
Part 1
Setelah pesta berakhir Diego, Samuel Ariel,Nian Steve dan Hall pergi ke toko senjata sedangkan Karand dan keluarga nya ke tempat lain karena ada urusan penting.
"Karand kenapa kau tidak mengajak si biru itu bersama kita" goda Elizabeth. "Sekarang adalah waktu bersama keluarga jadi aku tidak mengajaknya" Karand mengangkat kedua bahu nya.
"Kenapa banyak orang yang mengira kami berpacaran padahal kami hanya teman lagi pula aku tidak memiliki perasaan apa pun pada nya" ungkap Karand.
"Menurutku kau dan si biru itu sangat cocok jadi pasti banyak orang yang mengira kalian berpacaran" Elizabeth diam sejenak. "Entah kenapa aku ingin punya pasangan yang sangat cocok dengan ku" Elizabet menyatuhkan kedua tangan seperti sedang berdoa.
Sir Kaizer POV
Bagi seorang ayah kebahagiaan anak anak nya adalah hal terpenting bagi nya. 'syukurlah kalau mereka tidak memiliki hubungan sejauh itu' pikirnya saat mendengar pengakuan Karand.
"Ayah jadi penasaran bagaimana pernikahan putri putri ayah nanti ya" ujar Sir Kaizer.
"Masih terlalu cepat untuk memikirkan hal itu ayah sekarang tujuan ku adalah membahagiakan ayah dulu" sahut Karand.
"Hm benar sekali kita harus membahagiakan ayah" tambah Gilda.
"Tentu saja ayah adalah orang yang harus kita bahagia kan" ujar Elizabeth dengan muka bersemu merah.
Sir Kaizer tersenyum melihat putri-putri nya yang sekarang sudah besar dan akan memulai kehidupan baru.
Gilda anak yang berbakat dalam sihir dia memiliki lambang Magus sekarang ia bekerja sebagai ksatria di federasi manusia dengan pangkat Kopral.
Lalu Elizabet yang berlambang Arrow namun memiliki kemampuan akademis yang luar biasa membuat bisa bekerja di guild petualang di kota kaum dan si bungsu yang baru saja memulai sekolah nya karand yang berlambang Sword gadis yang unik.
Sir Kaizer POV end
"Ayah bukan kah banyak orang yang mencurigakan di sini" mata Gilda memandang banyak orang berjubah hitam berlalu lalang di keramaian mall ini.
"Ada yang aneh disini" ujar Sir Kaizer heran.
Sementara itu di rombongan Diego.
"Samuel mau kemana kau" tanya Ariel saat ia melihat Samuel menjauh dari rombongan.
"Aku ingin ke toilet sebentar" jawab Samuel sambil menujuk sebuah petunjuk jalan.
"Oh oke" ujar Ariel.
"Ayo lah Paman masa semua barang di sini tidak di jual lalu kenapa kau membuka toko di sini" seru Steve kesal.
"Iya kami hanya mau membeli beberapa senjata saja kok lagian kami ini anak anak dari akademi kaum" Hall mencoba membujuk pria itu namun Diego menyentuh bahu Hall dan Steve.
"Sudah lah, ayo masih banyak toko senjata lain" ujar Diego. "Tapi Diego" bantah Hall kesal melihat penjaga toko itu.
"Sudah lah Paman ini memang pelit " Nian berbalik dan berjalan pergi. Alhasil mereka pun pergi meninggalkan toko.
"Huh lihat saja nanti jika bertemu lagi akan ku beri dia pelajaran" Steve terlihat cukup gusar karena tidak mendapatkan senjata yang ingin dia beli.
"Apa kalian menyadarinya" tanya Diego singkat membuat semua teman teman nya memperhatikan dirinya.
"Apa maksud mu Diego" tanya Ariel. "Sekarang aku sedang menderita kebutaan sementara tapi Indra magis ku lebih tajam saat aku buta, senjata yang di jual pria itu adalah senjata sihir yang sudah memiliki pemilik dan aku merasakan banyak energi pemilik senjata itu berkeliaran di mall ini dengan gerak gerik mencurigakan" ujar Diego.
