
...Part 1...
Saat ini Diego dan Party Tetra Fang sedang beristirahat di area yang aman dari serangan monster Dungeon.
Meskipun aman bukan berati tidak ada monster di area ini.
Di dalam sebuah gua mereka sedang duduk mengelilingi api unggun. "Ya ampun benar benar hari yang buruk untung lah kita sudah melakukan persiapan yang matang" Sena mengeluarkan sebuah kantung air dari tas nya dan meminum nya.
"Benar sekali untung nya kita menerima tawaran guild untuk memakai jasa pendukung" Joe melirik Diego sedang memeluk kedua lututnya.
"Walau masih anak anak dia sangat hebat tidak seperti Mars" timpal Leois. "Akan ku potong lidah mu jika bicara sekali lagi!!!" ancam Mars. "Tapi Diego sudah berapa banyak party petualang yang memakai jasa mu" tanya Mars membuat anak berambut biru itu terkejut.
"Sejak tiba di Kota Orlario aku sudah menjelajah Dungeon Sky Tower sebanyak sembilan kali ini adalah yang kesepuluh" ucap Diego.
"Tunggu kamu bukan penduduk asli Orlario" tanya Joe. Diego mengangguk "aku sering berpindah dari satu guild ke guild lain untuk menjadi pendukung para petualang" ujar Diego.
"Hahahaha kamu anak yang luar biasa Diego luar biasa" sebuah tamparan mendarat di punggung anak berambut biru itu.
"Leois jangan lakukan itu nanti tulang Diego berhamburan keluar" tegur Sena. "Maaf maaf tapi harus di akui kalau Diego ini adalah anak yang luar biasa" Leois mengelus rambut biru Diego.
"Baiklah lanjutkan perjalanan ini besok sekarang kita akan berjaga secara bergiliran" usul Joe.
"Kalau begitu aku yang akan berjaga pertama" Maru bangkit dan berjalan menuju pintu masuk gua.
Setelah itu mereka pun tidur Diego bersandar di dinding gua. "Kamu belum tidur Diego" Sena mendekati anak berambut biru itu yang sedang duduk bersandar di dinding.
"Belum" jawab Diego singkat.
Sena duduk di samping Diego "mau kah kau menceritakan tentang teman mu yang mengajari cara membuat peta itu" sebagai Dwart kemampuan membuat peta memang di perlukan untuk memetakan tempat yang memiliki banyak bahan baku pembuatan Kerajinan.
"Nama nya Shoul dia seorang pendukung petualang dan juga pedagang yang cukup terkenal kau bisa mendapatkan apa pun dari Shoul" Diego tersenyum mengingat teman yang sudah seperti kakak bagi diri nya.
"Si Shoul itu kelihatan nya sangat hebat ya aku jadi ingin bertemu dengan nya " ujar Sena.
"Nyonya Sena anda ini kan seorang Dwart tapi setau ku Dwart itu selalu berhubungan dengan perkakas dan pengerajin" Diego pernah mendengar Dwart itu selalu berbau alkohol dan membawa perkakas seperti palu dan sebagainya.
"Wajar si jika kamu heran karena aku ini tidak seperti Dwart kebanyakan, aku fokus belajar sihir karena aku berlambang Magus alhasil kemampuan pengerajin ku lebih buruk dari bayi Dwart yang baru bisa berjalan"
"Jadi aku memutuskan untuk lebih mendalami ilmu sihir dan mengembangkan Lambang sihir Magus ku dan aku ini masih Dwart remaja lho baru berusia sembilan puluh sembilan tahun jadi jangan panggil aku nyonya" Sena menatap Diego dengan tajam.
"Kalau bagi manusia seperti ku mungkin lebih baik aku memanggil mu nenek" Diego tertawa kecil.
"Hahahaha lakukan dan akan ku bakar kau bocah biru" ancaman Sena membuat Diego menelan ludah nya sendiri.
Suasana hening sejenak "Diego apa kamu punya cita cita yang ingin diwujudkan" tanya Sena memecahkan suasana canggung itu.
...Part 2...
