The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.

The Rise Of The Mythical Warlords: Menaklukkan Dunia Baru Dengan Kastil SSR.
CH-59


__ADS_3

Seorang pria dengan jubah hitam berjalan melalui jalanan yang ramai,di kota yang penuh warna ini arsitektur kota ini nampak indah dengan banyak orang yang berlalu-lalang menunjukkan senyuman mereka dari waktu ke waktu.


Kota yang ramai dengan aktivitas ,dengan toko-toko kecil pinggir jalan yang menyajikan camilan,beberapa toko bahkan menjual senjata dan tak lupa beberapa restoran bangsa kurcaci yang nampak dibidang penglihatan.


Suasana dijalanan sangat hidup namun juga suram.


Kesuraman itu berasal dari pria dengan jubah hitam, berbeda dengan orang yang berlalu-lalang yang tersenyum dan kadang bercanda dengan teman nya pria dengan jubah itu memiliki ekspresi wajah yang sangat suram.


Pria dengan jubah hitam itu tidak lain adalah Dei mengapa ekspresi wajahnya seperti itu dikarenakan hal-hal yang ia dengar sepanjang perjalanan, membuat Dei menyadari bahwa kota ini telah menjadi wilayah kekuasaan seseorang dari ras manusia.


Bagaimana Dei bisa mengetahuinya karena disaat Dei berjalan dirinya dapat mendengarkan orang-orang yang sedang membicarakan penaklukan suku ini dengan cukup lantang dan itu terjadi tidak satu kali,sudah tak terhitung pengosip yang membahas hal itu.


Saat ini Dei masih berjalan menuju ketempat yang telah ditunjukkan oleh Dozmouz, karena pemilik tempat ini merupakan bawahan Dozmous yang paling setia padanya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Dei tiba didepan Tavern diatas pintu kayu terdapat papan kayu yang bertuliskan nama Tavern tersebut "Drunk Place" bahkan Dei, Arioch dan Artemis sempat terdiam dengan 1000 kata dalam hati mereka setelah mendengar nama Tavern ini.


Entah apa yang dipikirkan pemilik tavern ini ketika memberikan nama atau mungkin pemilik tavern ketika memberikan nama sedang mabuk?.


lupakan.


Tavern itu memiliki pintu kayu besar dengan dua jendela kecil disampingnya dan disebelah kanan pintu Dei melihat papan tulis yang berisi daftar makanan dan minuman yang tersedia dalam tavern.


Disebelah kiri pintu nampak papan pengumuman yang berisi informasi terkini tentang petualangan,kabar terbaru disekitaran kota,serta tawaran pekerjaan untuk orang biasa dan petulang.


mendekat kepintu kayu Dei semakin mendengar riuh suara percakapan dan tawa dari para pengunjung didalamnya.


Dei membuka pintu dan perlahan masuk ketika Dei masuk kedalam tavern beberapa orang melirik nya sekilas lalu melanjutkan kegiatan mereka masing-masing lalu tavern kembali ke-suasana awal yang riuh dan ramai.

__ADS_1


Disebelah kanan ada sebuah bar kayu yang memanjang disepanjang dinding dan dibelakang bar nampak kurcaci dengan janggut merah yang membara sangat cocok dengan tampangnya.


Kurcaci itu nampak sedang sibuk membuat minuman untuk para pelanggan.


Disebelah kiri,ada meja dan kursi kayu yang sudah agak berantakan karena digunakan oleh pelanggan tavern dengan sembrono dan disudut ruangan terdapat perapian yang memancarkan cahaya lembut dan memberikan suasana Tenang bagi orang yang melihatnya.


Dei melihat berbagai macam pelanggan mulai dari prajurit dengan armor silver dengan senjata yang ada disamping mereka, hingga penduduk kota biasa yang sedang bercerita dengan antusias dengan rekan mereka .


akan tetapi Dei tidak lah duduk melainkan berdiri lalu memandang kurcaci dengan janggut merah yang sedang membuat minuman untuk pelanggannya.


Kemudian Dei berkata.


"Mengapa palu hitamnya patah tuan"ucap Dei.

__ADS_1


Namun seolah menyadari sesuatu kurcaci dengan janggut merah itu nampak terkejut dan tangan yang memegang gelas itu nampak bergetar yang terlihat jelas Dimata pelanggan disamping Dei.


__ADS_2