The Seven

The Seven
Sebuah Kisah Lama : Perang Di Kota Tonren (Part 3 Final)


__ADS_3

...Part 1...


Diego, Blade of Justice dan Zania atau Spears Wood berdiri berdampingan. "Berapa banyak anak panah yang kau punya Hunter of Nightmare?" tanya Blade of Justice.


"Tenang saja aku selalu bijak dalam menggunakan anak panah ku" ujar Diego. "Baiklah kita pergi sekarang" ajak Zania pada Diego dan Blade of Justice.


Diego pun langsung mengeluarkan tas penyimpanan milik nya dan mengambil tiga buah botol berisi cairan berwarna ungu.


"Hei tangkap ini" Diego melemparkan dua botol yang tersisa.Blade of Justice dan Zania menangkapnya "apa ini" tanya Zania.


"Cairan yang dapat memulihkan kekuatan fisik dan kekuatan sihir" jawab Diego.Tanpa basa basi pemuda berambut biru itu langsung meminum satu botol tanpa tersisa sedikit pun


"Cairan yang memiliki dua fungsi?, apa kah ini potion campuran?, apa sudah teruji?" tanya Zania. "Tentu saja sudah teruji" jawab Diego.


"Dari mana kau mendapatkan nya" tanya Blade of Justice.


"Aku membuatnya sendiri" jawab Diego.


"Tidak diragukan lagi kau ini memang anak yang cerdas" Zania membuka tutup botol itu dan meminum cairan berwarna ungu itu begitu juga dengan Blade of Justice.


Perkataan Zania tidak lah salah. Sejak kecil


Diego selalu belajar untuk mendapatkan perhatian ibu nya tetapi sebanyak apa pun ia belajar ibu tidak pernah memperhatikan diri nya.


Ibu nya adalah seorang ahli sihir terkemuka yang memiliki lambang sihir sword dan pencetus keseteraan antar suku di akademi kaum.


Saat itu ibu nya menjabat sebagai kepala sekolah akademi Kaum dan merubah sistem sekolah yang dulu nya membedakan seluruh siswa berdasarkan suku dan lambang sihir.


Sekarang Akademi kaum tidak lagi membedakan siswa berdasarkan suku dan lambang sihir nya.


"Hunter of Nightmare"


Suara itu membuat Diego tersadar dari lamunan nya. "Apa ada sesuatu yang menganggumu" tanya Zania. Diego menggeleng "tidak ada ayo kita mulai penyerangan ini" ajak Diego.


Kedua petualang itu mengangguk setuju.


Dari semua petualang hanya mereka yang masih bisa bertarung.


Kenapa mereka tetap melakukan penyerangan meski hanya bertiga. Beberapa hari belakangan startegi yang mereka pakai untuk melawan Kerajaan Geliandos mulai menunjukkan hasil.


Mereka tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini karena kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Meski pun nyawa taruhan nya.


"Ayo kita pergi untuk mengakhiri perang ini"


Diego langsung mengaktifkan lambang sihir nya muncul sebuah busur panah di tangan Diego dan tas untuk menyimpan anak panah di punggung nya.


Blade of Justice dan Zania juga mengaktifkan lambang sihir masing masing. Muncul sebuah pedang di tangan Blade of Justice dan sebuah tombak yang terbang di samping Zania.


Zania langsung melompat ke atas tombak kayu nya dan terbang di langit. Blade of Justice langsung berlari Diego.


Dalam perjalanan menuju kota Tonren Diego melihat banyak mayat prajurit kerajaan Geliandos.


Kerajaan Geliandos memiliki prajurit yang banyak dan kuat serta persenjataan lengkap. Diego pun teringat bahwa ia pernah bekerja untuk sebuah kekaisaran namun itu kenangan itu tidak perlu di ingat sekarang.


"Kalian berdua bersiaplah kita sudah di sambut oleh pasukan kerajaan Geliandos" Zania berseru dari langit.


Dari kejauhan mulai terlihat benteng kota Tonren yang sudah hancur sebagian dan prajurit kerajaan Geliandos yang sudah menanti.


"Cih sialan prajurit mereka seperti air bah saja" gerutu Blade of Justice.


"Kau punya atribut sihir apa Blade of Justice" tanya Diego. "Aku punya atribut sihir petir dan api" jawab nya.


