
Abigail dan Tania berjalan meninggalkan Wilayah kerajaan Beastman. "Tania seberapa banyak yang kau ketahui tentang federas perdamaian" tanya Abigail.
" pemimpin utamanya sangat misterius dan organisasi itu sangat lah bobrok didalamnya banyak kasus korupsi sehingga federasi meninggikan harga upeti kepada Rakyat dan mereka membuat hukum tumpul ke atas dan tajam kebawah"
Tania berhenti berjalan "belum lagi mereka melakukan banyak rekayasa genetik pada mahluk hidup" ujar Tania.
"Kau sangat tau ya" ujar Abigail. "Aku mendengar semua dari ayah" ucap Tania.
"Mari ke kota sebentar pakaian sudah sangat kotor" ujar Tania
Mereka pun mengubah tujuan menuju kota terdekat namun mereka di kejutkan dengan puluhan iblis terbang di udara belum lagi di tanah puluhan bahkan ratusan berjalan menuju kota.
"Kota apa yang ada didekat sini"tanya Abigail. "Setauku itu kota dagang yang cukup besar berada di atas wilayah kerajaan Beastman dan Elf" ujar Tania.
"Mari kita hancurkan mereka" ujar Abigail. "Kau siap???"tanya Tania meragukan.
"Sudah pasti"
Abigail berjalan keluar dari hutan dan langsung menarik perhatian semua iblis dan menghentakkan kakinya di tanah lingkaran sihir berwarna putih muncul dan menyilaukan mata.
perlahan beberapa iblis berubah menjadi batu. Abigail terlihat terengah engah dan mengeluarkan pedang pemberian ayah kandungnya Roberto.
Tanpa basa basi lagi Abigail langsung berlari sambil menghancurkan iblis yang berubah menjadi batu.
Tania tidak tinggal diam ia memanggil Catastros, kuda tunggangannya. Catastros muncul dan langsung menerjang iblis itu "dasar kuda itu" gerutu Tania melihat kuda yang sangat suka keributan.
Tania berlari dan melompat menuju kuda itu dengan pedang yang memilik dua fungsi yaitu sebagai tombak.
Tania melihat Abigail sedang kewalahan menghadapi lima iblis raksasa berwarna abu abu.
"Skill pertama Vanishing Damage"
Tania melompat dari kudanya dan pedangnya bercahaya merah lalu dan menebaskannya ke arah iblis iblis itu.
Tania mendarat dengan selamat namun tiba tiba keseimbangan goyah dan jatuh ketanah.
"Skill kedua Speed Rider" Tania menghilang dan muncul dihadapan salah iblis raksasa dan menusuk kepalanya.
Iblis itu lain yang sadar langsung menggeram dan muncul energi sihir hitam di mulut mereka membuat Tania merinding.
__ADS_1
Tania terduduk lemas karena menyerap energi iblis sebelumnya.
Abigail yang melihat itu tidak tinggal diam ia langsung melompat dari kerumunan iblis yang menyerangnya dan tepat sebelum iblis itu menembak sihirnya ia bisa melindungi Tania dengan gauntle yang sebenarnya adalah perisai.
Gauntle Abigail mengeluarkan asap merah.
Energi sihir iblis itu masuk kedalam gauntle. "Jangan diserap Abigail" seru Tania.
"Tidak apa ini tidak ada apa apanya" ujar Abigail walau ia bisa merasakan energi dingin dan menyeramkan milik iblis iblis itu.
Serangan iblis itu berhenti "Abigail panggil elemental dragon mu" teriak Tania. "Baik" balas Abigail dengan lantang.
tak lama berselang datang naga raksasa berkepala lima dari udara. "Elemental Dragon yang agung berpecah lah dan hancurkan para iblis itu" Teriak Abigail kemudian ia merubah menancap pedangnya ketanah dan muncul panah di tangannya.
Elemental terdiam sejenak melihat perubahan sikap Abigail namun ia segara melaksanakan perintah sang nona.
"Catastros" teriak Tania.
Kuda itu segera berlari meninggalkan iblis yang ia lawan.
para elemental dragon mulai ikut dalam pertempuran. Para iblis itu tidak tinggal diam mereka mulai menyerang namun elemental dragon mampu memecah bela pasukan iblis itu.
