
Diego saat ini sedang berjalan menuju asrama nya namun tiba tiba langkah di hentikan oleh sekelompok orang.
"Diego kan" tanya seorang pemuda berambut hitam dengan mata sipit kulit kuning Langsat dan cukup pendek.
"Kau sendiri" tanya balik Diego.
"Perkenalkan aku Yu boleh kah kita berbicara sebentar" ujar pemuda bernama Yu.
"Bicara lah" ujar Diego.
"Mungkin sebaiknya kita mencari tempat yang lebih tenang" ujar Yu tersenyum kecil.
"Baiklah" jawab Diego singkat.
Mereka berjalan menuju sebuah pohon beringin yang cukup rindang "Bicaralah" suruh Diego. Yu menghelai nafas berat ia tidak menduga jika orang yang harus ia rekrut seperti ini.
"Langsung saja aku adalah utusan dari Fraksi Federasi Perdamaian, aku di minta merekrutmu menjadi anggota pasukan ku" ujar Yu.
"Kau orang dari Federasi Perdamaian" tanya Diego sambut dengan anggukan kepala Yu.
"Kenapa mereka mengirimkan mata mata ke dalam Akademi" gumah Diego.
Yu yang mendengar gumahan Diego pun tersenyum "seperti nya kau salah paham Diego, kami dibesarkan oleh Federasi Perdamaian dan kami mengabdi pada Federasi sebagai kewajiban kami"
"Kami disekolahkan agar kami bisa belajar bermasyarakat dan jika masa bakti kami selesai kami bisa hidup mandiri tanpa bantuan Federasi Perdamaian lagi"
Diego terdiam sejenak "begitu kah , aku bisa mengerti itu tapi kenapa kau merekrutku" tanya Diego lagi.
"Itu keinginan atasan" jawab Yu singkat.
"Maaf tapi aku menolak, setelah tamat sekolah aku ingin kembali menjadi petualang dan hidup bebas" Diego berhenti sejenak "dan aku tidak mau menjadi bawahan anjing seperti mu" Diego berjalan pergi meninggalkan Yu.
"Hei apa maksudmu!" seru Yu.
Diego berhenti sejenak dan berbalik "Pikirkan saja sendiri aku ingin ke asrama ku" ia pun langsung melanjutkan perjalanan.
"Kurang ajar" ujar Yu kesal.
Pemuda bermata sipit itu langsung kembali ke kelompok nya. "Bagaimana Kapten Yu" ujar seorang pemuda dengan rambut hitam kulit putih bersih dan tubuh tegap bermata coklat
"Dia menolak dan aku pun tak sudi menjadi atasan orang seperti dia, Felix"
"Tapi bukan kah ini perintah langsung dari Pemimpin federasi perdamaian langsung" tanya balik Felix.
"Dia lah yang membuat keputusan jadi tak ada masalah" ujar Yu berbalik dan berjalan pergi.
"Ayo pergi kita punya tugas yang harus di selesaikan"
***
Bruk
Bruk
Bruk....bruk...bruk...bruk..bruk...bruk suara pintu di gedor dari luar. Diego bangkit dari tempat tidur sambil mengucek kedua mata nya.
"Sebentar" seru Diego meraih kenop pintu dan menarik nya.
__ADS_1
Seorang wanita tak lain adalah Karand. "Halo putri tidur bagaimana tidur mu" tanya Karand.
"Niat nya aku ingin tidur sampai siang sih"ucap Diego sambil mengangkat kedua bahu nya.
"Lagian kenapa kau bisa masuk ke sini" tanya Diego. "Dia menunggu mu bangun dari fajar buta Diego jadi aku menyuruhnya masuk dan membangunkan mu" seru Samuel dari meja makan.
"Ada apa sih" memahami pola pikir karand cukup sulit untuk pemuda berambut biru itu.
"Ayo jalan jalan bersama ku" ujar Karand mendorong Diego dari muka pintu dan masuk ke kamar Diego.
Lalu membuka lemari "hei apa kau tau arti privasi" tanya Diego. Namun Karand menghiraukan pertanyaan pemuda berambut biru itu.
"Kau petualang berpangkat silver wow itu luar biasa " karand mengambil tanda pengenal Diego "tapi lupakan itu" ujar Karand membongkar baju Diego yang ada di lemari.
Karand POV
Nama ku Karand aku berasal sebuah desa terpencil di Utara kota kaum. Aku memiliki seorang ayah bernama Kaizer dan dia bekerja sebagai guru di akademi ini.
Aku juga memiliki dua saudari nama nya Gilda dan Elizabeth. Gilda bekerja di bekerja federasi manusia sebagai ahli sihir dan Elizabeth ia bekerja sebagai resepsionis guild petualang di kota kaum.
Untuk ibu ku ia sudah berpisah dengan ayah dan sekarang entah ada di mana.
Tapi itu bukan masalah, aku sangat bahagia punya kakak yang menyayangi ku dan ayah yang luar biasa hebat dan jangan lupa aku mempunyai banyak teman.
Aku tidak suka kesepian karena aku akan teringat pada ibu ku dan aku juga tidak suka membiarkan orang dalam kesendirian karena itu pasti membuat orang itu kesepian.
