar dan mencari jalan lainnya?"
"Tidak, bukankah itu mudah untuk kita?"
Keduanya ahli dalam sembunyi dan diam-diam. Jadi ini adalah jebakan yang mereka tidak terkena.
"Baik ayo kita maju."
Keduanya berjalan perlahan-lahan, bahkan tidak membiarkan suara nafas mereka terdengar. Itu cukup panjang… maksudku, itu benar panjang. Sulit untuk menahan nafas lama jika tidak berlatih. Namun bagi keduanya, ini semudah bernafas.
"Lalu, kanan, lurus atau kiri?"
"Mari periksa kanan…!!!"
Keduanya segera bersembunyi. Mereka merasakan kehadiran yang benar-benar bahaya. Dan saat itu dua sosok humanoid dengan Kulit Ungu dan dua tanduk di kepalanya muncul.
"Ada apa?"
"Tidak, aku merasakan tanda dari sini tadi."
Dia yakin bahwa dia bisa merasakan hawa keberadaan dari sini tadi. Namun temannya mendecakkan lidahnya.
"Ck, jangan buang-buang waktu. Kita harus cepat. Posisi kita sedang tidak bagus sekarang."
"Tapi…"
"Sudahlah, kita harus mencari Tanduk Emas Galleus. Jika ada yang bersembunyi dan bisa lolos dari deteksi kita hanya Dark Elf. Namun mereka itu netral jadi tidak mungkin."
Orang itu segera menyangkal. Dia tidak bisa memikirkan ras lain yang pandai bersembunyi atau infiltrasi selain ras dark elf. Namun itu juga tidak masuk akal.
"Begitu… tapi aku dengar baru belakangan ini ras manusia dari dunia lain mulai masuk?"
Mendengar itu Oni lainnya benar-benar kesal dan berteriak.
"Apakah kamu mengatakan bahwa aku bahkan tidak bisa mendeteksi manusia yang baru masuk ke Menara? Bahkan jika aku tidak bisa menggunakan Mana atau skill aktif, aku masih ras Oni sialan. Jangan buang-buang waktu lagi. Ayo segera kita pergi."
"Baik…"
Keduanya segera pergi lagi. Sementara itu, dua orang yang bersembunyi dibalik bayang-bayang segera muncul.
"Apakah kamu mendengar itu Kiaa?"
"Ya… sepertinya ini benar-benar akan sulit."
Oni… itu salah satu ras di atas Menara. Mereka tidak pernah berpikir akan bertemu secepat itu dengan mereka yang ada di atas.
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Jika dilihat dari levelnya, jelas keduanya ada di level 3 digit… kita sekarang masih level 70… memang mungkin untuk membunuh keduanya, namun peluangnya benar-benar kecil."
Dengan pasif keduanya, mungkin untuk memberikan serangan kejutan membunuh dengan instan. Namun sepertinya mereka memiliki deteksi yang cukup baik.
"Untuk saat ini tidak perlu, mari hindari sebisa mungkin."
"Ya."
Keduanya mengambil jalan yang berbeda dari kedua Oni tadi. Tidak ada untungnya untuk melakukan itu dari awal. Lebih baik mencari aman.
Sementara itu, di Lantai 30 terjadi pertempuran sengit antar dua ras besar. Itu adalah Vampir dan Oni. Mereka memperebutkan wilayah di Menara. Setiap Lantai akan baik untuk pijakan dalam menaiki Menara.
Dan di antara para Vampir dan Oni level rendah ada dua monster dari masing-masing ras. Mereka adalah level Elder dari masing-masing.
"Hah, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi, Pablo."
"Hahaha, aku juga sama. Aku harap kamu tidak lari lagi Chiesa."
Oni itu tersenyum ganas dan Vampir itu memiliki wajah tegang. Keduanya sudah pernah bertarung dan hasilnya adalah kekalahan mengerikan dari Chiesa.
