
Apa dia teman mu Diego?" Tanya Karand.
"Kami satu asrama jika di bilang teman kami tidak terlalu dekat hanya sesekali mengobrol" jawab Diego santai.
"Kau ini kenapa harus malu mengakui pertemanan kalian" Karand mencubit pinggang Diego.
"Aduh sakit hentikan" Diego melepaskan cubitan gadis itu.
"Permisi"
Mereka berdua menoleh dan mendapati seorang gadis Beastman berkulit sawo matang dengan mata berwarna ungu dan telinga hewan serta berambut ungu gelap dengan ekor di belakangnya.
"Tinggi sekali" pikir karand dan Diego.
Perbedaan ukuran adalah salah satu ciri yang membedakan manusia dan Beastman selain ciri ciri beast mereka.
"Perkenalkan aku Liliana Beastman Serigala dan kerajaan Beastman"
"Kebetulan kita bertemu di sini, aku sudah lama mencari mu" ucap gadis itu. "Aku ingin mengembalikan pinjaman yang kau beri kan di hari itu" Liliana mengeluarkan sekantung uang koin dari tas nya.
"Terima kasih ya jika kau tidak membantu mungkin aku sudah menjadi gelandangan" ia memberikan nya pada Diego.
"Terima kasih kembali" Diego hendak mengambil pemberian gadis itu.
"Hentikan!!!"
Teriak seorang pemuda dengan ekor singa yang bergoyang ke sana kemari serta rambut pirang dengan gigi taring nya yang sangat tajam.
"Dasar manusia selalu memperlakukan beastman seperti budak!!!" .
"Pangeran Roard tunggu ini tidak seperti yang kau pikirkan" Liliana mencoba menghentikan pria yang di panggil nya pangeran.
"Lilian mundur akan ku tolong kau menghajar pria brengsek ini"
Pria yang di ketahui sebagai Pangeran Road dari klan Beastman itu berlari dan meninju Diego.
Tinju itu tepat mengenai perut Diego. Diego terpental sampai masuk ke dalam arena pertarungan Samuel.
"Hentikan Pangeran"
Teriak Liliana mencoba menahan bahu pangeran dari kerajaan Beastman itu namun ia mendorong Liliana sampai jatuh kemudian melompat menuju Diego yang sedang mengobrol bersama Samuel.
Diego menendang samuel menjauh dan ia sendiri melompat mundur menghindari hantaman keras dari Roard.
"Pangeran Roard" teriak Liliana.
"Sudah lah Liliana percaya lah pada ku Diego tidak akan kalah" karand berjalan mendekati Liliana dan mengulurkan tangan nya.
Liliana menerima ukuran tangan Karand. "Tapi Pangeran Roard itu sangat kuat Diego tidak akan bisa bertahan" Liliana memandang Diego yang sedang menghindari serangan bertubi tubi dari Pangeran Roard.
"Santai saja jika Diego terpojok aku akan turun tangan" ucap Karand dengan percaya diri.
__ADS_1
Pertarungan antar Diego melawan Roard berjalan cukup sengit.
"Umum nya seorang Archer dalam pertarungan selalu membuat jarak untuk menyerang tapi kenapa dia berbeda"
"Dia menguasai sihir angin dan mampu memadukan nya dengan senjata milik nya"
"Belum lagi dia juga terlihat ahli dalam pertarungan jarak dekat"
Itu adalah komentar orang orang ketika melihat pertarungan Diego dan Pangeran Roard yang terkenal sangat kuat.
"Namun pertanyaan sampai kapan ia bertahan dengan menahan pangeran Roard" semua orang terdiam mendengar pertanyaan Karand.
"Aduh masalah jadi tambah runyam karena aku" rutuk Liliana.
Di arena pertarungan.
"Kau cukup kuat ya brengsek" Pangeran Roard mengayunkan kapak nya pada Diego namun pemuda berambut biru menghindari kesamping.
"Kau cukup kuat tapi " ujar Diego mengambil satu anak panah nya. Tiba tiba pusaran angin muncul di hadapan Pangeran Roard dan membuat ia terpental ke belakang.
Roard jatuh di tanah kemudian langsung bangkit "sudah cukup!!!kau akan ku habisi sekarang juga".
Tubuh nya kian membesar namun sebuah badai muncul dan mengurung Roard.
"Cih sialan lagi lagi angin menganggu ini" Roard berusaha menembus badai itu namun entah kenapa ia mulai kesulitan bernafas.
