
...Part 1...
Di suatu tempat
Seorang perempuan berambut pirang dan mata hitam dengan tubuh yang penuh luka sayatan serta pakaian yang compang camping sedang berlari di sebuah lorong yang gelap.
"Aku harus bertemu dengan teman teman yang lain"
"Berhenti disana Irinda"
Perempuan itu berhenti berjalan dan membelalakkan matanya melihat dua pria yang muncul dari dalam bayangan ditengah seorang wanita dengan mata sayu kelihatan kurang tidur dan rambut pendek berwarna hitam.
"Apa yang mereka lakukan pada Hugo dan Moris? Minira!!??" Teriak wanita berambut blonde itu.
"Tunduk lah pada 'dia' dan kau bisa melihat hari esok Irinda" wanita itu mengangkat tangan nya ke depan.
Wanita bernama Irinda itu mundur selangkah. Ia masih tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh 'dia' kepada kedua sahabat nya itu.
Kedua sahabatnya itu sudah menjadi korban dari kegilaan eksperimen 'dia'. kenapa orang seperti 'dia' tega melakukan hal sekeji ini pada Hugo dan Moris yang tak bersalah.
"Tidak"
Mata perempuan bernama Minira itu membulatkan matanya.
"Aku tidak akan"
"Percuma bergabung lah di sisi ku dan kau akan melihat hari esok" Minira berjalan mendekati Irinda.
"Aku tidak akan pernah memaafkan mu! Damian!!!!" Teriak Irinda dengan disertai gelombang energi yang membuat lorong gelap ini bergetar hebat.
Puluhan lingkaran sihir bermunculan "matilah Minira! Bersama dosa dosa mu" lingkaran sihir memuntahkan ombak lahat panas.
Minira melompat mundur dan menarik tubuh Moris untuk menjadi perisai nya.
Irinda menggigit bibirnya sampai berdarah. "Skill ketiga Waktu kehancuran"
Bumi berguncang hebat "matilah" dengan cepat bumi retak dan lava panas keluar dari retakan itu.
Ledakan terdengar saling susul menyusul. Lava panas meledak di berbagai tempat.
Tiba tiba sebuah pedang menembus dada Irinda "kau memang anak nakal ya Irinda, padahal baru berkunjung tapi kau ingin menghancurkan rumah ku" Irinda tersenyum pelan.
"Sepertinya aku tau apa yang terjadi pada teman teman ku yang tiba tiba menghilang"
"Kalau boleh tau apa yang terjadi pada teman teman mu" tanya pria itu.
Irinda mengingat kedua teman nya yang bernasib naas itu. "Kurang lebih sama seperti yang ku lakukan sekarang tapi aku tidak akan sebodoh mereka yang berakhir menjadi kelinci percobaan mu Guru"
Pedang yang ditusuk pria misterius itu perlahan meleleh perlahan muncul garis garis merah tubuh nya.
"Sampai jumpa di neraka , Brengsek"
Pria itu melompat mundur dan membuat pintu teleportasi dan melompat kedalamnya.
Disisi lain di sebuah hutan seorang pria dengan topeng berwarna putih yang hanya menampakkan kedua bola mata nya sedang duduk bersandar di dahan pohon.
Pria itu mengenakan baju kaos hitam dan celana hitam. Ia memandang sebuah fenomena alam yang sangat ganjil.
Di tengah kota tiba tiba ada sebuah ledakan vulkanik yang membuat masyarakat kota panik dan melarikan diri secepat mungkin.
Tiba tiba sebuah lingkaran sihir muncul seorang pria bertubuh besar dengan celana hitam yang tak memakai baju hanya memakai jubah berwarna hitam.
Sebagian rambutnya sudah berwarna putih.
"Aneh sekali ya tiba tiba di sebuah kota ada letusan gunung berapi" pria dengan topeng putih itu melirik pria itu.
"Tapi tidak disangka-sangka dia bisa menemukan persembunyian kita di kota ini" ujar pria itu.
"Tapi tak kusangkah kau memiliki murid murid yang luar biasa Damian" puji pria bertopeng itu.
"Kau memang guru yang hebat" tambahnya.
Pria itu hanya diam dan menyaksikan kota tempat persembunyian itu dilahap oleh lava panas milik murid 'mantan' nya itu.
...Part 2...
