
"Hanya seorang elf yang menderita karena kekuatannya"
"Elf" tanya balik Samuel.
"Ya kira kira begitulah" Sir Ferdinand tertawa kecil kemudian berjalan mendekati Samuel dan memperlihatkan telinga nya.
"Aku memotong telinga runcing ku menjadi seperti ini" ujarnya santai. "Tapi kenapa" tanya Samuel heran.
"mungkin lebih baik kita bicara di tempat yang nyaman, apa kau lapar" tanya Sir Ferdinand. Samuel mengangguk mereka pun pergi dari akademi kaum.
Mereka sampai di sebuah restoran. "Selamat siang Lolita" sapa Sir Ferdinand. Seorang Beastman tipe rubah terlihat jelas dari ekor dan telinganya.
"Kali ini aku membawa murid ku berikan dia makanan mu yang terbaik" Sir Ferdinand duduk di meja yang berada di pojok.
"Kenapa masih ada orang yang belum mengungsi" tanya Samuel. "Entahlah yang pasti dia sekarang sedang kewalahan mengatasi para ksatria dan murid yang kelaparan selepas bertarung"
Samuel duduk di depan Sir Ferdinand. Setelah mengamati Sir Ferdinand memang benar ia terlihat seperti Elf jika di perhatikan secara seksama.
"Kau tau tentang perang melawan iblis pertama" Samuel mengangguk semua orang tau kisah itu kelahiran sang pahlawan.
__ADS_1
"Kau tau sebenarnya pahlawan itu adalah iblis" Samuel terdiam sejenak. "Dari mana anda tau Sir" tanya Samuel tidak langsung percaya.
"Aku berada disana sebagai pejuang utusan dari Klan Elf, pada waktu itu setiap ras memberikan utusan untuk melakukan misi berbahaya menghentikan invasi ras iblis dan saat kami sedang menuju wilayah klan iblis tapi disana kami bertemu dengannya sang iblis yang kehilangan ingatan"
"Jadi semuanya masuk akal dia iblis dan kehilangan ingatan" Samuel mulai mengerti garis besarnya. "Tapi di sejarah tak ada satu pun yang berkaitan dengan yang anda bicara, lagi pula itu lima ribu tahun lalu harusnya ada sudah mulai mengalami perubahan fisik" Samuel tau elf ras yang paling panjang umur tapi jika sudah melewati seribu tahun baru lah mereka mengalami perubahan fisik.
"Kau tidak melihat skill ku ya" tanya Sir Ferdinand. "Skill berhubungan dengan ruang dan waktu , skill pertama ku ruang dan skill kedua waktu dan skill ketiga adalah ruang dan waktu jadi wajar aku tidak terpengaruh oleh zaman" Jawab Sir Ferdinand dengan santai.
"Tapi kenapa sejarah itu di hilangkan" tanya Samuel. "Kau tau ras kalian adalah ras paling banyak dengan tingkat kesuburan tinggi, banyak ras yang menginginkan kalian untuk di nikahi tapi umur kalian sangat singkat namun ras manusia lah yang paling berwarna"Sir Ferdinand berhenti sejenak.
Lolita gadis pelayan itu membawa banyak masakan. Setelah meletakan makanan itu di meja Lolita pergi.
"Kalian punya sikap serakah yang paling besar diantara semua ras, kau harusnya tau itukan" Samuel mengangguk mengerti. "Sejarah tentang pahlawan pun di ubah menjadi seperti yang kalian tau sekarang ini" Sir Ferdinand mulai menyantap makanan yang ada dimeja.
"Lalu siapakah sebenarnya pahlawan itu" tanya Samuel terdiam. "Namanya Zaliories putra mahkota ras iblis Karena itu lah Pahlawan memiliki kemampuan untuk menggunakan seluruh lambang sihir"
"Apa dia sudah mati sekarang" tanya Samuel. "Dia mati di tangan orang orang yang sudah ia selamatkan. mulut manusia mampu membuat semua ras bersatu dan melenyapkan Zaliories, aku ingat kata katanya sebelum kematiannya 'jika kematian ku bisa membuat semuanya merasakan perdamaian maka silahkan bunuh aku' " Sir Ferdinand tersenyum kecil.
"Pahlawan tidak harus datang dari golongan suci bahkan seorang iblis melawan rasnya sendiri untuk kedamaian dunia" ujar Sir Ferdinand.
__ADS_1
"Maaf"
"Untuk apa" tanya Sir Ferdinand. ""Maaf karena manusia sudah menghilang kebenaran sang pahlawan kelihatan ada berteman baik dengan nya bukan"
Sir Ferdinand tertawa "astaga aku dan dia berteman baik, ku beritahu kau gambaran tentang hubungan kami, kami sama seperti kau dan Diego" Sir Ferdinand bangkit.
"Marqus seperti sedang ngamuk di Medan perang aku ingin menonton anjing federasi perdamaian itu " Sir Ferdinand kemudian berjalan pergi.
"Lolita , masukan ini dalam daftar utang ku" Sir Ferdinand berjalan pergi meninggalkan restoran. "Anda lagi lagi berhutang ditempat ku , nanti aku bisa bangkrut lama lama" seru Lolita kemudian Beastman tipe rubah itu menatap Samuel.
Samuel terdiam ini akan menjadi pelajaran berharga baginya. Jangan pernah ikut mau di traktir sir Ferdinand lagi.
Samuel pun berakhir dengan mencuci piring. "Sudah berapa lama sir Ferdinand makan di tempat ini sih , jumlah hutang nya benar benar seperti kas negara" keluh Samuel.
"Hei jangan banyak bicara kita punya banyak pesanan" seru Lolita. "Iya iya sekali lagi maaf ya karena guru ku membuat mu kewalahan" ujar Samuel.
"sudah jangan maaf terus hutang guru mu tidak akan lunas jika begitu terus" ketus Lolita.
Samuel menghabiskan harinya dengan membantu restoran Lolita.
__ADS_1
***
"Akan jadi seperti apa perang kali ini. Zaliories, jujur aku tidak tau yang benar dan siapa yang salah. Sekarang semuanya sama saja bagi ku" Sir Ferdinand berjalan pergi.