The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.

The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.
CH-46


__ADS_3

"Tuan Dei aku sudah siap , bagaimana dengan mu apakah kau juga membutuhkan persiapan?jika anda membutuhkan nya maka aku akan menunggu"Ucap Dozmous sembari menawarkan pada Dei untuk mempersiapkan diri.


menurut Dozmous,Dei pasti membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri dilihat dari mana pun Dei hanya menggunakan Jubah hitam dan juga celana hitam intinya semuanya serba hitam.


perlu diketahui fisik bangsa manusia adalah yang terendah dari banyaknya ras aneh didunia ini namun manusia memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh ras lainnya,yaitu kepandaian mereka dalam mengetahui kelemahan dirinya sendiri.


ras manusia mengetahui kelemahannya itu lah sebabnya mereka sangat berhati-hati,tidak seperti Ras kuat lainnya mereka terlalu sombong dan terlalu dengan kekuatan yang dimiliki hingga pada akhirnya saat ini manusia bahkan dapat membunuh naga dan malaikat.


Semua ras memandang manusia sebagai semut akan tetapi mereka tidak akan pernah mengerti sekeras apapun tubuh mahluk itu pasti memiliki lubang entah itu untuk bernapas atau untuk mendengar dan dapat juga untuk hal-hal lainnya yang dilakukan mahluk hidup sekali semut masuk dalam lubang itu ...habis lah mahluk itu.


"Tidak, aku tidak membutuhkan persiapan apapun kita bisa mulai sekarang"Ucap Dei dengan sangat santai, kemudian perlahan berdiri dari kursi tempat nya duduk.


Untuk Dozmous sendiri dirinya sangat terkejut.


Hei kawan jangan meremehkan orang tua kerdil ini , mungkin kalimat ini yang akan keluar dari mulut Dozmous namun setelah melihat ekspresi Dei yang dengan serius menatap nya dan bahkan bangkit dari posisi duduknya kemudian berdiri cukup dekat dengan dirinya.


menurut Dozmous perilaku Dei sangat aneh, bagaimana tidak?.

__ADS_1


posisi Dei berdiri cukup bagi dirinya untuk memukul Dei sampai mati dengan menggunakan Palu yang dimilikinya walaupun ia sendiri tidak berniat untuk membunuh Dei.


karena Dei dapat masuk Kedalam goa yang penuh dengan rune perlindungan buatan sukunya maka dapat dipastikan Dia juga dapat membawanya keluar dari goa sialan ini.


Sejujurnya Dozmous cukup penasaran bagaimana Dei dapat masuk kedalam gua , karena rune yang dipasang di-goa buatan ini diciptakan oleh Kurcaci legendaris dahulu,Rune itu memiliki efek khusus dimana hanya bangsa kurcaci yang dapat Melawati Rune itu , karena didalam goa ini terdapat harta yang sangat berharga untuk ras kurcaci.


Saat ini Dei mengeluarkan Whisper of Death dari paha nya, kemudian mengecek magazine


apakah peluru didalam silinder pengangkut peluru masih tersedia masalahnya beberapa jam lalu Dei sempat mencoba Whisper of Death dan belum ia reload karena penasaran dengan efek khusus senjatanya.


"Apakah anda yakin Tuan Dei?"Tanya Dozmous sembari memperhatikan Dei yang masih sibuk dengan Whisper of Death dan hanya dibalas anggukan oleh Dei.


"Baiklah kita bisa mulai sekarang"


"kau serang lah aku terlebih dahulu"ujar Dei menurut dirinya ia sudah sangat baik kepada Dozmous Karena telah memberikan kesempatan untuk menyerang.


bayangkan jika Dei yang pertama menyerang mungkin hanya mengarahkan whisper of death nya ke arah kepala Dozmous pertarungan ini akan berakhir dalam beberapa detik saja oleh karena itu Dei tidak berinisiatif menyerang terlebih dahulu.

__ADS_1


akan tetapi didunia ini hal yang kita anggap baik terkadang bisa menjadi buruk dimata orang lain, yah itulah yang dipikirkan Dozmous ia merasa bahwa dirinya diremehkan karena budaya didunia ini ada jika ada pihak yang bertarung kemudian salah satu dari mereka menawarkan musuh untuk menyerang terlebih dahulu itu dianggap penghinaan, seakan akan lawan tidak memperdulikan kekuatan anda , meremehkan.


"Huh! kau akan menyesal karena telah meremehkan ku."Ucap Dozmous sembari memegang palu miliknya dengan kedua tangan ditambah dengan berlari kecil toh jika Dozmous berlari kencang ruang di-goa ini tidak terlalu luas jarak antara dia dengan Dei juga cukup dekat sekitar 10 meter.


sementara itu Dei masih memperhatikan Dozmous yang berlari menuju kearah nya untuk ucapan Dozmous tadi dirinya sendiri tidak terlalu memikirkan nya.


dan tak terasa jarak antara mereka berdua sudah sangat dekat.


melihat kesempatan didepannya Dozmous tanpa pikir panjang lagi bersiap untuk mengayunkan palu nya kearah kepala Dei.


kini Dei melihat bahwa Dozmous tengah bersiap untuk memukul dirinya dengan palu yang dipegangnya dirinya hanya mengarahkan whisper of death kearah paha kanan Dozmous.


Dengan ayunan palu otot ditangan Dozmous membengkak hingga cukup besar dengan urat-urat yang menonjol dari tangan nya, ayunan palu ini bahkan membuat gelombang udara yang cukup dahsyat didalam goa saking dahsyatnya beberapa peralatan dan barang yang ada didalam goa ini sampai berhamburan dan beberapa sampai retak dan hancur.


'tidak menghindar?'Batin Dozmous yang menyaksikan Dei masih dalam posisi yang tidak berubah sedari tadi.


dalam benak Dozmous hanya ada satu kata 'sombong'.

__ADS_1


'sayang sekali mungkin kesempatan ku keluar akan lenyap, sial kukira kau kuat ternyata hanya omong kosong.'menurut Dozmous, Dei sudah tidak dapat menghindari serangan nya juga sebenarnya dirinya sendiri tidak benar-benar berniat untuk membunuh Dei hanya saja karena kemarahan yang ada didalam hati nya membuatya kehilangan rasionalitas nya.


__ADS_2