Part 2
Mereka semua terdiam dan mengamati sekitar "Apa kau tau tujuan mereka" ujar Steve dengan polos
"Jelas mereka bukan orang yang akan berbelanja di mall ini kan" ujar Diego.
Seorang pria memakai jubah hitam muncul dari dari persimpangan "Hidup pasukan pemberontak!!!" Teriak nya.
Pipipipipipip
Duaaaaaaaaaaar
Duaaaaaaaaaaar
Kebooooom
Diego dan teman-teman nya terpental akibat ledakan itu. Pemuda berambut biru itu mendarat di lantai dengan kasar.
"Sialan apa yang terjadi sebenarnya" ketus Hall.
"Apa pun itu ini pasti buruk" steve keluar dari reruntuhan bangunan yang menimpa diri nya.
" Teman teman tolong Ariel dia"
"Ada apa dengan dia Nian" steve langsung berlari mendekati gadis Beastman itu.
__ADS_1
Ia terkejut melihat kaki gadis itu yang tertimpa reruntuhan dan terlihat pula cairan merah yang mengalir pelan dari sana.
Sedang kan empu yang punya kaki nya diam dan meringis kesakitan "dasar bodoh setidak berteriak lah minta tolong pada teman mu" ketus Steve.
Hall tanpa di suruh pun ia bangkit dan langsung berlari menuju teman teman nya. 'ini kah yang nama nya pertemanan' pikir Diego.
"Ariel bertahan lah kami akan mengangkat reruntuhan ini dari kaki mu"
"Hall bantu aku" Steve berseru pada pemuda Elf itu. Pemuda Elf itu pun langsung membantu Steve mengangkat semua reruntuhan itu.
"Diego" seru Steve.
Namun Diego tetap diam dan menutup mata nya. "Diego kami butuh bantuan mu agar ini lebih cepat selesai" Hall berseru.
"Diam lah" balas Diego.
"Hei mana rasa setia kawan mu" teriak Nian kesal. "Diam lah aku sedang berpikir" ujar Diego.
Diego bangkit dan membuka telapak tangan nya kemudian muncul sebuah busur panah di telapak tangan nya dan sebuah tas anak panah di punggung .
"Kita harus pergi dari sini secepat sebelum keadaan makin memburuk" ujar Diego.
"Apa yang kau bicarakan!?" Nian mulai takut dengan situasi sekarang.
"Aku belum bisa memastikannya tapi lebih baik kita keluar dari mall ini secepatnya"
"Hall bersama sama......satu.....dua....tiga" mereka akhir nya bisa mengangkat reruntuhan terakhir dari kaki Ariel.
"Cepat gendong Ariel kita harus pergi dari mall ini secepat mungkin" Diego memberi perintah pada pemuda seusia nya yang entah apa statusnya.
Teman atau apa ?.
Hall mengendong Ariel di punggung nya. "Terima kasih teman teman maaf merepotkan" Ariel yang sedari tadi dan menahan rasa sakit akhirnya akan bicara.
"Seperti biasa selalu berusaha menahan sakit sendiri" nian mencubit pipi gadis itu.
Tiba tiba lantai berubah menjadi merah "apa lagi ini" seru Steve.
"Abaikan itu ayo lari" Hall yang seorang Magus sebenarnya tau betul apa yang sedang terjadi.
Tapi ia tak bisa mengatakan itu pada teman teman nya sekarang. Bisa saja mereka akan kehilangan semangat untuk hidup.
Tempat ini sudah pasti sudah di kunci dari luar. Tempat yang besar, orang yang banyak, pembunuhan dimana-mana.
***
Samuel baru keluar dari toilet "harus nya aku tidak makan sebanyak itu " gerutu nya.
"Sejak kapan lantai mall ini berubah menjadi merah" Samuel mengamati perubahan lantai itu seingat nya lantai ini tidak berwarna merah.
"Siapa saja tolooong"
Samuel tanpa pikir panjang ia langsung berlari menuju sumber suara itu. Ia melihat sekumpulan pria berjubah hitam sedang mengerubungi seorang wanita dan kakek tua.
