The Seven

The Seven
Awal Dari Sebuah Kisah Baru


__ADS_3

...Part 1...


Saat Diego sudah berada di luar rumah Urb "Batsy terbang lah dan cari keberadaan Urb" ujar Diego.


Kelelawar itu langsung terbang ke langit. Diego menggunakan sihir angin nya. Perlahan ia mulai merasakan benda benda di sekitar nya "Aku harus mencari solusi untuk teknik ini secepatnya" Diego berjalan meninggalkan rumah Urb tak lupa menutup pintu rumah mitra kerja nya itu.


Jika di ingat kembali setelah pulang dari misi di kota Tonren. Hubungan antar Diego dan Urb semakin dekat. Diego sering meminta Urb membuat atau memperbaiki senjata nya.


Urb pun dengan senang hati menerima permintaan dari Diego walau terkadang itu tidak sesuai dengan passion nya. Pekerjaan Urb sangat memuaskan alhasil Diego menawarkan untuk menjadi mitra permanen pada Urb.


Dengan persyaratan sebagai berikut :


1. Diego akan mengirim uang setiap bulan pada Urb.


2. Urb harus menyetok semua bahan untuk membuat senjata.


3. Urb harus memiliki toko untuk menjual senjata nya sendiri.


4. Diego akan mendapat senjata setiap bulan nya.


5. Diego bebas memesan senjata pada Urb dan Urb wajib memenuhi permintaan Diego.


6. Urb akan mendapat perlindungan dari Diego.


Sejak menjadi mitra kerja resmi mereka menjadi lebih akrab. Urb adalah orang yang memberi saran pada Diego untuk kembali ke kota kaum agar dapat berdamai dengan masa lalu nya.


Diego berjalan meninggalkan rumah Urb. Jalan terasa sepi kemungkinan orang orang sudah tidur atau mereka sedang menonton Urb yang akan di hukum.


Ia merasakan seekor hewan terbang ke arah nya kemungkinan besar itu Batsy.


Ngiiiik


Diego tersenyum tipis ia senang tebakan nya benar namun ia berharap Batsy tidak membawa kabar buruk.


Ngiik...ngiik...ngiik...ngiikk....ngik


Namun seperti Batsy membawa kabar buruk untuk nya "Batsy gunakan teleportasi" Diego mengaktifkan lambang sihir nya. Seketika ia dan Batsy menghilang.


Saat muncul Diego berada di tengah tengah kerumunan orang yang sedang berkumpul. Diego langsung menggunakan sihir angin nya untuk membuat dinding pelindung dan mendorong para warga menjauh.


Ngiiiik


Batsy memanggil pemuda berambut biru itu. Diego langsung berbalik dan langsung berjalan mendekati suara Batsy.


Diego menggunakan sihir angin nya untuk mengetahui maksud dari Batsy. Batsy sedang berdiri di atas sebuah tubuh manusia yang tak lain adalah Urb.


Diego meraba-raba tanah mencari tangan Urb. Ia pun menemukan tangan mitra kerja nya itu dan langsung memeriksa denyut jantung nya.


"Masih hidup syukurlah" ujar Diego.


Diego merangkul bahu Urb kemudian menghilangkan dinding angin buatan nya. Banyak orang yang mendekatinya "apa yang kau lakukan brengsek!!!" teriak seorang pria dengan zirah merah dengan lambang rusa yang dikelilingi api.


"Diam atau kau akan berakhir lebih buruk dari Urb" ujar Diego dengan datar. "Huh....cari mati ya!!!" teriak pria itu.


"Hunter of Nightmare"


Seorang wanita tua berseru pada Diego membuat pemuda berambut biru itu menoleh. "Hunter of Nightmare ku mohon tolong Urb dia tidak bersalah, aku yakin itu!!" seru wanita sepuh itu.


"Nenek buyut tolong hentikan bukan kah bagus jika si mesum buruk rupa itu mati" ujar seorang gadis berusia sepuluh tahun.


"Eh tunggu dia Hunter of Nightmare ya".


"Apa benar dia Hunter of Nightmare dia kan hanya seorang remaja biasa".


"Tidak dia memang Hunter of Nightmare".


ujar seluruh orang yang menonton kejadian ini.


"Hooh tidak ku sangkah Hunter of Nightmare ternyata cuma bocah ingusan pasti semua kisah cuma di lebih lebih kan dan kau punya ke beruntung yang sangat banyak sampai bisa bertahan dari misi di perang di kota Tonren" pria itu kemudian ia mengaktifkan lambang sihir nya dan sebuah pedang muncul di tangan nya.


"Perlihatkan kekuatan mu pada ku, bocah" pria itu menatap Diego dengan sebuah seringai di wajah nya.


Ia pun langsung menyerang Diego dengan tebasan yang bertubi-tubi namun Diego menghindari dengan mudah.


