The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.

The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.
CH-2 .


__ADS_3

Setelah melihat-lihat kastilnya, Dei menyimpulkan bahwa kastil yang dimilikinya adalah sebuah keajaiban yang tak terkalahkan, dengan keindahan arsitektur dan kekuatan pertahanan yang sempurna. Dia merasa puas dengan segala aspek yang dimiliki oleh kastil tersebut.


Setelah mengagumi keindahan kastilnya, Dei melangkah menuju pintu masuk. Namun, di hadapan pintu masuk kastil, sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi. Kedua patung yang berdiri tegak dengan tinggi dua meter tiba-tiba retak dan hancur berkeping-keping. Lalu, tak terduga, muncul dua sosok pria yang bertanduk dengan sepasang sayap kelelawar di punggung mereka. Tinggi mereka yang sedikit tidak normal menambah kesan misterius. Tanpa diduga, kedua pria tersebut langsung bersujud di hadapan Dei.


"Selamat datang tuan terima kasih karena menciptakan saya dan teman saya "ucap pria disebelah kanan sembari menundukan kepala walaupun mereka bersujud tetap saja Dei yang bisa dikatakan tinggi pun merasa pendek.


Karena Dei satu meter lebih pendek dari mereka.


"Sebelum itu, sebutkan tugas kalian," ucap Dei dengan sikap santai. Baginya, adegan memimpin dan memiliki bawahan sudah menjadi hal yang biasa.


"tugas kami untuk melindungi engkau, Tuan," ucap pria di sebelah kiri.


Dei memikirkan pertanyaannya dalam hati, "Hmm... sistem, apakah aku bisa menghubungimu hanya dengan pikiranku?"


[Tentu tuanku aku adalah sistem eklusif milikmu.]


"Baguslah, lalu bagaimana dengan tingkatan kekuatan mereka?" tanya Dei dengan tertarik.


[Ding tingkatan kekuatan iblis dibagi menjadi:


-LOW-LEVEL DEMON: Tier 2, terkuat di level yang sama atau lebih rendah.


-MEDIUM-LEVEL DEMON: Tier 4, terkuat di level yang sama atau lebih rendah.


-HIGH LEVEL DEMON: Tier 6, terkuat di level yang sama atau lebih rendah.


-NOBLEMAN DEMON: Tier 8, lebih kuat dibandingkan dengan tingkat yang sama.


-DEMON LORD: Tier 10, setengah dewa,Merupakan setengah dewa dengan kekuatan yang luar biasa.


-DEMON KING: Dewa menengah,Sebagai dewa menengah, mereka memiliki kekuatan yang menjulang tinggi.


-DEMON EMPEROR: Dewa utama,Merupakan dewa utama dengan kekuatan yang tak terbantahkan.


-??? (Nama belum diketahui): Pemberitahuan ras malaikat telah menghilang karena kepergian Tuhan.]


Setelah menerima informasi dari sistem, Dei pun terkejut dengan pernyataan tentang hilangnya Tuhan.


"Ah, masa bodoh dengan itu. Lagipula, tidak ada malaikat. Pasukanku tidak memiliki musuh alaminya, dan ini sangat menguntungkan," pikir Dei sambil merenung.


Sementara itu, ketika Dei masih terdistraksi dalam pemikirannya, kedua pria iblis itu tetap bersujud, tak bergerak sedikit pun. Mereka benar-benar menunjukkan kriteria seorang prajurit yang patuh pada pimpinannya.


"Lalu, apakah kalian berdua memiliki nama?" tanya Dei setelah sadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Paduka, kami berdua tidak memiliki nama. Kami baru lahir hari ini," ucap pria sebelah kanan.


"Baiklah, akan ku beri nama kalian berdua. Bagaimana dengan Armaros untukmu, pria sebelah kiri, dan Arioch untukmu, pria sebelah kanan?" usul Dei dengan penuh semangat.


"Kami tentu saja akan menerimanya, Paduka!" ucap kedua pria itu dengan lantang dan penuh antusias, seolah-olah mereka telah diterima oleh pujaan hati mereka.


"Baiklah, kini laporkan tingkatan kalian," pinta Dei dengan tegas.