"Abigail" seru Tania.
kuda itu langsung datang ia melompat ke arah kuda itu kemudian menarik tali kudanya membuat kuda itu berdiri dengan kaki belakang.
"Aku akan mengambil pedang ku terlebih dahulu" seru Abigail. Abigail langsung menghentakkan kaki ke kudanya.
kuda nya itu langsung berlari menuju pedang yang tertancap itu. Abigail tanpa berhenti langsung menarik pedang itu.
ia pun menyusul Tania dengan kecepatan penuh. Ia bisa melihat Tania dengan lincah bertarung bersama kudanya.
"Ayo kuda ku kau tidak ingin kalah dengan kuda saudariku kan" ujar Abigail menyemangati.
Abigail mengepalkan tangan kanannya di depan dada. "Datanglah Lancerku" gumah Abigail.
seketika munculah sebuah Lancer berwarna putih dihadapan Abigail. Abigail kemudian menggenggam Lancernya dengan erat "hancurkan energi jahat yang kau temukan"
Abigail melemparkan tombak itu dengan kekuatan penuh. Tania sudah terlihat cukup dekat Tania menghilang dan muncul dihadapan salah satu iblis namun iblis itu dengan refleks yang sangat bagus bisa menahan serangan Tania.
__ADS_1
Tania menghilang dan kemudian di atas kepala iblis itu dan bersiul memberi tanda untuk kudanya.
Tania mendarat dengan selamat di atas kudanya. Lima kepala iblis jatuh ketanah dan menyusul tubuh nya.
Mereka akhirnya sampai di gerbang kota. Banyak Para prajurit dan petualang yang terluka para dan bahkan banyak yang mati di pertarungan.
Abigail teringat suatu benda yang selalu Felix bilang untuk bawa kemudian ia melemparkannya pada salah satu prajurit.
"Pertemukan aku dengan kepala pasukan" seru Abigail. "Kapten ksatria maksudnya" ralat Tania.
"Iya itu maksudnya" ujar Abigail malu.
"Kau kah sang Pahlawan" ujar prajurit itu kaget. "ya ya ya cepat bawa semua orang masuk dan tutup gerbangnya" Abigail langsung membawa kudanya masuk diikuti Tania.
Setelah semua orang yang terluka di evakuasi. prajurit langsung menutup pintu gerbangnya.
"Apa yang harus kita lakukan nona pahlawan" teriak salah satu anak kecil.
"nona pahlawan selematkan lah anak ku dia terluka parah" ujar salah satu warga.
semakin banyak orang yang menumpahkan ruahkan keluh kesah mereka pada Abigail. "Kalian diamlah!!!" teriaknya
membuat semua orang kaget. Abigail diam sejenak dan mengingat ngingat perkataan Tania "aku tidak akan menyelamatkan kalian" ujar Abigail perkataan itu sontak membuat semua orang terkejut.
"Aku akan menghabisi para iblis itu sampai tak bersisa dan tak perduli apa yang terjadi pada kalian" ujar Abigail
"kau itu pahlawan kenapa kau malah congkak begini" teriak salah satu warga. "terserah kalian mau menilai ku seperti apa jika kalian ingin selamat maka turuti semua kata kataku" ujar Abigail dengan datar.
Tania tersenyum kecil melihat perbuatan Abigail 'simpati kadang mengaburkan rasionalitas tapi jika mengedepankan rasionalitas kau bisa membuat keputusan untuk semua orang dan diri mu' pikir Tania.
"Tania ayo kita berkeliling" ujar Abigail berjalan cepat. Tania mengikuti saudari tirinya mengekor padanya.
"Tania ayo berjalan di sampingku" Abigail berhenti berjalan. "Ini pasti berat tapi kau sudah melakukan yang terbaik" hibur Tania.
"Apa kau akan menghabisi semua iblis yang berada disekitar sini" ujar Tania dengan nada menyelidiki.
"Tentu saja" ujar Abigail.
"Apa rencana mu" tanya Abigail. "tidak ada" jawab Abigail lemah. "Aku punya ide jika kau mau mendengarnya" Tania tersenyum kecil.
__ADS_1
"Entah kenapa aku mulai terbiasa dengan senyum kecilmu itu" mereka berdua tertawa bersama.
setelah tawa reda Abigail menatap langit "aku adalah pahlwan aku lah yang akan menjadi sosok penyelamat bagi orang lain" ujar Abigail pada dirinya sendiri.