The Seven

The Seven
Pasukan Elit klan Iblis


__ADS_3

Seorang pria berjalan ditengah gerombolan iblis yang sedang memporak-porandakan kota.


teriakan dari warga meminta tolong terdengar dimana mana. "Akhirnya setelah mendapatkan bahan terakhir aku bisa membebaskan mereka semua" ujar pria itu.


Pria orang menjual bom pada Karand yang membuat iblis bebas dari segel mereka. Pria itu tersenyum kecil dan membentangkan sayap hitam dengan mata hitam serta dengan energi sihir yang sangat kuat membuat orang orang pucat pasi.


ia terbang keudara dan melesat ke sebuah danau. pria iblis itu melemparkan sebuah medali ke danau dan terbang melesat mengeliling danau sambil membaca mantra dan kemudian menjatuhkan banyak barang secara bergiliran.


Danau itu mulai berganti warna dari biru menjadi merah kemudian berubah menjadi abu abu kemudian menjadi hitam.


"Datanglah kalian bangsaku" teriak pemuda itu. ratusan iblis keluar dari danau itu terbang melesat ke langit entah kemana.


"Kau cukup lama membebaskan kami Urgarz" ucap seorang laki laki bertubuh besar dengan rambut abu abu memakai pakaian serba putih dengan sarung tangan besi di kedua tangannya.


"Banyak hal yang menarik Esrat tapi inilah waktu yang tepat bagi kalian untuk bebas" ujar Urgarz.


"Aku tidak peduli mau urusan kalian tapi aku sudah siap mengambil tanahku kembali" ujar seorang iblis berapi api.


"Tenanglah kawan aku tau tanah kelahiran kita telah diambil tapi sekarang ini kalian dalam kondisi yang lemah, kita bisa mengusir penjajah dari tanah kelahiran jika kekuatan sihir kalian kembali sepenuhnya" jelas Urgarz.


"Mari kita kembali kekuatan sihir kita agar mengambil Tanah kelahiran kita lebih mudah" ujar salah satu iblis.


***


"Abigail ini iblis yang terakhir"


seru Tania sambil mengambil pedangnya yang tertancap dikepala iblis itu. "Aku merasakan energi yang amat kuat bermunculan, bagaimana menurutmu" ujar Abigail menatap langit.


"Sepertinya kita harus menghimpun kekuatan baru" ujar Tania.


"Tapi siapa yang bisa ku percayai" tanya Abigail.


"Aku punya banyak kenalan tenang saja" ujar Tania. "Apa yang harus kita lakukan" Abigail kemudian diam sejenak.


"Kau kembali ke kota kaum pasti banyak yang mencari dirimu aku akan meminta bantuan teman temanku"


"Apakah aku bisa melakukan tugasku dengan baik menyelamatkan dunia" tanya Abigail.


"Lakukan saja yang terbaik" Tania tersenyum.


"Jika kekacauan ini sudah berakhir apa yang kau lakukan" tanya Abigail. "Mencari jenazah ibu dan memakamkannya dengan lebih pantas" jawab Tania singkat.


"Kalau kau" tanya balik Tania.


Abigail menggeleng pelan ia tak tau harus menjawab apa. Tania berjalan mendekati Abigail dan mengusap rambut Abigail "kau harus menceritakan banyak hal tentang dunia lama mu pada ku oke" Abigail menoleh pada saudari tirinya itu.


Catastros muncul disamping Tania "aku akan memberi perintah mengungsi ke penduduk kau pergilah secepat mungkin ke kota kaum" ujar Tania.

__ADS_1


Abigail mengerti dan memanggil kudanya kemudian ia pergi menuju kota kaum. "Terima kasih Tania" ujar Abigail.


Abigail terus menunggang kudanya menuju kota kaum. Diperjalanan ia berjumpa dengan banyak sekali orang yang berjalan mencari tempat berlindung.


Abigail berhenti dan memanggil familiarnya. Sebuah salamender api muncul di hadapannya. "Lindungi mereka sampai titik darah penghabisan"


salamender api itu mengangguk mendengan titah sang majikan dan menghilangkan dirinya.


Abigail meneruskan perjalanan kembali. "Aku harus cepat semua akan mati jika aku tidak cepat" gumah Abigail.


