
-------------------------Part 1-------------------------
Akhir nya mereka sampai di sebuah mall. Tiba tiba sebuah tangan meraih tangan Diego "ayo temani aku ke toko pakaian" ajak Karand.
"Tapi kenapa harus aku?" Keluh Diego
"Sudah lah jangan banyak bertanya" tukas Karand.
"Teman teman kami akan pergi ke toko pakaian sebentar, sampai jumpa di city game" Karand menarik tangan Diego dengan kasar.
"Ya ampun Diego seperti tak peka dengan perasaan wanita" Samuel tertawa kecil melihat tingkah dua orang itu.
"Asal kau tau Samuel , Karand itu memang baik pada semua orang"
"Apa maksud mu Nian?" tanya Samuel.
"Karand adalah anak yang baik, ramah, perhatian pada teman nya, setia kawan dan tulus. Sehingga banyak laki laki yang berpikir kalau Karand mempunyai perasaan pada mereka tapi sebenarnya itu lah sifat asli Karand" ujar Steve.
"Oh seperti itu ya" Samuel mengelus dagu nya.
"Masalah nya sekarang bagaimana perasaan Diego nanti pada Karand" Steve membayangkan bagaimana reaksi Diego saat mengetahui Karand tak memiliki perasaan apa pun pada nya.
"Steve seperti kau paham betul seluk beluk Karand apa kau salah satu pria yang baper oleh Karand" tanya Samuel dengan nada menyelidik.
"Aku sekelas dengan Karand dan awal nya benar aku salah satu cowok yang baper oleh Karand tapi perlahan saat aku mengenal Karand lebih dekat aku paham bahwa itu memang sifat asli Karand tanpa di buat buat jadi sekarang tak jadi masalah lagi buat ku" ujar Steve tertawa malu.
"Hei ayo cepat kalian bilang ingin ke city game" seru Ariel.
***
Diego dan Karand berjalan menuju toko pakaian yang berada di lantai dua. "Hei Karand bisa kau lepaskan tangan mu, memang sih aku sekarang buta tapi itu hanya sementara" namun gadis berlambang sword itu tidak menghiraukan nya.
"Tidak apa Diego lagi pula aku ingin membantu mu sampai pulih" Karand memandang Diego kemudian tersenyum.
"Kamu aneh sekali Karand"
"Apa maksud mu!?" tanya Karand tidak terima. "Entah lah tapi menurut ku kau itu aneh" Karand tertawa mendengar penuturan Diego.
"Kalau aku aneh kamu itu apa?" tanya Karand balik. "Oh iya ini yang aku lupa tanya kan pada mu Karand, sebenarnya mall itu tempat seperti apa" pertanyaan Diego sukses membuat Karand terdiam.
"Kamu serius tidak tau mall" tanya Karand memastikan. Diego mengangguk pelan "kamu ini bagaimana sih ketinggalan zaman banget, dua tahun lalu mall ini didirikan. ini adalah sebuah ide brilian dari seorang pengusaha yang di kenal sebagai Miss X"
"Mall ini sangat terkenal dan satu satu nya yang ada di dunia , Ini seperti pasar tapi lebih maju tempat nya tertata dan sangat bersih pokok nya dua tahun terakhir mall ini sedang sangat populer di masyarakat"
"Aku ketinggalan zaman banget ya" mereka berdua diam sejenak kemudian tertawa bersama.
Setelah itu mereka sampai di lantai dua kemudian mencari toko baju untuk pria.
Karand mengambil beberapa baju dan celana "ayo cepat Diego ke ruang ganti coba semua pakaian ini" ujar Karand.
"Kenapa harus aku yang mencoba nya bukan kahkamu yang ingin membeli pakaian?" Tanya Diego menyelidiki.
"Iya, memang aku mau membeli pakaian tapi itu untuk mu agar jika aku mengajak mu jalan jalan lagi kamu punya banyak pakaian santai" Karand menarik tangan Diego dan memberikan pakaian itu pada Diego.
"Jangan banyak bertanya cepat lakukan" suruh Karand.
