
"Apakah aku bisa memulai percakapan?" Tanya Dei sambil menatap mata Vaggean.
"Tentu," balas Vaggean sambil menganggukkan kepalanya.
"Aku tidak akan membicarakan hal yang tidak penting. Lihat saja ini," ucap Dei sambil memberikan gulungan perkamen yang ada di tangannya pada Vaggean.
Setelah melihat isi dari perkamen itu Vaggean hanya bisa terdiam dan semakin ia memahami isi dari perkamen membuat nya menambahkan rasa hormat untuk Dei.
"jika memang itu yang terjadi..."
Setelah mengatakan itu Vaggean berdiri kemudian berlutut didepan Dei, Dei tidak terkejut seolah sudah mati rasa dengan tingkah penduduk dunia ini yang sangat aneh.
"Dengan ini, saya, Vaggean Runemaul, bersedia tunduk sebagai pedang dan tameng yang siap Anda gunakan kapan pun," ucap Vaggean dengan penuh tekad.
"Jika saya mengkhianati janji ini, maka World Will yang akan memberikan hukuman pada ku," lanjutnya. Saat Vaggean mengucapkan kata-kata tersebut, tiba-tiba bintik-bintik cahaya mulai muncul di atas kepalanya.
Dalam sekejap, bintik-bintik cahaya berubah menjadi gulungan perkamen yang tergulung dengan rapi.
"Inilah janji kesetiaan saya yang terikat dalam perkamen ini," kata Vaggean dengan suara yang penuh hikmat, sambil menyerahkan gulungan perkamen tersebut kepada Dei.
"Baiklah bisakah kau bangun terlebih dahulu ada banyak hal yang ingin ku tanyakan pada mu tentang kota ini"ucap Dei setelah menerima perkamen yang diberikan Vaggean .
"Tentu tuanku."balas Vaggean.
"Baiklah apa yang terjadi dikota ini bisakah kau jelaskan?"tanya Dei pada Vaggean.
"Kota ini sudah beralih kekuasaan Penguasa kurcaci kami kalah dalam pertempuran sebelumnya bersama dengan kurcaci pria lainnya."
"Itulah mengapa anda mungkin belum pernah melihat kurcaci dikota Kurcaci yang agak aneh, Beberapa kurcaci pira ditahan dipenjara dibawah kastil sedangkan kurcaci wanita dan pria yang tidak ikut bertempur mereka menjadi tahanan rumah"
"Penguasa kota kurcaci ini sekarang Gorgos Melanthios bangsawan manusia yang cukup kuat jika aku tidak salah ada petarung tingkat 3 disampingnya."
"Lalu, Tuanku, apakah Anda berencana untuk merebut kekuasaan dari Gorgos Melanthios?" Tanya Vaggean dengan hati-hati, tetapi tetap berani. "Maaf jika aku terlalu lancang, namun bukankah ras manusia sangat keras dan kejam terhadap pengkhianat. Bagaimana dengan Anda, Tuan Victor?" Vaggean masih mempertahankan keyakinannya bahwa Dei adalah seorang manusia yang memberontak terhadap para bangsawan dan belum mengetahui 'Jenis' sesungguhnya dari Dei.
__ADS_1
Suasana tegang terasa di udara saat Vaggean menunggu jawaban dari Dei, hatinya berdegup kencang. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi tekadnya untuk melindungi dan mempertahankan kebenaran tetap teguh.
Kekejaman bangsawan manusia telah menjadi pengetahuan umum di seluruh dunia. Melalui tindakan kejam mereka, banyak manusia yang mengkhianati jenisnya sendiri, seperti contohnya Arthur dan para budak.
Namun, pengkhianatan tersebut seringkali tidak berakhir dengan hasil yang baik, karena pada dasarnya mereka yang memiliki kekuasaan juga memiliki kekuatan untuk mempertahankannya. Orang yang bodoh pun bisa mengerti bahwa manusia adalah makhluk yang paling kejam, terutama jika mereka telah memperoleh kekuasaan dan reputasi.
Namun, tidak semua manusia jahat dan kejam. Bahkan ada beberapa yang sangat baik, bahkan melebihi kebaikan Malaikat. Manusia adalah makhluk yang kompleks.
Kekeliruan manusia yang dianggap baik bisa membawa dampak yang buruk bagi mereka yang kurang memahaminya. Banyak orang yang terjebak dalam perangkap keinginan dan ambisi mereka, sehingga melupakan nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi.
Dalam perjalanan sejarah, ada juga manusia yang mampu mengatasi naluri kejam mereka dan menunjukkan kebaikan yang luar biasa. Mereka mendedikasikan hidup mereka untuk melayani dan membantu orang lain, mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik.
Maka, meskipun kekejaman dan pengkhianatan terjadi dalam sejarah manusia, kita tidak boleh melupakan potensi kebaikan yang juga melekat pada sifat manusia. Saling pengertian, belas kasih, dan keadilan adalah nilai-nilai yang dapat membantu kita membangun masyarakat yang lebih baik dan mengatasi sisi gelap kekejaman manusia.
