The Seven

The Seven
Sebuah Kisah Lama : Perang Di Kota Tonren (Part 2)


__ADS_3

...Part 1...


"Kerajaan Geliandos?" tanya Diego.


"Siapa pun mereka kita harus mundur sekarang" ujar Zania.


"Semua nya mundur" teriak Dance Titan.


Ia mengepalkan tangan nya dan meninju tanah sampai membentuk kawah besar. Tanah mulai berguncang kemudian keluar sebuah tembok raksasa.


"Semua cepat mundur" Dance Titan langsung berlari diikuti para petualang lain. Kenapa raksasa ini sangat takut dengan kerajaan Geliandos. Sekuat apa mereka sampai membuat seorang dari suku raksasa ketakutan.


Saat ini Diego dan petualangan lain sudah berada di tempat yang mereka jadikan kamp kemarin. "Hei kau gadis raksasa apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kau menyuruh kami mundur" bentak seorang pria yang berasal dari party rusa api.


"Tenang lah biarkan Dance Titan menjelaskan semua nya" Zania muncul dan mencoba menenangkan teman satu party nya itu.


"Padahal kalian sesama manusia tapi kenapa kalian tidak tau apa apa tentang kerajaan Geliandos" Dance Titan yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara.


"Bisa jelaskan dari awal Dance Titan" tanya Blade of Justice yang entah muncul dari mana. "Kerajaan Geliandos adalah sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja yang amat tamak dan licik di bawah kepemimpinan nya. Kerajaan Geliandos sudah menjajah banyak Kerajaan dan salah satu adalah kampung halaman ku" ujar Dance Titan berhenti sejenak.


"Cih jadi kau hanya takut pada mereka... padahal kau adalah raksasa apa yang kau takutkan!!!" teriak rekan satu party Zania itu.


"Kau belum saja melihat berhadapan langsung dengan mereka....aku berani jamin orang seperti mu akan berakhir di tempat perbudakan mereka"


"Aku tidak selemah diri mu dan kaum mu___!!!" Tepat di akhir kalimat nya sebuah pedang menebus kepala nya membuat semua orang tercengang dengan kejadian itu. Mereka pun memandang ke arah sang pelaku.


"Dance Titan jelaskan semua hal yang kau ketahui tentang kerajaan Geliandos" ujar Blade of Justice.


"Hei brengsek apa yang kau lakukan pada rekan ku!!!" teriak Ronia. "Berani nya kau" teriak Carmila. Beberapa anggota party rusa api langsung mengacung senjata mereka pada Blade of Justice.


"Kalian berdua tenang lah lagi pula orang ini hanya bisa memperkeruh keadaan" Zania duduk di atas pria itu dan mencabut pedang Blade of Justice di kepala rekan nya itu.


Ia melemparkan pedang itu pada sang pemilik sah nya. Pria itu pun menangkap pedang nya "Lanjutkan lah Dance Titan" ujar Zania.


"Tunggu Tuan Zania dia baru saja membunuh rekan kita ini tidak bisa dibiarkan!!!" seru Ronia. "Kalau begitu silakan lawan dia tapi asal kau tau Ronia, dia adalah petualang berperingkat emas dengan lima bintang. Silakan lawan dia aku tidak keberatan mencari anak buah baru" dari balik topeng nya Zania tersenyum kecil. Ia tau kalau anak buah nya tidak akan gegabah dan menantang pria berjuluk Blade of Justice itu.


Ronia terdiam dan menurunkan senjata nya. "Bisa dilanjutkan Dance Titan" tanya Blade of Justice.


"Seperti yang aku katakan tadi kampung halaman ku adalah salah satu daerah jajahan mereka, terdengar hebat bukan mampu mengalahkan suku raksasa tetapi ada sebuah cerita tersembunyi dibalik kejadian itu"


"Kami jatuh dalam tipu muslihat mereka dan terjadi perang sipil. Aku yang saat itu adalah pengawal pribadi putri wali kota berhasil membawa tuan putri beserta ayah ibu dan nenek ku pergi dari kota kami. Kami pergi ke daerah yang berada di naungan Federasi perdamaian dan saat aku mencari tau apa yang terjadi pada kampung halaman ku betapa terkejutnya aku melihat semua pria dijadikan budak kerja dan anak anak dan wanita di jual ke pedagang budak" Dance Titan terdiam sejenak.


"Bagaimana menurutmu Hunter of Nightmare" seru Blade of Justice kepada Diego yang sedari tadi hanya diam dan mengamati.