"Jangan berpuas diri, saat itu aku hanya lengah."
"Hah, alasan bagus dari pecundang."
Tidak tahan dengan provokasi dari Pablo, Chiesa menyiapkan sihir darah miliknya. Melihat itu, Pablo hanya tersenyum dan menyiapkan pedang besar miliknya.
"Hahaha, apakah sihir itu bisa melukaiku?"
"Berisik, mati!"
5 Tombak darah yang sangat besar terbang dengan cepat ke arah Pablo, namun itu hanya dipotong dengan pedang miliknya. Melihat itu Chiesa memiliki wajah mengeras.
"Senjata itu masih tidak masuk akal seperti biasa."
"Hahahaha bukankah ini adalah musuh alami para vampir yang hanya bisa sihir?"
Vampir adalah ras yang bangga, karena itu mereka tidak tahan dengan ejekan dan mudah tersinggung. Chiesa adalah salah satunya. Dia mengeluarkan senjatanya, Rapier.
"Aku akan memperlihatkan padamu, bahwa kami tidak akan kalah bahkan dengan jarak dekat."
"Jika begitu aku datang."
Dengan menendang tanah, Pablo segera menutup jarak. Itu sangat cepat. Jika lawannya adalah level rendah maka dia sudah akan mati.
Sebuah tebasan yang sangat cepat mencoba memotong Chiesa menjadi dua. Namun Chiesa melakukan Parry dan melakukan serangan balik. Mana berputar di ujung rapier miliknya dan menusuk Pablo.
__ADS_1
"Ugh."
2 tusukan masuk ke tubuhnya. Namun tidak ada luka fatal.
"Itu luar biasa. Sepertinya kamu setidaknya sudah berkembang."
"Berisik."
Kali ini, Chiesa mengambil langkah, dan dia segera melakukan serangan terus menerus. Itu mengincar titik vital musuh. Namun Pablo mampu menahannya. Dan dia tiba-tiba melakukan tebasan samping. Itu mengejutkan dan Chiesa mundur segera, namun dia tidak lolos dari serangan.
"Colossal Blade!"
Pablo menyerang dengan pedangnya, api besar mencoba memotong tubuh Chiesa. Dia tidak bisa kalah. Karena itu dia memasukkan mana gelap ke dalam pedangnya juga.
"Darkness Dust."
Debu gelap melawan pilar api besar beradu. Hasilnya adalah seri dimana keduanya meledak. Namun Pablo sudah bisa menebaknya dan mengambil langkah. Dengan Shukuchi miliknya, dia muncul di depan Chiesa.
"Apa!?"
"Hahaha, mati!"
Pedang yang penuh dengan mana panas menebas Chiesa menjadi dua… namun Pablo tidak berhenti disitu, dia segera memotongnya terus menerus hingga itu tidak berbentuk.
"Saat itu kamu berhasil lolos, namun sekarang tidak akan."
Chiesa berhasil mengelabui Pablo saat terakhir kali. Namun dia tidak akan jatuh ke lubang yang sama.
"Semuanya, jendral musuh sudah mati! Serang!!!"
Teriakan Pablo mengguncang medan perang. Oni menjadi bersemangat dan Vampir putus asa. Peta kekuatan berubah. Oni perlahan-lahan mulai naik dari Lantai tengah.
Sementara itu Feyn dan yang lainnya masih sibuk menghabisi para Monster di salah satu pulau Negara Fiji. Mereka sudah membersihkan dua kota, sekarang mereka sedang membersihkan kota lainnya.
"Ess Style, Cerbe."
Tebasan tajam menebas para Ogre. Semakin ke tengah semakin kuat monster yang muncul. Champion Kobolds, Ogre Fighter, Orc Knight, Giant Horn, atau Blood Wolf bahkan ada High Rank Cocktrice! Itu benar-benar gila.
"Bukankah miasma semakin gila di sekitar sini?"
