The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.

The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.
CH-20


__ADS_3

Setelah mendengarkan kisah Arioch yang cukup membosankan Dei langsung membuat keputusan .


"panggil kan pemimpin suku mereka!"perintah Dei pada Arioch.


"dan untuk mu Armaros aku akan mendengar cerita mu nanti kita tidak punya waktu lagi ,kita harus mulai mengembangkan diri"ucap Dei pada Armaros yang berdiri didepannya.


"Baik tuanku "jawab Armaros sembari membawa kelima naga masuk keruang khusus yang dimilikinya dan untuk Dei yang melihat itu hanya bisa terdiam dan bergejolak dalam hatinya .


tak lama kemudian datanglah Arioch dan dua orang pria , yang satu terlihat cukup muda mungkin 25 tahunan dan pria lain memiliki tampang cukup tua jika diperhatikan lagi tubuh yang dimiliki pria tua itu cukup bagus .


setelah tiba didepan Dei ketiga orang itu langsung menundukan tubuh mereke bersamaan.


"Tuanku mereka berdua adalah pemimpin dan penatua ras Warewolf "ucap Arioch sembari memberikan isyarat untuk memperkenalkan diri pada lycan dan untuk Viltarin dia hanya gemetar tanpa sebab disebelah lycan dan hal ini membuat bingung Dei akan tetapi tidak dengan Arioch yang mengetahui sebabnya.

__ADS_1


"yang mulia nama saya lycan dan yang disebelah saya adalah kakek saya serta penasihat suku kami tuan "ucap Lycan sembari memperkenalkan Viltarin.


"Apakah kakekmu sedang sakit jika kuperhatikan dia terus menerus gemetar ,tenang aku tidak suka daging serigala "ucap Dei dengan menambahkan sedikit lelucon untuk mencairkan suasana akan tetapi Dei melupakan satu hal penting dalam hidup ini ,setiap orang memiliki pemikirannya sendiri dan itu semua tidak dapat ditebak.


dan untuk kedua orang itu yang tidak memahami lelucon Dei pun menganggap bahwa yang diucapkannya merupakan peringatan pada mereka jika dia tidak sungkan untuk memakan mereka.


karena kedua orang itu yang terus diam dan membuat bingung Dei dan dari pada membuang waktu lagi, Dei memerintahkan mereka untuk melakukan sesuatu.


"kau berdua dapat berburu bukan ? " tanya Dei pada Lycan dan Viltarin.


"bagus ,lalu kerjakan sekarang usahakan sebelum matahari terbenam kalian membawa buruan."ucap Dei sembari memerintahkan lycan dan untuk Lycan dia pertama memberi hormat kemudian pergi diikuti oleh Viltarin yang juga memberi hormat walaupun gerakannya sedikit aneh.


sekarang tersisa Armaros dan Arioch disebelahnya ,keduanya hanya berdiri diam menjaga Dei dari kemungkinan bahaya yang ada.

__ADS_1


Dirasa kakinya pegal karena cukup lama berdiri Dei akhirnya duduk dibatang pohon yang baru tadi siang ditebang didunia ini memperoleh sumber daya cukup sulit dan Dei harus mencari cara agar memperoleh sumber daya yang cukup banyak.


disaat Dei tengah berpikir cara untuk mendapatkan Sumber daya tiba tiba sesosok wanita Ramping dengan sosok anggun nan cantik , rambut hitam yang tergerai dan terkadang tertiup angin membuat Dei mengingat sesorang yang berarti dalam hidupnya .


Sosok itu tidak lain adalah Artemis yang kini duduk tidak jauh dari Dei , jika dipikirkan wanita ini pergi entah kemana tadi yang membuat Dei berpikir dia telah meninggalkan kastil nya dan kembali kerumahnya.


"oh… dari mana saja kau ,kukira kau pulang kerumahmu "ucap Dei dan seperti biasa memberi sedikit lelucon dikalimatnya namun bukannya tawa atau jawaban yang menyenangkan yang dia dapat akan tetapi.


"aku tidak punya rumah, mungkin disini lah rumah ku nantinya"jawab Artemis dan untuk Dei wajah nya menghitam bagaikan dasar wajan , mengapa bawahannya sangat sulit diajak untuk bercanda berbeda dengan bawahannya dahulu atau mungkin hierarki disini terlalu kuat.


"uh…terserah kau " ucap Dei.


mereka berdua hanya duduk diam dan Artemis yang sedari tadi akan berbicara tapi mendadak dia menjadi sungkan untuk membuka percakapan , bagaimana tidak Dei kini memejamkan mata dan bahkan sudah memasuki alam mimpi namun semakin Artemis memandang Dei semakin aneh juga perasaannya seakan dirinya ingin menceritakan keluhannya pada pria disebelah nya ini .

__ADS_1


'apa yang ku pikirkan bagaimana aku bisa menceritakan masalah pribadi ku pada seseorang yang baru kukenal .'batin Artemis.


mungkin karena terlalu lelah Artemis pun menguap lalu tertidur dipundak Dei tanpa ia sadari , mereka berdua pun tertidur dalam posisi duduk diatas batang pohon sedangkan untuk Arioch dan Armaros yang berada dibelakang mereka hanya saling memandang lalu tersenyum seakan memahami sesuatu.


__ADS_2