
Didalam mimpi Dei.
diruang yang tampak seperti galaksi dengan bintang-bintang yang bersinar terang dan milky way indah , tampak Dua sosok yang tengah melayang tepat ditengah-tengah ruang aneh itu.
tiba tiba salah satu sosok itu perlahan membuka mata dan dari sorot matanya dapat disimpulkan bahwa pemilik mata itu sangat kebingungan dengan apa yang terjadi padanya.
"dimana ini ?" ucap sosok itu yang tidak salah lagi adalah Dei yang kini masih melayang tak tentu akan tetapi walau Dei melayang-layang diGalaksi yang luas tubuhnya masih tetap berada ditempatnya .
"oh hai nak kita bertemu lagi , bagaimana lebih indah bukan dari yang sebelumnya"Ditengah kebingungan Dei tiba-tiba suara yang familiar terdengar ditelinga Dei.
"itu kau …apakah kau akan mati?"tanya Dei sebenarnya dalam benaknya Dei merasa sosok didepannya seakan memiliki hubungan darah dengannya yang membuat Dei merasakan perasaan yang aneh dan perasaan ini juga membuatnya menghilangkan kewaspadaannya.
"uh…cukup sulit berbicara dengan orang yang tidak suka basa-basi "jawab sesosok yang kini masih agak Kabur terutama dibagian wajah.
"lalu apa yang kau inginkan dariku?" tanya Dei
__ADS_1
"Yah kau pasti mengingat percakapan kita sebelumnya bukan "jawab sosok itu.
"ya …sekarang katakan yang sebenarnya "ucap Dei.
"Ya karena waktu ku tidak lama lagi akan ku beritahu kau beberapa bagian penting saja "jawab sosok itu.
"Kita kembali ke awal penciptaan , dunia permainan yang kau tempati kini itu adalah awal dan mereka dapat tumbuh seiring bertambah kuatnya Lord jadi berhati-hati lah Nak"
"ada hal yang cukup membuat aku penasaran?l , mengapa kau akan mati sedangkan kau ini Demon Inventor Bukan? "tanya Dei .
"semudah itu? "tanya Dei lagi.
"Ya namun terkadang ada hal yang lebih baik kau tidak mengetahuinya "ucap Sosok itu namun tiba-tiba sosok itu mengeluarkan kubus hitam yang entah dari mana asalnya.
"Ini adalah Demon cube ini adalah inti milikku, ambilah "ucap sosok itu sembari melemparkan kubus hitam tadi,dan pasti nya ditangkap sempurna oleh Dei.
__ADS_1
"untuk apa kau memberikan ku ini ?" tanya Dei.
"Itu dapat memperkuat senjata mu atau memperkuat jiwamu , tapi jikalau kuperhatikan jiwa mu sudah sangat kuat jadi kusaran kan gunakan pada senjata mu saja"ucap sosok itu yang entah mengapa menjadi lebih samar.
"hei apa yang terjadi pada tubuhmu"ucap Dei.
"oh …waktuku telah tiba , baiklah kuberikan kau skill pasive ku ,sebagai tanda perpisahan dan maaf ku"ucap Sosok itu.
"hah … maaf untuk apa "ucap Dei namun sebelum Dei dapat mendengar jawaban sosok aneh itu dia sudah terlebih dahulu kembali .
setelah Dei kembali kenyataan sosok yang sedari tadi samar dan kabur kini tiba tiba sosoknya menjadi jelas dan semakin jelas , jika dilihat dari tampang nya dia ini seperti seorang pria dengan umur sekitaran 40 tahunan dengan tubuh besar dengan otot yang meledak-ledak , wajah yang tampan dan rambut putih kesilveran khasnya .
"Maafkan aku karena membuat mu menanggung beban berat ini "
"dan … maafkan aku karena aku tidak dapat menjadi ayah yang baik "Ucap sosok itu yang kini telah berlinang air mata.
__ADS_1