
Lycan dan Viltarin kini duduk beralaskan rumput .mereka berdua saling memandang satu sama lain seolah memikirkan suatu hal yang penting.
"apa yang harus kita lakukan padanya kakek"tanya Lycan pada Viltarin pasal nya mereka berdua ini kebingungan apa yang harus mereka perbuat pada gadis kecil itu jika mereka membawanya maka mungkin kelompoknya akan kehilangannya atau mungkin sebaliknya gadis kecil ini ditinggalkan kelompoknya sendiri.
"kita tunggu saja sampai semuanya berkumpul …tebakan ku dia tidak ditinggalkan oleh kelompoknya "ucap Viltarin dan memutuskan yang menurutnya dirasa tepat.
"Baik kakek"jawab Lycan.
namun tiba tiba sebuah suara menarik perhatian mereka berdua ya itu suara perut sang gadis kecil yang terus berbunyi yang membuat kedua orang itu tertawa dan gadis kecil itu meringkuk malu.
"Lycan"
"baik kakek aku mengerti apa yang harus kulakukan" ucap Lycan lalu berdiri dan berjalan masuk kedalam hutan.
__ADS_1
"kemana kakak Lycan akan pergi kek ?"Tanya gadis kecil itu pada Viltarin.
"Oh…dia akan pergi mencari makanan untuk kita"Jawab Viltarin.
"Ohh kalau begitu aku harus membantunya, aku takut kakak membawa buah yang ada didalam tanah." Ucap gadis Kecil itu yang beranjak dan bersiap untuk mengejar Lycan akan tetapi ditahan oleh Viltarin.
"Kau tunggu saja disini"kata Viltarin seraya memegang lengan kurus gadis kecil itu .
"Baiklah kakek aku akan menunggu kak Lycan dengan baik disini."ucap Gadis itu yang kemudian dia duduk diam membuat goresan yang tidak diketahui ditanah dengan sebuah ranting.
"woahh kelincii aku pernah mencoba menangkapnya dengan paman akan tetapi gagal "ucap Gadis kecil itu bersemangat .
"Lycan Olah kelinci itu!"perintah Viltarin
__ADS_1
"Baik kakek " balas Lycan sembari menguliti kedua kelinci dan membersihkan nya kebetulan didekat mereka ada aliran sungai kecil yang dapat dimanfaatkan.
Dengan desis-an cairan daging yang telah matang dan bau harum khas yang mengundang rasa lapar .
"Baiklah sudah matang "kata Lycan sekaligus dirinya memotong bagian paha kelinci lalu dia berikan pada gadis kecil yang telah menunggu dan menatap daging itu sedari tadi.
"wahh … aku makan daging lagi kali ini sayang paman tidak ada disini …eh tapi seperti nya dia tidak suka daging"ucap Gadis kecil itu dan untuk kedua orang disebelah nya sedikit penasaran dan kebingungan ,penasaran akan siapa yang sering disebut gadis kecil ini paman dan yang kedua adalah bingung jika para budak pernah merasakan makan daging berati tuan mereka dapat terhitung baik bukan toh didunia ini budak dapat makan 1 kali sehari adalah berkah.
"Oh kau pernah mencicipi kelinci sebelumnya"tanya Viltarin .
"Yah… dikamp budak kami terkadang memakan daging seperti bulan lalu ketika paman ketiga meninggal sore harinya kami semua memakan Sup daging yang enak tapi entah mengapa hanya kami anak-anak kecil yang memakannya orang dewasa tidak diberikan jatah daging ini."Jawab gadis itu dengan polos dan seperti biasa untuk Lycan dan Viltarin hanya bisa terdiam kemudian menghela nafas , tidak perlu dipikir lagi asal daging itu.
"oh aku lupa , kedua daging kelinci itu untukmu… benar kan kakek"Ucap Lycan seraya bertanya pada Viltarin toh melihat gadis kecil didepannya kini Lycan seakan bertekad untuk membawanya bersama bahkan jika dia memiliki kelompok budak lain nya bawa saja semuanya.
__ADS_1
"Wahh apakah kau tidak berbohong pada ku kak ,mungkin yang lainnya akan menyukai daging kali ini Terima kasih kakak"ucap Gadis kecil itu seraya melanjutkan memakan potongan paha yang tadi diberikan oleh Lycan.
"Ya tentu …jika kau mau mengikuti kami akan kupastikan kau akan memakan kelinci bahkan hingga dirimu bosan untuk memakannya."Kini Viltarin telah membuat keputusan yang lebih baik lagi untuk gadis kecil dan mungkin kelompok budak yang bersama dengan gadis kecil ini ,jika dia bersama dengan kelompoknya maka bawa saja mereka semua melihat gadis kecil didepannya mengigatkannya akan masa kecilnya dulu.