
Cahaya sang mentari yang baru Terbit menyinari Castil hitam Yang suram dan mengerikan.Burung-burung yang bertengger diBalkon Berkicau seakan menyabut datang nya sang mentari.
Di-Aula castil dengan lantai yang penuh dengan lukisan Pertempuran suatu Ras.
Duduklah seorang pria diatas Tahta Tampak Dei yang sedang memejamkan matanya dan ia menopang kepalanya Dengan tangan kanannya.
Beberapa saat kemudian Dei akhirnya membuka matanya sembari melihat lingkungan sekitarnya.
"Hufhhhh Efek pekerjaan masih membekas hingga kini "Gumam Dei lirih.
Tak lama setelah Dei bergumam Pintu aula Kastil diketuk dengan cukup Keras.
Duk duk duk.
"yah,masuk lah"
Setelah Dei mengatakan itu pintu aula castil pun terbuka lalu sosok anggun dengan paras yang teramat cantik Tampak dibidang penglihatan Dei,sosok itu adalah Artemis diikuti oleh Armaros dan Arioch dibelakangnya .
"Tuanku ,semuanya telah siap"ucap Arioch yang langsung dipahami oleh Dei.
__ADS_1
"Baiklah"jawab Dei seraya bangkit dari singgasana nya kemudian berjalan keluar dari aula castil iblisnya diikuti 3 orang itu.
Dalam perjalanan Dei beruntung menemukan genangan air yang cukup bersih yang kemudian dia gunakan untuk membasuh wajahnya.
Dalam perjalanan, jujur Dei sangat mengagumi Arsitektur keindahan kastilnya yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata lagi bahkan Dei sedikit masih tidak mempercayai castil indah ini adalah milik nya.
dan tak terasa kini mereka ber-empat telah tiba dipintu masuk kastil yang besar.
Setelah pintu masuk kastil itu didorong terbuka oleh Arioch dan Armaros dalam pandangan Dei nampaklah sekelompok orang yang menunggu kedatangannya.
550 orang suku warewolf ,500 mantan budak yang melarikan diri,300 Demon yang direkrut Dei ,2 iblis tingkat tinggi ,satu elf,dan 1 ekor vampire semuanya berkumpul disatu tempat.
diantara 1350 orang dapat dibilang setengah dari mereka adalah petarung yang kuat dan oleh karenanya Dei juga telah merencanakan hal ini dengan baik .
"Hari ini aku mengumpulkan kalian bukan tanpa sebab …yang pertama aku tidak peduli jika kalian tunduk pada ku karena kalian dipaksa oleh tetua suku kalian atau hanya ingin mencari perlindungan."
"jujur saja aku tidak mempedulikan itu semua yang ku tahu adalah kalian sudah menjadi rakyatku dan sebagai pemimpin kalian aku harus dapat membuat rakyatku tersenyum bahagia "
"Tuan Dei apakah aku dapat memakan daging hingga aku bosan ?"tanya gadis kecil dengan tubuh kurusnya dan disebelahnya tampak Arthur yang sedang berdiri hanya bisa tersenyum canggung menatap Dei.
__ADS_1
"Paduka maaf kan kelancangan nya …Dia masih terlalu polos"ucap Arthur sembari menyuruh salah satu mantan budak wanita untuk membawa gadis kecil itu pergi yang dikhawatirkan oleh Arthur gadis kecil itu akan mengatakan hal-hal aneh lagi.
"hahahah …tenang saja Arthur"
"baiklah ini jawaban ku atas pertanyaan gadis kecil tadi. aku berjanji bahwa seluruh rakyat ku selalu tercukupi dan tak akan pernah kekurangan gizi aku berjanji rakyat ku akan makmur dibawah kepemimpinanku dan aku berjanji Orang yang menjadi musuh ku akan hancur tak tersisa."
"Hari ini aku hanya dapat menjanjikan akan tetapi dalam beberapa hari nanti kalian akan merasakannya."ucap Dei panjang lebar , tanpa menunggu respon sekelompok orang itu Dei langsung berbalik dan memasuki kastilnya lagi.
mendengar pidato Dei 1350 orang itu memiliki pendapatnya masing masing .
"Lihat Yang mulia sangat keren " ucap Wanita ras iblis .
"Yang mulia aku akan menjadi perisai terdepan mu" ucap seorang pria iblis.
"bagaimana apakah kalian masih ragu ?"tanya Arthur pada sekelompok budak dibelakang nya.
"Maafkan kami karena meragukan mu sebelumnya Arthur ,mungkin dengan beliau sebagai pemimpin kita ,kita dapat membalaskan dendam saudara saudari kita."jawab pria budak
"maka untuk itu kita harus menunjukkan padanya kegunaan kita"kata Arthur yang terdengar simpel namun bagi para budak kata kata itu seakan membangkitkan semangat mereka yang telah lama padam.
__ADS_1
"jika mereka menjadi perisai terdepan mereka maka kami mantan budak akan menjadi pedang tertajam beliau ."ucap seorang mantan budak pria.
"dan kami jika kalian ingin menjadi pedang dan perisai beliau maka kami akan menjadi pisau tajam yang siap beliau gunakan kapan saja. "ucap salah satu pria dari ras warewolf yang juga merasa bersemangat.