
...Part 1...
Pria berambut merah itu berjalan mendekati pria jangkung itu dan tanpa basa basi ia langsung menusuk jantung pria itu.
Diego tersenyum kecil saat mendengar pernyataan pria tersebut. Bagi nya pernyataan itu terdengar sangat ambigu.
"Keluarlah atau aku yang akan membunuhmu" Diego terdiam mendengar pernyataan yang sudah pasti ditujukan pada diri nya.
Diego pun berjalan mendekati pria itu. "Jadi kau ya" ujar pria itu. "Siapa kau dan apa mau mu" tanya pria itu. "Hanya seorang petualang yang kebetulan lewat dan menyaksikan sebuah pembunuhan tepat di depan mata ku" Jawab Diego dengan santai.
"Kau tau saksi itu sangat penting bukan" ujar Diego.
"Kau mengancam ku ya!!!"
"Apa kah kalimat ku terdengar seperti ancaman di telinga mu" balas Diego. Pria itu menghelai nafas pelan " pria ini adalah seorang pejabat daerah tapi sebenarnya ia bekerja sama dengan pedagang budak, setiap malam di daerah nya selalu ada saja orang yang hilang" pria itu memandang wajah Diego.
"Sebenarnya aku tidak peduli dengan hal itu tapi aku tertarik dengan pernyataan mu tadi jadi boleh kah aku bertanya pada mu kenapa seorang petualang membawa keadilan" Diego menatap wajah pria berambut merah itu kemudian tersenyum kecil.
Jika ingin bekerja atas nama keadilan kenapa tidak bekerja sebagai hakim saja. Petualang bukan lah pekerjaan yang bisa membawa nama keadilan.
Orang-orang memandang pekerjaan petualang itu sebagai pekerjaan yang menjanjikan, ada juga yang cuma menikmati petualangan, ada juga yang memang terpaksa menjadi petualang untuk bertahan hidup.
Tapi petualang yang ada di depan nya ini adalah tipe petualang naif.
"Aku akan menegakan dan memberi keadilan bagi orang yang pantas menerima nya" ujar pria itu.
"Lalu setelah membunuhnya apa yang akan terjadi, apa para budak itu sudah mendapatkan keadilan" tanya Diego. "Tentu saja keadilan bagi para budak itu adalah kebebasan dari perbudakan dan membunuh pedagang budak maka secara otomatis mereka akan mendapatkan keadilan" ujar pria itu.
"Begitu ya aku mengerti , lalu bagaimana misalnya ada seseorang yang membeli budak untuk dijadikan pembantu dirumah, keadilan seperti apa yang bisa ia dapatkan" tanya Diego.
"Dia akan ku bebaskan" ujar pria itu.
Diego bersyukur pernah bertemu dengan Kak Shoul dan Vincent yang mengajari nya banyak hal tentang yang benar dan yang salah.
"Artinya kau tidak adil" Jawab Diego singkat.
"Apa maksudmu!!! tentu saja aku adil perbudakan itu adalah lambang ketidakadilan yang ada masyarakat!!! Perbudakan itu harus dimusnahkan sampai ke akar akarnya" seru pria itu.
"Berarti para budak itu juga harus di bunuh ya" Diego tertawa kecil. "Sepertinya ada yang salah di kepala mu" ucap pria itu.
"Baiklah mungkin cukup sampai disini saja pembicaraan kita tuan keadilan" Diego berbalik dan berjalan meninggalkan petualang yang ingin menegakkan keadilan itu.
Sekarang tujuan nya adalah guild terdekat untuk menukarkan sisik dan taring milik monster ular yang ia kalahkan di Dungeon Elora.
Sesampainya di guild terdekat Diego langsung menukarkan sisik dan taring milik monster ular itu.
"Pekerjaan mu selalu bagus Hunter of Nightmare" ujar si resepsionis. "Menjadi petualang emas di usia yang begitu muda dan mampu bertahan di Dungeon paling berbahaya di dunia kamu benar benar luar biasa Hunter of Nightmare...orang tua pasti sangat bangga dengan mu" Diego terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Maaf jika menyinggung perasaan mu Hunter of Nightmare" ujar resepsionis itu dengan merasa bersalah.
Diego menggeleng pelan ia mengingat perkataan Kak Shoul yang berbunyi 'yang lalu biarlah berlalu'.
"Oh iya ini dia bayaran mu semua nya lima puluh koin emas" Resepsionis itu memberikan sekantung uang pada Diego.
Diego menerima dan membuka nya untuk memastikan "apa kah setiap monster yang berasal dari Dungeon Elora itu bernilai mahal" tanya Diego.
