
...Part 1...
Saat ini Karand beserta ayah dan kedua kakaknya sedang bersembunyi di sebuah toko peralatan rumah tangga.
Beberapa saat lalu.
"Hari ini kita akan menonton teater kesukaan ayah" perkataan Elizabeth membuat Kaizer terkejut. "Tidak usah Eli..menonton teater itu cukup memalukan apa lagi bersama putri putri ku" muka Kaizer bersemu merah "lagi pula tiket nya selalu habis terjual jadi tidak mungkin kita bisa mendapatkan tiket itu" Kaizer membuang muka nya tidak sanggup melihat wajah putrinya.
"Tadaa lihat ini aku sudah memesan tiket" Elizabeth mengeluarkan empat buah tiket.
"Tapi ini kan ulang tahun Gilda kenapa tidak memilih hal yang di sukai Gilda saja" tanya Kaizer.
"Itu hadiah ku untuk ayah karena aku sudah jadi salah satu petinggi di fraksi manusia jadi aku punya uang untuk membeli tiket teater jadul yang tinggalan zaman itu" Kaizer merasa seperti di tusuk saat mendengar teater kesukaan di katakan jadul oleh putrinya sendiri.
"Itu sangat bagus lho"
"Tidak itu ketinggalan zaman sekali"
"Benar itu sudah tidak bisa di nikmati oleh orang zaman sekarang terlalu kuno"
"Sebenarnya lebih baik kita pergi ke aula air tempat para mermaid bernyanyi sih"
"Anak muda zaman sekarang tidak mengerti tentang cinta sejati ya kan Karand" Kaizer harus mencari sekutu agar memenangkan perdebatan ini.
"Aku tidak akan mendukungmu, ayah. aku setuju dengan kak Gilda dan Kak Elizabeth , cinta yang berjalan mulus tanpa hambatan yang masalahnya selalu bisa dibicarakan baik baik kalau memang itu benar cinta sejati benaran ada ibu pasti tidak akan meninggalkan ayah"
"Benar sekali yang dikatakan oleh Karand tapi asal ayah tau kami tidak akan pernah meninggalkan dirimu walau apa pun yang terjadi" Gilda tersenyum kecil.
"Ya sudahlah ya walau kisah cinta nya sangat jadul dan harga tiket yang sangat mahal, lima puluh koin emas tapi ayo bergegas nanti teaternya mulai jangan sampai kita terlambat" Elizabeth mempercepat langkah kaki nya.
"Hei tunggu jangan cepat cepat nanti kamu jatuh" seru Kaizer dengan khawatir. Gilda hanya menggeleng pelan melihat hal itu. Ayah mereka selalu menganggap mereka seperti anak kecil.
Karand tersenyum saat melihat kedua kakak dan ayah nya mengobrol dengan akrab dan selalu bersama.
Ia jadi teringat dengan Pemuda berambut biru itu keluarganya juga berantakan seperti dirinya namun ia sendiri memiliki ayah dan kedua kakaknya.
Tapi Diego tidak memiliki siapa pun ia bertahan hidup sendiri. Bertarung dari satu tempat ke tempat lain.
Mengandalkan kekuatan nya untuk bertahan hidup. Diego itu perlu di rangkul agar dia menjadi lebih baik.
"Karand ada apa" Gilda khawatir melihat adik nya melamun. "Tidak apa kak" Karand menggeleng pelan.
"Jika ada sesuatu yang menganggu mu bilang saja pada ku" Gilda memeluk leher adik nya dan menariknya.
"Hei itu sakit"
Tiba tiba lantai memancarkan cahaya merah yang terang membuat Karand menutup mata karena kilauan cahaya nya.
"Apa yang terjadi disini" Elizabeth terlihat cukup panik. "Anak anak jangan menjauh dari ayah" para anak gadis Kaizer langsung mendekati sang ayah.
"Ayah apa yang terjadi" Karand bertanya pada sang ayah. "Ayah juga tidak yakin tapi seperti nya mall ini sudah di sabotase oleh pihak tertentu" ujar sang guru di akademi kaum itu.
"Berarti dengan kata lain ini cahaya ini adalah" Gilda menyentuh lantai yang berwarna merah.