"Tingkatanku adalah Demon Lord, Tuan,Akan tetapi kekuatan ku disegel oleh sesuatu jadi aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuh ku." ucap Arioch dengan bangga, sementara aura kuat yang melingkupinya mengisyaratkan kekuatannya yang mematikan.


"Tingkatanku adalah Bangsawan Iblis, Tuan. Namun, saya jauh lebih lemah dari Arioch hanya dengan satu tingkat," ucap Armaros dengan rendah hati, mengungkapkan keterbatasannya dengan jujur.


Dei mengerutkan keningnya, terkejut dengan pernyataan Armaros. "Apakah tadi kau bilang kau baru dilahirkan hari ini?" tanya Dei dengan ekspresi penuh keheranan. Begitu baru lahir, mereka sudah memiliki tingkatan kekuatan yang cukup tinggi. Dei merasa tercengang dan bertanya-tanya tentang masa depan mereka.


"Tentu, Paduka. Kami benar-benar baru lahir hari ini," ucap Armaros dengan tegas.


Dei menatap patung malaikat yang mencolok di antara yang lain, penuh rasa ingin tahu. Patung itu terlihat begitu hidup dan memancarkan aura yang misterius. Dei merasa ada sesuatu yang tak terungkap di balik keberadaan patung tersebut.


"tunggu,lalu bagaimana dengan patung malaikat ini?."ucap Dei sembari menunjuk patung yang paling mencolok diantara yang lain.


"Mereka semua masih tersegel, Tuan, sama seperti kami," jawab Arioch dengan tegas.


Dei merasa semakin penasaran. Apa arti dari segel-segel itu? Apakah ada kemungkinan bahwa suatu saat nanti patung-patung ini akan hidup dan menjadi makhluk nyata?


"Lalu apakah mereka benar-benar akan dapat hidup suatu saat, Sistem?" tanya Dei, berusaha mengkonfirmasi pemikirannya.


[Tentu, Tuan. Semakin tinggi level kastil, semakin kuat patung-patung yang akan hidup. Patung-patung ini mirip dengan hero dalam permainan gacha yang ada di dunia Anda.]


Dei merenung sejenak. Jika patung-patung itu benar-benar dapat hidup, ia merasa memiliki kekuatan yang luar biasa di tangan. Namun, untuk membangun Demon Throne-nya, ia tahu bahwa akan membutuhkan sumber daya yang cukup.


"Baiklah, Sistem. Lalu bagaimana cara aku membangun Demon Throne-ku? Apakah aku memerlukan sumber daya tertentu?" batin Dei, semakin tertarik dengan proses ini.


[Pembangunan pertama camp pasukan tidak membutuhkan sumber daya.]


Dei menerima informasi dari Sistem bahwa pembangunan pertama camp pasukan tidak memerlukan sumber daya khusus. Hal ini membuatnya lega, karena ia dapat segera memulai proses pembangunan.


"Lalu bagaimana aku bisa membangun camp pasukanku?" tanya Dei, tertarik untuk mengetahui langkah-langkah selanjutnya.


[mudah tuan , tuan hanya perlu menyiapkan lahan 4x4 meter untuk membangun camp pasukan anda]


Dei tersenyum mendengar penjelasan itu. Ia segera memikirkan tempat yang tepat untuk membangun camp pasukannya. Dalam perjalanan menuju ke tahta istana, ia melihat sekeliling, mencari lahan yang sesuai dengan persyaratan yang diberikan oleh Sistem.


"Sistem, berapa luas serta panjang wilayahku?" tanya Dei sambil melangkah dengan mantap menuju tahta istana, menunjukkan keinginannya untuk memahami wilayah yang ia miliki.

__ADS_1


[Wilayah anda memiliki luas hingga 2500 kilometer persegi, banyak daerah yang belum sepenuhnya terkuasai dan masih menanti penaklukan oleh anda]


Tak terasa, Dei tiba di tahta istana yang menjulang tinggi. Tahta itu terlihat sangat megah dengan sentuhan-sentuhan khas ras iblis yang menghiasi setiap sudutnya. Di bagian atas tahta, terdapat ukiran-ukiran halus yang menggambarkan keanggunan dan keganasan ras iblis. Detail-detailnya begitu halus sehingga tampak hidup dan nyata.