"Aku punya atribut elemen sihir air bagaimana kalau kita menggabungkan elemen itu" tanya Diego. "Kelihatan nya menarik mari kita lakukan" Blade of Justice berhenti berlari begitu pula Diego.


Diego langsung melakukan posisi menembak dan menarik tali busur nya. Butiran air berkumpul di panah Diego membentuk sebuah anak panah.


tuk....tuk...tuk...tuk..tuk...tuk


Pedang Blade of Justice mengeluarkan kilatan petir.


zriiiiingg.... zriiiiingg....zriiiiiiing


Muncul dua pohon raksasa dari tanah kemudian daun nya perlahan terbang tertiup oleh angin.


"Terima ini"


Diego langsung melepaskan tali busur nya membuat panah itu melesat dan tiba tiba berubah menjadi puluhan butir air berbentuk panah.


Tanpa pikir panjang Blade of Justice langsung menebaskan pedang yang sudah dialiri sihir petir membuat panah berukuran butiran air itu lebih tajam.


Dari udara, Zania merubah daun daun itu menjadi tombak dan menembakkan tombak itu kepada prajurit kerajaan Geliandos.


Duaaaaaaaaaaar


zriiiiingg.....Duuuuaaaaaar


Duaaaaaaaaaaar


Suara ledakan terdengar sangat besar "ayo maju" Blade of Justice langsung berlari mendahului Diego.


...Part 2...


Saat hendak berlari Diego merasakan sesuatu bergerak di dalam tubuh nya. Membuat ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke tanah.


"Tidak jangan sekarang...kutukan sialan" geram Diego kemudian menggeleng pelan dan berusaha bangkit.


Deg....deg...deg...deg....deg...deg...deg.....deg


Diego memegangi jantung nya dan langsung berlari menyusul Blade of Justice. Di sisi lain Zania merubah kedua pohon yang ia ciptakan sebelum nya menjadi tombak.


Zania mengangkat kedua tangan nya dan mengayunkan tangan ke bawah kedua tombak itu melesat menuju benteng kota.

__ADS_1


Duaaaaaaaaaaar


Salah satu tombak zania menghancurkan tembok dan satu nya melesat masuk ke dalam. Disisi lain Blade of Justice berhasil memasuki kota Tonren namun ia langsung di hadang oleh para prajurit kerajaan Geliandos.


"Semua nya serang dengan skill ultimate kalian" teriak seorang prajurit. "Percuma kalian sudah memasuki area ku.....skill kedua dua....Cut area" Blade of Justice memasang kuda kuda dan seketika muncul lingkaran berwarna hitam yang mengelilingi pria berambut merah itu.


Semua musuh langsung terbang ke arah nya dan saat memasuki lingkaran hitam tubuh mereka terpotong menjadi dua.


Melihat kejadian mengerikan itu prajurit kerajaan Geliandos langsung berlari tunggang langgang.


Perlahan lingkaran berwarna hitam itu menghilang. "Skill pertama Booster" warna pedang Blade of Justice berubah menjadi merah. Ia pun langsung berlari secepat kilat mengejar prajurit yang berhasil melarikan diri skill kedua nya.


Di sisi lain


Zania mengamati dari udara sambil menggerakkan satu tangan untuk mengendalikan tombak nya.


Ia selalu diuntungkan karena bisa menyerang dari udara tetapi ia selalu kerepotan jika melawan musuh yang bisa terbang. Zania melirik ke belakang dan menghelai kecewa.


"Matiiii kauuuuu"


Dengan sigap Zania langsung menghindari serangan pria itu.


"Sekarang giliran ku" sebuah tombak melesat dengan sangat cepat dan menembus perut pria itu . Tombak itu berputar dan terbang kembali pada Zania.


Pria bertopeng itu putih langsung duduk di atas tongkat nya menyaksikan pria itu terjatuh ke tanah.


"Seperti nya aku bisa mendapatkan informasi dari pria itu" Zania langsung terbang menyusul priab itu dan mendarat disampingnya.


...Part 3...


Seorang pemuda berambut biru dengan mata biru yang menyala di tangan nya terdapat dua buah lencana yang satu merah berwarna merah gelap dan yang satu berwarna emas. Ia berjalan melewati beberapa prajurit yang sedang terluka.


