The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.

The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.
CH-10


__ADS_3

"Hah... mudah sekali kau menaklukkan mereka, tanpa perlawanan aku iri padamu," ucap Armaros sambil datang dengan membawa lima ekor naga yang ukurannya begitu besar. Setiap naga memiliki panjang sekitar 35 meter, sebuah ukuran yang luar biasa. Bagaimana Armaros dapat membawa mereka ke tempat ini dengan badan mereka yang begitu besar? Tentu saja, hal itu berkat salah satu skill milik Armaros, yaitu 'Teleport'.


Skill ini merupakan keahlian langka yang memungkinkan seseorang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat. Meskipun hanya sedikit orang yang mengetahui tentang skill ini, namun Armaros memiliki kemampuan istimewa, dengan syarat pengguna kemampuan ini pernah berada di tempat yang akan dia tuju sebelumnya.


Sementara itu, Dei yang masih memandang aliran sungai terkejut ketika Armaros tiba-tiba muncul. Saat Dei membalikkan badannya, dia disambut oleh kepala monster, lebih tepatnya kepala naga yang sangat besar. Kepala naga itu mengalirkan darah dan memiliki beberapa tanduk yang telah hilang, namun yang membuat Dei semakin terkejut adalah bukan hanya satu, tetapi ada lima naga yang tergeletak lemah di tanah seolah-olah mereka telah mengalami perlakuan yang kejam dari Armaros.


Bagaimana mungkin bawahannya mampu membantai lima naga dengan cepat seperti itu? Apakah pasukan SSR terlalu kuat? Pikiran itu terus menghantui Dei.


"Armaros, apakah kau benar-benar berhasil menaklukkan mereka semua?" tanya Dei pada Armaros, sambil memperhatikan tubuh Armaros yang tidak terluka dan terlihat tidak berdebu sama sekali. Hal ini berbeda dengan kelima naga yang terlihat babak belur dan terluka parah.


"Mereka... Five Guardian, mengapa bisa seperti ini?" teriak Artemis dengan kebingungan dan ketakutan yang jelas terpancar dari wajahnya. Sebagai penduduk asli dunia, dia lebih memahami kelima naga tersebut daripada siapa pun di sana. Bahkan suku serigala yang baru saja ditaklukkan oleh Arioch hanya memiliki pemahaman yang terbatas tentang kekuatan kelima naga tersebut.


"Emm... Bagaimana aku bisa menjelaskan ini padamu, tuan... Singkatnya, mereka tidak mau tunduk padamu, jadi aku memutuskan untuk mengalahkan mereka secara fisik," ucap Armaros dengan santai. Setelah mendengarkan penjelasan Armaros, Dei merasa bahwa Armaros terlalu meremehkan kekuatan tempur ras iblis. Bagaimana mungkin ras naga, salah satu ras terkuat, bisa dikalahkan dengan begitu mudah oleh satu iblis tingkat 6? Meskipun hanya selisih satu tingkat, namun perbedaannya seharusnya tidak sejauh itu.


Tapi sekarang tidak terlalu penting memikirkan itu, yang terpenting adalah bagaimana menyembuhkan kelima naga ini. Setelah semua, mereka masih berpotensi menjadi bawahan yang berharga bagi Dei.

__ADS_1


Dei menghela napas dan mendekati kelima naga yang terkapar. Dia mengamati luka-luka mereka dengan seksama


"Bagus, Armaros. Aku ingin kau menyembuhkan mereka sepenuhnya, tapi jangan hentikan di situ. Aku ingin memberikan mereka kesempatan kedua untuk hidup dengan syarat mereka tunduk dan setia padaku," kata Dei dengan tegas.


Armaros mengangguk mengerti, memahami niat tuannya. "Aku akan melakukannya, yang Mulia. Aku akan menghilangkan luka mereka dan menyembuhkan mereka sepenuhnya. Namun, kutukan yang akan kuberikan akan menjadi pengingat bagi mereka bahwa mereka harus taat pada perintahmu dan tidak akan pernah berkhianat."


