
saat ini suasana didalam gua sangat lah aneh.
dan Dozmous menatap Dei dengan tatapan mata yang menunjukkan ekspresi 'dari mana orang bodoh ini berasal ' pada akhirnya dia sendiri tidak dapat berkata-kata lagi.
disaat yang bersamaan pula Dei yang menatap Dozmous pun sedang terlena dalam pikirannya sendiri.
'Ugh entah mengapa aku merasa bahwa IQ ku turun ke titik terendah setelah menerima kekuatan itu , apakah kekuatan itu memiliki efek pada otak... sebaiknya nanti aku tanyakan pada sistem biadab ini'Batin Dei.
Merasakan kecanggungan tanpa batas ini akhirnya Dozmous pada akhirnya memulai pembicaraan.
"Apa yang aku dapatkan ketika aku tunduk padamu?"Tanya Dozmous.
"itu tergantung pada bagaimana kau bekerja,jika kau tulus menjadi bawahan ku maka aku tak akan sungkan untuk menjadikanmu pemimpin suku itu lagi."
"Namun jika kau memiliki pemikiran buruk maka senjataku ini akan menembus kepala mu itu , bagaimana setuju atau tidak?"Jawab Dei dengan sedikit memberikan 'saran'.
__ADS_1
Kini dalam benak Dozmous sendiri dalam dilema satu dikarenakan adiknya dan yang kedua adalah masalah harga diri ras kurcaci, sebenarnya Dozmous sendiri tidak terlalu peduli dengan harga diri atau semacamnya namun tidak semua kurcaci memiliki sikap yang sama dengan dirinya,dan juga orang didepannya ini mengancamnya dengan sebuah besi persegi yang ada dipahanya.
'Sial, jika aku tunduk pada manusia ini apa bedanya aku dengan adik ku yang gila harta itu lalu apa kata orang suku jika aku tunduk pada ras manusia yang menjadi budak ras kurcaci'batin Dozmous.
'tunggu sebentar dia tadi bilang senjata?,lalu apakah benda persegi panjang itu merupakan senjata?'
'semakin dipikirkan semakin menarik orang yang ada dihadapan ku ini ,berani mengancam ku dengan besi persegi itu.'
pada saat yang bersamaan pula Dei masih menatap kurcaci aneh didepannya tanpa mengetahui pemikiran kurcaci itu.
"Tuan Dei mari kita bertarung jika aku kalah maka aku akan tunduk padamu , bagaimana?"Ujar Dozmous.
"Oh apakah ini tantangan, baiklah."jawab Dei.
Setelah Dei mengucapkan itu Dozmous kemudian berbalik lalu menuju dinding goa dibelakang dan tak lama dia meninju dinding goa itu dengan tangannya.
__ADS_1
Dampak dari pukulan itu menciptakan sebuah lubang,namun bukan itu yang menjadi fokus utama Dei namun kotak persegi panjang yang telah nampak didalam lubang dinding goa itu.
Dengan tatapan nostalgia Dimata Dozmous ia akhirnya menyeret kotak itu keluar dari lubang yang tercipta dari pukulannya tadi.
menurut pengamatan Dei kotak dengan tepian perak ditambah dengan logo Palu perak ditengah kotak membuat Dei penasaran akan isi didalamnya.
'Leluhur maafkan aku telah menodai peninggalan mu, aku sendiri tidak pernah menyangka akan mengunakan VULKANUS untuk melawan manusia'Batin Dozmous sembari memandang sebuah palu dengan panjang 1,5 meter dengan tepian Emas gagang perak dan simbol Kepala manusia dengan dua tanduk di kepalanya.
Dan untuk Dei sendiri semenjak kotak itu dibuka dirinya merasakan Aura yang tidak asing .
'Tunggu ,bukan kah ini aura Half-Demon?'Batin Dei Sembari melihat kearah palu yang ada didalam kotak,jujur Dei cukup tertarik dengan palu itu entah itu Desain nya atau Aura yang dikeluarkannya membuat Dei sangat penasaran.
dan pada saat yang bersamaan pula Dozmous bangkit dari posisi berlutut nya kemudian membalikkan tubuh kearah Dei sembari mengatakan sesuatu pada Dei.
"Tuan Dei aku sudah siap , bagaimana dengan mu".
__ADS_1