"Berhenti apa yang kalia lakukan" seru Samuel. "Wah sepertinya ada tumbal lain yang bisa kita bunuh sekarang" ujah salah satu orang berjubah hitam.
"Tumbal" beo Samuel. "Siapa kalian dan apa yang kalian ini kan!!??" Sergah Samuel.
Semua orang tertawa mendengar pernyataan nya itu. "Oh kau benaran ingin tau atau ingin tau saja" beberapa dari mereka langsung tertawa terbahak-bahak.
"Cih jangan main main dengan ku" teriak Samuel mulai kesal dengan pria itu.
"Baiklah aku akan memberitau semua nya kepada mu" ia berhenti sejenak "namun kau harus mengalahkan kami semua terlebih dahulu"tantang salah satu dari mereka.
Samuel tersenyum kecil "aku terima tantangan mu".
Part 3
"Habisi anak itu" perintah seorang laki laki dengan rambut ikal dan luka bakar di area sekitar mata.
Samuel langsung membuka lengan baju nya terlihat sebuah lambang sihir berlambang perisai muncul namun tiba tiba menghilang kembali.
"Eh apa yang terjadi" Samuel mencoba mengaktifkan lambang sihir nya namun gagal lagi.
Tiba tiba sebuah bola api terbang ke arah Samuel namun ia menghindar dengan melompat ke kanan.
Samuel berguling di tanah dan langsung bangkit. Ia masih mencoba mengaktifkan lambang sihir milik nya namun masih tidak mau aktif.
"Ada apa in_"
Sebuah tinju menghantam muka Samuel dengan sangat keras. Samuel terpental berguling guling ke tanah.
__ADS_1
"Hahahaha akan ku habisi kau" pria berambut cepak bertubuh besar dengan jubah hitam nya.
Pria itu berjalan mendekati Samuel dan menendang tubuh Samuel sampai menghantam tiang membuat tiang itu sedikit retak.
Samuel berusaha bangkit dan menatap pria itu dengan nanar "jangan menatapku dengan dasar makhluk rendah" teriak pria itu hendak melancarkan sebuah tinju kepada Samuel namun Samuel menahan tinju itu.
Samuel menangkap tinju itu dengan tangan nya dan ia langsung melempar tubuh pria itu ke tiang.
Pria itu menghantam tiang dan terjatuh di lantai dengan posisi telungkup.
Samuel berjalan mendekati pria itu dan menjambak rambut nya kemudian mengangkat kepala pria itu dan menghantamkan nya ke lantai sebanyak lima kali.
Darah dari kepala nya mengalir deras. "Brengsek berani nya kau!!!" Teriak seorang laki laki mengacungkan sebuah tongkat sihir sebuah lingkaran sihir muncul.
Sebuah petir muncul membentuk sebuah singa. Samuel langsung melompat ke samping ia mencoba mengaktifkan Lambang sihir nya tapi masih tak bisa di aktifkan.
Samuel melompat ke atas dan berputar lalu mendarat di langit langit kemudian menggunakan langit langit untuk melontarkan diri nya.
Singa itu tetap mengikuti diri nya. "Hei tunggu" teriak pria yang melepaskan sihir singa petir itu paham dengan rencana Samuel namun tak bisa menghindar karena jarak Samuel dan diri nya sudah sangat dekat.
Samuel mendarat dengan sempurna di depan pria itu. Pria itu hendak melompat mundur namun samuel meraih baju pria itu dan melemparkan nya pada singa petir.
Ledakan besar terdengar menciptakan angin besar "cih sialan kenapa kalian malah bermain main dengan nya cepat habisi dia!!!!!" Teriak pria dengan luka bakar itu.
Samuel mengepalkan kedua tangan dan memasang kuda kuda "maju kalian" teriak Samuel.
"Habisi dia!!!" Dua orang mengeluarkan pedang, tiga orang lain nya memanggil hewan tunggangan berupa elang , panther dan badak lalu dua lain mengeluarkan panah, pria berluka bakar di sekitar mata itu mengeluarkan sebuah tongkat sihir nya.
