
Merasakan tatapan Dei pada dirinya sendiri Armaros hanya bisa menundukkan kepalanya , itu karena dirinya sangat segan dengan orang yang ada diatas tahta ,orang yang mampu membangkitkan dua Demon ancestor bersamaan sangat pantas untuk meneruskan tahta FIRST DEMON tidak heran 'Beliau' mengorbankan dirinya untuk alam semesta karena 'Ia' sendiri sudah mengetahui kemampuan anaknya.
Demon ancestor adalah bawahan langsung dari 7 Prince of Hell yang diketuai oleh malaikat jatuh pertama.
dan untuk raja neraka pastinya First Demon.
saat ini Dei kini telah mengalihkan pandangannya menatap ke-tiga orang didepannya.
Dan tanpa pikir panjang lagi Dei akhirnya memutuskan untuk membiarkan Arioch dan Armaros pergi untuk mencari suku yang dapat dktaklukan ,sebenarnya Dei sedikit tidak mempercayai Artemis toh pahlawan pria tidak terjatuh karena penjahat utamanya akan tetapi ia terjatuh karena wanita yang ditemuinya bukan?.
"Baiklah Kalian berdua bawalah 300 iblis tier 4 untuk pergi menelusuri Daerah disekitar kita …jika ada suku yang dapat dihancurkan,itu terserah pada mu dan jika ada suku besar disekitar kita maka laporkan terlebih dahulu dan jika itu suku lemah maka hancurkan."Ujar Dei
__ADS_1
setelah Armaros dan Arioch keluar dari aula kastil kini hanya tersisa Artemis seorang yang tidak ditugaskan oleh Dei.
"Mengapa kau tetap berada disini?,aku benci seseorang dengan tujuan tersembunyi."Ujar Dei ,dapat dikatakan cukup kasar.
"Jika kau ingin berada disini katakan niat sesungguh mu sebelum aku sendiri yang mengetahuinya,yah lebih baik aku mengetahuinya dari mulut mu sendiri."
sementara itu Artemis yang mendengar perkataan Dei hanya bisa tertunduk dan terdiam ,seakan-akan dirinya telah mengakui kesalahannya.
"semua yang anda katakan.itu semua benar , aku ingin menggunakan kekuatan yang dimiliki anda untuk membalaskan dendam ku dan untuk mendapatkan apa yang seharusnya aku miliki."ujar Artemis sembari menatap mata Dei.
melihat tatapan Artemis, Dei hanya bisa terdiam walaupun tubuh Dei terdiam dan bahkan mulutnya tidak mengeluarkan suara sedikit pun namun dalam pikiran nya itu sudah sangat kacau perlu diingat bahwa wajah Artemis sangat mirip dengan wajah mendiang istri Dei,dan kebetulan mediang istri Dei tewas ditangan suami nya sendiri.
__ADS_1
setelah beberapa saat Dei tersenyum dan senyumannya itu dilhat oleh Artemis, untuk Artemis sendiri dia sudah pasrah akan apa yang akan dilakukan Dei pada dirinya lagi pula didunia ini dia tidak memiliki siapa pun lagi dunia terasa sepi untuknya dan jika Dei ingin membunuh dirinya sendiri itu mungkin yang terbaik dari pada hidup namun akan tetapi tidak tenang dan selalu dihantui rasa balas dendam.
"Yah,untuk saat ini aku memerlukan orang untuk mengatur budak dan suku Warewolf"ucap Dei setelah cukup lama diam.
"Baik tuan , aku siap menerima hukuman yang akan kau berikan padaku."jawab Artemis yang membuat bingung Dei.
"Apakah kau mendengar apa yang ku katakan?"tanya Dei mencoba untuk memastikan bahwa wanita elf didepannya ini tidak mengalami gangguan pendengaran.
"Eh,bukan kah engkau akan menghukumku atas apa yang telah kulakukan pada mu?"Jawab Artemis dengan Ekspresi yang terlihat kebingungan.
Melihat mata biru indah Artemis Dei hanya bisa terdiam dan tertawa dalam hati.
__ADS_1
"Baiklah aku ulangi sekali lagi kata-kataku aku membutuhkan orang untuk mengatur suku warewolf dan juga para mantan budak itu".ucap Dei dan setelah mengucapkan kata kata itu Dei kemudian memejamkan matanya seakan tidak peduli reaksi yang ditunjukkan Artemis.