"Benar, di kota pertama kita berhasil membersihkan miasma berkat pemurnian Erica. Namun sepertinya itu tidak terlalu efisien."
"Death Aura juga berhasil diserap oleh Nina."
Ini terlalu beracun untuk anak-anak atau bahkan pekerja konstruksi nantinya… yah, sekarang lebih baik fokus membersihkan monster lebih dulu.
"Feyn, aku merasakan mana tidak biasa tidak jauh dari sini."
Alice berbicara dengan serius. Mana tidak biasa?
"Dimana?"
"Baik. Erica, Nina, ayo."
""Ya.""
Alice memimpin kami. Ini ke arah salah satu supermarket yang ada di kota. Atau lebih tepatnya di basement. Semakin dekat aku juga bisa merasakan mana jelek ini…
"Udara benar-benar berat."
"Sangat mengerikan."
Erica dan Nina juga sepertinya merasakannya. Memang, ini adalah yang paling kuat selain dari Ifrit yang pernah aku lawan atau bahkan Alice saat di segel.
Saat itu tiba-tiba aku merasakan krisis. Intuisi liar berdengung keras.
"Semuanya menghindar!"
Kami semua segera menghindar, dan sebuah tentakel gelap muncul menghancurkan lantai tempat kami berpijak tadi.
"Slime Mother!"
"Gila… kenapa monster ini muncul disini?"
Slime Mother, itu adalah Slime dengan level 3 digit. Memiliki resistensi terhadap sihir dan fisik yang konyol…
"Erica gunakan Sanctuary dan Pemurnian! Nina Gunakan Kutukan saja! Tidak perlu menggunakan sihir serangan atau bahkan Undead! Alice kamu menjadi agro!"
"""Mengerti!"""
"Sanctuary! Pemurnian!"
Kubah cahaya muncul, dan Erica juga menggunakan pemurnian. Slime ini menyerap terlalu banyak miasma. Karena itu cara mengalahkannya lebih baik dengan memurnikan miasma yang ada disekitarnya.
Tiba-tiba, puluhan tentakel terbang ke arah Erica…
"Blood Fest."
Sebuah lingkaran darah muncul. Aku memadatkannya agar tidak bisa ditembus. Ini untuk melindungi Erica dari serangan tentakel.
"Grand Sonata."
Tririing…
Nada berat dimainkan. Walaupun lawannya memiliki resistensi terhadap sihir dan tebasan namun Bloody Sonata Sword dapat menyerap HP dan MP miliknya.
"Death Slash!"
Stolz memiliki Skill untuk mengganggu kausalitas. Bahkan jika lawan Ilahi atau Immortal itu bisa terluka atau bahkan mati dengan senjata miliknya. Lalu bagaimana jika itu adalah mortal? Jelas bahwa itu akan rusak.
Slime itu kesal dan puluhan tentakel terbang ke aku dan Alice, namun itu mudah dihindari. Alice menahannya dengan Sabit miliknya. Dan aku hanya menghindar. Sementara itu, Erica dan Nina sibuk menggunakan sihir mereka.
__ADS_1
Ini adalah pertarungan ketahanan. Jadi siapapun yang kehabisan tenaga lebih dulu, mereka kalah.
Saat tentakel miliknya dirasa tidak bisa terkena, tiba-tiba ratusan duri keluar dari tubuhnya…
"Erica Light Barrier! Nina Bone Wall!"
"Light Barrier!"
"Bone Wall!"
""Blood Fest!""
Aku menutupi tubuh Slime dengan darah. Itu tidak hanya skill milikku tapi didukung dengan Alice. Tapi bahkan dengan itu, beberapa duri masih lewat.
"Moonlight Sonata!"
Aku bisa merasakan bahwa ratusan jarum menyerang tubuh Slime secara langsung. Itu terkadang menahan duri Slime.
"Erica siapkan Sanctuary lagi!"
"Ya! Sanctuary!"
"Crescent Moon!"
