The Seven

The Seven
Lahirnya Pahlawan Bertangan Besi


__ADS_3

Saat ini Abigail dan Tania sedang berkuda di pedalaman hutan. "Tania mau kemana kita" seru Abigail. "Ikuti saja aku nanti kau akan tau" ujar Tania.


Setelah setengah hari berjalan mereka akhirnya berhenti. "Dimana kita sekarang" ujar Abigail.


"Kita sudah memasuki wilayah klan Beastman" ujar Tania. "Tapi kan itu wilayah terjauh dari kota kaum" ujar Abigail kaget karena dia pernah kesana dan butuh waktu dua hari untuk sampai.


"Simpan pertanyaanmu nanti akan ku perlihatkan kejutan untuk sebentar lagi" ujar Tania.


Mereka pun kembali meneruskan perjalanan. Namun betapa terkejutnya ia melihat kota yang hancur lebur.


"Kenapa kota ini"


"Terjadi perang saudara disini antara fraksi Pangeran Goard dan Pangeran Lumb er" ucap Tania.


"mereka kan kakaknya Roard" ia teringat akan pangeran beastman yang pernah bertarung dengan Diego itu.


"Kenapa aku tidak bisa mengetahui hal seperti itu" ujar Abigail sedih. "Ras Beastman adalah ras petarung mereka menikmati pertarungan tapi karena kau telah kembali di dunia ini mereka memilih menahan diri untuk memperebutkan tahta" ujar Tania.


"Tapi kan Kak goard lah yang harusnya menjadi penerus tahta" ujar Abigail mengingat Goard lah yang paling tua.


"Goard hanya dukung oleh Kaum bangsawan dan keluarga kerajaan serta federasi perdamaian tapi Lumb Er di usung oleh rakyat baik rakyat jelata, kaum cendikiawan dan orang kaya , Lumb Er juga terkenal akan kebijaksanaan dan kekuatan yang tak main main pemimpin ideal untuk rakyat kerajaan tapi berbanding terbalik dengan Goard adalah anak selir raja namun selir itu punya pengaruh kuat dibangsawan belum lagi banyak bangsawan yang sudah menyatakan ketidaksukaan pada Lumb Er" Tania berhenti dan turun dari kudanya.


"Jadi menurutmu siapa yang salah disini" ujar Tania. "Aku saja baru tau adalah hal seperti ini , kau meminta pendapat ku" keluh Abigail.


"Simpulkan saja dari hal yang ku bicarakan" Tania mengingkat kudanya.


"Menurut ku Pangeran Lumb Er lah yang baik karena rakyat menyatakan dukungannya padanya" ujar Abigail.


"Kau benar dan kau juga salah" Tania mengeluarkan rumput segar dari ruang penyimpanannya.


"Maksudmu" ujar Abigail heran.


"Kerajaan takut karena dengan kebijaksanaan Lumb Er . Lumb Er akan dapat dipastikan ia akan mengubah sistem pemerintahan dari kerjaan ke demokrasi dan tak ada pajak lagi untuk keluarga kerajaan" ujar Tania.


""Lumb Er juga sangat bijaksana namun kebijaksanaannya bisa merugikan dirinya karena itu Raja menentang Lumb Er habis habisan menyuruh Road anaknya untuk berteman dengan mu supaya dapat menghentikan Lumb Er" ujar Tania.


"Tapi bukan itu yang kita tuju disini" Tania menatap Tania dengan seksama saudarinya ini menjelaskan politik kerajaan sangat panjang namun bukan itu tujuan mereka kemari lalu apa.

__ADS_1


"Kita akan menuju lumbung makanan federasi perdamaian dan menghancurkannya" ujar Tania.


"Tunggu maksudmu apa" ujar Abigail kaget.


"Tempat itu adalah tempat perbudakan paling besar yang ku tau , lawan politik, penjahat dan orang orang yang diambil secara paksa di jebloskan disana untuk menjadi budak , apa kau tertarik menolong orang disana" ujar Tania tersenyum.


Seketika Abigail tersentak mendengar kata budak. entah kenapa ada perasaan pilu mengingat dia dulunya juga hanya menjadi pesuruh orang lain.


"Ayo Abigail " ajak Tania .


Abigail mengekor pada Tania dan sesampainya mereka disana melihat kebun ribuan hektar dengan pekerja yang kurus kering hanya tersisa tulang sedang bekerja.


"Tanam paksa" ujar Abigail kaget.


"Benar mereka dipaksa untuk bekerja tanpa dibayar dan jika sakit dibiarkan mati begitu saja" ujar Tania.