Abigail berhenti kembali dan memanggil semua familiarnya mulai dari elemental dragon, roh alam , bintang legendaris "berpencar habisi iblis yang kalian temui "


"Lalu bagaimana dengan korban perang" ujar seorang peri kecil yang merupakan perwujudan roh angin. "Habisi iblis yang kalian temui aku tidak perduli yang lain" ujar Abigail datar.


"Tapi" ujar roh angin itu.


"Aku ingin semua perintah dilaksanakan" Abigail tidak mau dibantah lagi.


"Baiklah Abigail" ujar roh angin itu.


semua familiarnya kemudian pergi melaksanakan perintah. Abigail kembali melanjutkan perjalanannya.


***


Disebuah pedalaman hutan


Perempuan itu tak lain adalah Tania. Tania mengeluarkan sebuah kertas dan melemparkannya ke gerbang itu.


"Kemana tujuanmu"


"Markas Shadow Hand"


"Permintaan mu adalah perintah bagiku"


Tania kemudian memasuki gerbang itu bersama kudanya.


Saat keluar dari gerbang Tania mendapati tempat yang sangat gelap dan dingin.


"Wah wah mitra kerja terbaik ku ada apa kemari" ujar seorang laki laki dengan rambut berwarna hitam yang dikuncir.


"Tidak kusangkah aku disambut oleh sang pemimpin" ujar Tania turun dari kudanya.


"Beberapa hari belakangan ini sangat ramai bukan" ujar pria itu. "Apa yang membawamu kemari" tanya pria itu dengan nada menyelidik.


"Langsung saja aku ingin menyewa jasa kalian Shadow Hand untuk membantu saudariku" ujar Tania.


"Saudari sejak kapan kau punya saudari" tanya pria itu. "Tidak usaha berbohong Quilien kau harusnya tau semua tentang ku" ujar Tania.

__ADS_1


Quilien tersenyum mundur beberapa langkah masuk kedalam kegelapan kemudian muncul dibelakang Tania dengan sebuah sabit sudah menempel di leher Tania.


"Bagaimana soal bayaran"


Diam sejenak "baiklah aku yakin kau tidak akan berbohong berikan bayarannya nanti setelah kita menghabisi para iblis dan iblis tak berwujud iblis" Quilien tertawa terbahak bahak.


***


"jadi ini kah dunia kita sekarang, benar benar seperti dunia manusia" ujar seorang iblis.


"Ya karena si pengkhianat itu kita harus terusir dari tanah kelahiran kita sendiri" ujar iblis lain.


"Mari kita beristirahat sebentar sebelum memulai pertempuran ini" ujar iblis itu.


"Terserah kau saja"


Disisi lain


"Mari kita memulihkan energi sihir kira" teriak seorang iblis berwujud wanita.


seluruh manusia bermunculan dari tanah "kalian balaskan lah dendam kalian" teriak iblis itu.


tiba tiba sebuah cahaya putih terbang ke arah iblis itu dan ia membuka mulutnya lebar-lebar.


seketika energi sihirnya meluap-luap.


"Ah nikmatnya nyawa nyawa manusia benar benar nikmat" teriak iblis itu.


Disisi lain


puluhan orang berubah menjadi patung batu "kenapa ramalannya salah harusnya saat bintang merah kembar iblis mulai bangkit kenapa sekarang mereka bangkit lebih cepat" keluh seorang pria paruh baya.


"Oh ada yah belum berubah menjadi patung tampaknya kau tidak takut padaku ya"ujar iblis itu muncul samping pria paruh baya.


"Tentu saja tidak iblis akan musnah oleh sang pahlawan" ujar pria paruh baya itu menghunuskan pedangnya pada iblis itu.


"Kau berbicara dengan penuh keberanian tapi di hati ada ketakutan bergabung dengan para teman teman hidup dalam keabadian menjadi seorang patung"


perlahan tangannya berubah menjadi batu. "Tidak mungkin" teriak pria itu.


pria itu berlari kabut namun terlambat semua bagian tubuhnya mulai menjadi batu.


seketika tubuhnya berubah menjadi batu.


"Jadi dia masih hidup ya si Pengkhianat itu"


"Aku tidak akan pernah memaafkan mu kawan"

__ADS_1


__ADS_2