
Di dalam salah satu tenda yang dihiasi dengan hiasan yang unik, suasana tegang terasa di udara.
"Kepala suku, apakah kita akan terus hidup seperti ini, terus berpindah dan meninggalkan tanah yang seharusnya milik kita?" ucap seorang pria dengan bekas luka di pipi sebelah kanan.
"Kita sudah mengalami kekalahan yang cukup telak. Jika kita terus memaksa, klan kita akan dihabisi habis-habisan," ucap seorang pria bertubuh kekar dengan tato serigala emas di tangannya.
"aku minta maaf. Jika kita hanya memiliki kekuatan yang lebih besar, pasti kita tidak akan pernah tersingkirkan oleh manusia terkutuk itu!" ucap kepala suku dengan penyesalan. Sementara itu, seorang pria iblis masih terbang di udara, mendengarkan segala percakapan di dalam tenda. Dia memiliki kemampuan pendengaran yang luar biasa karena statusnya sebagai makhluk yang cukup superior diantara mahluk lainnya.
"Kau benar. Jika mereka tidak begitu mementingkan kepentingan pribadi, situasi ini tidak akan pernah terjadi," ucap pria dengan luka di pipi, setuju dengan kata-kata sang pemimpin.
__ADS_1
"Namun, manusia telah bersatu dan menguat. Bagaimana dengan ras demihuman kita? Mungkin kita membutuhkan seorang pemimpin yang kuat untuk memimpin Hutan Green Palace," ucap pria dengan tato serigala emas. Jika ada orang yang mampu menguasai hutan itu, wilayah yang mereka kuasai akan teramat luas. Hutan Green Palace yang seluas 400.000 km² tersebut akan mempercepat perkembangan kastil mereka atau bahkan memungkinkan mereka membangun sebuah kerajaan jika menemukan harta karun. Tapi merebut seluruh hutan itu bukanlah tugas yang mudah. Ada banyak suku dan ras yang belum kita ketahui, dan melakukannya akan sangat sulit.
Tiba-tiba, pemimpin suku dengan tato serigala emas berdiri dan berubah menjadi serigala putih besar. Dengan cepat, ia melompat keluar dari tenda dan berlari dengan fokus ke satu arah, seakan merasakan sesuatu yang tak terlihat. Pria dengan bekas luka terkejut dengan transformasi yang terjadi pada pemimpinnya, tetapi ia dengan cepat menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak biasa. Ia segera keluar dan mengumpulkan beberapa pria lainnya.
Sementara itu, serigala putih yang dulunya adalah pemimpin suku berada di tengah hutan yang rimbun dengan pepohonan. Dengan tatapan mata yang tajam, ia memandang ke satu arah, seolah memperingatkan tentang adanya bahaya yang mengintai.
"Keluarlah, kau penguntit! Keluar atau kau akan kucabik-cabik!" ucap serigala putih dengan niat membunuh yang semakin kuat.
"Hahahaha... Tenang saja. Mungkin jika aku memberikan informasi ini kepada tuan Arioch, aku akan dipuji oleh yang mulia," kata pria iblis dengan nada sombong.
__ADS_1
kaya-kata pria iblis tentu saja tidak dimengerti oleh serigala putih namun ia dapat mengambil kesimpulan pada perkataan pira iblis.
"Mahluk apa kau ini? Apakah kau seorang elf?" tanya serigala putih dengan tatapan tajam.
"ELF? Kau membandingkanku dengan mahluk lemah itu?" jawab pria iblis sambil meludah dengan angkuh.
.
"Tidak peduli apa atau siapa kau. Karena kau telah menguntit sukuku, aku harus membunuhmu!" ucap serigala putih dengan niat membunuh yang semakin kuat.
__ADS_1
"Kamu akan segera mengetahui kesalahmu," kata pria iblis dengan suara dingin. "Aku akan menghancurkanmu dan membuktikan bahwa kekuatanku tidak hanya sebatas kata-kata."