The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 6 - Spiral Pertama


__ADS_3

Kapan saja ketika dia memiliki waktu yang senggang, Ethan akan menghabiskan waktunya bersantai bersama Erica. Dia menyukai kelembutan dari bantal pangkuan yang Erica berikan.


Ethan menonton siaran berita. Berita saat ini masih sibuk membahas tentang sistem, spiral, dan Menara. Namun, ada juga beberapa berita mengenai orang-orang yang memiliki kekuatan super. Pemerintah sudah mulai merekrut orang-orang seperti itu.


"Tidak ada yang berubah …."


Alih-alih meneliti tentang Spiral dan Menara, Pemerintah memfokuskan untuk memperkuat militer mereka dengan merekrut orang-orang dengan kemampuan khusus terbaik. Tentu saja, menurut standar mereka.


Erica sambil memainkan rambut Ethan, meminta pendapat Ethan. "Kakak, dari sudut pandang Kakak, tindakan pemerintah sudah benar atau tidak?"


"Itu tidak salah. Bagaimanapun, Player ini sangat penting untuk mempertahankan kedaulatan. Kesalahan mereka tidak memperhatikan Spiral dan Menara dengan serius."


Satu-satunya hal yang Ethan sayangkan dan sesalkan adalah, pemerintah yang terlalu abai terhadap Spiral dan Menara. Mereka baru bergerak saat semuanya sudah terlambat.


Knock Knock.


Seseorang mengetuk pintu tepat sebelum Erica ingin bertanya lebih jauh.


"Masuklah."


Pintu terbuka. Seorang gadis masuk ke dalam. Mata bulat dan rambut panjang dengan poni, serta kulit putih hampir seperti susu. Gadis itu, Li Mei, masuk ke dalam.


"Guild Master, Kiaa menemukan sebuah Spiral di Hutan sekitar 500 meter dari sini."


Ketika mendengar kemunculan spiral, bukan panik ataupun takut, Ethan justru tersenyum bahagia. Hal ini membuat Erica ataupun Li Mei merasakan firasat buruk tentang keputusan setan dari Ethan.


Firasat buruk keduanya menjadi kenyataan ketika mendengar hal gila yang Ethan katakan. "Li Mei, sampaikan kepada semua anggota. Jika mereka tidak ingin mati, berlatih lebih keras selama satu minggu. Minggu depan, kita akan masuk ke dalam Spiral."


Erica dan Li Mei menjadi pucat. Arahan Ethan sekarang jauh di luar bayangan mereka.


"Kakak, bukankah kita harus menjauh dari Spiral? Kita tidak tahu apa yang akan muncul di sana." Erica meminta Ethan memikirkan ulang rencana untuk memasuki Spiral.


Li Mei juga mengangguk setuju dengan pendapat Erica. Dia berbicara dengan nada serius. "Tolong dipikirkan lagi, Guild Master. Dunia ini bukan lagi sebuah game. Jika mati, kita benar-benar akan mati."


Ethan paham dengan poin yang ingin keduanya sampaikan. Ethan tentu saja paham lebih dari siapapun tentang kematian. Dia sudah melihat banyak kematian di depan matanya.

__ADS_1


"Ini penting untuk pertumbuhan kalian. Jika memang nanti sesuatu di dalam Spiral itu ke luar … apa yang akan kalian lakukan?"


Erica dan Li Mei mendapati mereka memiliki bibir yang terkunci. Poin Ethan masuk akal. Situasi saat ini, hal-hal buruk lebih mungkinkah terjadi alih-alih kemungkinan terbaik.


Mumei mengangguk dengan lemah. "Aku mengerti, aku akan memberitahu anggota Guild lainnya."


"Terima kasih." Ethan tersenyum ke arah Mumei.


Li Mei yang melihat senyum Ethan, terkejut sesaat sebelum segera memalingkan wajahnya dan pergi dari ruangan tempat Ethan dan Erica bersantai dan menghabiskan waktu couple time mereka.


***


Di White House, kantor kepresidenan Amerika Serikat. Presiden Amerika saat ini, Georges Trump, terlihat sangat gelisah setelah membaca laporan mengenai Spiral dan Menara.


"... Kita kehilangan kontak dengan tim peneliti dari kedua tempat itu?" tanya George Trump.


Seorang laki-laki tua dengan rambut yang mulai memutih dan rontok, menjawab. "Benar, Pak. Sepertinya, kedua tempat itu tidak memungkinkan sinyal terkirim."