Diego diam sejenak memikirkan apa yang dia cita citakan. "Aku punya sebuah cita cita yaitu membuka toko senjata sihir di Dwartnia negeri nya para Dwart dan menjadi pengerajin senjata sihir kalau kamu sendiri" Sena menatap langit langit gua terdapat beberapa kelelawar yang bergelantungan.
"Untuk sekarang aku bercita cita untuk menjadi petualang yang kuat serta tidak pilih pilih misi" alasan menjadi pendukung petualang agar bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran dari para petualang secara langsung.
Walau terkadang ia berjumpa dengan beberapa petualang brengsek tetapi Diego sangat senang jika berjumpa dengan petualang seperti Party Tetra fang ini.
"Sudah dulu ya aku mau tidur" Sena bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah Leois.
"Kalau mau tidur di sini saja Diego bulu Leois sangat lembut dan kamu tak perlu khawatir kedinginan" Sena langsung berbaring di atas perut Leois.
Ia baru menyadari jika Joe dan Mars juga melakukan hal yang sama mereka tidur di dekat Leois.
Diego bangkit dan berjalan menuju pintu masuk gua. Ia melihat Maru yang sedang duduk di muka gua.
"Belum tidur" tanya Maru.
"Begitulah bagaimana keadaan sekarang" tanya Diego. "Tadi melihat beberapa kadal merah bergerombol melintas di depan gua" Diego menyipitkan mata nya.
"Poison Fire Lizard"
"Kau tau makhluk itu" tanya Maru. Diego mengangguk beberapa hari lalu monster itu menyerang sekelompok petualang. Salah satu anggota party petualang di gigit oleh kadal merah itu membuat kulit nya menghitam dan suhu tubuh nya naik dan akhirnya ia mati karena demam tinggi.
Oleh karena itu lah kadal tersebut di namai Poison Fire Lizard "kadal itu harus nya berada di lantai tiga kenapa ada di area aman lantai satu" Diego berbalik dan berjalan kembali ke tempat anggota party Tetra Fang lain nya.
"Mau kemana" tanya Maru.
"Tidur"
Aneh itu lah yang bisa Diego simpulkan. Diego bisa melihat anggota party Tetra Fang lain nya masih tertidur pulas.
Diego yang tidak ingin membangunkan mereka pun berjalan lebih pelan.
Diego berjalan menuju tas besar milik nya dan mengambil sebuah buku. "Poison Fire Lizard sebenarnya ia hidup bergerombol dan biasa bisa di jumpai di daerah bebatuan" itu lah yang informasi yang ia berhasil kumpulkan selama mendampingi petualang menjelajahi Dungeon Sky Tower ini.
Jika mereka ada di lantai satu harus nya mereka turun dari gerbang yang menghubungkan setiap lantai.
Diego menggeleng pelan ia teringat beberapa ksatria menjaga setiap gerbang penghubung antar lantai Dungeon.
Diego menghelai nafas kemudian duduk di lantai gua. Ia akan menyelidiki hal ini setelah kontrak kerja sama dengan Party Tetra Fang selesai.
"Artinya aku akan lebih lama di kota Orlario" pemuda berambut biru itu meletakan buku nya di dalam tas.
Shoul pernah mengatakan buku adalah salah satu sumber pengetahuan dan pengetahuan adalah kekuatan. Kekuatan bisa digunakan untuk bertahan hidup jadi jangan sembarangan meminjamkan buku.
Diego menutup mata nya dan berharap petualang besok membuat nya mendapatkan lebih banyak ilmu untuk bertahan hidup.
Esok nya
"Go"
"Die"
"Diego"
Dia membuka kedua mata nya dan langsung bangkit dari tidur nya. Ia mendapati seorang wanita berambut pink dengan mata biru yang tak lain adalah Mars.
"Maaf aku ketiduran" Diego langsung meraih tas nya sekilas ia memeriksa tas nya memastikan tak ada yang kurang atau tertinggal.
"Tidak perlu terburu-buru Diego aku membangunkan mu untuk sarapan bersama" Diego terdiam sejenak dan mengalihkan pandangan nya pada anggota party Tetra Fang lain nya.
"Ayo kemari Diego" seru Sena. "Maaf untuk yang tadi" Diego kemudian menundukkan kepala nya.