Dei merenung sejenak, memikirkan konsekuensi dari rencananya. Dia memahami bahwa tindakannya mungkin dianggap kejam oleh beberapa pihak, tetapi dia melihatnya sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga kekuasaannya dan melindungi kerajaannya.


"Baiklah, lakukan itu. Sembuhkan mereka, berikan kutukan, dan pastikan mereka mengerti bahwa mereka tidak boleh melanggar perintahku. Namun, kita juga perlu memberikan mereka kesempatan untuk membuktikan kesetiaan mereka," ucap Dei dengan tegas.


Suku Manusia serigala yang menyaksikan kejadian ini pun semakin terkagum-kagum dengan kekuatan dan kepemimpinan Dei. Mereka mengagumi bagaimana bawahan Dei, seperti Armaros, dengan begitu tunduk pada Dei yang tampak seperti pemimpin biasa-biasa saja. Suku Manusia serigala terheran-heran dengan fenomena ini, dan mereka mulai bertanya-tanya tentang kekuatan sejati yang dimiliki oleh Dei.


Namun, di balik kagum mereka, suku serigala juga merasakan getir dalam hati. Mereka merasa sedikit tertekan dan takut akan kekuatan yang ada di hadapan mereka. Pikiran-pikiran sederhana mereka tentang kekuatan dan pemimpinan menjadi goyah. Mereka menyadari bahwa kekuatan sejati bukan hanya tentang fisik atau status, tetapi juga tentang kemampuan untuk mempengaruhi dan menginspirasi orang lain.


Kepala suku manusia serigala menunjukkan rasa hormat dan pengakuan kepada Dei atas kepemimpinannya yang tegas. Dia mengakui bahwa Dei adalah seorang pemimpin yang memiliki keberanian, ketegasan, dan kesetiaan dari bawahannya. Pernyataan ini menunjukkan perubahan sikap yang signifikan dari suku manusia serigala yang awalnya skeptis terhadap Dei.

__ADS_1


"yah tak kusangka akan menjadi seperti ini mungkin kebangkitan suku kita akan bermula dari sini kita harus menunjukkan kegunaan kita , orang yang dapat menempati tanah terlarang ini pasti bukan orang sembarangan mungkin dia memiliki lebih banyak orang kuat dibelakangnya "ucap satu pria dengan tubuh kekar dengan tampang sangar ditambah dengan bekas luka sayatan senjata yang terdapat dilehernya , orang ini memiliki rambut coklat yang cukup bagus ditambah dengan tato serigala emas yang ada ditangannya yang terlihat mencolok dibandingkan dengan yang lainnya.


beberapa saat sebelum Arioch menaklukkan suku serigala ini.


dihutan yang rimbun dengan semak belukar terlihat sekelompok siluet yang tampak berkumpul seperti mendiskusikan sesuatu,ya sekelompok siluet itu adalah Kelompok pria ras iblis yang dibawa oleh Arioch yang ditugaskan Dei .


"kalian berpencar jikalau ada yang sesuatu yang mencurigakan langsung laporkan padaku ,usaha jangan mati "perintah Arioch pada sekelompok pria iblis .


tanpa banyak bicara lagi mereka langsung berpencar menerobos semak belukar tentu Arioch masih tetap ditempatnya berdiri menunggu bawahannya melaporkan hal yang mereka temukan .


sementara itu disuatu tempat terlihat seorang pria dengan tanduk di kepalanya bahkan dengan sayap kelelawar yang ada dipunggungnya terbang melayang diatas rimbunnya dedaunan seakan akan mencari-cari sesuatu yang penting baginya


, beberapa meter dari pria bersayap yang tengah terbang terdapat sekumpulan manusia oh tidak lebih tepatnya suatu ras mahluk yang tidak diketahui berkumpul jikalau dijumlahkan mereka ini cukup banyak sekitar 200 orang .


sementara itu dikelompok ras yang masih tidak diketahui jenisnya dari luar mereka terlihat seperti manusia akan tetapi yang membuat heran mereka ini memakan daging mentah yang cukup menarik perhatian Pria bertanduk yang masih terbang diketinggian.

__ADS_1


__ADS_2