The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.

The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.
CH-55


__ADS_3

Didunia ini hukum rimba masih berlaku jika anda kuat maka hidup anda terjamin dan sebaliknya jika anda lemah maka jangan salahkan yang kuat.


Dunia dimana kepalan tangan lebih berarti dari pada pembicaraan omong kosong (Negosiasi),Dunia dimana kekuatan yang berbicara.


untuk orang lemah dan rakyat biasa tanpa kekuasaan mereka-lah korbannya.


Kembali lagi pada Dei.


Setelah mendengar jawaban kedua orang itu senyum tipis nampak dari wajahnya tentu saja Artemis serta Dozmous melihatnya sekilas.


'Tersenyum ?'Batin Artemis.


'Semoga bencana tidak menimpa ku'batin Dozmous, untuk Dozmous sendiri dia sangat segan pada Dei entah itu karena kekuatannya atau sikapnya yang selama perjalanan sudah dapat ia simpulkan.


"Apakah wilayah ini memiliki penguasa?"Tanya Dei pada ke-dua orang dibelakangnya,saat ini Dei menghadap ke arah padi yang pastinya akan memunggungi mereka berdua.


"Tuanku seluruh wilayah ini belum memiliki penguasa karena didaerah ini merupakan zona berburu naga, bahkan Suku-ku sering melawan mereka"Jawab Dozmous sembari menjelaskan beberapa hal kecil yang ia ketahui.


Namun pandangan Artemis disebelahnya agak aneh.


"Oh... apakah naga itu penghuni Three Mountain of death?"Ucap Dei sekaligus mengkonfirmasi apakah benar naga yang berburu didaerah ini sama dengan Naga-naga yang ada dipikirannya.


"Itu benar Tuanku...,jika hanya satu naga Suku ku mungkin tidak akan mengalami krisis yang mengakibatkan semua ini terjadi."Jawab Dozmous setelah itu ia bergumam namun gumamnya masih bisa terdengar oleh Dei.


"Oh sungguh kebetulan yang bagus"Ucap Dei.

__ADS_1


Setelah menggumamkan beberapa kata Dei berdiri lalu menuju ke-dua orang yang masih berlutut dan menundukkan kepala.


"Dengan ini 'warga-ku' tak akan merasakan kelaparan."Ucap Dei sembari menepuk pundak Artemis sedangkan untuk Dozmous kesampingkan dia mana mungkin Dei memegang kepalanya bukan toh tingginya hanya sepinggang Dei.


Dan untuk ekspresi mereka sendiri sudah sangat lah jelas menunjukkan keterkejutan dan skeptis terhadap kata-kata Dei.


Namun pada dasarnya setiap mahluk memiliki rasa ingin tahu yang besar dalam benak mereka masing-masing termasuk kedua orang itu walaupun mereka kurang yakin dengan perkataan Dei tapi tidak ada salahnya bertanya bukan?.


Dengan bersamaan dan dengan kecepatan yang juga mengejutkan Dei mereka berdua saling memandang dan mata Artemis.


Seolah mengatakan: Seperti biasa kau yang berbicara.


Sembari menghela nafas Dozmous pada akhirnya memberanikan dirinya untuk ber-tanya pada Dei.


"Apakah kau tidak mengerti yang ku maksud ?"Balas Dei seraya melirik Dozmous.


"Maafkan kelancangan diriku ini Yang mu..."sebelum Dozmous dapat menyelesaikan kalimatnya.


Dei sudah terlebih dahulu menyela perkataan nya lalu berbicara.


"Jika kau merasa menjadi bawahan ku maka sebutan itu dapat kau gunakan untuk ku"


"Tapi jika kau menganggapku keluarga mu cukup sebut saja tuan atau namaku"


"Aku tidak suka formalitas itu semua tidak berguna."jelas Dei pada Dozmous panjang lebar.

__ADS_1


Lalu bagaimana dengan ekspresi Dozmous?.


Dengan mulut menganga,serta kelopak matanya yang terbuka lebar.


Dan hal itu bukan terjadi pada Dozmous saja seluruh orang yang hadir mendengar pernyataan Dei dan seperti Dozmous mereka terkejut akan perkataan yang dilontarkan Dei.


dan Karena perkataan Dei banyak diantara orang yang hadir memiliki kesetiaan yang penuh pada Dei.


Toh orang didunia ini cukup sederhana, apalagi untuk Dei yang biasa mencuci otak para bawahannya agar loyal pada dirinya ketika ia masih Dinas dimiliter itulah sebabnya Dei dapat mencapai jabatannya diusia yang dapat dikatakan sangat muda dibandingkan dengan jenderal-jenderal terdahulu.


Namun bukan berarti Dei tidak memiliki kemampuan dalam berperang.


Reputasi nya sangat bagus dinegaranya namun dinegara musuh dia pasti akan dicap sebagai iblis.


Karena dalam salah satu perang ditahun itu (bumi tahun 2323) Dei dijuluki sebagai The Devil julukan itu Dei dapatkan setelah ia menghancurkan banyak negara dengan nuklir yang dimilikinya ada juga yang menjulukinya sebagai Death Finger.


Dicap sebagai orang paling berdosa dibumi.


Kembali lagi,belum selesai keterkejutan mereka Dei lanjut berbicara.


"Kita semua adalah keluarga entah itu dalam masa damai atau masa yang kacau seperti saat ini."


"Hidup dan mati kita saling terkait, ketika berperang nyawa teman mu pasti akan menjadi nyawa mu juga pada akhirnya."


"Pada dasarnya perang juga merupakan tempat dimana segala emosi terjadi."Lanjut Dei panjang lebar dengan tatapan kosong dan tidak fokus yang menggambarkan Disosiasi.(1000 yard stare).

__ADS_1


__ADS_2