
Saat ini baju yang dikenakan oleh Dozmouz telah sobek di bagian perut yang membuat perut gendutnya terlihat jelas.
mengapa itu terjadi?.
beberapa saat sebelumnya peluru yang bersarang di paha Dozmous telah Dei keluarkan dengan sangat lembut.
namun dikarenakan cara lembut itu paha Dozmouz mengalami pendarahan, walaupun tidak parah namun lama kelamaan akan berbahaya bagaimana pun Dozmouz telah kehilangan banyak darah sebelum itu karena efek Pasive Whisper of death.
pada awalnya Dei ingin mencoba menggunakan sihir yang dia ketahui, yang ia peroleh dari warisan tubuh First Demon akan tetapi Dei mengurungkan niatnya karena sihir penyembuhan yang diketahuinya hanya berfungsi untuk ras iblis.
mencoba untuk ras selain iblis Dei belum berani melakukan itu, mungkin suatu saat jika ada kelinci percobaan gratis maka dirinya akan mencoba melakukan eksperimen kecil yang ada dalam pemikirannya, jika berhasil mungkin akan menghasilkan keuntungan yang cukup besar.
Dei sebenarnya memiliki teori dalam benaknya tentang metode penyembuhan ras iblis ini menurutnya sihir penyembuhan ras iblis ini seperti Debuff pada ras lain, intinya jika untuk ras iblis maka sihir penyembuhan ini akan bekerja dengan semestinya namun jika yang menggunakannya sihir ini ras lain maka hampir sama dengan memberikan kutukan atau debuff.
melupakan itu semua kini Dei telah selesai memberikan pertolongan pertama pada Dozmous dengan menekan luka pada paha Dozmouz menggunakan robekan baju Dozmous,dan itu sudah lebih baik daripada sebelumnya.
untuk Dozmous sendiri wajahnya sangat pucat efek dan kerongkongannya juga sedikit sakit efek dari metode perawatan Dei yang sangat lembut,mengapa kerongkongannya sakit mudah untuk menebaknya sejak awal Dozmous berteriak untuk menjaga dirinya tetap sadar jika ia tidak sengaja pingsan atau semacamnya dan tidak bangun lagi bukankah itu sangat keren.
__ADS_1
Pada saat ini Dei sedang terlena dengan pemikirannya sendiri sedangkan untuk Dozmous ia menatap Dei dengan tatapan aneh kemudian Dozmous mengatakan beberapa patah kata.
"mengapa anda menyelamatkan ku?"Tanya Dozmous pada Dei.
Dei yang telah sadar dari kesibukan nya pun menanggapi pertanyaan Dozmous.
"Apakah kau melupakan apa yang telah kau katakan tadi?."balas Dei sembari menatap mata Dozmous.
"Menjadi bawahan mu?."tanya Dozmous lagi namun hanya dibalas decakan dan anggukan Dei.
mengapa Dozmous memikirkan hal itu karena dirinya seratus persen yakin sukunya akan kalah dihadapan Dei seorang.
keyakinan Dozmous ada pada senjata yang dimiliki Dei dan belum lagi Dozmous sekarang tidak memandang Dei sebagai ras manusia lagi,namun bagaimana pun rasa penasaran Dozmous terus menerus menghantui pikiran nya dan pada akhirnya dirinya bertanya pada Dei lagi.
"Tuan Dei maaf jika pertanyaan ku ini kurang sopan."ujar Dozmous.
"itu tergantung pada topik pembicaraannya."jawab Dei.
__ADS_1
"Apakah anda manusia?"tanya Dozmous yang dibalas tawa Dei , namun mendengar tawa Dei hati Dozmous menjadi sangat tegang.
'sial apakah aku salah berbicara.'batin Dozmous sembari memandangi Dei yang tertawa seakan-akan mendengar lelucon terlucu didunia.
beberapa saat kemudian tawa Dei berhenti.
"hufhhh...baik lah aku sudah tenang, bisakah kau mengulangi pertanyaan mu lagi."ucap Dei yang pada saat ini telah memasuki mode serius nya.
sembari menelan ludah pada akhirnya Dozmous mengulangi Pertanyaan lagi.
"Apakah itu pernyataan mu?"tanya Dei yang dibalas anggukan.
sejujurnya Dozmous saat ini sangat tegang kekuatan Dei jauh diatasnya ketika dirinya dalam kondisi puncak saja tidak dapat memberikan luka atau debu pada tubuh Dei dan kini pahanya terluka kemungkinan untuk memenangkan pertarungan 0 persen dan kemungkinan kalah 100 persen.
tak lama kemudian Dei akhirnya mengucap beberapa kata.
"Aku juga tidak mengetahui mahluk apa diriku ini."ucap Dei.
__ADS_1