"Tidak juga sih tapi kamu seperti sedang beruntung monster ular yang kamu kalahkan itu bernama Cobra Elora, sisik dan taring nya bisa di buat senjata serikat dagang pasti mau membelinya, berapa pun harga nya" ujar resepsionis itu.
"Terima kasih nona resepsionis" ia berbalik dan berjalan pergi. Diego sekarang berjalan tak tau arah ia melihat beberapa orang berzirah merah dengan lambang rusa yang di kelilingi lingkaran api.
Mereka dari Party Rusa Api, party terbesar yang pernah ada memiliki anggota sekitar lima ratus orang dan sudah pasti mereka sangat terkenal.
Ia jadi teringat beberapa hari lalu seorang utusan Party Rusa Api mendatangi diri nya dan mengajak Diego untuk bergabung dengan mereka.
Diego pun langsung menolak karena insiden dengan Boy's In Adventure masih sangat membekas pada nya.
Insiden dimana ia membunuh hampir seluruh teman teman nya karena tergoda oleh kekuatan dari Dungeon misterius yang mereka jelajahi.
Sejak saat itu dia memutuskan untuk menjadi petualang solo. Tiba tiba Diego menabrak sesuatu membuat ia terjatuh.
"Hei kamu punya mata atau tidak!!!" teriak seorang wanita berambut hijau ia memilik sayap tanpa bulu di punggung dan dua buah tanduk di dahi nya.
'Ras Beastman yang merupakan keluarga jauh ras naga , Lizardman'
"Apa kau bisu hah" teriak wanita itu.
"Ronia kau membuat dia takut" tegur seorang wanita berambut hitam bermodel bob ditangan nya terdapat sebuah tongkat sihir.
"Carmila anak ini menabrak ku dia itu yang bersalah lho" ujar wanita bernama Ronia tidak terima.
"Ronia hentikan perilaku tidak sopan mu pada Hunter of Nightmare" seorang pria dengan yang memakai pakaian serba hitam dan topeng putih yang memperlihatkan kedua mata hitam nya itu.
Di punggung nya ia membawa sebuah tombak merah di tangan nya. "Tuan Zania ini tidak seperti yang kau pikirkan anak ini lah yang bersalah" wanita bernama Ronia itu masih berusaha membela diri nya.
"Tenang lah Ronia, sepertinya takdir membawa kita untuk bertemu lagi Hunter of Nightmare" pria itu berjalan mendekati Diego dan mengulurkan tangan nya.
Diego menerima uluran tangan pria bertopeng putih itu. "Terima kasih" ujar Diego.
"Senang bertemu dengan mu lagi Hunter of Nightmare bagaimana dengan tawaran ku beberapa hari yang lalu" tanya pria itu.
"Bukan kah aku sudah menjawabnya" ujar Diego singkat. "Benar juga tapi aku masih berharap kamu mau bergabung dengan Party Rusa Api" ujar pria itu.
"Maaf untuk sekarang aku akan menjadi petualang solo" tolak Diego lagi.
"Ternyata keputusan mu tetap tidak berubah ya tapi apa kau tertarik untuk bergabung dalam misi merebut kota Tonren" ujar pria itu.
"Tuan Zania kenapa anda mengajak anak kecil ini" tanya Carmila tidak terima.
"Dia bukan anak sembarangan,dia ini adalah petualang dengan rank emas bintang satu dia memenuhi kriteria untuk ikut dalam misi ini" ujar pria itu.
"Hahahaha bahkan kau kalah oleh seorang anak kecil Carmila" Ronia tertawa terbahak bahak.
"Cih sialan kau Ronia"
"Permisi boleh aku tau apa yang terjadi pada kota Tonren" tanya Diego.
"Beberapa minggu lalu kota Tonren di rebut oleh kawanan monster beberapa orang berhasil selamat dan membuat misi untuk merebut kota Tonren kembali" ujar pria itu lagi.
__ADS_1
Diego diam sejenak Kak Shoul pernah mengatakan jika monster bergerak bersamaan artinya mereka memiliki seorang pemimpin
"Monster yang merebut kota Tonren apa jenis nya" tanya Diego. "Sekawanan goblin, Ogre, Star Wolf dan masih banyak monster lain nya" Diego terdiam mendengar hal itu.
"Sepertinya aku akan bergabung di misi itu" ujar Diego. Pria itu mengangguk paham "baiklah mungkin kita harus mengurus administrasi terlebih dahulu" ujar pria itu.
"Baiklah aku mengerti" ujar Diego. Setiap kali petualang akan mengambil misi ada beberapa administrasi yang harus di urus.
...Part 2...
