
kembali lagi kemasa kini , sekarang Lycan berjalan beriringan dengan Viltarin leluhur suku warewolfnya , warewolf tua yang telah hidup ratusan tahun kini terlihat seperti seorang anak kecil dari awal perjalanan hingga dia akan tiba ditempat yang telah ditentukan oleh Arioch, Viltarin ini selalu tersenyum dan terkadang bersenandung yang membuat martabatnya sedikit diragukan seperti Lycan dan keempat bawahannya mereka kini saling memandang Viltarin yang kini tengah memegang bunga kecil kemudian menari-nari yang sangat tidak kontras dengan sosoknya bayangkan saja seorang Lelaki tua dengan umur ratusan tahun dan janggut panjang yang telah memutih didagunya dan tubuh nya yang kekar menari-nari dengan bunga kecil ditangannya.
"apakah leluhur baik-baik saja tuan ?"tanya seorang bawahan Lycan .
"entahlah , tapi jika dipikir-pikir bagus juga kakek seperti ini kita menjadi terbebas dari pukulannya "ucap Lycan.
"apa yang engkau pikiran benar, biar lah beliau seperti ini kuharap dia seperti ini selamanya! "ucap Hames yang berada dibelakang Lycan .
"Hush…jangan keras-keras bodoh "ucap Lycan sembari memukul kepala Hames .
"tunggu kau bilang jangan keras-keras lalu apa itu tadi untungnya aku tidak berteriak jika tidak …"ucap Hames yang kini memegangi kepalanya dengan kedua tangan miliknya.
"oh yang itu untuk 'apakah kau baik-baik saja kepala suku' mungkin itu yang kudengar saat itu "ucap Lycan dan untuk Hames tersangka utama hanya bisa membuang muka dan melihat-lihat sekelilingnya seakan mencari tempat untuk bersembunyi dan untuk tiga orang lainnya mereka mencoba menahan diri untuk tidak tertawa.
__ADS_1
tidak lama kemudian mereka sampai ditempat pertemuan yang telah disepakati sebelumnya akan tetapi tempat yang telah disepakati sebagai titik pertemuan kini masih sepi tanpa perwakilan ras iblis atau semacamnya untuk menyambut kedatangan mereka atau untuk memandu mereka menuju wilayah DEMON INVENTOR namun tiba-tiba manusia serigala tua Viltarin berdiri didepan Lycan yang mengejutkan Lycan itu sendiri , dan untuk Viltarin dia seakan merasakan aura yang cukup familiar baginya .
dan tanpa diduga seseorang muncul entah dari mana dibelakang Viltarin yang membuat Lycan dan bawahannya kaget dan kemudian setelah melihat wajah yang familiar mereka merasa sedikit rileks.
"kalian datang sedikit lebih lama dari jadwal yang ditetapkan."ucap Arioch yang kini berdiri dibelakang Viltarin Langsung menatap mata Lycan dan seperti merasakan sesuatu dibelakangnya dia pun menoleh kebelakang,dan setelah itu kembali melihat kearah Lycan dan kelima bawahannya.
"maafkan aku tuan ,kami memiliki beberapa kendala dalam perjalanan dan kami juga perlu untuk mengistirahatkan tubuh dan mengisi tenaga kembali "ucap Lycan panjang lebar
"Ya aku memaklumi ini dan karena kalian semua sudah siap maka kalian pergi dahulu bersama bawahanku "ucap Arioch sembari memangil bawahannya,dan tentunya Lycan sangat tidak asing dengan bawahan Arioch seorang pria yang pernah bertarung dengannya juga karena sekarang mereka telah tunduk jadi Lycan dan bawahannya mencoba untuk menghilangkan rasa tidak suka dan beberapa hal buruk lain yang ada dipikiran mereka.
sementara itu ditempat pertemuan tadi , kini Arioch dan Viltarin mungkin jika dilihat dari mana pun hal ini akan terlihat biasa saja layaknya pertemuan dua orang akan tetapi semua itu tidak seperti yang kita pikirkan bagaimana tidak Viltarin kini memasang posisi bersujud kearah Arioch yang sedang duduk diatas batang kayu .
"Tuan bawahan ini menghadap " ucap Viltarin.
__ADS_1
"Oh kalau tidak salah namamu Viltarin kan pemimpin Nine Hell wolf "ucap Arioch dan jika dipikirkan dengan baik seluruh percakapan mereka cukup aneh ,baik itu tentang bagaimana Arioch mengenal Viltarin seorang mahluk asli Chaos world sementara Arioch sendiri baru lah Dilahirkan bersamaan dengan Armaros setelah Dei membangun kastil nya.
"Ya tuanku , tapi tuan mengapa anda menjadi seperti ini dimana sosok demon lord anda yang dulu membantai jutaan malaikat."tanya Viltarin .
"Viltarin untuk itu aku tidak dapat mengatakannya sekarang aku hanya bawahan 'yang mulia' , dan bagaimana keadaan kedelapan anggota lainnya ".jawab Arioch .
"Tuanku kedelapan saudara ku kini masih berpisah akan tetapi aku dapat memanggil mereka untuk segera berkumpul "ucap Viltarin walaupun dia masih penasaran akan sosok yang disebut 'yang mulia' oleh Viltarin.
"Bagus kebangkitan Rasku akan datang , dan kini kau hanya dapat memanggil ku tuan Arioch untuk nama ku dahulu lupakan saja serta jika dihadapan Beliau kau harus berpura pura tidak mengetahuiku , apakah kau mengerti Viltarin?"tanya Arioch seraya memerintahkan Viltarin.
"Tapi tuan ..."sebelum dapat menyelesaikan kata-katanya Namun Arioch telah berkata dahulu.
"sekarang aku adalah bawahannya dan kau Hanya perlu mematuhi nya kau paham Viltarin ".
__ADS_1
"baik Tuan ku " jawab Viltarin.
tidak lama setelah itu mereka langsung beranjak pergi menyusul konvoi yang telah pergi jauh meninggalkan mereka berdua.