
"Hahaha, sungguh lucu melihat orang yang lemah seperti dirimu ingin membunuhku. Sepertinya kau perlu diberi pelajaran terlebih dahulu. Tuan Arioch pasti akan tertarik jika melihatmu," ucap pria iblis dengan sinis sambil menatap serigala putih yang berada di bawah kakinya.
Meskipun tingkatan kekuatan mereka sebenarnya setara, namun karena kelebihan ras iblis, pemenangnya sebenarnya sudah bisa ditentukan sebelum pertarungan dimulai.
Tanpa membuang waktu, pria iblis yang masih terbang di udara bersiap-siap dan kemudian meluncur dengan cepat menuju serigala putih.
Sontak, serigala putih dengan sigap menghindari serangan tersebut, melompat ke samping tepat pada saat serangan itu datang. Beberapa saat setelah serigala putih menghindar, tanah dan pohon yang tadinya berada di tempatnya hancur berantakan, meninggalkan hanya tanah dengan retakan seperti jaring laba-laba yang cukup lebar.
__ADS_1
"Pertahananmu cukup baik untuk bisa menghindari seranganku," ucap pria iblis dengan sedikit kagum pada serigala putih. Saat ini, serigala putih merasa terkejut karena menyadari bahwa jika dia terlambat sedikit saja dalam menghindari serangan pria aneh itu, mungkin dia sudah terkapar tak berdaya atau bahkan kehilangan nyawanya.
Kini, manusia serigala menarik sebuah senjata dari entah mana. Senjata itu adalah pedang dengan bilah yang sangat panjang, hampir sepanjang 1,9 meter, hampir seukuran dengan tubuhnya sendiri. Pria iblis pun terkejut melihat senjata yang dimiliki oleh lawannya. Kini pertarungan ini bisa dianggap seimbang, karena setiap orang memiliki keunggulan masing-masing. Serigala putih unggul dengan senjatanya yang mematikan, sedangkan pria iblis unggul dengan kekuatan serangannya dan pertahanan yang cukup kuat. Namun, jika terus menerus terkena tebasan pedang, pertahanan pria iblis juga akan runtuh dalam beberapa saat.
Setelah mengamati lawannya dengan seksama, manusia serigala putih tiba-tiba berlari kecil, namun setiap langkah kakinya tak terduga semakin cepat dan cepat. Sementara itu, pria iblis tidak tinggal diam, diam-diam memperhatikan gerakan-gerakan manusia serigala.
Merasakan bahaya, pria iblis ingin mencoba mematahkan serangan yang dilancarkan oleh manusia serigala dengan cara memukul bilah pedang itu. Dengan tangan terkepal, dia mengumpulkan energi gelap di telapak tangannya dan dengan cepat mengarahkannya ke arah serangan manusia serigala.
__ADS_1
Tanpa diduga, manusia serigala terpental secara tiba-tiba dan terbang ke arah pepohonan, bahkan menghancurkan tanah dan membentuk lubang-lubang seperti jaring laba-laba di beberapa tempat.
"Jika aku tidak datang tepat waktu, maka kau mungkin akan tewas," ucap suara misterius.
Seolah-olah mengetahui siapa yang berbicara, pria iblis segera menundukkan kepalanya, menunjukkan rasa malu yang sangat dalam atas apa yang telah dia lakukan sebelumnya. Jika dia tidak meremehkan lawannya, dia tidak akan berada dalam situasi seperti ini.
"Maafkan hamba, Tuan Arioch," ucap pria iblis dengan suara lirih, sambil berlutut di hadapan sosok misterius yang kini terlihat beberapa langkah dari pria iblis, menghadap ke arah tempat manusia serigala terdampar dan menghancurkan sekitarnya.
__ADS_1
Sementara itu, manusia serigala yang kini telah berubah menjadi seorang pria dengan tato serigala emas yang terukir di tangannya terbaring lemah, terluka, dan bahkan darah segar masih mengalir dari ujung bibirnya.