
Ditengah percakapan mereka berdua tentang bagaimana membawa gadis kecil itu dan beberapa hal kecil lainnya namun terdengar suara semak yang saling bergesekan seakan ada sesuatu yang melewatinya dan karena hal ini Lycan dan Viltarin meningkatkan kewaspadaan mereka sembari menatap semak yang masih bergoyang dengan cepat .
tak butuh waktu lama muncul lah dua sosok dari arah semak belukar itu.
"Oh siall mengapa Semak-semak disini sangat rimbun…dan kau jangan kau berupaya untuk melarikan diri lagi atau kugigit kaki mu."ucap seorang pria dengan bekas luka dipipinya seraya menyeret seseorang ditangan kanannya.
Melihat sosok yang Familiar Lycan dan Viltarin pun menurunkan kewaspadaan mereka yah pria yang sedang menyeret seseorang itu tidak lain adalah Hames bawahan lycan yang pernah berhadapan dengan Arioch.
"Tetua,kepala suku mengapa kalian ada di sini dan mengapa ada gadis kecil disini" ucap Hames setelah melihat Lycan dan Viltarin seraya menyipitkan matanya melihat bolak balik ke arah gadis kecil yang tengah makan lalu ke arah Lycan berserta Viltarin.
"apa-apaan tatapan mu itu."kata Viltarin yang lalu berjalan menuju hames sembari mengepal kan tangan besar nya.
__ADS_1
dan untuk hames yang sangat jelas melihat perilaku Tetuanya yang sangat akrab Dengan nya pun mencoba untuk mengalihkan percakapan toh dari pada kepalanya memiliki benjolan besar.
"Lihat Tetua aku menemukan pria ini dihutan … jika kuperintahkan Dia seakan mencari sesuatu ditengah hutan "Ucap Hames sambil memperlihatkan seorang pria yang telah ia seret sepanjang perjalanan dan yang cukup mengejutkan walaupun dia diseret sepanjang perjalanan tubuhnya masih tetap bagus tanpa luka gores sedikit pun yah walau dibeberapa daerah wajah nya ada lebam yang terlihat jelas.
dan seakan melupakan sesuatu Viltarin langsung berjalan menuju Pria yang telah diseret Hames akan tetapi terlihat gadis kecil yang kini berlari menuju pria yang masih tergeletak ditanah itu ,mana mungkin manusia biasa tanpa peringkat dapat tahan diseret sepanjang perjalanan ya hidup pun merupakan keajaiban bukan.
"Sial kau bodoh sekali "kata Viltarin dan seperti biasa Melayangkan kepalan tangan nya kearah kepala Hames.
"Pamannn bangun jangan matii"ucap Gadis kecil itu sembari mengoyangkan tubuh pria itu namun yang tidak disangka Viltarin ,Pria yang masih tergeletak lemah ditanah masih bisa berbicara yang diluar ekspetasinya.
"Kemana saja kau pergi gadis kecill"kata pria itu yang entah mengapa dia bisa langsung berdiri dan meremas pipi gadis kecil itu.
__ADS_1
"Mwaafff pamwan akwuu pegi menwcari makanan " jawab Gadis kecil itu kesusahan bagaimana tidak kini wajah nya diremas oleh pria itu ya walaupun tidak terlalu kuat.
setelah dirasa cukup untuk meremas wajah gadis kecil itu, pria itu kemudian mengalihkan pandangannya pada Viltarin yang kebetulan kini berada didepannya akan tetapi setelah melihat wajah Viltarin Pria itu seakan pernah melihat wajah ini disuatu tempat sebelumnya.
"Terimakasih Tuan telah menjaga Gedis kecil ini "Ucap pria itu seraya membungkukan badannya 90 derajat.
"ya sama-sama,Jika kau mau mungkin aku dapat membantu mu ?"semakin Viltarin dekat dengan pemuda itu semakin dia merasakan perasaan yang akrab dari pemuda itu.
"tidak terimakasih tuan anda sudah cukup membantu "Ucap pria itu yang kini sudah mengingat dimana dia pernah melihat wajah orang yang berada didepannya.
"Apakah leluhurmu masih ada?"Tanya Viltarin tiba-tiba yang membuat bingung gadis kecil ,hames serta Lycan akan tetapi berbeda dengan pria itu Dia hanya menghela nafas berat seolah mengeluarkan beban yang telah dia pendam selama ini.
__ADS_1