Pemuda berambut biru itu menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan.


...Part 2...


"Kau adalah salah satu petualang berperingkat emas bagaimana pendapat mu" tanya pria berambut merah itu.


"Seperti yang kita tau kota Tonren adalah sebuah kota tambang, kemungkinan besar Kerajaan Geliandos mengincar tambang itu, bagaimana kalau kita hancurkan saja tambang nya" usul Diego.


"Itu ide yang masuk akal" ujar salah seorang petualang.


"Tetapi bagaimana dengan sandera di sana" tanya Blade of Justice. "Jika kita berhasil merebut atau mampu menghancurkan tambang yang mereka incar maka perhatian mereka akan tertuju pada kita, bagaimana menurutmu Blade of Justice" tanya Diego.


"Ada benarnya tetapi mungkin sebaiknya kita menjadi dua tim, tim pertama akan pergi ke tambang dan tim kedua akan menyelamatkan sandera" ujar pria berambut merah itu.


"Sebaiknya kita fokus saja tambang, kita menghadapi kerajaan yang di pimpin oleh orang yang sangat licik kita tidak tau apa yang menunggu kita" tolak Dance Titan.


"Kekhawatiran Dance Titan ada benar nya" timpal Zania.


"Permisi aku punya saran" ujar seorang petualang wanita. Semua orang menoleh kepada petualang wanita itu.


"Bagaimana kalau kita meminta bantuan pada Federasi manusia dan Federasi Non Human" ujar nya. "Tetapi bagaimana jika mereka tidak percaya pada kita?" tanya salah satu petualang.

__ADS_1


"Aku punya kenalan di Federasi Manusia jadi mungkin kita bisa mendapatkan bantuan" timpal wanita itu.


"Bagus sebaik kau pergi secepat mungkin karena kita tidak punya banyak waktu" ujar Dance Titan. Petualang wanita itu mengangguk dan mengaktifkan lambang sihir yang muncul di paha nya.


Seekor Pegasus berwarna putih muncul. Petualang wanita itu langsung menaiki tunggangan nya dan menendang perut pegasus itu. Pegasus itu langsung berlari kemudian membentangkan sayapnya dan terbang.


"Jika di pikir baik-baik kota Tonren ini masuk ke dalam wilayah Federasi Non Human ada kah yang bisa pergi ke sana" tanya Zania pada seluruh petualang.


"Bagaimana kalau aku saja yang pergi" usul seorang pria bertubuh kurus dan jangkung. "Apa kami bisa mengandalkan mu" tanya Blade of Justice dengan ragu.


"Aku pernah ke federasi Non Human aku hafal tempat nya" ujar pria itu. "Bagus anak buah ku akan menemani mu" ujar Zania.


"Eh apa" ujar Carmila dan Ronia.


"Drill Rider tolong temani dia" mendengar hal itu membuat kedua wanita bisa bernafas lega. Seorang Dwarf dengan zirah merah berjalan keluar dari kumpulan anggota party rusa api.


"Sesuai dengan keinginan mu Bos" Seekor tikus tanah raksasa muncul di samping nya. Ia pun langsung naik "ayo naik kawan" ajak Dwarf itu.


Petualang bertubuh kurus dan jangkung itu langsung naik ke atas tikus tanah itu. "Ayo kawan kita pergi hiiiyaaah" tikus tanah raksasa itu langsung menggali ke dalam tanah.


"Jadi bagaimana rencana kita selanjutnya___" tepat di akhir kalimat itu sebuah benda menghantamkan wajah Dance Titan dengan sangat keras sampai raksasa itu terlempar ke belakang.


"Dance Titan" teriak beberapa petualang.


Tidak sampai di situ puluhan batu api raksasa jatuh dari langit membuat semua petualang berlari kalang kabut menyelamatkan diri.


"Seperti nya kita harus mengganti rencana lagi" celetuk Diego yang berlari di samping Blade of Justice. "Diam lah" timpal Blade of Justice terlihat kesal.


...Part 3...


Sudah dua hari berlalu sejak Diego dan para petualang di serang oleh Kerajaan Geliandos. Sejauh ini mereka masih bisa bertahan dari serangan pasukan Kerajaan Geliandos.


Dengan kekuatan raksasa Dance Titan yang bisa mengendalikan tanah dan Zania dari party rusa api yang mempunyai atribut spesial yaitu sihir alam sehingga ia bisa mengendalikan pepohonan.


Alhasil mereka semua bisa bertahan dari serangan membabi buta pasukan kerajaan Geliandos.


