The Seven

The Seven
Pemberontakan


__ADS_3

"Kau beraninya"


"Iblis seperti mu lebih baik mati" tiba tiba tubuh Gorniet dan teman teman nya mengeluarkan urat hitam.


"Kau!!!.iblis" teriak Gorniet pada Roberto. Tubuh mereka semua langsung meledak, Abigail mundur beberapa langkah.


"Kenapa kau tega melakukan ini pada mereka" teriak Abigail. "Tentu saja mereka iblis sudah sewajarnya kita membunuh mereka karena mereka sudah membunuh banyak manusia" Roberto tersenyum kecil.


"Ah aku hampir lupa James teman ku, Asal kau tau Abigail bukan lah Anak mu"


"Omong kosong" teriak James.


"Abigail adalah anak ku" Roberto tersenyum kecil kemudian menebas kepala James . Kepala James terjatuh ke lantai dan darah membasahi Roberto.


"Ayo semuanya kita mundur mati nya Sword Saint Master tidak akan membuat Federasi perdamaian bergeming" Roberto memberi arahan pada semua bawahan.


"Sekali lagi jalan yang ku lalui adalah jalan penuh darah , aku memberikan kalian pilihan jika ingin mengikuti ku Atau kembali ke keluarga kalian sekarang"


"Tolong pilihlah opsi kedua aku tak sanggup menanggung beban orang yang akan kalian tinggalkan" Ujar Roberto.


"Roberto katanya kita harus mundur tapi kau malah mengoceh" ujar salah satu anak buahnya. "Benar kita harus mundur sekarang juga" timpal salah satu anak buah Roberto.


"Baiklah begitu" Roberto mengangguk dan berjalan pergi. "Hei Roberto apa kau tidak ingin menyapa putri mu" ucap salah satu teman Roberto.


"Tidak apa aku tidak ingin membebani dia dengan masalah ini , toh dia harus menyelamatkan dunia" Roberto tersenyum kecil.


"Tapi kau merawat putri James seperti putri mu sendiri , bahkan dia menangis tersedu sedu memohon untuk tinggal bersama istrimu"


Roberto berhenti berjalan "untuk sekarang tujuan kita menghancurkan Federasi perdamaian itu saja" kemudian melanjutkan langkahnya.


Abigail menangis melihat kejadian itu. Dimana orang dengan mudahnya merenggut nyawa orang.


"Apa kah ini ini memang takdir ku, tapi kenapa kenapa semua nya jadi seperti ini" teriak Abigail.


"Abigail" ujar Felix berlari mendekati Abigail. Di belakangnya Felix semua teman teman Abigail mengikuti.

__ADS_1


"Astaga" seru salah seorang teman Abigail tak lain Sheila putri dari Elf Kingdom melihat mayat Sword Saint Master James.


"Apa yang terjadi" seru Felix.


"Kami diserang iblis" ujar Abigail membuat semua orang tercengang. "Felix tolong cari keluarga Roberto wakil ayahku" perintah Abigail.


"Baiklah aku akan mencarinya tapi ayo kita pergi disini berbahaya" ujar Felix membujuk Abigail.


"Keluar lah kau" teriak Pangeran Beastman.


Sosok itu keluar dari persembunyiannya. Dia tak lain adalah Yu. "Kak Yu" Abigail terkejut melihat sosok yang pernah menolak dirinya untuk menjadi murid.


"Pakaianmu cukup keren rakyat jelata" ejek Pangeran Reinhard. Yu sekarang sedang memakai pakaian yang cukup mewah.


"Maaf kepada para bangsawan tapi aku memberi kalian dua pilihan" Yu mengeluarkan Lancer nya.


"Tutup mulut atau mati" Yu berjalan mendekat. "Kau tidak tau siapa kami!!" seru Pangeran Beastman.


"Aku tau karena itu lah aku memberi kalian dua pilihan" Yu berhenti berjalan. "Bukan kah kau kalah jumlah" Isabella mengingatkan posisi yu.


"Ya buruk juga sih masih banyak orang orang di Federasi yang jauh lebih kuat dari ku , untuk sekarang aku tidak akan membuat masalah untuk saat ini tapi" Petra tersenyum kecil.


Aku tidak tau kedepannya bagaimana" Petra tersenyum kecil.


Yu berbalik dan menusukan lancer nya pada Petra namun ia menangkisnya dengan sihirnya. "Berarti kau ingin bertarung dengan kan"


"Abigail ini lah kenyataan kau hanya hidup bagai boneka yang sedang memainkan peran, buka lah mata mu dan cari lah kekuatan mu sendiri" ujar Petra.


"Pergilah aku akan menahannya" seru Petra. "Jangan remehkan aku Petra" Seru Reinhard. "Anak yang masih di bawah ketiak ibunya lebih baik diam saja, asal kau orang ini tidak berniat memberikan kalian kesempatan hidup" Seru Petra.


"Kau terlalu banyak bicara Petra" teriak Yu. Yu melompat ke belakang dan menancapkan Lancer nya di tanah.


"Skill ke dua Shining"


Lancer yu bersinar terang, Petra mulai waspada untuk menahan serangan yu. Namun Yu menghilang dan muncul di hadapan Petra.

__ADS_1


Lancer yu berhasil menusuk perut Petra. Yu menarik lancer nya. Petra mundur beberapa langkah.


"Kenapa kau masih bertahan bersama mereka Petra" ujar yu. "Bukan urusan mu" Petra mengetuk tongkatnya pada tanah munculnya puluhan Golem.


'Setidaknya sampai aku punya tujuan baru dalam hidupku aku akan bersama mereka ' Petra sebenarnya kasihan dengan Abigail di kelilingi sekumpulan anak manja yang tidak bisa berbuat banyak untuknya.


"Aku tidak ingin merasa bersalah"


Petra tersenyum kecil "aku memang pria yang aneh rupanya" Petra tertawa mengingat ia sangat ingin kebebasan tapi tak pernah berusaha mendapatkan kebebasan.


Petra berbalik dan berjalan pergi. Puluhan Golem itu berlari menuju Yu.


"Kurang ajar" gerutu yu.


Abigail dan rombongan pun ikut pergi menyisakan Yu bersama para Golem buatan Petra.


Setelah satu jam berlalu "akhirnya selesai juga, ini latihan yang sangat menarik" Yu tertawa kecil.


Golem yang di buat petra bukan lah Golem sembarangan. Golem itu bisa hidup kembali bahkan inti golem nya sangat keras bahkan tak tergores oleh lancer nya.


***


Di sebuah hutan


"Jadi usahaku semuanya sia sia" seorang pemuda duduk di sebuah dahan pohon sambil memakan rotinya.


"Aku tidak bisa berharap banyak pada Para ksatria gagal seperti mereka tapi aku tidak menyangka sangat banyak pihak yang akan ikut campur dalam perang kali ini"


"Kira kira anak Kalista dan nona gila diskon itu sudah sampai dimana ya" tiba tiba semak semak bergerak keluar seorang Dwart yang muka merah karena mabuk kemudian dwart itu jatuh tertidur.


"Membangkitkan dia ternyata memang sangat berguna" pemuda itu tertawa terbahak bahak.


"Stigma kalian akan membayar atas apa yang kalian sudah perbuat" Pemuda itu menghilang di telan kegelapan.


***

__ADS_1


__ADS_2