Saat ini Diego sedang duduk di bawah jembatan sambil menatap sungai yang biru.
Hari sudah gelap bintang bintang bertaburan di langit bulan berwarna hijau terlihat sangat dekat.
Diego tidak pernah menyewa penginapan karena harga nya cukup mahal. Dia juga lebih nyaman jika tidur di alam bebas seperti ini.
Ia sudah terbiasa hidup dijalanan di tambah saat bersama Kak Shoul mereka selalu tidur di alam bebas.
Diego memeluk kedua lututnya dan menutup mata nya. Petualangan hari ini sudah berakhir dan akan berlanjut besok.
Saat Diego membuka mata nya hari sudah pagi. Pemuda berambut biru itu bangkit dan melakukan beberapa peregangan otot lalu mencuci muka nya sungai.
Diego keluar dari bawah jembatan namun ia dikejutkan dengan sebuah pemandangan yang menyedihkan.
"Petualang penegak keadilan yang malang" ujar Diego berjalan mendekati pria yang sedang terkapar tak berdaya dengan sebuah pisau tertanam di perutnya.
"Apa dia masih hidup" Diego meraih rating pohon yang tergeletak di tanah lalu menusuk-nusuk tubuh pria itu.
"Jika kau masih hidup bangun lah Tuan Keadilan" ujar Diego.
Diego melihat jari pria itu bergerak kemudian kelopak mata pria itu mengerjap dan perlahan terbuka.
"Di...dimana aku" tanya nya dengan lemah.
"Kau ada di pinggir sungai sekarang jawab pertanyaan ku apa yang terjadi pada mu" tanya Diego.
Pria itu langsung mencabut pisau yang tertancap di perutnya lalu ia bangkit namun ia ia kembali terjatuh.
"Tolong ambilkan potion di tas ku" ujar pria itu. "Tas apa tidak ada tas disekitar sini" Diego memandangi tempat sekitar mereka. "Apa yang terjadi sebenarnya" ujar pria itu.
"Aku punya potion lho tapi harga nya tidak akan murah" ujar Diego. "Aku sedang sekarat disini dan kamu masih sempat sempat nya memeras ku" tanya pria itu.
"Aku juga seorang petualang sebagai petualang potion itu sangat berharga" ujar Diego. "Baiklah aku akan membayarmu nanti" teriak nya kesal.
"Senang berbisnis dengan mu Tuan keadilan" Diego mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan hijau dari tas nya.
Ia memberikan botol itu pada pria tersebut. Pria itu langsung meminumnya.
Tubuh nya mengeluarkan cahaya berwarna hijau perlahan luka di perut nya menghilang.
"Terima kasih" ujar pria itu.
"Ya sama sama jangan lupa bayaran nya" ucap Diego. "Aku akan membayar mu sore nanti aku akan mengambil beberapa misi dan mengumpulkan uang terlebih dahulu" pria itu bangkit dan mengaktifkan lambang sihirnya.
Muncul di sebuah pedang tangan nya. "Apa yang terjadi pada mu Tuan keadilan sampai bisa berakhir disini" tanya Diego.
"Aku harus memastikan kondisi mereka terlebih dahulu" ujar pria itu berjalan pergi. "Menurutku kau terlalu mengkhawatirkan mereka, mereka pasti baik baik saja lebih baik kau tidak usah bertemu dengan mereka" ujar Diego.
Pria ini naif itu lah yang bisa ia simpulkan dari kejadian yang menimpa pria ini.
Petualang naif adalah mangsa empuk bagi petualang lain. Kak Shoul pernah mengatakan bahwa jangan terlalu sering berurusan dengan petualang naif karena sangat merepotkan meladeni mereka.
"Mereka itu teman teman ku, setidaknya aku harus mengabari mereka agar tidak khawatir" ujar pria itu.
Diego menghelai nafas waktu nya ia pergi "baiklah semoga sukses sore nanti aku tunggu kau disini untuk bayaran atas potion ku" Diego bangkit dan berjalan pergi meninggalkan pria itu.
"Hei siapa nama mu" tanya pria itu.
Diego menghentikan langkahnya "Kau bisa memanggilku Hunter of Nightmare" lalu ia melanjutkan perjalanan.
"Kau bisa memanggil aku Blade of Justice" seru pria itu.
Sebelum mengambil beberapa misi Diego mampir ke pasar untuk membeli makanan dan mengisi perbekalan.
Saat bersama kak Shoul, Diego selalu diingatkan untuk melakukan persiapan yang matang mulai dari persenjataan sampai perbekalan. Bagi nya petualangan itu penuh dengan kejutan jadi persiapan yang matang sangat diperlukan.