Contoh nya pemuda berambut biru ini. "Diego ini pakai baju ini saja" aku memberikan sebuah baju putih tangan panjang dan celana panjang berwarna hitam kemudian sebuah rompi berwarna coklat tua.
"Ayo cepat nanti teman teman ku menunggu terlalu lama" aku menunjuk sebuah handuk yang tergantung dekat tempat tidur.
Ia berjalan dan meraih handuk dan baju yang ku pilih kan untuk nya kemudian ia keluar dari kamar.
"Kenapa asrama Rider, Arrow dan Shield sangat berbeda dengan asrama ku ya" bagian luar asrama ini terlihat seperti tak terawat ruangan nya juga di isi lebih dari satu orang. Luas keseluruhan ruangan ini sama seperti ruang tamu asrama ku.
Aku melihat kelelawar Diego sedang tidur bergelantung di tempat yang kelihatan nya di buat khusus untuk nya.
Aku berpindah ke meja belajar nya. "Sangat rapi berbeda sekali dengan ku" aku teringat dengan meja belajar yang sangat berantakan di asrama ku.
Aku pun mulai menelisik seluk beluk kamar Diego namun tidak ada yang menarik malahan sangat biasa.
Aku duduk di tempat tidur Diego. Diego pun kembali dari kamar mandi dengan pakaian yang cukup rapi.
"Aku sudah selesai"
Aku memandang dari bawah sampai atas "kau keren sekali". "Begitu kah padahal ini pakaian biasa aku menjalankan misi ku" ujar Diego.
Ups kelihatan itu bukan baju santai tapi tak apa lah. Kami berjalan keluar dari kamar "Samy apa kamu sudah selesai" tanya ku.
"Aku sudah selesai sejak tadi Karand dan jangan mengubah nama ku seenaknya"
"Hehehe maaf maaf habis nya kalian berdua sama sama membosankan sih" aku tertawa melihat mereka berdua.
Karand POV end
Mereka bertiga sekarang pergi meninggalkan asrama menuju gerbang akademi.
Ini adalah akhir pekan semua siswa bebas melakukan apa pun di akhir pekan.
__ADS_1
"Hei semua nya maaf aku membuat kalian menunggu dan lihat lah orang yang ku bawa"
"Kenalkn diri kalian dong" suruh Karand.
"Na..nama ku Samuel seorang Shield"
"Diego"
"Ayo lah Diego apa di bibir mu itu ada sariawan kenal kan nama dan lambang mu terus bersikap ramah lah" ucap Karand mencubit pinggang Diego.
"Hei hentikan" Diego menarik tangan karand.
"Nama ku Diego seorang Arrow" ujar Diego mengulangi perkenalan nya.
"Perkenalkan Nama ku Ariel seorang Rider" ujar seorang wanita dengan rambut pirang dan berkulit sawo matang dengan mata biru.
"Kalau aku Steve seorang Warriors" ujar seorang pria berambut cepak dengan tubuh yang cukup besar.
" Aku Hall seorang Magus dan berasal dari klan Elf" ujar pria berambut hitam dengan kulit putih pucat dan bertelinga runcing.
"Nian seorang Beastman dan berlambang Lancer" ujar seorang wanita Beastman.
"Ayo kita pergi" ajak Karand.
Para remaja itu langsung berjalan bersama sama. Di perjalanan yang Diego lakukan hanya menyimak pembicaraan semua orang hanya bicara kita di ajak.
Diego jarang sekali berbicara dengan orang lain. Dia pun selalu melakukan solo misi saat menjadi petualang.
"Hei Diego apa mata mu sudah kembali normal" tanya Karand tiba tiba.
"Belum mata ku belum kembali normal"
"Memang apa yang terjadi pada mata Diego" tanya Ariel. "Efek dari teknik mata langit" Karand menjelaskan apa yang terjadi.
"Teknik yang kuat selalu memiliki efek samping yang kuat pula ya" ujar Hall.
"Begitu lah" jawab Diego singkat.
"Hari ini kau mau membeli apa" tanya Ariel pada Karand. "Entahlah aku ingin mengajak kalian merayakan ulang tahun kakak ku di sebuah mall" ujar Karand.
"Kau punya kakak" tanya Diego. "Iya dua lagi dan semua perempuan" ujar Karand tersenyum.
"Begitu kah"
"Kenapa jawaban mu cuma 'begitukah' apa kau tidak punya kosakata lain" tanya Karand heran.
"Kalau di bandingkan dengan Karand yang hiperaktif dan hyper cerewet sih kelihatan nya semua orang bakal kehabisan kata kata " celetuk Steve.
"Kalian pasti heran kan kenapa gadis ini tidak merasa lelah sama sekali" Steve menambahi.
Semua orang tertawa mendengarnya. Diego berhenti sejenak "rasa nya cukup aneh ya" Diego menyentuh hati nya.
"Karand kau gadis yang aneh sekali"
"Hei Diego kenapa" tanya Hall yang menyadari Diego berhenti berjalan.
"Tidak ada apa apa" Diego melanjutkan langkah nya.
__ADS_1