
sementara itu diluar goa, daerah disekitar goa adalah rawa-rawa dengan kedalaman air bervariasi dan tidak luput pula lumpur hisap yang tidak dapat dilihat atau ditebak keberadaannya.
didepan pintu masuk goa ini nampak sekumpulan orang yang jika diperkirakan berjumlah 1000 orang kebanyakan dari mereka menggunakan pakaian compang-camping dengan tombak kayu ditangan mereka,yah tombak kayu betapa miskinnya pasukan ini dan mungkin mereka belum pantas untuk disebut sebagai pasukan.
lebih dekat dengan pintu masuk goa ada dua pria besar dengan sepasang sayap dipunggung mereka akan tetapi yang lebih mencolok dari mereka adalah itu terdapat kepala dikaki salah satu pria itu,kepala dengan janggut coklat yang khas jika Dozmous disini Mungkin ia akan terkejut.
"Artemis apakah kau yakin pria kecil dibawah kaki-ku ini mengatakan hal yang sebenarnya?."ucap salah satu pria dengan salah satu kaki nya yang tengah menginjak kepala pria kecil itu.
"Mengenai itu saya sepenuhnya yakin, menurut pengalaman saya dengan bangsa kurcaci dia mengatakan hal yang sebenarnya."Jawab seorang wanita cantik dengan paras bagaikan bidadari,tebakan kalian benar wanita dengan paras cantik dengan lekuk tubuh indah dengan size dada S+ adalah Artemis .
ekhm.
"aku tidak sepenuhnya yakin dengan kata-kata mu."Ucap pria dengan tubuh besar oh pastinya dengan 2 sayap dipunggungnya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Arioch.
"kau apakah kau mengatakan yang sebenarnya sebelum aku menghancurkan kepalamu."
"ini sudah setengah jam , apakah kau mempersiapkan sesuatu didalam sana?."ujar Armaros pada pria kecil yang kepalanya tengah ia injak tak lupa dengan memberikan sedikit ancaman.
Dengan terbata-bata dan menahan sakit akhirnya pria dikaki Armaros menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
"te...ntu saj...a tu...an aku tidak berbohong, tidak ada apapun didalam sana kecuali mantan kepala suku-ku."ucap Pria kecil itu.
"tenang Armaros...yang mulia tidak mungkin dibunuh dengan mudah"ucap Arioch sembari menepuk pundak Armaros.
entah apa yang dipikirkan Armaros hingga begitu mengkhawatirkan Dei.
mungkin karena masa lalunya?.
melihat kedua pria didepannya Artemis memiliki kekaguman terhadap keduanya, bawahan yang sangat cakap dan sangat setia
ia sedang membayangkan bagaimana jika penjaga pribadi ayah nya seperti mereka pasti ia tidak akan diracun dengan mudah.
yah kekhawatiran Armaros yang berlebihan bukan tanpa sebab yang pertama karena Dei adalah pewaris satu-satunya agar ras iblis dapat bangkit lagi jika Dei mengalami kecelakaan bahkan merenggut nyawanya maka cerita ini akan tamat.
Dengan dengusan ringan Armaros pada akhirnya sedikit mengurangi tenaga yang diperlukan untuk menginjak kepala pria kecil itu.
sedangkan Pria kecil dengan janggut coklat itu akhirnya bisa bernafas dengan normal walaupun kepalanya masih sangat sakit.
beberapa saat menunggu namun tidak ada tanda-tanda kemunculan Dei.
__ADS_1
Sembari menghembuskan nafas Armaros berkata.
"Sudah cukup lama,aku tidak bisa menunggu lagi."Ucap Armaros.
"Tenang Armaros, tenang"Ujar Arioch sembari menenangkan emosi Armaros mengapa Armaros memiliki sifat seperti ini itu karena dahulu dirinya sempat ceroboh yang dan berakhir dengan pengepungan dari Demigod manusia.
hal ini lah yang mengakibatkan dirinya Sangat takut hal itu terulang kembali.
selang beberapa saat kemudian terlihat dua siulet dari dalam goa akan tetapi salah satu siulet itu terlihat seukuran dengan pria yang tengah diinjak Armaros hanya saja dia tampak berjalan dengan terpincang-pincang?.
beberapa detik kemudian kedua siulet itu terlihat jelas,dua orang pria yang satu pendek dan yang lainnya dapat dikatakan tinggi dengan rambut putih eum silver?. entahlah.
dan disampingnya ada pria kerdil dengan janggut silver dengan palu yang seukuran tubuhnya ia gunakan untuk sebagai tongkat berjalan karena dilihat dari mana pun kaki pria kerdil itu masih mengeluarkan sedikit darah.
"mengapa kau berjalan sangat lambat"ucap Dei cukup pelan namun terdengar jelas oleh Dozmouz.
"Kau lihat kaki pendek ku?"Ujar Dozmous sembari menunjuk pahanya yang terluka.
melihat reaksi Dozmous,Dei hanya bisa tertawa canggung namun tawa itu lenyap setelah ia melihat hal yang aneh didepannya.
__ADS_1
pemandangan aneh itu pastinya Armaros yang tengah 'menginjak' kepala pria kerdil.
"Deznatir?!"teriak Dozmous dan dengan terpincang-pincang dia melangkah menuju ke Armaros selangkah demi selangkah akan Tetapi sebelum ia sampai didepan Armaros tiba-tiba.