"Cahaya yang berasal dari batu anti sihir"
Gilda mengaktifkan lambang sihir nya namun tak bisa di aktifkan "ternyata benar ini pasti cahaya dari batu anti sihir" Gilda memandang sang ayah.
"Kita harus bersembunyi lebih dahulu dan menyusun rencana" Kaizer memandang sekitar mencari tempat yang bisa dijadikan basecamp sementara mereka.
"Ayo pergi ke toko peralatan dapur itu" Kaizer berlari menuju toko itu diikuti oleh anak anak nya.
"Sebenarnya apa yang terjadi"
...Part 2...
Di luar mall
Seorang pria dengan rambut hitam dan kumis hitam yang tipis membawa sebuah pedang di punggungnya.
Pria itu berlari menuju sebuah bangunan yang paling tinggi di kota kaum itu.
"Wakil kapten Roberto" teriak seorang laki laki dengan seragam tempur yang lengkap.
"Prajurit apa yang terjadi sebenarnya" Roberto berlari menghampiri pria itu. "Saya juga tidak mengerti tiba tiba puluhan monster muncul diberbagai tempat dan mall kota kaum terkurung dalam Barrie hitam itu" pria itu terdiam dan memegang dagu nya.
"Aku tidak mengerti apa yang terjadi tapi satu lah yang pasti, sebagai pasukan kota kaum kita harus melindungi semua warga" Roberto kemudian meraih pedang nya lalu mengaktifkan lambang sihir nya.
__ADS_1
***
Di sebuah ruangan yang gelap terdapat sebuah tabung berisi air di dalam tabung itu terdapat makhluk yang sangat setengah tubuh nya manusia dan setengah nya lagi makhluk hitam dengan mata merah dan gigi tajam.
Di sekitar tabung itu terdapat lima lingkaran sihir yang di jaga oleh lima orang.
"Apa masih lama Ferdinand?" tanya seorang laki laki tak lain adalah Marqus.
"Sabar Marqus, kau harus bersabar untuk mendapatkan hasil yang memuaskan" Elf itu berdiri di sebuah lingkaran sihir berwarna hijau sama dengan lingkaran sihir di sekitar tabung itu.
"Tapi cukup mengagetkan saat mengetahui iblis iblis yang kita lawan bukan lah iblis murni" Sir Marqus berjalan mendekati tabung itu.
"Tapi jika di ingat baik baik bukankah iblis seharusnya sudah di segel?" ujar Marqus keheranan.
"Iblis itu memang mahluk yang menyeramkan" Marqus menyentuh tabung itu.
"Tidak , iblis tidak terlalu menyeramkan menurutku manusia jauh lebih menyeramkan dari iblis" Ferdinand menatap Marqus kemudian menutup mata nya.
"Manusia adalah makhluk yang paling lemah dari semua makhluk apa yang harus di dunia?" tanya Marqus menatap Elf itu.
"Baiklah karena kau menuntut jawaban maka aku akan memberikan nya"
"Manusia itu unik karena mereka bisa berubah ubah. Umur elf lebih panjang dari pada manusia karena itu aku bisa menyimpulkan ada manusia baik yang bahkan bisa di bilang benar benar baik bagai malaikat dan ada manusia yang benar benar jahat bagai iblis bahkan melebih iblis
Namun ada manusia yang bisa di bilang abu abu. manusia yang tidak bisa dikatakan baik dan dikatakan jahat" Ferdinand membuka mata nya.
"Tapi makhluk lain juga ada yang seperti itu kan" pembicaraan ini membuat Marqus merasa Ferdinand agak menyudutkan manusia.
"Iya benar tapi manusia bisa bilang adalah makhluk yang memiliki semua yang di butuhkan ras lain"
"Elf seperti kami memiliki umur yang panjang namun kami kesulitan membuat keturunan, Beastman sangat suka bertarung mereka pun selalu menyelesaikan semua masalah dengan bertarung dan masih banyak lagi, cukup melelahkan jika menjelaskan nya satu persatu" Ferdinand mengangkat bahu nya.
"Tapi bukan kah kau selalu menghabiskan waktu bersama manusi???" Tanya Marqus.
