
Darah masih keluar dari jari Dei dan semua orang memperhatikan Dei dengan tatapan Keheran namun berbeda dengan Arioch dan Armaros oh berserta Viltarin yang pernah mengalami hal yang serupa oleh tuannya .
ditengah kebingugan Arthur tiba-tiba Dei memberika isyarat tangan padanya untuk menuju kehadapannya.
"Apakah kau berjanji untuk setia pada ku?"Tanya Dei pada Arthur yang kini berada didepannya.
"Ya tuanku, hamba akan selalu setia pada anda bahkan seluruh keturunanku nantinya."Jawab Arthur dengan sangat lugas .
"Baiklah aku akan memegang ucapan mu itu,sekarang buka mulut mu!."Perintah Dei pada Arthur dan secara sigap Arthur membuka mulutnya cukup lebar .
Tanpa basa-basi lagi Dei menetes kan Darahnya ,yang langsung menetes masuk menuju mulut Arthur, awal nya Arthur hanya merasakan Darah Dei mengalir melalui tenggorokannya akan tetapi setelah darah itu tiba diperutnya Sensasi terbakar yang luar biasa tiba dan hal ini membuat Arthur menjerit kesakitan.
__ADS_1
"ahhhhhhhhhh!!"
"Siallll menyakiiitkan sekalii!!!"
Semua orang yang hadir disitu hanya dapat memperhatikan Arthur yang berguling-guling kesakitan.
dan untuk Arthur sendiri sekarang ini merasa bahwa seluruh tulang ditubuh nya seakan-akan dihancurkan satu persatu dengan menggunakan palu yang membuatnya menjerit lebih keras lagi.
tak lama kemudian Arhtur berhenti berguling-guling dan hanya berbaring terlentang dengan darah yang mengalir diantara sudut bibir dan telinga milik nya.
Dirasa cukup untuk mengecek kondisi Arthur yang kini sudah tidak bernafas dan tanpa denyut nadi Viltarin hanya bisa menghelas nafas dan dengan raut Wajah sedihnya Viltarin kini berbalik badan yang kebetulan Dei sedang menatap kearah nya.
__ADS_1
"Tuan sepertinya …"pada saat Viltarin ingin menjelaskan Kematian Arthur pada Dei tiba-tiba tubuh Arthur atau bisa dibilang 'mayat' Arthur Bangkit dan itu sangat mengejutkan Viltarin. Viltarin Terkejut sekaligus senang bagaimana ia tidak senang salah satu cucu Sahabat seperjuangannya dan satu satu anggota BlackDevil yang tersisa dapat lolos dari kematian tanpa banyak bicara lagi Viltarin memeluk Arthur dengan sangat kuat Seolah Arthur akan pergi jauh meninggalkannya lagi.
namun pada saat Viltarin memeluk Arthur dia merasakan keanehan pada tubuh Arthur itu sendiri dimana Viltarin tidak dapat merasakan Detak jantung milik Arthur dan dengan Reflek Viltarin Melepaskan Pelukannya pada Arthur , akan tetapi yang membuat Viltarin ingin melompat dan berteriak keras dikarenakan Arthur yang semula tanpa kekuatan dan tergolong sebagai orang biasa kini dia menjadi seorang prajurit ditingkat 3 yang sebanding dengan Lycan.
Melihat tatapan terkejut Viltarin ,Arthur hanya Tersenyum lalu berkata pada Viltarin.
"Paman Aku baik-baik saja "kata Arthur mendengar kalimat itu Viltarin pun hanya bisa balik tersenyum lalu menepuk pundak Arthur kemudian Viltarin berjalan kembali ketempat ia tadi berdiri.
"Tuan ku terimakasih atas kekuatan yang telah anda berikan pada ku mungkin aku tidak akan dapat membalas kebaikan anda ini."Kata Arthur sembari berlutut.
"Yah balas saja dengan kesetiaan mu pada ku ,itu sudah cukup."Balas Dei dengan sangat singkat dan jelas namun kalimat yang Dei ucap kan itu bagaikan petir yang menyambar Arthur bahkan menambahkan rasa kagum pada Dei sejujurnya Dei mengatakan kalimat itu dengan sangat santai.
__ADS_1
Merasa bahwa waktu semakin malam Dei akhirnya memutuskan untuk kembali ke castil nya diikut dengan Artemis tapi sebelum Dei pergi dia sempat berkata.
"Besok Rencana penaklukanku akan dimulai kalian berhak memberi tahu anggota suku kalian dan Besok aku menginginkan semua orang berkumpul didepan kastilku!"ucap Dei dan setelah mengatakan itu Dei pergi berjalan menuju kearah kastilnya.