-----------------------Part 2-------------------------
Karand POV
Hari ini aku dan keluarga ku akan merayakan ulang tahun kakak ku. Hari ini adalah hari yang bahagia dan aku tidak ingin menikmati nya sendiri.
Jadi ku putuskan akan mengajak teman teman ku dan Diego serta teman seasrama yang sebelas dua belas dengan Diego. (Sama sama membosankan).
Diego keluar dari ruang ganti "bagaimana" tanya Diego. "Warna nya tidak nyambung dengan warna rambut mu, ganti" suruh ku.
Diego masuk dan keluar lagi "terlalu suram dan membosankan seperti diri mu cepat, ganti"
Diego masuk dan keluar lagi "hmmm cukup sulit tapi entah kenapa aneh rasa nya jika dari atas sampai bawah satu warna, ganti"
Diego masuk dan keluar dari ruang ganti "cukup bagus aku suka warna nya ku pikir ini cocok untuk mu".
"Akhirnya selesai juga"
"Siapa bilang ayo kita cari lagi" aku tersenyum. Ia menghelai nafas pelan "sudah lah jangan mengeluh ayo semangat" aku menyemangati pemuda berambut biru itu.
Setelah ku rasa cukup kami berjalan ke arah kasir dan membayar nya "Hei nona kalian sangat serasi" goda sang kasir.
"Tidak bukan begitu nyonya kami...." belum sempat aku menyelesaikan kalimat ku namun Diego malah memotongnya.
"Suara ini Tante Sophia" tanya Diego.
"Bingo" ujar sang kasir
"Kau mengenalnya Diego" tanya ku. "Iya dia adalah sahabat ibu ku setelah ibu meninggal ia adalah salah satu orang yang merawat ku" jelas Diego.
__ADS_1
"Hei Tante kenapa anak ini begitu membosankan" tanya ku. Penjaga kasir itu pun tertawa terbahak bahak mendengarnya.
"Hahaha maaf nona muda anak ini memang selalu serius dan tak punya selera humor yang bagus" Sophia tertawa.
"Tante kenapa anda berjualan disini bagaimana dengan toko anda sendiri" tanya Diego tiba tiba.
"Dua tahun terakhir aku kesulitan mendapatkan bahan baku untuk membuat baju namun saat mengetahui tentang mall ini yang serba lengkap membuat ku memutuskan untuk membuka toko disini, bagaimana menurutmu tuan yang selalu serius"
"Kenapa Tante tidak menyuruh ku mengumpulkan bahan baku untuk produksi pakaian"
"Wah -wah lihat siapa yang menawarkan bantuan , kemana saja kamu saat dua tahun lalu huh. karena kamu tak ada aku jadi harus ikut dalam monopoli pasar di tempat ini tau!"
"Aku minta maaf"
Diego tidak membela diri nya sama sekali. "Hei nona muda bagaimana kalau makan malam bersama kami malam ini" Tante Sophia membuka topik pembicaraan baru.
"Maaf tante apa anda tau Diego sedang mengalami kebutaan dan maaf aku dan Diego ingin merayakan ulang tahun kakak ku sebentar lagi" saat aku melihat reaksi Tante Sophia ia malah menutup mulutnya.
"Astaga hubungan kalian sudah sangat jauh ya, jadi kapan kalian menikah" tanya Tante Sophia.
Tiba tiba Diego meraih tangan ku "ku mohon Karand jangan di ladeni lagi pertanyaan nya sebelum pertanyaan ngawur bermunculan" Diego menarik tangan karand.
"Sampai jumpa lagi ya"
"Tolong jaga dia ya , dia pemuda yang rapuh"
"Eh telepati" gumah ku saat mendengar suara Tante Sophia di kepala ku.
Karand POV end
Sophia hanya bisa memandang anak asuh nya dan gadis yang bernama Karand itu dari kejauhan.
"Semoga kisah cinta nya tidak seburuk kisah cinta ibu nya"
Diego dan Karand berjalan menuju city game untuk menemui teman teman kami yang lain.
---------------------------Part 3-----------------------
"Hei Diego mau makan eskrim" tanya Karand. "Es krim" jawab Diego singkat. "Sungguh nostalgia" ia tersenyum kecil.