"Terus manusia seperti apa yang menurut mu layak di jadikan teman" Marqus berjalan mendekati Elf itu.
"Aku lebih suka berteman dengan manusia abu abu, aku pernah berteman dengan manusia baik dan berteman dengan mereka benar benar menyakitkan, saat mereka terus menua dan meninggal meninggalkan aku sendirian tapi aku juga pernah berteman dengan manusia jahat manusia jahat ada yang alasan memiliki alasan untuk berbuat jahat dan ada yang berbuat jahat karena suka jadi ku pikir aku bisa membantu mereka untuk mencapai tujuan nya"
"Lalu saat mereka mencapai tujuan nya aku ada di sana untuk mengakhiri hidup mereka"
Pintu terbuka terlihat seorang prajurit dengan pakaian tempur lengkap terengah-engah "Sir Ferdinand , Sir Marqus, iblis menyerang. Sir Varlino meminta anda untuk datang secepat mungkin" pria itu mengatur nafas.
Ferdinand bangkit dan berbalik menghadap pria itu "terima kasih kami akan pergi sekarang juga" Ferdinand tersenyum.
"Serangan iblis lagi ya"
"Benar dan ini akan sulit karena kita tau bahwa mereka manusia yang di ubah jadi iblis"
"Ya ini sangat sulit"
...Part 3...
Kembali ke Mall kota kaum
Burung itu terus menyeret Samuel dan melemparkan pemuda itu ke lantai.
"Ha...ha"
Samuel berusaha bangkit "burung sialan ku jadikan kau burung panggang nanti" gerutu Samuel memandang burung itu.
Samuel berusaha mengaktifkan lambang sihir namun kembali gagal. "Cih kenapa aku tidak bisa mengaktifkan lambang sihir" burung itu terbang menukik ke arah Samuel.
Samuel melompat ke samping "aku harus mencari penunggang nya" itu adalah satu satu tips untuk mengalahkan pengguna lambang sihir rider.
Kalah kan penunggang namun kau harus mengalahkan tunggangan nya terlebih dahulu untuk mencapai penunggan nya.
Samuel berlari mencari penunggang burung itu. Namun burung itu tidak membiarkan itu terjadi.
Burung itu menembaki Samuel dengan sihir. "Hewan yang menjadi tunggangan akan memiliki kemampuan sihir seperti penunggan mereka" itu adalah info lain tentang penggunaan lambang sihir Rider.
Samuel mengamati dinding dinding yang hancur. "Ini pasti bisa ini menuntunku ketempat itu semula" Samuel tiba tiba teringat dengan perempuan dan kakek tua tadi.
"Sialan aku harus cepat kala___" belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya seekor badak muncul lengkap dengan penunggang.
Lalu seekor panter muncul di langit langit dan melompat turun. Dia terperangkap namun ia langsung melompat ke dinding dan berlari dinding itu dengan cepat.
Burung elang itu pun langsung menjadikan Samuel sasaran empuk. Namun saat burung elang itu sudah berjarak satu setengah meter dari Samuel.
__ADS_1
Pemuda itu langsung melompat sambil berputar ke belakang "dapat" . Samuel meraih kedua sayap burung itu dan menendang punggung nya.
Burung itu menjerit kesakitan lalu jatuh kemudian menghilang.
"Bertarung dengan Rider memang menyusahkan"
Samuel berlari menjauh dari panther dan rider bertungangan badak itu. Tiba tiba Samuel terlempar kesamping membuat ia menabrak dinding sampai hancur.
Samuel mendarat di lantai dengan keras membuat debu debut berterbangan.
Samuel tak memperdulikan rasa sakitnya dan langsung melompat keluar dari kepulan debu yang berterbangan itu.
Sekilas ia melihat apa yang membuat dirinya terpental. Ia melihat panther itu muncul tiba tiba "panther itu bisa menyamarkan diri rupanya" masalah Samuel bertambah banyak mengingat kemampuan panther itu.
Belum lagi rider yang menunggangi badak itu. Samuel kembali mengaktifkan lambang sihir nya namun tetap tidak bisa.
...Part 4...
Samuel terus berlari ia bisa batu batu berukuran kecil dan sedang melompat-lompat kemudian ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat dengan kecepatan tinggi.