Hembusan angin yang kuat menerpa para prajurit itu. Tiba tiba kepala prajurit itu terlepas dari tempat nya membuat darah keluar bagai air mancur.


Pemuda itu menatap lencana petualang milik nya kemudian ia mengenakan lencana yang bertuliskan Blue Wolf Loner dan mengaktifkan lencana itu.


"Datanglah Batsy" gumah pemuda berambut biru yang tidak lain adalah Diego. Tepat di akhir kalimat nya Batsy si kelelawar muncul "Batsy berubah menjadi Golden Bat Emperor"


Ngggiiiiikk


Batsy mendarat di tanah perlahan tubuh nya berubah. Tubuh nya membesar seukuran kuda, warna tubuh Batsy yang semula berwarna hitam berubah menjadi warna emas dengan paduan warna merah di pundak sayap dan punggung.


"Tunduk lah dihadapan kaisar" Batsy membentangkan sayap nya dan terbang ke udara membuat hembusan angin yang sangat kuat.


"Waktunya menghabisi semua orang...." Diego berjalan menuju lapangan terbuka yang mendapat banyak sinar matahari.


"Skill kedua.... Shadow Clone" dari bayangan Diego keluarlah puluhan kelelawar. Kelelawar-kelelawar itu bersatu dan perlahan berubah bentuk menjadi Diego.


"Hanya tiga ya....tidak masalah....habisi semua orang" tepat di akhir kalimat para clone Diego mengangguk dan langsung berlari meninggalkan Diego yang asli.


Mata pemuda berambut biru itu bersinar terang seakan hewan buas yang sedang berburu di malam hari.


"Mari kita membunuh semua orang tanpa bersisa"


Di sisi lain


Sriiiiiiing


Triiiiiiiiing


Suara aduan pedang bagai musik di telinga "terima ini" teriak seorang pria berambut merah yang tak lain adalah Blade of Justice.


Saat ini ia sedang berhadapan dengan musuh yang sangat kuat. "Ada apa petualang ? apa kau sudah lelah" tanya pria itu.


"Kalian sangat berbeda dengan pasukan yang kami hadapi selama enam hari belakangan ini" Blade of Justice mengatur nafas nya.


"Aduh kau ini jangan bandingkan pasukan elit kerajaan seperti ku dengan kroco seperti mereka" ia terlihat kecewa dengan ucapan Blade of Justice.


"Pasukan elit....aku jadi penasaran seperti apa kerajaan Geliandos" ujar Blade of Justice masih dalam posisi bersiaga.


"Kerajaan Geliandos adalah kerajaan yang kecil namun memiliki sumber daya manusia yang memadai. Di kerajaan kami tidak memiliki hukum, kebebasan adalah hal yang paling di utamakan tidak ada yang boleh menganggu kebebasan kami" ujar pria itu.


"Lalu kenapa kalian ingin dengan menjajah kota ini" ujar Blade of Justice heran.


"Karena kota ini memiliki teknologi pertambangan yang lebih maju di banding tempat lain dan juga Dewi kami yang agung ingin menambah koleksi budak nya jadi lebih baik kau jatuhkan senjata mu dan jadi lah budak bagi ratu kami, Ratu Mehyan yang agung" pria itu merentalkan kedua tangan nya.


Tap


Tap


Tap


Tap


Seorang pemuda berambut biru berlari melewati Blade of Justice dan berhenti di depan pria itu.


Lalu menembakan anak panah nya tepat di mata pria itu membuat kepala pria itu berlubang.


"aaaaaarrrrrrrgg"


"Sialaaaaan apa yang kau lakukan brengsek" Raung pria itu.


"Hunter of Nightmare!!" seru Blade of Justice


Pemuda itu tak lain adalah Diego "apa yang membuat mu terhenti Blade of Justice" tanya Diego.


"Sialan apa yang kau lakukan!!!" teriak prajurit dengan murka


"Kau bertanya apa yang ku lakukan?" sebuah senyum terukir di wajah Diego. "Ini adalah Medan perang, mahluk bodoh. Orang yang mati adalah hal biasa disini dan selanjutnya itu adalah.....kau" Mata Diego bersinar terang dan ia tersenyum lebar membuat semua orang terkejut.