"Santai saja kok" Mars bangkit san berjalan mendekati anggota party yang lain.
Diego pun ikut bergabung bersama mereka. "Ini Diego makan lah" Sena memberikan semangkuk sup pada anak berambut biru itu.
__ADS_1
Diego menerima nya dan memakan nya "enak" ujar Diego. "Tentu saja ini kan masakan ku" Sena tersenyum senang.
"Oy Diego makan yang banyak biar cepat besar ini ku pinjamkan mangkuk ku" Leois memberikan sebuah mangkuk besar pada Diego.
"Seperti nya perut ku tidak bisa menampung semua itu Tuan Leois" semangkuk makanan Leois mungkin bisa di buat seminggu jatah makan Diego.
"Jangan sama kan porsi makan mu dengan porsi porsi makan anak kecil Leois" tegur Joe.
"Dasar kau ini banyak makan itu penting bagi anak seusia Diego kalian tau dulu ibu ku memberikan banyak sekali makanan pada ku katanya itu untuk penting untuk pertumbuhan" Leois tidak terima dengan teguran sang ketua.
"Jangan bandingkan porsi makan mu dengan orang lain Leois" ujar semua anggota party Tetra Fang.
Setelah sarapan selesai suasana menjadi hening sejenak "baiklah mari kita putuskan rencana sekarang" Joe mengeluarkan sebuah topik.
"Mungkin kita bisa naik ke lantai lima dan mencoba membuka gerbang lantai enam" usul Maru.
"Aku tidak setuju, Dungeon cukup berbahaya lebih baik kita bergabung dengan kelompok lain jika ingin membuka lantai enam"sanggah Leois.
"Aku setuju dengan yang di katakan oleh Leois" timpal Sena. "Ada baik nya kita menjelajah lantai satu dan biarkan orang bodoh yang mengantarkan nyawa mereka untuk membuka lantai enam" tambah nya.
"Bagaimana kalau kita melakukan perburuan monster saja" usul Mars. "Itu usul yang menarik bagaimana menurut mu Diego seberapa kuat monster lantai satu di Dungeon Sky Tower" Joe melirik anak itu.
"Jika ingin melakukan perburuan dan kita masih bisa karena persiapan kita sangat matang" Diego sangat yakin akan hal itu. Persiapan mereka sangat matang pasti hasil perburuan ini akan bagus.
"Bagaimana menurut mu Maru" tanya Joe. "Apa boleh buat kita adalah tim dan tim harus mementingkan kepentingan bersama iya kan" perkataan maru membuat rekan satu tim nya tersenyum.
"Baiklah kita akan memulai perburuan sebelum hari gelap kita harus sudah keluar dari Dungeon ini" Joe bangkit diikuti oleh seluruh anggota party Tetra Fang dan Diego.
"Baiklah tim mari buru monster sebanyak banyak nya" teriak Joe.
"Ya" teriak semau orang.
Perburuan pun di mulai mereka bertemu dengan kawanan monster lebah raksasa bernama Bee Killer lalu menghadapi ratu lebah Quen bee Origin setelah berhasil mengalahkan ratu lebah raksasa itu.
Diego tak lupa mengambil batu sihir yang terkandung di dalam Bee Killer. Bisa di bilang semua monster memiliki batu sihir di tubuh nya.
Semakin pekat warna batu sihir nya semakin mahal pula harga nya. Diego juga memberitahu pada anggota Tetra Fang tentang madu di sarang lebah Bee killer sangat enak.
Mereka pun mengambil nya dan meneruskan perjalanan lalu mereka bertemu dengan sekelompok petualang yang sedang di serang goblin lalu menyelamatkan kelompok party tersebut.
Setelah menghabisi gerombolan goblin. Diego langsung memotong jari goblin itu dan mengambil batu sihir mereka.
Joe bicara dengan party petualang itu sebentar kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan.
Di perjalanan mereka bertemu dengan minotour yang baru saja berevolusi.
Membuat mereka lari namun minotour itu langsung mengejar. Monster yang baru saja berevolusi masih dalam kondisi yang sangat prima akan sangat sulit di lawan. Lari adalah satu satu nya pilihan.