"Baiklah, selanjutnya adalah pertanyaan kedua," ucap Dei sambil menunjukkan foto mendiang istrinya pada Vaggean.
"Wah, benda apa ini, Tuan? Bagaimana bisa melukiskan wajah seseorang dengan begitu jelas?" ucap Vaggean dengan kagum.
"Ini adalah potret istriku, dia sudah tiada. Aku merasa seperti mengenal orang yang ada di dalam gambar ini, tapi ada beberapa perbedaan kecil," lanjut Vaggean.
"Dia adalah seorang elf yang pernah ku selamatkan sekitar satu bulan yang lalu ketika aku sedang mencari obat untuk menyembuhkan anakku."
"Waktu itu, kebetulan aku menemukan obat yang aku cari dekat dengan lokasi dia yang sedang terluka, jadi aku memberinya pertolongan terlebih dahulu dan kemudian membawanya bersamaku kembali ke kota," cerita Vaggean.
"Namanya Alexia, dia adalah elf tingkat tinggi dari salah satu kerajaan Elf di timur. Itu yang aku ketahui, Tuan," jelas Vaggean.
"Baiklah, terima kasih atas informasinya," ucap Dei dengan santai.
Namun, Vaggean cukup terkejut. Pasalnya, pemimpin yang berterima kasih pada bawahannya di zaman ini sangatlah jarang terjadi. Namun, perhatian dan penghargaan yang diberikan oleh Dei kepada Vaggean membuatnya merasa dihargai dan penting dalam tugasnya. Hal ini membuat hubungan mereka semakin erat dan saling menghormati satu sama lain.
Namun Dei menyadari ada satu hal yang aneh dirumah milik Vaggean.
Itu adalah aura kematian. Dei merasakan aura kematian dari rumah ini setelah merasa aura kematian yang samar-samar ini Dei kemudian berkata.
__ADS_1
"Untuk anakmu, aku turut berdukacita"Ucap Dei penuh empati kepada Vaggean
Sekali lagi, Dei mengagetkan dirinya sendiri dengan perkataannya. Jika ini dilakukan oleh orang lain, mungkin Vaggean akan mengusir Dei, tapi ini adalah Vaggean. Benar, anaknya baru saja meninggal dunia dua hari yang lalu dan telah dikuburkan di pemakaman.
Vaggean terperangah dan bingung. Bagaimana Dei bisa mengetahui hal ini? Hanya sedikit orang yang mengetahui tentang kematian anaknya, karena di desa ini, para tabib sangat takut dan menjaga jarak. Mereka takut akan tertular penyakit yang menimpa anak Vaggean.
Dei melihat kebingungan dan kesedihan dalam mata Vaggean, dan dengan lembut ia melanjutkan,
"Tubuhku dapat merasakan Aura kematian,dan ditempat ini aura itu terasa sangat kuat mengisyaratkan bahwa dia telah berpulang. Meskipun aku tidak mengenalnya secara pribadi, tetapi hati ini merasakan kehilanganmu."
Kata-kata yang tulus dan pengertian dari Dei membuat Vaggean terharu.
Pada dasarnya Dei juga sama seperti Vaggean hanya saja anak Dei belum sempat menghirup udara dunia yang kotor itu.
Jadi Dei tahu rasa kehilangan yang dialami Vaggean.
Karena sekarang Dia sudah memiliki kemampuan untuk membangkitkan orang mati jadi untuk mengakhiri siklus kesedihan bawahan barunya Dei memutuskan untuk membangkitkan anak Vaggean menggunakan salah satu skill miliknya.
[Ding
Skill:
...1.Countless of Death(2): Kemampuan ini menciptakan sebuah domain penekanan di sekitar karaktermu. Orang-orang yang berada di jangkauan domain ini akan merasakan tekanan yang meningkat, membuat mereka mengalami penurunan kemampuan dan kekuatan sebesar 1 tingkat. Efek penekanan dapat ditingkatkan dengan membunuh orang....
...Upgrade: Untuk meningkatkan efek penekanan, karaktermu harus membunuh sebanyak 1000 orang. Setiap pembunuhan yang dilakukan akan memberikan peningkatan pada kemampuan ini....
Kill: 0 (Jumlah pembunuhan yang sudah dilakukan saat ini)
...2.Deathless Live (1): Ini adalah skill eksklusif yang hanya dimiliki oleh karaktermu sebagai tuan rumah. Kemampuan ini memungkinkanmu untuk membangkitkan orang-orang yang telah meninggal, bahkan dari keadaan yang hanya tersisa menjadi debu. Dengan menggunakan kekuatan ini, kamu dapat menghidupkan kembali hingga 1000 orang....
...jumlah orang yang bisa dibangkitkan:1000...
...*Dapat diupgrade:Kemampuan ini bisa ditingkatkan dengan melakukan perbaikan atau melalui pengalaman yang diperoleh oleh karaktermu. Upgradenya akan meningkatkan jumlah orang yang dapat dibangkitkan....
__ADS_1
...----------------...
......................