"Mau atau tidak!?" tanya Karand.
"Mau" jawab Diego dengan cepat.
"Terima kasih tuan" jawab Karand kemudian meletakkan uang di meja dan mengambil es krim dari tangan pria itu.
Karand menghampiri pemuda berambut biru itu dan memberikan es krim pada nya "ini makan lah".
Diego menerima es krim itu "ayo cepat nanti semua orang menunggu". Diego mengangguk dan berjalan di samping karand.
"Diego apa kau suka es krim nya" tanya Karand. "Seperti nya begitu" jawab Diego dengan singkat.
"Haaah lagi lagi jawaban pendek seperti itu" keluh Karand.
Diego memakan es krim sambil berjalan mereka sampai ke city game tempat teman teman mereka menunggu.
***
Duaaaaaaar
Duaaaaaaar
Suara ledakan terdengar saling menyusul. "Kapten Yu bagaimana sekarang" ujar salah seorang laki laki dengan mengenakan armor lengkap.
Saat ini mereka sedang dalam misi penyelamatan putri dari klan Elf yang sedang dalam urusan diplomasi dengan klan Mermaid.
Saat ini yu dan pasukan nya sedang berlindung dari hujan tembakan yang di arahkan pada mereka.
Yu mengangkat tangan kiri ke atas "bersiap untuk membalas serangan" dahi yu bersinar terang sebuah lambang sihir berbentuk tombak muncul di dahi nya.
"Ku ulangi semua tim bersiap untuk membalas serangan misi kita adalah menyelamatkan Putri dari kerajaan Elf keselamatan putri adalah prioritas kita"
Muncul sebuah tombak merah di tangan kanan nya. Ia melompat dari balik pohon dan melemparkan tombak sedangkan tangan kiri nya tetap terangkat ke atas.
Tombak Yu itu mengenai seorang rider yang bisa bilang pemimpin penyergapan putri klan Elf itu.
"Tim delta siap kan serangan jarak jauh tim gama bersiap melakukan penyelamatan putri dan tim alpha cover tim gama untuk mencapai kereta putri, kalian mengerti" yu mengayunkan tangan kiri nya dari atas ke bawah.
Pasukan yang di pimpin oleh yu langsung bergerak sesuai arahan dari nya.
Tim Alpa mulai melakukan pertempuran jarak dekat di belakang Tim gama mengekor dan mengobati dan menyelamatkan para korban.
"Kapten Yu kami siap" teriak Tim Delta. "Tetap siaga!!! tim gama bawa para korban menjauh dari medan tempur"
"Tim delta bersedia siap tembak"
__ADS_1
Tim delta yang terdiri dari orang yang memiliki serangan jarak jauh yang mematikan mulai melepaskan mantra dan serangan mereka.
Yu mengamati pertempuran ini dengan seksama.
Yu mengedarkan pandangan nya dan mendapati Felix si anggota baru dalam tim nya sedang tidak waspada.
"Skill 1 Blood Dragon"
Energi sihir dalam tubuh Yu meningkatkan drastis. Yu berlari menuju Felix dengan kecepatan tinggi kemudian ia melompat dan menendang seorang pasukan pemberontak tepat di kepalanya.
Pria itu terpental dan berguling guling ke tanah. "Felix mundur" teriak Yu. "Ada apa Kapten??" tanya Felix yang tak menyadari kesalahannya.
"Felix karena kau menghiraukan teman teman mu dan bertarung sendiri kau ku perintah kan keluar dari medan pertempuran" Yu menatap pemuda itu dengan tajam.
Felix dengan berat hati ia keluar dari medan tempur ini.
"Kapten kami sudah mengamankan putri Klan Elf" teriak salah satu anggota tim gama.
"Tidak akan ku biarkan" sebuah bola api menghujani hutan ini. "Tim Alpa mode bertahan" teriak Yu.
Lima orang berlambang Shield dari tim Alpah maju ke garis depan dan memasang tameng untuk melindungi semua orang.
"Tim delta jangan berhenti menyerang terus serang mereka dengan sihir jarak jauh kalian" teriak yu.