Setelah itu ia membeli beberapa roti dan makanan lain kemudian pergi ke hutan untuk membuat anak panah.
Setelah menghabiskan waktu selama dua jam membuat tiga ratus anak panah. Diego langsung pergi ke guild petualang.
Di perjalanan menuju guild petualang Diego berpapasan dengan party rusa api.
Jika di ingat lagi markas party rusa api tidak jauh dari kota ini. Wajar saja jika ia sering menemukan beberapa anggota party rusa api.
Sesampainya di guild Diego langsung masuk dan berjalan menuju papan pengumuman untuk mencari misi yang bisa ia ambil.
"Bukan kah kemarin di papan pengumuman ini masih banyak misi rank perunggu" ujar seorang petualang dengan heran.
"Iya kemarin misi rank perunggu masih banyak kenapa sekarang tidak ada" timpal seorang petualang wanita.
"Maaf semua untuk misi rank perunggu sudah tidak ada seorang anggota party rusa api mengambil semua misi itu" ujar salah satu resepsionis guild.
"Serius dia menangani misi sebanyak itu, apa dia sedang terlilit hutang" ujar salah satu petualang.
"Aku juga kurang tau tapi pagi pagi sekali ia datang dan mengambil semua misi" tambah resepsionis itu lagi.
"Ya ampun Party Rusa Api itu selalu berbuat seenak nya mentang mentang party terkenal" cibir seorang petualang.
Rank petualang terdiri dari tiga tingkatan emas , perak , dan perunggu. Di dalam ketiga rank itu terdapat tingkatan lagi yang dibedakan dengan bintang.
Rank perunggu memiliki dua puluh tahap yang artinya rank perunggu tingkat tertinggi adalah rank perunggu dengan dua puluh bintang.
Sedangkan untuk rank perak terdiri dari sepuluh tahap yang berarti tingkat tertinggi adalah perak sepuluh bintang.
Untuk rank emas sendiri memiliki lima bintang yang berarti tingkat tertinggi adalah emas lima bintang.
Para petualang bisa mengambil misi sesuai dengan rank mereka namun bukan berarti tidak boleh mengambil rank dibawah atau di atas rank mereka.
__ADS_1
Diego memandang papan pengumuman itu mencari misi untuk rank emas.
...Part 3...
Pemuda itu menemukan satu misi yang cocok untuknya. Misi mengusir werewolf yang muncul di sekitar desa Loria.
Diego langsung mengambil kertas itu dan berjalan menuju meja resepsionis. "Permisi nona aku ingin mengambil misi, apakah mu misi ini masih berlaku?" Tanya Diego kemudian ia memberikan kertas itu.
Resepsionis itu membaca kertas tersebut kemudian menatap Diego "Sudah ada beberapa party petualang yang pergi ke sana tapi sepertinya rank emas seperti mu bisa membantu mereka" ujar nona resepsionis itu.
"Tapi apa kamu yakin kemarin kamu sudah mengalahkan Cobra Elora sendirian, apa kamu tidak mau istirahat" tanya resepsionis itu.
Diego menggeleng pelan "aku sudah cukup istirahat anda tidak perlu khawatir dengan ku nona resepsionis" ujar Diego dengan yakin.
"Baiklah jika itu keputusan mu aku akan menyelesaikan administrasi nya terlebih dahulu" nona resepsionis itu mengeluarkan sebuah benda yang tak lain adalah cap.
Ia mengecap kertas itu dan memberikan nya pada pemuda berambut biru itu lagi.
Diego menerima kertas itu dan berjalan pergi meninggalkan guild itu menuju desa Loria.
Diego mengikuti peta yang ada di kertas itu. Setelah melakukan perjalanan selama dua setengah jam ia pun sampai di desa Loria.
Saat melewati gerbang ia melihat beberapa bercak darah yang sudah mengering.
"Hei siapa kau" seru seorang petualang pada nya.
Diego langsung mengeluarkan lencana petualang nya. "Aku Hunter of Nightmare akan membantu dalam pengusiran werewolf" ujar Diego.
"Pe.. petualang rank emas maaf atas ke tidak sopanan ku" ujarnya. "Tidak masalah dimana petualang lain nya" tanya Diego.
"Mereka sedang berdiskusi di rumah kepala desa apa kau ingin kesana" tanya petualang itu.
"Iya tolong antar aku ke sana" ujar nya. Diego pun mengekor pada petualang tersebut. Pemuda berambut biru itu dibuat terkejut oleh beberapa tenda yang terbentang di padang rumput.
"Sudah berapa banyak korban dari pihak petualang" tanya Diego. "A...apa maksud mu" tanya petualang itu terkejut.