Keluar dari kandang buaya dan masih dalam kandang macam mungkin itu lah perumpamaan yang tepat bagi mereka.
Mars tak sengaja menginjak jaring laba laba membuat terperangkap di jaring monster itu.
Diego dan semua anggota party berusaha melepaskan Mars dari jaring itu namun pemilik jaring ini muncul dan dia bukan lah sembarang Monster.
Nightmare white Spider monster laba laba yang sangat berbahaya di lantai satu.
"Rooooaaaaar"
Auman minotour itu membuat mereka semakin panik.
Monster laba laba itu menghindar dengan mudah tetapi bukan itu yang di incar Joe.
Panah itu melesat dan memotong benang yang mengikat Mars. Maru langsung berlari dan menangkap Mars yang tubuh nya tergulung benang monster itu.
Monster laba laba itu langsung melompat menerjang Maru dan Mars namun Leois memukul tubuh Monster itu dengan sisi tumpul pedang nya.
Monster itu terlempar ke dinding "semua nya ayo pergi" teriak Joe. Tanpa bertanya kembali mereka langsung berlari.
Ujung tongkat sihir Sena bersinar terang lalu munculah kabut yang menutupi mereka.
Minotour itu masih mengejar mereka namun Nightmare white Spider menghalangi dan terjadi lah pertarungan antar monster Dungeon.
Mereka beristirahat sejenak dan kemudian membebaskan Mars dari benang laba laba.
Diego mengumpulkan benang itu walau tidak tau mau di apa kan tetapi ia merasa benang ini bisa di jual.
Sekarang party Tetra Fang memiliki batu sihir dari Bee killer dan madu nya lalu ada beberapa tanduk dan mata milik Rabbit Cursed dan dua puluh inti sihir milik goblin dan jari nya sebagai bukti.
Semua guild memiliki aturan yang sama yaitu jika ingin menjual batu sihir maka harus menyertakan bukti berupa bagian tubuh monster yang di kalahkan.
"Bagaimana apa kita akan melanjutkan perburuan ini" tanya Sena. "Sesuai kesepakatan kita akan keluar sebelum gelap" Joe mengeluarkan mengeluarkan sebuah rating kayu dari tas nya lalu menancapkan nya di tanah.
"Tolong cahaya nya Sena" wanita dwart itu pun mengangguk dan menggunakan sihir cahaya di atas rating itu.
"Apa itu" tanya Diego tertarik.
"Ini jam matahari buatan ku sendiri karena jam pasir ku hancur sewaktu melawan Quen bee Origin tadi jadi begini deh ala kadar nya" Joe tertawa garing.
Sebuah bola cahaya terbang ke udara rating itu mengeluarkan bayangan. "Tersisa dua jam lagi sebelum gelap menurut ku lebih baik kita gunakan waktu itu untuk perjalanan pulang" Joe memberi usul.
"Iya ayo pulang benar laba laba ini sangat lengket benar benar menjijikkan" Mars setuju dengan usul ketua party tersebut.
"Bagaimana menurut mu Diego" tanya Joe.
"Ajari aku cara menggunakan jam matahari itu" ucap Diego. "Bukan itu yang ku tanya Diego" Joe menghelai nafas panjang "bagaimana apa menurutmu apa kita melanjutkan perburuan ini atau tidak usah"
Diego tersentak "aku hanya seorang pendukung jika semau orang sepakat untuk menghentikan perburuan ini aku cuma bisa menerima nya".
"Baik ayo kita pergi"
...Part 3...
Setelah meninggalkan Dungeon Diego dan party Tetra Fang pergi ke Guild Orlario.
Mereka memberikan batu sihir yang di peroleh dari Bee Killer dan juga Queen Bee Origin serta batu sihir dari goblin Dungeon.
Untuk tanduk dan mata Rabbit Cursed mereka menjual nya ke pedagang di pasar.
"Diego setelah ini apa yang akan kau lakukan" tanya Joe. "Aku seperti biasa mencari petualang ingin memakai jasa ku" jawab Diego santai.
"Begitu ya kami sebenarnya ingin beristirahat sejenak kemudian mengambil misi dari guild tapi jika kami membutuhkan jasa mu, aku akan menemui di tempat kita pertama bertemu" Joe melemparkan sekantung koin berwarna perunggu.