George Trump begitu gelisah mendengar laporan tersebut. Dia mengetuk meja beberapa kali dengan jarinya. Dia memiliki firasat buruk yang tidak bisa dijelaskan.


"Jika mereka masih belum mengirim kabar, kirim tim pencari yang terdiri dari Angkatan Darat bersenjata dan juga tim penyelamat. Aku memiliki firasat buruk."


George Trump terus berharap jika firasat buruknya yang tidak pernah hilang ini tidak menjadi kenyataan dalam bentuk skenario terburuk.


***


Satu minggu berlalu dengan cepat. Sesuai janji, Ethan mengumpulkan semua anggota Trouble Guild selain Rara dan Leo di depan Spiral merah yang seukuran dengan rumah satu lantai.


Namun, selain Ethan, semua orang memiliki wajah yang terlihat tegang dan pucat. Gambaran ini sangat kontras dengan seberapa bersemangat mereka biasanya ketika akan pergi leveling di dalam game.


"Ada apa dengan wajah kalian? Aku berani jamin, kalian tidak akan mati melawan dua puluh Goblin."


Ethan sudah memperhatikan semua orang dengan seksama. Mereka semua benar-benar berlatih dengan keras dan berkembang dengan tidak normal baik secara stamina dan keahlian bertarung. Hal yang kurang dari mereka adalah, pertarungan nyata.


Namun, kata-kata Ethan diterima negatif oleh anggota Guild lainnya. Mereka menatap Ethan seolah menatap Iblis jahat.

__ADS_1


"Ini alami! Manusia takut dengan hal yang tidak mereka ketahui dan berbahaya."


"Kamu, Iblis, tidak akan memahami perasaan manusia lemah seperti kami!"


"Jangan samakan standar manusia dengan standar makhluk hidup bernama Ethan Austin."


Satu persatu mereka mulai melontarkan kata-kata yang ada di hati mereka. Hampir semuanya berisikan keluh kesah mereka tentang tindakan Ethan yang diktator.


Ethan sama sekali tidak menganggap serius omongan mereka semua. "Karena kalian memiliki semangat untuk berbicara, aku anggap kalian tidak dalam kondisi yang buruk. Jika begitu, ayo masuk."


Ethan memimpin semua orang untuk memasuki Spiral. Ethan masih memiliki hati nurani dengan tidak membiarkan salah satu dari mereka masuk pertama.


Dengan enggan, anggota Trouble Guild lainnya mulai memasuki Spiral mengikuti Ethan.


Perasaan melayang sejenak yang membuat mual dirasakan semua orang. Kemudian, ketika kaki mereka sekali lagi menapak tanah, pemandangan sudah berubah sepenuhnya. Tidak ada lagi pohon dan semak. Tempat mereka berdiri sekarang adalah, lorong gelap dengan pencahayaan mengandalkan cahaya samar dari lumut yang menempel di tembok.


"Uu. Tempat ini sangat bau!" Nina menutup hidungnya ketika bau busuk menusuk hidungnya.


Tidak hanya Nina, semua orang menutup hidung mereka karena bau busuk yang menyengat.


Li Mei terlihat tidak senang. "Tempat ini sangat buruk untuk hidung dan otakku."


Ethan juga terlihat terganggu. Namun, bukan karena bau, melainkan dia terganggu dengan tempat mereka terkirim di dalam Spiral pertama mereka.


"Jika begitu, selesaikan ini dengan cepat. Kalian tidak ingin terlalu lama, kan?"


Semua orang menatap ke arah Li Mei, Assasin di party tersebut.


Li Mei yang mendapatkan tatapan dari semua anggota, terlihat cemberut. "Inilah kenapa aku benci role ini."


Sambil mengeluh, Li Mei mulai berjalan maju. Dia kemudian berlari dan menghilang di kegelapan.


"Ayo kita bergerak juga." Jun yang bertindak sebagai sub-leader, memimpin semua orang untuk bergerak maju.


Ethan yang tidak akan ikut bertarung, berjalan di paling belakang. Dia juga menggunakan fitur record dari Sistem.

__ADS_1


"Melatih mereka sambil menghasilkan uang. Ini sempurna."


Ethan memuji dirinya sendiri sebagai seorang jenius ketika dia bisa melewati dua pulang dengan satu dayungan.


__ADS_2