Pasukan Kerajaan Geliandos mempunyai tenaga luar biasa walau mereka sudah di sesatkan dengan labirin dan hutan tetapi mereka terus bergerak maju.


Walau beberapa di antara mereka mati karena kelelahan. Saat ini Diego sedang mengamati beberapa prajurit kerajaan Geliandos yang sedang beristirahat.


Saat ini ia kehilangan kontak dengan Batsy tetapi diri nya masih bisa menggunakan kekuatan Batsy yang berarti Batsy masih hidup tetapi ia sedang berada di tempat yang tak bisa jangkau oleh Diego.


Diego mengambil anak panah dari tas nya dan memasangnya di busur panah milik nya. Diego menarik tali busur itu dan tak lupa ia memasukan sihir angin didalamnya.


Panah itu melesat dan tepat mengenai dada prajurit itu. Diego langsung mengambil satu anak panah dan bersiap menembak tetapi sebelum menembak.


Ia melompat mundur ke belakang dan melepaskan tembakan kepada prajurit lain. Diego ia mendarat dengan selamat tanpa menimbulkan bunyi kemudian menembak pengait yang ada di gauntlet nya.


Diego naik ke sebuah dahan pohon dan mengambil tiga anak panah kemudian langsung menembak anak panah nya itu.


Mereka adalah prajurit kerajaan Geliandos terakhir yang harus Diego habisi malam ini "Hunter of Nightmare waktu nya mundur ada banyak prajurit musuh yang bergerak ke arah mu" sebuah suara muncul dari rongga pohon.


"Secepat itu kah.....baiklah aku akan pergi sekarang" pemuda berambut biru itu langsung turun ke tanah dan berlari secepat mungkin.


Diego terus berlari setelah di rasa aman ia pun berhenti berlari kemudian pohon pohon bergerak mendekati nya dan menutupi tubuh nya. Tak lama berselang pohon pohon itu berjalan menjauh dan terlihat sebuah perkemahan.


Diego berjalan menuju perkemahan para petualang. "Hunter of Nightmare kerja bagus" seru seseorang dari kejauhan.


"Kamu sangat cocok melakukan pekerjaan di malam hari ya" seru seorang petualang.


"Terima kasih" jawab pemuda berambut biru itu kemudian ia pun melanjutkan perjalanan menuju sebuah tenda yang lebih besar dari tenda tenda lain.


Diego tanpa pikir panjang langsung masuk dan terlihat beberapa orang yang sedang duduk membentuk lingkaran.


"Bagus karena semua petualang berperingkat emas sudah berkumpul jadi mari kita bicarakan situasi sekarang" Zania memandang semua orang yang berada di tenda ini.

__ADS_1


"Kita sudah berperang dua hari nonstop siang malam sedangkan dua petualang yang meminta bantuan kepada federasi manusia dan Federasi Non Human belum kembali ada kemungkinan mereka melarikan diri" tambah nya.


"Sampai sekarang kita masih bertahan karena labirin dari dance Titan dan sihir alam ku tetapi mana yang kami punya batas"


"Menurut perhitungan ku besok Dance Titan akan kehabisan mana dan labirin buatan nya akan menghilang dan perang terbuka akan terjadi"


Semua orang terdiam mendengar ucapan Zania atau Spears Wood. "Berarti tidak ada pilihan lain selain perang terbuka" ucap Blade of Justice berhenti sejenak dan menarik nafas lalu menghembuskan nya perlahan.


"Dance Titan adalah kekuatan terbesar kita tetapi tanpa mana dia tidak akan bisa berbuat apa selain menjadi sasaran empuk musuh" tambah nya.


"Kita tidak mungkin bisa menang melawan kerajaan Geliandos jika melakukan perang terbuka" Diego membuat semua orang memandang kearahnya.


"Lalu bagaimana sekarang" tanya Zania. "Kita harus menjadi tiga tim dan menyerang kota Tonren dari tiga arah" ujar Diego.


"Itu rencana bagus tetapi resikonya terlalu besar" ujar Zania. "Hei kalian yang di dalam tenda keluar lah!!" seru seorang dari luar tanpa pikir panjang mereka semua keluar dari tenda itu.


Saat keluar dari tenda Diego melihat banyak petualang yang berkumpul di luar kemah masing masing.


Pandangan semua orang tertuju ke langit terlihat seorang wanita berambut ungu dengan bibir berwarna ungu dan mata berwarna hijau dengan sebuah mahkota raja di kepala nya.