"Apa itu cukup" tanya Joe.
__ADS_1
"Ya ini sesuai tarif dari guild" ujar Diego tersenyum kecil. "Sampai jumpa Diego" Joe berjalan meninggalkan Diego sendirian di tengah jalan yang masih cukup ramai.
Diego cepat cepat menyimpan uang nya.
"Kali ini aku bertemu dengan petualang yang baik...baiklah waktu nya memulai petualangan ku sendiri" Diego berbalik dan menatap Dungeon Sky Tower.
***
Saat ini Diego dan Karand sedang duduk di bawah pohon dan memakan makanan yang di bawa Karand.
Berbagai makanan dengan rasa yang beragam. Ada yang enak dan ada yang sangat buruk.
"Balon kuuuu" teriak seorang anak kecil melihat balon nya terbang ke udara.
Karand tanpa pikir panjang ia langsung berlangsung berlari dan melompat meraih bola itu.
Gadis berpipi tembem itu mendarat dengan mulus. "Adik kecil ini balon mu" Karand memberikan balon merah itu kepada anak kecil yang berasal dari suku Beastman tipe singa putih dengan sedikit rambut pink di surai nya.
"Terima kasih kakak" ujar anak itu.
"Lompatan yang hebat sama seperti ibu ku, ibu bisa melompat sangat tinggi" ujar sang anak itu.
"Begitu ya ibu mu pasti hebat sekali" ujar Karand.
"Iya ibu dan ayah ku seorang petualang yang sangat hebat" Karand terdiam dan tersenyum kecil ia teringat pada keluarga nya yang tak memiliki sosok ibu.
Ibu nya pergi dengan pria lain yang merupakan teman satu party dengan ayah dan ibu nya.
Berawal dari kegagalan ayah nya naik rank dan ibu nya pun memilih menceraikan ayah dan menikah dengan teman satu party mereka.
"Jaga ibu mu baik baik ya" ujar Karand pelan.
"Jadi dimana orang tua mu" tanya Karand. "Ibu sedang membeli es krim dan ayah sedang menyelesaikan quest di guild" ujar anak itu.
"Bagaimana jika kamu ikut kakak saja sambil menunggu ibu ke sini" tanya Karand. Anak itu terlihat ragu "Tidak apa tenang saja kakak tidak punya maksud lain kok kamu bisa pegang ucapan kakak" Karand tau seorang anak selalu diajarkan untuk tidak menerima ajakan orang tidak di kenal.
"Oh iya nama kakak Karand kalau nama mu" Karand memperkenalkan diri pada si anak berharap ia mendapat kepercayaan.
"Nama ku White senang bertemu dengan mu kak Karand" setelah itu White si anak Beastman singa putih luluh dan mau ikut Karand.
"Diego dengar aku membawa seorang anak kecil perkenalkan diri mu White" suruh Karand.
"Perkenalkan nama ku White seorang Beastman singa putih umur ku lima tahun"
"Nama ku Diego" balas Diego singkat.
"Aku mengerti kakak-kakak ini pasti sedang berpacaran tapi karena kak Karand malu malu jadi mengajak ku" White mengangguk pelan sambil memegangi dagu nya.
"Tidak kok kami tidak pacaran" jawab Karand santai. "Oh begitu ya pasti kakak ini teman tapi mesra" tanya White lagi.
"Kamu cuma teman biasa" kali ini Diego menjawab pertanyaan si kecil White.
"Mana mungkin cuma teman biasa dua orang remaja berlawanan jenis duduk di bawa pohon sambil membawa keranjang berisi makanan itu seperti sebuah kencan kalian jangan membohongi seorang anak kecil" seru White membuat beberapa orang menoleh pada mereka.
Diego tersenyum kecil mendengar perkataan anak Beastman ini. "Sudah lah ayo duduk ada banyak makanan di sini tapi jangan terlalu berharap rasa nya" Diego menyuruh si anak duduk di samping nya.
Si anak Beastman itu malah terkejut dengan mulut yang terbuka "Kak Diego apa yang kakak lakukan pada kak Karand nanti dia akan sedih makanan yang dibuatnya dengan susah payah penuh air mata dan keringat di tolak mentah mentah oleh Kak Diego" teriak White.