"Sialan kau!!!" teriak prajurit itu.

__ADS_1


Pertarungan pun dimulai kembali. Diego dan Blade of Justice terus menerus bertarung melawan pasukan kerajaan Geliandos.


Setelah bertarung dengan pasukan Kerajaan Geliandos dalam waktu yang lama. Muncul sebuah pertanyaan dibenak Diego. Seberapa banyak prajurit yang kerajaan ini miliki?.


Tiba tiba sebuah tinju mendarat di wajah Diego membuat pemuda itu terjatuh ke tanah. Tidak sampai di situ seorang prajurit menendang muka berulang kali sampai kepala Diego berdarah.


"Rrrrgggggh....skill pertama...kata serangan" tiba tiba sebuah tendangan mendarat di muka nya lagi.


"Hancurlah!!!"


Hempasan angin yang sangat kuat mengoyak tubuh prajurit itu dan menyisakan satu kaki nya.


...Part 4...


"Kau tidak apa apa" tanya Blade of Justice ditubuhnya terdapat banyak luka dan beberapa pedang tertancap dipunggungnya kemudian mengulurkan nya.


"Pergilah aku ini hanya clone diri ku yang asli ada ditempat lain" ujar Diego. "Apa?" Blade of Justice sedikit terkejut.


"Cepatlah diri ku yang asli membawa potion penyembuh" ujar Diego clone.


"Kenapa kau miliki nama yang berbeda di lencana petualang mu" pandangan pria berambut merah itu langsung tertuju pada lencana petualang berwarna merah darah yang bertulis Blue Wolf Loner.


Seingatnya nama petualang pemuda ini Hunter of Nightmare. "Aku adalah Blue Wolf Loner, Hunter of Nightmare adalah nama baru ku kau tau blue Wolf Loner sudah dikategorikan petualang berbahaya sulit mendapat misi dengan nama itu" bagi petualang yang sudah dinyatakan berbahaya oleh beberapa guild mereka akan kesulitan mendapatkan misi dari guild dan solusi paling bagus adalah membuat nama baru dan mengulang menjadi petualang pemula.


"Sudah aku jawab pertanyaan mu sekarang pergi lah" bangkit dan mengabaikan uluran tangan Blade of Justice.


Diego berjalan menjauhi pria itu namun ia berhenti sejenak "Aku sudah menjawab pertanyaan sekarang beritahu aku nama asli mu" ujar Diego.


Pria itu tersenyum kecil "Cordon Nero dan aku juga seorang petualang yang di telah dinyatakan berbahaya oleh guild kalau boleh tau siapa nama asli mu" ujar Blade of Justice yang diketahui bernama asli Cordon Nero.


"Cih sudah di kasih hati malah minta jantung...baiklah nama asli Diego, sekarang pergilah!!!"


"Skill pertama serangan kata"


"Hancurlah!!!"


Sebuah gelombang kejut menghancurkan tanah dan membuat para prajurit terlempar jauh. Melihat hal itu Blade of Justice langsung pergi.


Perlahan tubuh Diego berubah menjadi kelelawar. Mahluk malam itu terbang menuju bayangan kemudian memasukinya dan menghilang tanpa jejak.


Di sisi lain


Seorang pria sedang terbang menggunakan sebuah tombak kayu nya. Pria itu tak lain adalah Zania.


Tidak jauh dari diri nya Diego sedang berdiri di punggung batsy yang dalam mode Golden Bat Emperor.


"Setahuku seorang Arrow tidak bisa memiliki tunggangan lho" seru Zania. "Aku pun tidak tau kenapa aku bisa memiliki tunggangan tetapi menurutku aku berbeda dengan Rider....karena bagi ku, Batsy adalah senjata ku begitu pula sebaliknya aku adalah senjata nya Batsy" seru Diego.


"Kau memang menarik Diego"


Beberapa menit lalu Diego yang asli bertemu dengan Zania yang sedang mengintrogasi seorang prajurit kerajaan Geliandos.


Ternyata di balik topeng yang selalu ia pakai terdapat sebuah luka bakar yang berada di sekitar dahi sampai mata.


Mereka pun mendapatkan informasi bahwa ratu kerajaan Geliandos datang ke kota ini. Ratu itu sangat percaya dengan kemampuan prajurit nya dan meremehkan lawan nya.