Ia memakai gaun berwarna hitam yang cukup terbuka. "Selamat malam para petualang sekalian tidak ku sangkah kalian bisa melakukan perlawanan selama dia hari dua malam itu sangat mengesankan......" wanita itu berhenti sejenak kemudian menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


"Kaliaaaaan.....pasti sangat kuat dan aku ku buat kalian menjadi milik ku!!!" ia membuka kedua telapak tangan nya.


"Raja ku kerahkan semua pasukan yang kau punya untuk mengalahkan petualang itu....ambil mereka semua dan beri mereka riasan terbaik agar cocok dimasukan dalam koleksi budak pribadi ku" ujar nya.


"Tunggu lah kalian budak-budak manis ku" perlahan wanita itu menghilang dari langit. Keheningan melanda semua petualang sebuah senyum terukir di wajah pemuda berambut biru itu "Semua nya" panggil Diego.


"Semua nya...kita masih memiliki kesempatan untuk menang"


Selama ini kak Shoul selalu mengajarinya untuk melakukan persiapan yang matang sebelum berpetualang. Awal nya ia tidak mengerti tetapi perlahan namun pasti diri nya mengerti kenapa ia harus bersiap sebelum melakukan sesuatu.


Semua itu dilakukan agar ia dapat mengimbangi bahkan mengalahkan musuh yang jauh lebih kuat dari diri nya. Perang ini masih baru di mulai!.


Hari ke lima perang tanpa henti melawan kerajaan Geliandos. Para petualang berhasil memukul mundur pasukan musuh.


Diego dan para petualang membuat begitu banyak jebakan tidak hanya itu mereka juga meracuni sungai dan sumber mata di kota Tonren dengan racun yang diracik oleh beberapa petualang berlambang sihir Magus.


Zania juga memberi usul untuk membakar ladang para warga serta menyamar menjadi pedagang budak untuk menyelamatkan warga.


Korban dari kedua belah pihak juga sudah sangat banyak. Para petualang yang mengikuti misi ini awal nya berjumlah ratusan tetapi yang bisa bertarung hanya sekitar dua puluh lima orang.


Menurut perhitungan Zania pasukan kerajaan Geliandos harusnya mengalami situasi yang sangat buruk sekarang.


Saat ini Diego duduk di pundak Dance Titan sembari menunggu matahari terbit "Ini adalah hari ketujuh kita berperang melawan kerajaan Geliandos tidak ku sangkah kita bisa bertahan sampai sekarang, semua berkat rencana hebat mu Hunter of Nightmare" ujarnya.


"Tidak, kita bisa bertahan sampai sekarang karena kerja keras semua petualang" ujar Diego. "Apakah Tabib Aqura mau menerima ku yang sekarang ya" ujar Dance Titan membuat Diego terdiam.


Yang Diego tau cinta itu selalu menginginkan kesempurnaan. Entah kenapa ia jadi khawatir dengan akhir kisah cinta Dance Titan dan dan tabib itu.


"Aku mengharapkan yang terbaik untuk mu Dance Titan" Mata kanan nya hancur karena serangan dadakan kerajaan Geliandos kaki kiri nya di potong oleh seorang ksatria kerajaan.


"Terima kasih Hunter of Nightmare aku pun berharap begitu" ia tersenyum kecil. "Tapi sepertinya aku harus mundur disini sekarang" Dance Titan duduk dan bersandar di bukit.


"Ada apa" tanya Diego.


"Aku.....aku ingin beristirahat karena bagaimana pun aku akan menjadi seorang pengantin lho aku perlu menjaga penampilan ku" ia tertawa kecil.


Diego tersenyum kecil "baiklah aku paham tapi bagian mu akan ku potong ya" Diego tertawa kecil.


"Apa-apaan itu aku berjuang sampai tujuh hari lho lihat lah kondisi ku sekarang" ujar Dance Titan tidak terima.


Matahari mulai terbit menandakan penyerangan akan segera dimulai. "Aku pergi dulu" Diego melompat turun dari bahu Dance Titan dan berlari pergi.


"Sampai jumpa lagi, cepat kabur jika keadaan mulai tidak terkendali" seru Dance Titan namun Diego tidak menghiraukan nya dan terus berlari.

__ADS_1


Ia menurunkan kecepatan lari nya saat melihat dua orang pria sedang menunggu nya. Pria itu tak lain adalah Blade of Justice dan Zania atau lebih tepat Spears Wood.


"Baiklah ayo kita mulai"


__ADS_2