The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.

The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.
CH-52


__ADS_3

"lalu apakah ada korban dalam pertempuran itu?."tanya Dei pada Arioch yang masih dengan Posisi berlututnya.


"Tidak ada korban jiwa yang mulia hanya beberapa orang yang terluka cukup berat namun dapat kami sembuhkan dengan sihir nona Artemis."Ucap Arioch panjang lebar sembari menjelas beberapa hal yang menurutnya perlu diberitahu.


"Oh ... kerja bagus Artemis"Ucap Dei sembari mengacungkan jempol.


Sedangkan Artemis yang menerima acungan jempol dari Dei hanya terdiam kemudian memiringkan kepalanya yang terlihat sangat imut dan ada sebab lain itu karena Artemis tidak memahami makna acungan jempol Dei


Untuk saat ini Dei sudah tenang dan kembali kesikap biasanya dan tidak terlalu mempermasalahkannya, masalah bawahan Dei sudah tidak terlalu khawatir 100 kesetiaan bukan tipu daya Sistem.


Sistem:???


Sementara itu kedua kurcaci pria itu kini telah berhadapan dengan jarak kurang dari 2 meter mengapa hal ini bisa terjadi karena sewaktu Dei keluar dari goa Dozmous melihat adegan sebelumnya 'kepala yang berada ditanah'.

__ADS_1


karena melihat adegan itu Dozmous berlari menuju kearah temannya itu begitu cerita singkatnya.


"Apakah kau baik-baik saja Deznatir?"Tanya Dozmous sembari memperhatikan teman sejati nya itu.


Diasingkan ke-goa yang amat jauh dari suku belum lagi segel bangsa kurcaci yang menahan dirinya didalam goa coba kau pikir bagaimana Dozmous bisa mendapatkan makanan.


Deznatir lah yang memberi Dozmous kebutuhan sehari-hari nya tanpa sepengetahuan siapapun bagaimana dia dapat menuju kesini karena Deznatir sendiri memahami Medan setelah melewati rawa ini berkali-kali bahkan tak terhitung jumlahnya.


karena rawa ini menghubungkan ke Padang rumput tanpa nama(kini telah menjadi istana Dei.) dimana sumber daya disitu cukup banyak belum lagi sungai yang mengalir di sana memiliki banyak ikan.


"Syukurlah...Tapi kenapa semua itu bisa terjadi?."tanya Dozmous lagi pada Deznatir.


"Uh...itu karena ketika aku akan mengambil barang baku tadi tiba tiba sekumpulan orang ini ada didepan goa."

__ADS_1


"Dan kukira mereka adalah tentara manusia yang dikirim oleh adik mu untuk melenyapkan mu"


"tapi tebakan ku salah sepertinya beberapa dari mereka adalah 'monster dengan kulit monster'."Terang Deznatir panjang lebar,oh untuk mengintimidasi Deznatir Armaros sempat menunjukkan wujud aslinya.


"Yah aku tahu perasaan mu tentang mereka."Ucap Dozmous sembari melirik kearah Dei dan tanpa sadar Deznatir mengikuti arah tatapan mata Dozmous.


Dan dibidang penglihatannya tampak Dei dengan rambut putih oh tidak lebih tepatnya silver dengan mata merah darah tubuh tinggi dengan otot proporsional yang tidak kelihatan berlebihan seperti Armaros dan Arioch.


Sedangkan untuk Dei yang ditatap oleh kedua kurcaci itu hanya terdiam dan melupakannya sekarang dengan tubuh yang diperoleh nya dia dapat merasakan apapun disekitarnya termasuk kejahatan seseorang dan kebaikan seseorang dia dapat merasakan hal yang baik dan hal buruk dari seseorang ini merupakan salah satu kemampuan tubuh nya yang terkadang cukup mengganggu.


saat ini ada hal yang lebih penting untuk dilakukan.


"Arioch bagaimana menurutmu tentang mereka."ucap Dei sembari menunjuk kearah kerumunan pasukan nya yang saat ini tengah beristirahat karena menurut nya pasukannya sudah sangat lelah setelah berjalan ribuan kilometer ditambah bertarung dengan monster.

__ADS_1


yah sebenarnya pemikiran Dei ada benarnya dan juga ada salahnya karena bagaimana fisik orang didunia ini disamakan dengan fisik orang di planetnya.


perlu diingat planet ini luar biasa besar bahkan ukurannya 8x dari matahari.


__ADS_2