...Part 2...


Akan tetapi sekarang Diego sedang membawa Urb yang tidak sadarkan diri. Hal membuat ia kesulitan bergerak dan tidak punya pilihan lain selain mengakhiri semua ini.


"Lihat dia berhasil memojokkan Hunter of Nightmare"

__ADS_1


"Siapa dia? kemampuan nya setara dengan veteran perang kota Tonren"ujar seluruh orang yang melihat hal itu.


"Memojokkan!? setara!? jangan bercanda" gumah Diego. Pemuda berambut biru itu melompat menjauhi pria itu.


"Ada apa Hunter of Nightmare apa kau takut dengan kemampuan berpedangku...Oh iya nama ku adalah___" sebelum kalimat nya selesai tangan kanan nya terjatuh ke tanah di susul tangan kiri nya dan kedua kaki yang terlepas dari tempat nya.


"Aaaaaarrrrrrrgg" jeritnya dengan sangat keras


Keheningan melanda semua orang "apa yang kau lakukan pada ku brengsek!!!" pria itu berteriak kesakitan dengan air mata yang berlinang dan darah merah segar yang terciprat kemana mana.


"Ketahui tempat mu....hewan dungu"


Semua orang menelan ludah masing-masing saat mendengar ucapan pemuda berambut biru itu.


Diego berjalan mendekati pria itu "Sebelum pria ini kehilangan nyawa nya, siapa yang bersedia menjelaskan apa yang terjadi dan jangan ada yang kabur....jika ada yang kabur kalian semua akan mati" Diego menginjak kepala pria yang menyerang nya itu.


"Hunter of Nightmare mereka menuduh Urb memperkosa seorang wanita" teriak nenek tua tadi.


"Maaf nyonya apa anda tetangga nya Urb" ujar Diego memastikan. Jika diingat tetangga Urb adalah seorang nenek tua yang sangat menyukai bunga di halaman rumah Urb.


"Iya benar" ujar wanita tua itu.


"Mana wanita itu!" tanya Diego.


"Itu dia wanita berambut hitam itu dengan iris mata berwarna emas itu" ujar nenek itu dengan penuh kemarahan.


"Batsy ambil ingat wanita itu dan sebarkan pada seluruh warga kecuali anak anak di kota Zazanroba ini lalu ambil ingat Urb tentang wanita itu dan sebarkan juga ingatkan mu" ujar Diego.


Batsy yang sedari terbang di samping pun mengangguk kemudian memejamkan mata nya dan lalu membuka mata nya kembali. Cahaya berwarna hijau keluar dari mata Batsy.


Hal yang membuat Diego menerima efek samping saat memakai kekuatan Batsy karena perbedaan daya tahan tubuh. Monster memiliki banyak skill. Hal ini di peroleh saat monster memakan monster lain, monster yang memakan akan mendapatkan skill monster yang di makan.


Batsy juga seperti itu dia memakan monster yang dapat memanipulasi pikiran di labirin Elora. Jadi ia memiliki skill untuk memanipulasi pikiran.


"Urgh di...dimana aku"


Diego yang mendengar hal itu tersenyum kecil "Bagus lah jika kau sudah bangun" ujar Diego. "Di...ego kenapa kamu ada di sini" tanya pria itu dengan lemah.


"Batsy mengatakan kamu dalam masalah jadi secepat mungkin aku kemari" ujar Diego dengan santai.


"Apa yang terjadi pada mu sebenarnya" tanya Diego. "Akan ku ceritakan nanti lebih kita pulang" ujar Urb.


"Brengsek jangan lari kau bedebah sialan" teriak seorang pria pada pria yang lari dari kerumunan.


"Tangkap wanita itu brengsek serta pria yang sekongkol dengan nya!!!" teriak nenek tetangga Urb.


"Biar aku yang mengurusnya" Diego mengangkat satu jari nya. Sebuah bola api muncul di jari nya lalu berubah menjadi anak panah api yang berukuran sedang.


"Kau tidak akan bisa lari" gumah Diego.


Anak panah nya melesat menembus kerumunan warga dan mengenai kepala pria itu dan membakarnya.


"Diego tidak perlu sejauh itu lepaskan saja mereka" ujar Urb. "Begitu kah tapi satu sudah ku bunuh dan satu lagi seperti nya hampir mati" Diego mengangkat kaki nya dari wajah pria itu. Ia berjalan menjauh sambil menopang tubuh Urb.


"Ayo kita ke klinik kalau begitu" ajak Diego. "Tuan Urb tolong aku...ku mohon tolong aku.....aku di paksa oleh para petualang jahat itu...ku mohon tolong aku Tuan Urb!" teriak seorang wanita.


"Tolong lepaskan.....dia" ujar Urb.