Abigail mengepalkan tangannya berdiri "sudah tidak ada lagi yang harus menderita" Tania tersenyum tipis "apa yang akan kau lakukan" ujar Tania.


"Habisi semua musuh" ujar Abigail.


"Sebutkan apa mau sebenarnya" ujar Abigail. "Kau apa maksudmu" ujar Tania heran.


"Kenapa kau menuntunku sejauh ini kenapa kau tidak menunjukkan emosi apa pun saat kau tau ibu diperlakukan hina oleh orang lain kenapa kau menuntunku sejauh ini hanya untuk menghancurkan lumbung makanan ini" cecar Abigail.


Tania tersenyum kecil kemudian tertawa "Untuk membantu gerakan pemberontakan ayah" ujar Tania singkat.


"Aku ingin menunjukan bakti ku pada orang yang telah membesarkan memberi semua kasih sayang padaku dan menunaikan janji ku pada ibu, ia berkata 'jika saudari datang kemari untuk meminta bantuan mu maka lakukan jangan peduli apa yang terjadi dengan ibu dan ayah' begitu katanya" ucap Tania santai.


"Kenapa kau sampai repot repot membantu ayah padahal ayah membunuh ayah kandung tanpa belas kasihan" ucap Abigail.


"Bagiku aku bukan lah anak dari James tapi aku anak dari Roberto hanya itu" ujar Tania singkat.


"Aku akan selalu jujur padamu walau pun kadang itu menyakitkan" Tania berjalan mendahului Abigail.


Abigail terdiam dan menundukkan kepalanya. Apa yang harus ia lakukan ia merasa hanya di manfaatkan tapi Tania tidak sepenuhnya salah ia tidak lah salah.


"Aku tidak peduli lagi"

__ADS_1


Abigail menutup matanya dan kemudian menarik nafas dan membuka matanya kemudian berjalan menyusul Tania.


Abigail terus berjalan "aku adalah pahlwan aku lah yang akan menjadi sosok penyelamat bagi orang lain" ujar Abigail pada dirinya sendiri.


Tania sedang bertarung dengan beberapa penjaga. Abigail mengacungkan tangannya muncul lingkaran sihir di pintu gerbang "Mage Skill explosion"


Pintu seketika meledak dan membuat semua orang terdiam mematung melihat kekuatan yang besar itu.


Tania mengambil kesempatan itu melompat mundur "Skill kedua Speed rider" Tania menghilang dan tiba tiba semua penjaga terjatuh ketanah dengan tubuh penuh sayatan.


"Ayo Tania" Abigail berusaha membiasakan dirinya melihat pertarungan itu yang berakhir kematian seperti itu.


Tania mengangguk dan berjalan mendekati Abigail. Mereka berjalan memasuki lumbung makanan itu.


"Berhenti" teriak salah satu Beastman beruang. "Tunggu bukan kah kau pah---" Sebuah belati menancap di kepalanya.


"Cukup tanggap ya" Tania kagum.


"Ayo kita selesai ini dengan cepat " Abigail maju. "Archer Skill Rain Arrow" Muncul panah dan anak panah ditangannya kemudian ia menembakkan keudara.


Anak panah itu melesat keudara lalu terdengar suara ledakan dan ribuan anak turun dari langit.


Setelah semua musuh mati ia berjalan melewati orang yang merintih kesakitan. "Kau harus berlatih lagi yg untuk mengendalikan skill skala besar seperti ini banyak budak yang terbunuh" Tania menunjuk beberapa budak yang mati terkena panah Abigail.


"Aku hanya membantu mereka untuk melepaskan penderitanya" dalih Abigail.


"ya ya terserah pada mu tapi bukan kah ini terlalu mudah" ucap Abigail. "maaf nona tapi kau yang terlalu kuat untuk lumbung makanan ini, semua orang tak bakal mengira bahwa pahlawan akan datang kesini dan menghancurkan lumbung ini" Tania tersenyum kecil.


"Aku ingin membersihkan diriku terlebih dahulu " ujar Abigail. "Astaga masih sempat ya" ujar Tania heran.


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Abigail keluar dengan pakaian barunya.


memakai pakaian ketat yang membungkus tubuhnya dengan tas pinggang dan gauntle merah dan rambut hitam di gerai.


"Wah kau masih cukup modis ya" ujar Tania heran kenapa bangsawan memakai apapun pasti tetap menarik.


"Mulai sekarang tak ada lagi Abigail yang baik baik" ujar Abigail membuat Tania terdiam. Lingkaran sihir raksasa muncul di langit dan memuntahkan cairan lava panas.

__ADS_1


__ADS_2