Tiba tiba sebuah muncul dari dalam badai itu. Roard melompat kesamping untuk menghindar.
"Sialan" geram Roard yang mulai kehilangan kesadaran membuat ia tidak dapat menghindari anak panah yang keluar dari dalam badai.
"Aku tidak akan kalah begitu saja"
"Aku berlatih lebih keras dari siapa pun dan aku belajar lebih giat dari siapa pun aku mendapat kehormatan yang sekarang semua karena kerja keras ku"
"Tidak akan kalah oleh orang seperti mu!!!" Roard mengaum keras.
Di bangku penonton
"Tidak mungkin Pangeran Roard akan berubah ke mode beast" Liliana berseru.
"Kita harus menghentikannya Karand" namun empu pemilik nama itu malah tidak bereaksi apa pun.
Di tepi arena
"Satu satu nya kelemahan rakyat jelata seperti kita adalah mana"
"Mana untuk mengaktifkan sihir dan skill itu sangat banyak sedangkan rakyat jelata tidak memiliki banyak cadangan mana, ini adalah pertarungan waktu jika Diego bisa menghabisi Pangeran Roard dari kerajaan Beastman itu sebelum cadangan mana nya habis maka ia akan menang"
"Namun perbedaan kasta cukup mempengaruhi hasil"
Samuel yang di tendang Diego hanya bisa memandang pertarungan mereka berdua.
__ADS_1
Diego dalam bertarung ia sama sekali tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerang. Baik jarak dekat mau pun jarak jauh
Raungan singa mulai terdengar 'Beast Mode'. Samuel keluar dari reruntuhan dinding yang ia tabrak.
"Pertarungan akan cukup serius sekarang sebaik nya aku keluar toh pertarungan ku sudah selesai" Samuel menepuk seragam nya dan berjalan menuju tangga untuk naik ke tempat kursi penonton.
Sebuah Auman keras terdengar dari dalam badai. Seekor singa raksasa keluar dari badai itu.
Singa dengan mata berwarna merah menyala. "Jadi itu kah Beast mode kebanggaan para Beastman" Diego menatap pangeran Beastman itu dengan sebuah senyum terukir diwajahnya.
"Beruntung bisa melihat"
Di bangku penonton
"Karand cepat selamat kan Diego kau bilang akan turun tangan" Liliana menggoyangkan bahu karand.
"Aku ragu Liliana, angin yang berubah"
Liliana tak mengerti maksud perkataan gadis di samping itu.
"Kita harus mencari guru untuk menghentikan pertarungan ini sebelum terlalu lama" Karand meraih tangan Liliana dan menarik nya.
"Kamu juga merasakan nya karand" seorang pria berambut hitam dengan celana coklat dengan baju kaos putih serta jubah hitam di belakangnya ada lambang sekolah kaum.
"Sir Kaizer" panggil Karand.
"Oh iya Liliana perkenalkan ini Sir Kaizer dia guru kelas 3 dan juga ayah ku" ujar Karand singkat.
"Sir ini teman baru ku Liliana dari kerajaan Beastman" karand mengenalkan Liliana. "Senang bertemu dengan anda Sir perkenalkan aku Liliana" ujar Liliana.
"Senang bisa melihat mu memiliki banyak teman"
Karand mengangguk dan terdiam sebentar membuat kedua orang itu diam.
"Astaga aku lupa pertandingan nya ayah hentikan Diego dan Pangeran Beastman itu sebelum keadaan memburuk" karand malah hampir melupakan hal penting.
"Tenang lah Karand lihat lah di sana" tunjuk Sir Kaizer kepada beberapa guru yang sedari tadi menyaksikan pertandingan.
"Lalu disana" terlihat di sisi lain ada beberapa guru menyaksikan pertandingan.
"Energi sihir pemuda itu sangat dingin, saking dingin nya sampai menusuk ke tulang" ujar Sir Kaizer.
"Coba lah aktifkan Indra sihir kalian" Sir Kaizer menyadari kalau hanya sebagian orang yang menyadari begitu dingin nya sihir pemuda berambut biru itu.
Mereka berdua menutup mata dan mulai berkonsentrasi. Karand dan Liliana merasakan sensasi yang begitu dingin sampai menusuk ke tulang.
"Apa apaan ini" ujar Karand.
"Apa yang membuat energi sihir Diego begitu dingin dan kelam" ujar Liliana.
Karand berbalik dan mendekati tepi arena menatap pertarungan Diego dan Pangeran Beastman itu.
__ADS_1
"Siapa kau sebenarnya Diego"