Di sekitar ruangan utama istana, aula yang luas menyambut Dei. Dinding-dindingnya dihiasi dengan mural-mural besar yang memvisualisasikan suatu pertempuran dahsyat antara iblis dan malaikat. Dalam lukisan itu, warna-warni cat dan bayang-bayang yang dramatis menciptakan suasana tegang dan penuh perjuangan. Setiap sentuhan kuas tampak mencerminkan kekuatan dan keberanian ras iblis dalam pertempuran yang berkecamuk.


Lantainya terbuat dari marmer putih yang mengkilap, mencerminkan cahaya lampu-lampu kristal yang menggantung di langit-langit istana. Suara langkah Dei bergema di sepanjang lorong-lorong megah yang dilapisi dengan karpet tebal, memberikan nuansa kemegahan dan keanggunan.


Pada tahta itu sendiri, terdapat ukiran-ukiran rumit yang menggambarkan kekuasaan dan keabadian.


"Arioch, datanglah ke sini," seru Dei sembari membuka pintu aula. Masuklah sosok gagah Arioch dengan dua pasang sayap yang mempesona, menundukkan kepalanya sebagai tanda penghormatan.


"Arioch, berdirilah di hadapanku," ucap Dei dengan tegas.


"Arioch, aku perintahkanmu untuk membangun sebuah camp di sebelah tenggara, dengan pintu masuk menghadap ke barat. Dan Armaros, sampaikan perintahku padanya untuk menjelajahi daerah sekitar dan melaporkannya kepadaku. Paham?" lanjut Dei. Bagaimana Dei mengetahui kemampuan seorang bawahan dalam membangun suatu bangunan? Tentu saja, dari sistem yang menjadi sumber pengetahuan dan kebijaksanaannya didunia yang baru ini.


"Dengan senang hati, paduka," jawab Arioch dengan hormat sebelum berbalik dan meninggalkan aula kastil.


Angin malam yang dingin berhembus, seolah-olah menggambarkan kesadaran yang mendalam dalam diri Dei, membuat Dei menyadari sesuatu.


"Sistem, buka World Chat," ucap Dei dengan tegas.


[Segera, tuan... World Chat dibuka.]


Tiba-tiba, pandangan Dei berubah drastis. Di hadapannya, berjuta-juta kalimat melayang dan terus bertambah tanpa henti. Huruf-huruf berkilauan dan bergerak dengan kecepatan yang sulit diikuti, menciptakan pemandangan yang luar biasa.


Seperti gemerlap bintang di langit malam.


"Sial, aku dikirim ke dunia lain!" dikirim oleh Ugly Goblin, suara kecewa dan frustasi terpancar dari kalimat itu.


"Bodoh, kau pikir hanya dirimu saja yang dikirim ke dunia sialan ini? Siapapun yang dapat menemukan dalang di balik semua ini, aku akan memberikan setengah harta ku!" dikirim oleh Rich Boy, nada keserakahan dan keputusasaan terdengar jelas dalam kata-katanya.


"Orang-orang idiot yang bertingkah seperti monyet yang melompat-lompat!" dikirim oleh Dragon Lord, suara kekesalan dan superioritasnya terasa dalam setiap huruf.


"Lihat, Dragon Lord telah muncul!" dikirim oleh Little Bugs, suara kekaguman dan keheranan terdengar dalam pesannya.


"Siapa itu Dragon Lord? Apakah itu ibumu?" dikirim oleh Barbarian King, nada sinis dan provokatif terdengar dalam kalimatnya.


"Diam, barbarian bodoh! Konon Pasukan Dragon Lord adalah naga sejati. Kau tidak tahu kah?" dikirim oleh Red Wyvern, suara sombong dan merendahkan terasa dalam kata-katanya.


"Persetan dengan kalian! Apakah ada yang menjual makanan? Aku sangat kelaparan. Camp pasukan hanya bisa digunakan besok," dikirim oleh Sister Succu, nada putus asa dan kelaparan terpancar dari pesannya.


Dalam kisruh dan kegaduhan di World Chat, suara-suara yang berbeda-beda saling berbenturan. Keheranan, sinisme, keangkuhan, dan keputusasaan menciptakan latar belakang yang hidup dalam percakapan ini.

__ADS_1


sementara penikmat drama,Dei yang masih dan memperhatikan perbincangan aneh dari orang-orang itu hanya bisa tersenyum masam diaula kastilnya.


__ADS_2