Itu adalah faktor yang membuat ia dapat dikalahkan. Namun yang lebih mengejutkan lagi misi penaklukan ini adalah akal-akalan dari kerajaan Tonren dan seorang master guild petualang.


Mereka saat ini seperti menari di telapak tangan ratu kerajaan Geliandos. "Diego itu menara ratu kerajaan Geliandos berada dan warga juga di sandra ada di sana" seru Zania.


Diego mengangguk "Batsy hancurkan menara itu" Pemuda berambut biru itu langsung melompat turun dari punggung Batsy.


Diego mendarat di atap rumah penduduk dengan selamat. Batsy menciptakan sepuluh panah angin raksasa dan menembakkan nya ke menara tersebut.


Akan tetapi menara itu telah dilindungi oleh barrie. Tiba tiba seorang wanita muncul di langit. Wanita itu berambut ungu dengan bibir berwarna ungu dan mata berwarna hijau dengan sebuah mahkota raja di kepala nya. Ia memakai gaun berwarna hitam yang cukup terbuka.


"Selamat datang budak-budak ku tersayang apa kalian sudah puas bermain nya" wanita itu jelas menunjukan perkataan nya pada mereka bertiga.


"Tapi sayang salah satu dari kali terluka parah dan satu nya ternyata punya luka bakar di wajah namun aku tetap menerima kalian dengan tangan terbuka" ujar nya dengan penuh percaya diri.


"Aku heran dari mana datangan nya kepercayaan seperti itu" ujar Diego heran. "ah iya aku lupa mengatakan teman -teman kalian sedang dalam proses penjemputan sekarang" ujar sang ratu.


Di langit Diego dan Zania bisa melihat apa yang terjadi pada rekan-rekan petualang mereka. Mereka ditangkap oleh pasukan kerajaan Geliandos.


"Sialan tidak bisa dimaafkan!!!" geram Zania.


"Tenangkan diri mu Zania kau bisa terbunuh kapan saja" ujar Diego dengan datar.


"Apa kau lihat teman teman kita yang sedang terluka diserang oleh pasukan musuh" Zania menarik kerah baju Diego.


"Sudah ku bilang tenang kan diri mu" entah kenapa Zania merasakan sensasi dingin yang menusuk sampai ke tulang dari tubuh pemuda itu.


"Saat ini.......aku benar benar ingin membunuh wanita itu" Diego tersenyum lebar.


"Hahahaha kau lucu sekali mau membunuhku aku ini adalah ratu agung Mehyan apa yang ku ingin kan akan ku dapatkan...aku punya pasukan terkuat di dunia aku juga punya ahli strategi terbaik di dunia aku punya sumber daya alam paling langkah di dunia aku adalah yang agung Mehyan"


"Kalau berpikir logis sekarang kita sudah tamat tetapi aku tidak suka berpikir seperti itu" ujar Zania.


Diego merasakan embusan "angin selalu membawa semua aroma objek yang ia lewati jadi kenali setiap aroma itu karena angin adalah bagian dari diri mu". Diego mengulangi perkataan Kak Shoul pria yang sudah melatih nya dan merawat bagai adik sendiri.


"Yang Mulia ratu kerajaan kita sudah di serang oleh Federasi manusiaaaa" seorang pria muncul dari belakang wanita itu.


"Apaa tidak mungkin bagaimana bisa!!!" teriak wanita itu. "Tidak hanya itu Federasi Non Human sudah berada di gerbang Utara kota" tambah nya.


"Apa yang terjadi" tanya pria bertopeng putih itu.


"Entahlah tetapi sebelum semua ini berakhir aku harus membunuh wanita itu" Diego langsung berlari menuju menara tempat sang ratu berada.


Ini adalah akhir dari sebuah kisah yang sangat heroik. Dimana para petualang harus lolos dari tipu muslihat si ratu jahat yang ingin menguasai kota.


Kisah ini di kenal sebagai perang terburuk dalam sejarah. Perang Tujuh hari tujuh malam Tonren.

__ADS_1


Kisah ini di tutup dengan tewas nya ratu jahat karena jatuh dari menara tetapi yang sebenarnya terjadi seorang pemuda berambut biru yang memiliki dua identitas petualang membunuhnya dengan begitu kejam.


__ADS_2