"Urb apa kamu gila!!! dia sudah menumpang di rumah, ingin merebut rumah, ingin mengambil semua harta mu, sudah menyakiti dan memfitnah diri mu lalu kau meminta dia dilepaskan jangan bercanda....kau jangan terlalu baik Urb...Dia adalah gadis brengsek tidak cocok buat diri mu....Walau dia berparas cantik tapi hati nya busuk bahkan lebih busuk dari bangkai binatang!!!" teriakan nenek tetangga Urb itu membuat mitra kerja Diego itu terdiam.


"Cepat bawa dia ke kantor para ksatria" perintah nenek itu pada orang-orang yang memegangi wanita itu agar tidak kabur. Ia pun di seret oleh para warga di arak arak keliling kota.


...Part 3...


Setelah kejadian itu Diego bersama nenek tetangga Urb dan cucu dari cucu nya mereka membawa Urb ke klinik pengobatan.


Urb pun langsung mendapatkan pengobatan dari tabib. Luka Urb cukup parah namun ia di perbolehkan untuk pulang. Mereka pu berpisah dengan nenek tetangga Urb dan cucu dari cucu nya.


Saat ini Diego dan Urb sedang duduk di sebuah kafe. Banyak orang yang mengunjungi kafe ini "terima kasih sudah datang, aku tidak tau apa yang akan terjadi jika kau tidak datang Diego" ujar Urb membuka pembicaraan.


"Sama sama, sekarang jelaskan apa yang terjadi pada mu" ujar Diego. Urb menjelaskan dari awal sampai akhir. Wanita itu bernama Olive, ia adalah gelandang yang di pungut dan tinggal bersama Urb. Walau sudah di beri tempat tinggal oleh Urb. Wanita itu tidak tahan dengan ucapan para warga tentang wajah Urb yang buruk rupa.


Urb pernah memergoki wanita itu mencuri uang miliki nya dan ia juga semua senjata yang ada di rumah Urb kemudian memfitnah diri nya.


Diego mengangguk mengerti "baiklah mari kita lupakan persoalan ini dan mulai membicarakan hal yang lebih penting" ujar Diego.


Seorang pelayan mendatangi mereka dan membawa banyak makanan. "Kami tidak memesan sebanyak ini lho" ujar Urb kaget.


"Tidak apa Tuan Urb anda sudah mengalami hari yang berat, semoga ini bisa melepas stres anda" ujar pelayan itu.

__ADS_1


"Baiklah terima kasih kalau begitu " pelayan itu kemudian meletakkan semua makanan yang ia bawa ke meja kemudian pergi meninggalkan mereka menuju meja lain.


"Lalu apa' hal yang lebih penting' itu" Urb mengambil segelas air putih yang ada di meja.


"Bagaimana kabar pedang pesanan ku" tanya Diego. "Hampir selesai, kalau saja insiden ini tidak terjadi pasti sudah selesai....tapi untuk siapa pedang ini" Urb meletakkan gelas nya di meja dan mengambil daging bakar.


"Untuk kenalan ku dia seorang perempuan tolong sesuai pedang nya untuk perempuan ya" ujar Diego. "Hm apa dia pacar mu" tanya Urb dengan antusias. "Bukan tapi dia selalu membantu ku sewaktu aku bersekolah di akademi, ini kesempatan bagus untuk membalas budi" ujar Diego dengan santai.


Urb hanya bisa ber'oh'ria mendengar ucapan minta kerja nya.


"Lalu aku juga penyesuaian untuk ku" ujar Diego membuat Urb menghentikan makan nya.


...Part 4...


"Baiklah aku mendengarkan" ujar Urb.


"Sekarang ini aku buta aku butuh sebuah tongkat untuk membantu ku berjalan" ujar Diego. "Ah iya maaf, aku baru menyadari dari tadi kau menutup mata mu" ujar Urb yang baru sadar.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada mu?" tanya Urb dengan penasaran. Diego menghelai nafas berat dan mulai menceritakan semua kejadian tentang penyerangan mall kota kaum lalu teknik pengelihatan nya yang baru, kesulitan dalam berjalan jika ia kehabisan mana.


Urb mengangguk paham "Aku akan membuatkan tongkat untuk mu, Bagaimana jika untuk teknik pengelihatan mu kau menggunakan item sihir yang dapat menyimpan mana" usul Urb.


"Baiklah aku mengandalkan mu dan tolong jelaskan item sihir yang kau maksud" tanya Diego.


"Dua minggu lalu aku membeli sebuah batu sihir unik dari seorang penyihir, dia bilang batu ini mempunyai kemampuan untuk menyimpan mana" ujar Urb.


"Batu yang bisa mana" ujar Diego tertarik.