"Ada banyak tenda disana artinya kalian sudah cukup lama disini dan di gerbang banyak sekali bercak darah yang sudah mengering" ujar Diego.
Pria itu menghelai nafas "benar sekali banyak petualang yang menjadi korban werewolf bahkan dua petualang rank emas menjadi korban".
Diego diam sejenak semakin berbahaya dan sulit sebuah misi maka semua guild akan memasang misi itu di papan pengumuman guild.
Jika dua orang petualang dengan rank emas mati artinya misi ini pasti tersiar di berbagai tempat.
Tidak heran jika banyak petualang mengambil misi ini. Mereka berhenti di sebuah rumah yang cukup besar sepertinya ini adalah rumah kepala desa.
Diego mengikuti pria itu masuk "semua nya petualang rank emas datang untuk membantu" seru pria itu.
"Akhirnya ada bantuan" ujar seorang petualang wanita.
"Kita sudah bertarung dengan werewolf itu cukup lama akhirnya kita mendapatkan bantuan" timpal seorang petualang.
"Siapa nama mu bocah rank emas?"seru seorang pria berarmor ungu tua.
"Panggil saja aku Hunter of Nightmare terus Bagaimana situasi nya" tanya Diego.
"sangat baik kami selalu berhasil mengusir werewolf yang menyerang setiap malam nya" pria itu membusungkan dadanya dengan bangga.
"Hanya mengusir" Diego mendelik.
"Pantas saja banyak petualang yang menjadi korban lalu apa kalian mempunyai rencana menyerang balik" tanya Diego.
"Sabar anak muda meski kau rank emas jika tergesa-gesa seperti itu kau akan berakhir seperti dua petualang rank emas sebelumnya" seorang perempuan berambut hitam yang digerai panjang dengan tongkat ditangan nya dan topi runcing khas seorang Magus.
"Dia benar anak muda lebih baik kau mencari tempat untuk menginap terlebih dahulu dan beristirahat sejenak sore nanti datang lah kesini kita akan membicarakan strategi untuk menghalau werewolf itu" timpal seorang Beastman Lizardman.
Diego menghelai nafas panjang "baiklah aku mengharapkan rencana bagus dari kalian" ia berbalik dan berjalan pergi meninggalkan rumah itu.
"Dia sangat muda untuk petualang rank emas ya"
"Benar sekali"
"Cih ini yang tidak ku suka dari petualang rank emas mereka selalu memerintah orang seenaknya"
Di sisi lain Diego sudah cukup jauh dari rumah kepala desa itu. Tujuan nya saat ini adalah pagar desa.
Sesampainya disana ia langsung memeriksa kondisi pagar itu. Pagar dalam kondisi yang buruk, ikatan nya asal-asalan dan juga banyak sekali bekas cakaran.
Diego berjalan mengikuti pagar ini. Ia ingin mengetahui sampai dimana pagar ini.
Pagar ini mengelilingi seluruh desa walaupun begitu tetap saja pagar ini tidak akan mampu menahan gerombolan werewolf.
"Hei sedang kau ada disini"
Diego berbalik dan mendapati seorang pemuda berambut putih dengan mata merah.
"Siapa kau" tanya Diego.
"Aku juga seorang petualang kau bisa memanggilku White Crossbow kalau kau sendiri" ujar nya menunjukkan sebuah crossbow yang tertempel ditangan nya kanan nya.
"Panggil saja aku Hunter of Nightmare" ujar Diego.
"Jadi sedang apa kau disini" tanya White Crossbow. "Aku hanya sedang memeriksa pagar" jawab Diego singkat.
"Oh begitu ya lalu apa ada masalah" tanya nya lagi. "Tentu saja ini masalah" Diego berhenti sejenak kemudian menarik nafas pelan. "Harusnya kita memiliki benteng yang cukup kuat untuk melindungi kita dari werewolf itu" ujar Diego.
"Tapi bukankah kita sudah tidak sempat" ujar White Crossbow. Diego merasakan cahaya jingga menerpa tubuhnya "ayo kita ke rumah kepala desa para petualang lain pasti sudah mulai berkumpul" ajak White Crossbow.
'Rasanya aku baru sampai disini tapi kenapa sudah mau malam'
Apa yang terjadi sebenarnya padahal ia baru saja sampai tetapi kenapa tiba tiba sudah sore.
Apa dia terlalu fokus pada pagar ini tetapi rasanya tidak mungkin.
"Hunter of Nightmare ayo kita pergi kerumah kepala desa" ujar White Crossbow.
"Baik" ujar Diego.
__ADS_1