"Cruel! Cursed! Weak!"
Skill mulai menyerang lagi saat Blood Fest dibatalkan. Vitalitas nya masih cukup banyak… namun Spiritnya sepertinya tidak bisa pulih.
"Sihir Darah, Harpoon Disaster!"
Sebuah Harpoon muncul, ini adalah misil dengan daya ledak tinggi. Selain itu, ini mengandung kutukan korosi. Yah, itu tidak akan mempan untuk Slime.
Bang!
Sihir darah dan Slime saling bertabrakan dan ledakkan terjadi… saat itu Slime tiba-tiba menjadi aneh… ini!???
"Erica, siapakan Aegis! Alice mundur!!"
"Aegis!!!"
Perisai cahaya muncul, karena levelnya meningkat, bentuknya bisa di sesuaikan. Itu mengelilingi 180° dari Slime. Dan saat itu cairan hitam keluar dari tubuhnya. Itu adalah asam yang benar-benar korosif… itu bisa merusak Vena air, namun tidak ada yang bisa aku lakukan.
"Wrath of Blood Queen."
Tombak sepanjang 5 meter muncul. Itu adalah Alice. Dia menyiapkan serangan menggunakan Blood Fest dan Sihir darah miliknya. Selain itu dengan Torture of Babel, itu bisa melukai setidaknya Slime itu.
"Last Human Blood Tears."
Aku menyiapkan Skill yang sama namun berbeda bentuk. Apa yang aku buat adalah ratusan bola darah dengan kepadatan mana luar biasa.
Dan tombak meluncur ke arah Slime dan Bola darah yang terlihat seperti air mata mengalir turun menghujam Slime.
Dodododon.
Ledakan terjadi. Itu benar-benar gila, bola darah menembus tubuh Slime yang seharusnya tahan dengan sihir… namun bahkan dengan serangan itu, dia tidak mati.
"Erica akhiri."
"Sacred Rain!"
Hujan air suci mulai turun, ini memberikan efek healing dan pemurnian miasma… namun itu menghabiskan semua mana yang dia miliki. Namun itu cukup…
"Sword of Abgrund, Abyss Flame."
Feyn dengan langkah angin mendekat dan segera membelah tubuh Slime. Itu sudah melemah dan berkat Flame Abyss itu dengan mudah terpotong…
[Anda naik level.]
[Anda naik level.]
[Anda naik level.]
[Anda mendapatkan Mother Slime Core.]
Saat notifikasi muncul semuanya benar-benar lega… aku menghindar dari cairannya, karena bagaimanapun merepotkan jika terkena itu. Dan pergi ke 3 gadis yang kelelahan.
"Kerja bagus."
"Ya, dengan ini aku resmi naik ke level 80."
"Aku juga sama."
"Aku sudah level 30."
Semuanya memiliki wajah bahagia… apa? Alice, bukankah pertumbuhan kamu benar-benar abnormal? Level 30!? Tidak, tidak! Erica dan Nina juga sama! Aku bahkan masih level 62!! Bagaimana caranya! Padahal aku sudah memiliki Chronicle Ring yang meningkatkan Experience 100%.... apa sih gunanya Ring ini?
"Begitu? Selamat."
Menyembunyikan kesedihanku, aku tersenyum dan memberikan selamat kepada ketiganya. Aku benar-benar sedih. Sialan. Dunia yang keras ini.
"Ayo kita kembali. Besok, orang-orang akan datang."
Orang-orang yang aku maksud adalah Player dari Canaries Corporation dan beberapa orang yang akan bertanggung jawab dalam pembangunan.
"Ya, hari ini sudah cukup. Aku benar-benar lelah."
"Tentu, aku ingin mandi."
"Aku juga sama."
Jadi kami memutuskan untuk kembali. Pembersihan sudah cukup. Sisanya bisa diserahkan kepada Player lainnya untuk naik level. Tidak perlu memaksakan diri.
__ADS_1