"Ka...ka...kapten" teriak salah satu anggota tim ketakutan. "Ada apa" seru Yu kesal mendengar suara ketakutan dari anak buah nya itu.
Semua orang terdiam sejenak saat siang hari berubah menjadi malam. Yu mendongak kepala nya.
"Apa apaan itu"
Sebuah bola api raksasa turun dari langit "semua nya mundur " teriak Yu.
***
"Hei Karand apa dia pacar mu??" tanya dua orang gadis yang tak lain adalah kakak Karand.
"Baiklah sebelum semua terlambat ku perkenalkan kalian"
"Diego ini kakak ku nama nya Gilda dia yang berulang tahun dia bekerja sebagai prajurit di federasi manusia"
"Aku pernah mendengar Federasi manusia, perkumpulan negara /kerajaan manusia , ku dengar mereka sangat kuat" ucap Diego.
"Wah aku tersanjung kau tau tentang federasi manusia" Gilda tersenyum malu. "Apa kau Si Merah Gilda?" tanya Diego lagi.
"Eh kau kenal aku" Gilda berseru girang. "Tentu saja aku pernah ikut bersama kalian dalam penaklukan labirin di bawah gunung berapi Shenzasa"
"Eh kenapa aku tidak mengenali orang seperti mu jika kau ikut dalam penaklukan itu" Gilda berseru lagi.
"Aku baru menjadi petualang saat itu" jawab Diego singkat. "Perkenalkan nama ku Elizabeth kakak kedua Karand"
"Hei kami sedang ngobrol jangan menyela" Protes Gilda. "Kau hanya mau pamer kan" ketus Elizabeth.
"Susah ya jadi orang terkenal" ucap Gilda dengan percaya diri.
"Ekhm"
Ketiga gadis itu seketika merinding "mungkin kita bisa memulai pesta ini" ujar Sir Kaizer yang sedari tadi duduk memperhatikan.
"Iya iya ayo kita mulai pesta nya" Elizabeth berlari menuju meja makan di ikuti Gilda, Karand dan Diego.
Diego duduk di samping Samuel. "Kenapa kalian lama sekali" tanya Samuel. "Apa kah kami selama itu" tanya balik Diego.
"Kalau sebentar sih aku tidak bakal bertanya" tutur Samuel. Setelah itu pesta ulang tahun di mulai.
Diego kembali tenggelam dalam keramaian itu tiba tiba sebuah tangan menyentuh pundak "ada apa Diego" tanya Karand.
Diego menggeleng pelan "tuh kan kalian berpacaran" seru Gilda.
"Ayo Karand kau harus lebih agresif lagi" seru Elizabeth dengan wajah memerah merona entah memikirkan apa.
"Kami tidak pacaran kok" jawab Karand kesal.
"Sudah lah karand jangan mengelak terus lalu untuk apa kamu membawa dia kemari dan mengenalkan nya pada kami dan ayah" goda Elizabeth.
"Kami tidak pacaran , Karand itu aneh" Diego sedari tadi diam akhirnya angkat bicara.
"Huh apa maksud mu mengatakan putri ku aneh" Sir Kaizer terlihat tidak setuju dengan ucapan Diego.
"Iya dia aneh sekali, gadis entah bagaimana ia terjebak di hutan penggoda , gadis yang memiliki begitu banyak teman dari berbagai kalangan dan klan , masuk asrama laki laki dengan santai dan membawa orang asing ke pesta keluarga nya bukan itu aneh" tutur Diego.
"Karand itu terlalu aneh bagi ku saat aku mencoba memahami cara dia berpikir malah aku heran sendiri, Sir Kaizer anak anda itu aneh ya" Diego tersenyum kecil.
Karand terdiam sejenak dan bertepuk tangan "itu adalah kalimat terpanjang yang pernah kau ucapkan sejak aku mengenal mu Diego, selamat ya" Karand tersenyum lebar.
Semua orang tertawa melihat reaksi Karand. 'Kalau aku jadi Diego mungkin aku akan berpikiran yang sama' pikir semua orang.
__ADS_1