Itu pasti rider penunggang badak itu. Ia mempercepat lari panther itu bisa menyamarkan hawa keberadaan membuatnya sulit untuk dilawan apa lagi tanpa sihir.
Ia melihat ujung lorong itu saat melewati ia akhirnya sampai ditempat semula ia bertarung dengan para pria berjubah hitam itu.
Ia membulatkan mata nya melihat apa yang terjadi disini. Lalu ia menutup mata dan membukanya kembali.
Lalu ia berjalan mendekati pria pria berjubah hitam itu. "Seperti kalian bersenang senang ya" tanya Samuel tanpa memperdulikan kakek yang terikat di tiang dengan mulut di sumpal dan air mata yang mengalir di pipi nya.
Pandangan beralih kepada dua orang pria yang sedang__memperkosa wanita itu.
"Wah...wah...wah...wah lihat siapa yang kembali kau sangat hebat nak" ujar seorang pria yang sedang mengenakan celana nya.
Samuel tidak menghiraukan pria itu dan berjalan mendekati wanita yang baju dan rok nya di sobek. Terlihat air mata masih membekas di di wajah nya. Tubuh nya lebam dan penuh sayatan.
"Dia masih bisa di pakai sekali lagi lho" ujar seorang pria yang duduk di dekat wanita itu.
Samuel memandang pria itu sekilas dan melepaskan baju " Wow bocah kau luar biasa" puji pria itu.
Samuel tanpa basa basi langsung menendang kepala bagian samping pria itu sampai meluncur di tanah. "Brengsek" teriak teman teman nya.
"Maju satu langkah kalian semua akan mati"
"Berani nya kau bocah tengik!!!" Pria itu mengeluarkan busur panah nya dan mengeluarkan sebuah anak panah.
Samuel melompat dan memegang bahu pria itu dan menendang perut nya menggunakan lutut.
Anak panah itu terjatuh namun ia menyambarnya dan menusukan panah itu di kepala pria itu.
"Aaaaaaakh" ia jatuh ketanah dan berteriak kesakitan lalu jatuh ke lantai.
Samuel tidak berhenti sampai di situ ia langsung menusukan anak panah itu ke alat kelamin pria itu.
"Aaaaaaakkkhhhh kurang ajar kau anak brengsek" teriak nya. Pria itu merontah-rontah di lantai.
Samuel berbalik dan berjalan mendekati wanita yang sudah tak bernyawa lagi.
Ia membentangkan baju ke tubuh wanita itu dan mengendongnya didepan ala seorang putri.
Semua orang memperhatikan Samuel. Pemuda itu berjalan mendekati kakek tua itu dan meletakan wanita itu di samping nya.
Lalu membuka ikatan yang ada di mulut kakek tersebut. "Andriana" raung kakek itu.
"Cucu ku sayang Andriana" teriak sang kakek. "Bangun sayang seminggu lagi kamu menikah kan, kakek sudah menyiapkan baju terbaik kakek untuk menjadi pendamping mu.... Andriana" Samuel membuka ikatan pria tua itu lalu ia langsung melompat dan berseru sambil mengoyangkan tubuh cucu nya.
"Tolong...bangunlah nak jangan menyusul nenek dan kedua orang tua mu terlalu cepat....calon suami mu menunggu mu....kakek harus menjalankan tugas terakhir kakek...untuk menjadi saksi di hari pernikahan mu... Andriana" air mata membasahi wajah wanita.
"Andriana bangun!!!!"
Samuel berjalan meninggalkan kakek tua itu sendirian"Pergilah kek disini berbahaya" pemuda itu mengepalkan tangan nya dan memasang kuda kuda nya.
"Tunggu apa lagi!? Habisi bocah itu" teriak pria dengan luka bakar di dekat mata itu.
Sebuah lingkaran sihir muncul dan keluar badak raksasa itu dan elang , serta panther raksasa. Namun kali ini mereka menunggangi tunggangan mereka masing masing.
'Berarti aku menghabisi sudah menghabisi salah satu Arrow, yang tersisa sekarang adalah satu Magus , satu Arrow dan tiga rider'
"Pertama aku akan menghabisi Magus itu"
__ADS_1