
Dei, terjebak dalam kegelapan, mendengar suara misterius yang tiba-tiba muncul.
"Hai, bagaimana kau bisa datang ke sini?" suara itu bertanya.
"Siapa kau?" tanya Dei.
"Hahaha, kau lucu. Sudah lama aku tidak melihat manusia. Bagaimana keadaan alam semesta tanpa diriku?" kata suara itu.
"Tunggu, siapa kau?" Dei mencoba mencari asal suara tersebut.
"Oh, kau memang tidak diajari sopan santun oleh orangtuamu," suara itu menyindir.
"Aku tidak punya orangtua," jawab Dei tegas.
"Pria yang serius, aku menyukainya," kata suara itu.
"Baiklah, aku adalah pemilik darah yang kau minum, namun kau belum pantas mengetahui namaku," kata suara itu.
.
"Baiklah aku ini pemilik darah yang kau minum dan untuk namaku kau belum pantas untuk mengetahuinya" .
"lalu untuk apa kau membawaku kesini tanpa tujuan yang jelas "jawab Dei .
"uh cukup mudah untuk berbicara dengan orang pintar "
"Nak bagaimana kalau kau meneruskan diriku lagi pula aku sudah terlalu bosan"
"Hah jangan bercanda bodoh!"Jawab Dei
"hahah aku tidak becanda "
__ADS_1
"sial apa motif tersembunyi mu pada ku?" tanya Dei pada suara itu
"Apa motif tersembunyimu padaku?" Dei bertanya curiga.
"Aku tidak memiliki motif tersembunyi. Kau bisa mempercayaiku sekarang. Sisa hidupku tidak lama lagi. Aku memerlukan pengganti yang tidak hanya tahu menghancurkan," kata suara tersebut.
Sebelum Dei bisa menjawab, penglihatannya tiba-tiba kembali normal.
Di aula istana, ada sosok dengan tanduk panjang dan pendek di kepalanya, sedang berdiri dalam keheningan.
"Apa yang terjadi tadi?" ucap Dei, yang sekarang telah berubah.
"Itu bukan hanya sebuah mimpi. Siapa suara misterius tadi?" batin Dei.
[Ding Selamat, Anda telah menyerap darah ketiga dewa dan mendapatkan tubuh terkuat di dunia. Anda dapat memberi nama pada tubuh baru Anda.]
setelah memberi nama tubuhnya "Infernalys Defiance Body", Dei merasa penasaran dengan perubahan yang terjadi padanya.
"System, apa yang terjadi tadi?" tanya Dei.
Dei memikirkan apa yang baru saja terjadi. "Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku tadi?" batinnya.
[Tuan, apakah Anda baik-baik saja?]
"Aku baik-baik saja. System, bisakah kau menghilangkan tanduk ini?" Dei meminta agar tanduk di kepalanya dihilangkan.
[Tentu, tuan. Itu bisa dilakukan.]
Dei menyentuh dua tanduk yang ada di kepalanya, berharap bisa menghilangkannya.
[Tentu tuan ,itu hal yang mudah ]
__ADS_1
Setelah tanduk-tanduk dikepala Dei menghilang, ia ingin mengetahui kekuatan dan kemampuan tubuhnya yang baru.
"System, jelaskan kekuatan dan kemampuan tubuhku secara ringkas dan jelas," pinta Dei.
[Ding] Berikut adalah kemampuan tubuhmu, tuan:
Passive:
-Enhanced Resurrection: Selain dapat dibangkitkan dari kematian, tubuh-mu memiliki kemampuan untuk pulih lebih cepat dan mendapatkan kekuatan tambahan setiap kali bangkit kembali.
-Cursebreaker's Aura:Tubuh-mu mampu menghasilkan aura yang mampu menghilangkan kutukan dan efek negatif yang ditemui dalam perjalanan, sehingga melindungi dirinya dan orang di sekitarnya.
Defiant Shield:Pasif-mu yang memberikan perlindungan yang kuat, mengurangi serangan yang diterima dari lawan hingga 50%. Dengan setiap serangan yang dihadapi, kekuatan perisai tersebut semakin meningkat.
-Eternal Vitality:Tubuh-mu memiliki kekuatan yang tak tergoyahkan, memungkinkannya untuk terus berjuang tanpa kenal lelah. Setiap kali pulih dari kematian, vitalitas dan ketahanannya semakin meningkat.
-Soulbound Rebirth:memiliki ikatan yang kuat dengan kekuatan spiritual, sehingga setiap kali mati, ia mampu menghidupkan kembali dirinya dengan kekuatan yang semakin besar.]
"…system apakah kemampuan tubuhku ini hanya sekedar skill passive ?"Tanya Dei pada sistem sembari mengagumi kemampuan pasif over power yang dimilikinya.
[Tentu tidak tuan, kemampuan anda masih banyak yang terkunci semakin tinggin tingkatkan anda maka semakin kuat juga kemampuan yang anda peroleh.]
[Saat ini anda berada diTier 6(Holy saint)]
Tak terasa, hampir dua hari telah berlalu sejak kedatangan Dei di dunia ini. Banyak hal yang aneh dan membingungkan membuatnya terus memutar otaknya, hingga ia terlupa akan beberapa hal.
"Arioch, datanglah ke sini," ucap Dei.
Pintu aula kastil terbuka dengan suara khasnya, diikuti oleh sosok Arioch yang gagah. Entah bagaimana, kini dia mengenakan sebuah baju besi hitam yang dilengkapi dengan logo empat belas sayap hitam di bagian dada.
"Arioch, bawalah 50 iblis tingkat 4 untuk berburu, sementara sisanya serahkan kepada Armaros untuk penjagaan! Apakah kau mengerti, Arioch?" perintah Dei kepada Arioch.
__ADS_1
"Baik, tuanku," balas Arioch.
"Hari baru datang. Bagaimana dengan wanita itu? Dia membuatku teringat padanya," batin Dei.