The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.

The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.
CH-28


__ADS_3

Setelah menunggu cukup lama dalam bidang penglihatan Arthur melihat Lycan yang tengah berjalan menuju kearahnya ,walaupun dia sudah mempersiapkan diri sebelumnya untuk bertemu dengan sosok yang sangat dikagumi dan disegani Viltarin akan tetapi dirinya masih merasa gugup.


"yah jika ku lihat dari gerak-gerikmu ,kau sepertinya masih belum siap untuk bertemu dengan yang mulia . akan tetapi mau bagaimana lagi kau harus bertemu dengan yang mulia siap atau tidak siap."Kata Lycan pada Arthur.


"Yah aku sangat gugup sekarang ini"ucap Arthur mungkin karena saking gugupnya dia , telapak tangan nya menjadi basah oleh keringat nya sendiri.


"santai saja , oh dan saran ku tahan aura yang dikeluarkan beliau dan kuharap kau tidak mempermalukan dirimu sendiri."Kata Lycan sembari memberi nasihat pada Arthur.


dirasa sudah agak tenang Arthur Berdiri kemudian mengangguk ke arah Lycan yang menandakan bahwa dirinya telah siap untuk menemui sosok yang sering disebut yang mulia ini .

__ADS_1


Mereka berdua berjalan beriringan dan terkadang Arthur menanyakan bagaimana tentang perilaku Dei dan segala hal tentang Dei yang hanya dijawab secara singkat oleh Lycan.


"orang seperti apa yang mulia itu ?"tanya Arthur pada lycan.


"Aku tidak tahu"jawab Lycan singkat dan jelas.


"apakah yang mulia memiliki hobi untuk menyiksa bawahannya ?"


Tak terasa kini mereka berdua hampir sampai ditempat Dei berada dan ketika mereka masih beberapa meter jauhnya dari tempat Dei tiba-tiba suatu suara terdengar tawa seorang pria.

__ADS_1


"Hahahahaha banyak orang lupa … Jika tidak ada kegelapan maka bintang-bintang tidak akan pernah bersinar terang"


kedua pria itu hanya saling memandang lalu kembali berjalan menuju ke tempat Dei berada dan Sementara itu didalam pikiran Arthur banyak hal yang ia pikirkan setelah mendengar suara yang entah dari mana itu , suara itu kalimat itu bagaikan Obor ditengah gua Yang gelap bagi Arthur.


Namun disaat mereka hampir sampai yang hanya berjarak beberapa langkah lagi tiba-tiba Aura kematian dan kehancuran yang sangat menindas mereka berdua saking kuat nya aura ini Kedua pria itu bahkan tidak dapat bernafas ditambah dengan Tekanan mengerikan yang sangat aneh kedua pria itu hanya dapat pasrah.


Pada saat terakhir kedua orang itu yang mungkin salah satu dari mereka telah merasakan indahnya kematian yang datang, tiba-tiba Aura dan Tekanan mengerikan tadi menghilang seakan itu semua hanya halusinasi mereka berdua tapi mereka yakin jika hal yang mereka alami sebelumnya adalah kenyataan .


"Sialan siapa yang membuat yang mulia marah bahkan Aura nya sampai mengalir keluar,bodoh sekali orang itu"Kata Lycan dan jika Viltarin Ada disini pasti dia akan langsung melayangkan tinju kepatuhan nya pada lycan sedangkan untuk Arthur dia hanya Terdiam namun berpikir dan Mengagumi orang yang mengeluarkan aura sekuat itu bahkan Arthur membandingkan jika pemilik aura ini bertemu dengan Mantan tuannya siapa yang akan menang itu masih menjadi misteri.

__ADS_1


dan kini saat yang ditunggu-tunggu oleh Arthur telah tiba didepan nya telihat seorang pria tampan dengan rambut putih kesilveran dan dua orang pria dengan tanduk dikepala mereka hanya saja tubuh besar bagai bukit itu sangat mengejutkan Arthur , tak lama itu Arthur akhirnya kembali kedunia nyata setelah sedikit tersesat ketika memandang Dua pria tidak lebih tepatnya 3 pria didepannya.


"Hamba datang untuk menghadap pada paduka yang mulia ".


__ADS_2