"Ya unik sekali bukan jadi aku membeli semua batu yang ia punya" ujar Urb. "Apa kah kau bisa membuatnya secepat mungkin" tanya Diego.


"Tentu tapi aku harus menyelesaikan pedang pesanan mu terlebih dahulu" ujar Urb. "Kalau begitu tunggu apa lagi" ujar Diego.


***


Esok nya di ruang makan rumah Paman Varlino. Sally sedang menyapu lantai namun tiba tiba Diego dan Batsy muncul membuat maid tersebut terkejut "Diego bisa kah kau tidak muncul secara tiba tiba! aku hampir jantungan karena mu!" ujar Sally dengan kesal.


"Maaf Sally lain kali aku akan lebih hati hati" ujar Diego. "Bilang nya akan berhati-hati tapi selalu saja melakukan teleportasi secara tiba tiba" Sally berjalan mendekati Diego dan Batsy yang sedang di duduk di pundak Diego.


"Batsy apa kamu lapar? aku punya buah segar untuk mu" Diego pernah bilang kalau Batsy ini adalah seekor monster. Awal nya itu membuat Sally takut tetapi kalau melihat tingkah Batsy yang cukup jinak dan bersahabat. Ia pun tidak takut lagi.


Ngiik


Batsy mengangguk dengan mata yang berbinar-binar "Baik tunggu sebentar ya" Sally tersenyum kecil karena melihat perilaku Batsy yang lebih mirip hewan peliharaan dari pada monster.


"Sally dimana semua orang" tanya Diego. "Tuan muda Nora sedang bersekolah, Nyonya Stella sedang ada urusan dan Tuan Varlino di panggil oleh Federasi Perdamaian" ujar Sally.


"Oh iya ada pesan dari Nyonya Stella, kata nya datanglah ke kantor S&S bersama Sally" ujar maid itu.


"Baiklah aku akan istirahat sebentar, tolong bangunkan jika aku ketiduran" Diego berjalan melewati Sally. "Mau ku bantu sampai kamar" tanya Sally dengan khawatir.


Diego mengangkatnya tangan kanan nya yang memegang sebuah tongkat kayu yang di ujung dilapisi besi. "Tidak perlu Sally aku sudah punya ini" ujar Diego dengan santai kemudian berjalan menuju kamar nya. Batsy terbang dari pindah Diego dan hinggap di kepala Sally.


Sesampainya di kamar Diego langsung menjatuhkan diri di tempat tidur.


"Go"


"Iego"


"Diego"


Saat mendengar panggilan itu seketika Diego langsung tersadar dan bangkit dari tidur nya. "Ah akhirnya kamu bangun juga ayo cepat kita ke kantor nyonya Stella" ujar Sally.


"Baiklah tunggu sebentar aku ingin membasuh muka ku" Diego mencari tongkat kayu yang ia berada disampingnya namun tidak ada. "Oh maaf tadi tongkat nya terjatuh jadi aku mengambil nya" Sally memberikan tongkat itu pada pemilik asli nya.


Setelah selesai bersiap siap Diego dan Sally langsung pergi menuju kantor Bibi Stella. Mereka berjalan berdampingan sesekali Sally memandangi pemuda berambut biru itu.


Tidak ada percakapan di antara mereka bahkan sampai mereka tiba di kantor Bibi Stella. "Diego kemari lah" seru seorang wanita yang tak lain adalah bibi Stella.


Diego mengikuti sumber suara itu dan tak lupa menggunakan tongkat kayu agar tidak menabrak sesuatu.


"Apa yang membuat mu sampai tidak pulang semalam dan tongkat kayu yang bagus" Bibi Stella memandang tongkat kayu itu.


"Aku memperbarui panah ku dan membuat tongkat kayu ini juga" ujar Diego. "Oh iya ada apa bibi sampai memanggil ku ke sini" tanya Diego.


"Kamu kan besok mau seleksi menjadi guru baru di akademi, kamu perlu baju yang rapih dan keren" ujar bibi Stella. "Ah itu benar sekali nyonya Stella kesan pertama memang penting" ujar Sally.


"Tidak perlu repot-repot bibi, baju-baju masih layak buat di pakai" tolak Diego. "Aku tidak akan membiarkan kamu memakai baju yang tidak keren seperti itu Diego.....ya kan Sophia" ujar Stella pada sebuah gundukan kain. Tiba tiba dari gundukan kain tersebut keluar bibi Sophia "tentu saja, besok semua perhatian harus tertuju pada mu karena itu lah pakaian yang kamu pakai besok harus yang paling keren" ujar Bibi Sophia dengan mata yang terbakar oleh semangat


"Tapi" Diego merasa ini sudah terlalu berlebihan. "Tidak ada tapi tapi" tolak bibi Sophia.

__ADS_1


Diego menghelai nafas pelan "baiklah".


__ADS_2