"Whity di sana kamu rupa nya"
"Jangan panggil aku whity!!! panggil aku White.....roooaaaar" White berbalik dan mengaum keras namun tiba tiba ia terdiam menatap sosok perempuan berambut pendek berwarna pink.
"Nama mu kan memang Whity kenapa ibu harus repot-repot memanggil dengan nama lain" ujar Sang ibu ditangannya terdapat dua buah es krim.
"Hehehe maaf Bu" ujar White. Ibu White memberikan es krim itu pada nya. White pun menerimanya dengan riang gembira.
"Oh iya Ibu perkenalkan ini kak Karand dan kak Diego, ibu lihat lah mereka waktu ku tanya apa mereka berpacaran malah menjawab tidak" ujar White/Whity.
Diego sekarang yakin orang tua anak ini salah dalam memilih literasi. "Salam kenal Tante" sapa Karand.
"Salam kenal Karand dan... Diego" ibu White mendekati Diego dan menatap pemuda berambut biru itu dengan seksama.
"Apa kamu Diego si pendukung petualang?" tanya Ibu White. "Kenapa kamu tau aku pernah menjadi pendukung petualang" tanya Diego.
"Astaga apa kamu benar benar Diego si pendukung petualang, kamu benar benar berubah Diego aku hampir tidak bisa mengenali mu tadi"
"Tunggu kita pernah bertemu" tanya Diego bingung.
"Ini aku Diego, Mars dari party Tetra Fang" Diego bangkit dan menyentuh muka Mars.
"Apa yang kak Diego lakukan mau selingkuh dari kak Karand ya" teriak White.
"Apa ini benar benar anda nona Mars" tanya Diego memastikan lagi.
"Tentu saja ini aku Mars" ujar Mars.
"Astaga sudah sembilan tahun kita tidak bertemu terakhir kali waktu itu kami memakai jasa mu untuk menjadi pendukung kami di petualangan Dungeon Sky Tower" Mars melepaskan tangan Diego dari muka nya.
"Apa kabar mu Diego" tanya Mars.
"Tidak cukup baik Nona Mars aku kehilangan pengelihatan ku" Diego berjalan mundur dan duduk kembali.
"Apa yang terjadi" tanya Mars kaget.
"Saat mall kota kaum di serang aku berhadapan dengan Wilz bersaudara mereka berhasil menebas kedua bola mata ku" ujar Diego kemudian ia diam sejenak.
"Astaga lalu bagaimana sekarang" tanya Mars kaget. "Aku masih punya cara untuk bertahan hidup nona Mars tapi aku baru tau kalau anda tinggal di kota Kaum" tanya Diego.
"Sebenarnya aku dan keluarga ku ke sini mau liburan tapi malah ada penyerangan di mall kota kaum membuat liburan kami berantakan. Belum lagi Guild kota kaum meminta bantuan Leois untuk menyelesaikan misi di Guild"
"Kenapa Guild kota kaum meminta Leois menyelesaikan misi" tanya Diego bingung.
"Aku juga kurang tau untuk urusan itu" Mars mengangkat kedua bahunya.
"Sebenarnya Guild kota kaum baru saja kehilangan kontak dengan dua petualang terbaik mereka yaitu Archer Form Blue Moon dan Murderers in the night" ujar Karand membuat Diego dan Mars terdiam.
"Begitu ya" ujar Mars mengangguk paham. Mendengar hal itu Diego tertawa garing tapi seperti nya ia melewatkan sesuatu yang penting.
"Leois ya" ia tersenyum kemudian tertawa terbahak bahak membuat semau orang memperhatikan diri nya.
"Ada apa Diego" tanya Karand.
Setelah tawa Diego mereda kemudian ia menarik nafas dan menghembuskan nya "Teman ku bernama Vincent pernah mengatakan pada ku 'drama dengan plot twist dan takdir itu memiliki persamaan yaitu sama sama menghibur' seperti nya dia memang benar"
__ADS_1
"Aku akan mengatakan nya sekali lagi Nona Mars.....senang bertemu dengan mu" Diego tersenyum lebar.