"Aku tidak bisa aktif kan sihir ku tapi mereka bisa mengaktifkan lambang sihir? Apa yang terjadi disini sebenarnya?" Samuel teringat dengan wanita dan pria tua yang ada di belakang mereka.
Samuel kemudian berlari ke arah mereka namun para archer mulai menembakinya membuat ia harus bersembunyi di balik tiang.
Namun seekor badak tiba tiba menghantam tiang itu membuat Samuel hampir terinjak oleh nya.
Samuel berbalik dan mencengkram tanduk badak itu. "Aaaaaaaargh" teriak Samuel mengangkat tubuh badan itu dan melemparkannya kembali pada tuan nya.
Burung elang itu perlahan membesar dan ia terbang menerjang Samuel. Panther itu berlari menuju Samuel dan hendak mencakar Samuel namun pemuda itu menahan cakar kucing hitam raksasa itu.
Samuel menghempaskan cakar panther itu kesamping dan berlari kebawah tubuh panther itu dan meninju perutnya dengan sekuat tenaga.
Part 4
Panther itu jatuh kebelakang Samuel melihat elang itu ia pun langsung meraih ekor panther itu dan menggenggam erat ekor dan berputar kemudian melemparkan panther itu pada burung elang.
Tapi ia menghindar dan terbang melesat ke arah Samuel. Samuel berlari kearah elang itu dan hendak meninju burung itu.
Namun burung itu bermanuver untuk menghindari tinju Samuel dan meraih kaki nya. Burung itu pun kembali terbang tinggi sambil membawa Samuel di kaki nya lalu menghantam Samuel ke dinding dan menyeret terus menerus menghantam nya pemuda itu ke benda apa pun.
Di sisi lain
Di sebuah hutan yang sudah hangus terbakar. Sebuah gundukan tanah berbentuk setengah bola perlahan terbuka.
"Kapten Yu kau tidak apa apa" tanya salah satu anak buah Yu. "Iya aku tidak apa apa tapi serangan itu benar benar hampir membuat kita mati" Yu berbaring di tanah.
"Ayo kita harus pergi selagi kita bisa, mereka pasti belum jauh dari sini" yu langsung bangkit.
"Semua nya tidak ada yang terluka kan" tanya Yu memastikan. "Tidak ada kapten" jawab semua orang.
"Bagaimana kondisi mu putri" yu memperhatikan putri Elf dari suku hutan putih itu.
Hutan putih adalah daerah di luar kerajaan Grenworld kerajaan Elf tapi hubungan mereka sangat baik dan bahkan ia pernah mendengar bahwa dulu raja Grenworld yang sekarang pernah pernikahan dengan seorang elf wanita dari suku elf hutan putih.
"Tidak apa kapten__" ia menatap yu.
"Ah maaf dimana sopan santun ku perkenalkan aku Yu kapten dari tim ini"
Setelah perkenalan singkat dengan anggota lain. Mereka pun berjalan menuju kota kaum.
"Kapten apa kau tidak apa apa berjalan" tanya putri dari elf suku hutan putih itu khawatir melihat kondisi kapten itu.
Padahal ia adalah yang paling menderita karena menahan serangan yang bisa di bilang adalah serangan pemusnah massal sendirian.
Untung Dewi keberuntungan masih memihak mereka. Alhasil mereka pun selamat dan sekarang bisa menuju Kota kaum kembali.
"Kapten ada apa" tanya Felix yang duduk di kuda nya. "Aku kehilangan kontak dengan markas" ujar yu singkat membuat semua orang terkejut.
"Apa yang terjadi sebenarnya" Felix memegang dagu nya. "Tidak usah khawatir paling karena serangan itu membuat alat komunikasi ku rusak" yu berusaha menghibur teman teman nya.
Walau sebenarnya ia juga khawatir. Namun ia tidak boleh menunjukkan itu di depan tim nya.
"Kenapa pasukan pemberontak mengincar putri ini ya" gumah yu. "Apa kah dia membawa sesuatu yang penting atau ada yang spesial dari putri ini" gumah Yu.
__ADS_1
Yu menghelai nafas berat "sudah yang penting ia dan tim ku selamat itu sudah cukup'.