The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.

The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.
CH-56


__ADS_3

Beberapa orang yang hadir tak bisa. berkata-kata termasuk Dozmous sendiri yang hanya bisa terperangah dan termenung setelah mendengar kata-kata yang diucapkan Dei.


Dan beberapa bahkan lebih dan lebih menghormati Dei.


Sedangkan untuk kelompok mantan budak kesetiaan mereka mungkin sudah 100 persen .


pada dasarnya menaikan tingkat kesetiaan para budak ini tidak lah sulit karena pada dasarnya mereka semua adalah orang-orang malang yang ditindas.


jika kau memberikan 1 koin emas pada orang yang memiliki banyak koin emas maka koin emas itu takkan berguna dan sebaliknya jikalau kau memberikan koin emas itu pada seseorang yang membutuhkan maka niscaya orang itu akan membalasmu dengan koin emas yang lebih banyak dari yang kau berikan.


Umpama diatas sangat cocok untuk untuk mantan budak.


Setelah dirasa usahanya untuk menambahkan kesetiaan mereka padanya cukup Dei akhirnya berhenti lalu menjawab pertanyaan yang sempat Dozmous ajukan pada dirinya.


"Apakah kalian tahu apa ini"ucap Dei sembari menunjuk Padi yang ada di belakang nya.


beberapa menggelengkan kepala.


"Menurut suku ku itu merupakan rerumputan yang hanya tumbuh didaerah ini saja tuan."Ucap Artemis secara tiba-tiba.


"Tidak ada yang salah dengan perkataan mu Artemis,pada dasarnya ini memang rumput."

__ADS_1


"Namun kalian penduduk dunia ini terlalu terkekurangan pengetahuan."


"Apa yang kau sebut rumput ini dapat mencegah kelaparan disuatu negara apakah kau tahu itu?"Jelas Dei panjang dan lebar dan tatapan penuh kebingungan pun nampak jelas dari wajah Artemis dan seluruh orang yang hadir.


Terkecuali Arioch dan Armaros.


"Tuan maaf atas ketidaktahuanku ini, bagaimana Rumput ini bisa dimakan rasa biji-bijian itu sangat tidak enak untuk dimakan hanya beberapa burung dan unggas saja yang memakannya."Sekarang giliran Dozmous yang berbicara dan dibelakang Deznatir dengan pipi bengkak menganggukan kepalanya.


Dei hanya tertawa kecil setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Dozmouz dan setelah tertawa Dei lalu berbicara.


"Kau lihat itu bulir-bulir putih yang berserakan ditanah"Ucap Dei seraya menunjuk kesatu arah dimana nampak bulir-bulir padi yang berserakan dan sungguh kebetulan bulir-bulir padi itu tengah dimakan oleh sejenis unggas yang mirip dengan bebek.


Mereka berdua menyadari mengapa 'rumput' ini tidak dapat dimakan karena mereka memakannya bersama dengan kulit


(Gabah) mereka yang kasar.


Dan secara tiba-tiba Dozmous berlutut dan menundukkan kepalanya didepan Dei seraya Berkata.


"Hari ini aku Dozmous tunduk dan akan sepenuhnya setia pada mu tuan"


"apapun yang kau perintahkan akan kulakukan "Ucap Dozmous yang membua Dei dan Artemis terkejut.

__ADS_1


"Hah...?"


'Tunggu sebentar apakah cuci otak ringan ini begitu manjur didunia ini?'Pikir Dei.


"Terserah kau saja"Ucap Dei.


"Lalu tuanku apa nama rumput ini?."Ucap Artemis secara tiba-tiba.


"Apakah kalian tidak memiliki nama untuk tanaman ini?."Tanya Dei balik pada Artemis.


"Tentu, leluhur kami menamakannya Oryza Grass"Jawab Artemis.


Setelah mendengar jawaban Artemis,Dei memandangnya dengan aneh diraut wajahnya seolah mengatakan: apakah kau menipuku?.


"Apakah kau serius itu nama tanaman ini?."Tanya Dei mencoba memastikan apa yang ia dengar tidaklah salah.


"Tentu,aku tidak berani berbohong padamu tuan jika anda tidak percaya padaku,anda dapat bertanya pada Dozmous."Jawab Artemis Dengan gugup.


"oh lupakan nama tanaman itu padi, dan benda putih itu adalah beras,beras inilah yang dapat kita konsumsi."ucap Dei dengan santai.


"Baiklah waktu sudah banyak terbuang,aku akan membagi tugas."

__ADS_1


__ADS_2