"Setiap makhluk hidup memiliki mana namun seluruh mahluk di dunia ini memiliki kapasitas atau jumlah mana yang berbeda beda, hei kepala botak kapasitas mana yang berbeda beda di setiap makhluk hidup memicu apa?"
seorang perempuan berambut pendek berwarna hitam dan mata berwarna coklat dengan memakai rok selutut yang ketat dan baju yang terlihat sangat ketat sehingga orang bisa melihat lekuk tubuhnya.
"Madam nama ku ini Steve!"
"Siapa pun kau aku tak peduli jawab pertanyaan ku sekarang!" perempuan itu berjalan mendekati Steve kemudian mencengkram kepala botak Steve lalu menatap pemuda itu dengan tajam
"Jangan panggil aku madam!!!" teriak wanita.
"Baik mad.....maksud ku Miss" Steve menelan ludahnya.
"Sekarang jawab pertanyaan ku" teriak nya lagi lalu melepaskan cengkraman tangannya.
"Kapasitas mana yang berbeda beda di setiap makhluk hidup memicu munculnya lambang sihir yang berbeda beda" ujar Steve.
Wanita itu mengangguk lalu berbalik dan berjalan menuju papan tulis. "Seperti yang kita semua tau lambang sihir terdiri dari Sword, Lancer, Warriors, Magus, Rider, Arrow dan Shield"
"Sederhana nya jika kau memiliki mana yang berlimpah ruah kau bisa mendapatkan lambang sihir sword dan Lancer. jika mana yang terkandung dalam dirimu medium kau akan mendapat lambang sihir warriors ,Magus atau pun Rider dan jika mana dalam tubuh mu sedikit kau akan mendapatkan lambang Arrow dan Shield"
"Lambang sihir itu sangat mempengaruhi kehidupan mu mulai dari tempat dalam masyarakat dan instansi pemerintah atau pun dalam organisasi"
"Miss Evy apa kah ada Lambang sihir rendah seperti Arrow dan Shield bisa menandingi lambang sihir kelas menengah dan tinggi" tanya salah seorang murid.
"Bodoh sekali pertanyaan mu itu, apa kau lupa dengan kejadian 1 lawan 24 dan pangeran suku Beastman yang kalah 1vs1 beberapa Minggu lalu"
Miss Evy menatap semua anak muridnya itu "Kedua murid itu adalah murid memiliki Lambang sihir kelas rendah Arrow dan Shield lalu menurut kalian bagaimana cara mereka mengalahkan musuh yang sudah jelas lebih kuat dari mereka".
"Bagaimana pendapat kalian" tanya Miss Evy.
"Keberuntungan" jawab salah satu siswi. "Aku menyaksikan pertarungan mereka sejak awal dan jelas mereka tidak memiliki hal semacam keberuntungan.....mereka memang lebih kuat dan berpengalaman dari lawan nya" ujar seorang siswa yang memakai kacamata dan berambut hitam dengan mata merahnya.
"Sebagai seorang berlambang sword dan bangsawan pengakuan ini sangat memalukan tapi...memang benar dan tak bisa dibantah lagi kalau mereka jauh lebih kuat dari dua puluh empat siswa dan pangeran Beastman itu "
"Hooh lihat lah siapa yang bicara tuan muda" Miss Evy tersenyum kecil melihat muridnya yang angkuh itu sampai mengakui kehebatan dua murid berlambang sihir rendah dan juga seorang rakyat jelata biasa.
"Putri Kaizer bagaimana pendapat mu ku lihat saat pertarungan si bocah biru dengan pangeran Beastman itu kau cukup dekat dengan sampai memegang pipi nya" tanya Miss Evy tapi tak ada jawaban.
"Putri Kaizer" panggil Miss Evy lagi.
Miss Evy berjalan menuju seorang gadis berambut hitam dengan poni menutupi dahinya dan rambut di kuncir kuda dengan pipi tembem dan kulit sawo matang, gadis itu tak lain adalah Karand.
"Putri Kaizer" panggil nya lagi.
Namun tak ada jawaban dari gadis itu. Miss Evy langsung menarik pipi tembem Karand.
"Adududududuh"
Miss Evy melepaskan cubitan nya dari pipi gadis itu. "Putri Kaizer jika kau melamun lagi dikelas ku kau akan merasakan akibatnya" Miss Evy menatap Karand dengan tajam.
"Ba...baik...baik Madam......maksud ku Miss" Karand gelagapan saat ditatap oleh sang guru.
Tiba tiba bel berbunyi tanda jam pelajaran telah usai. "Baiklah karena bel sudah berbunyi pelajaran terpaksa di akhiri sekarang"
Miss Evy berbalik dan berjalan menuju meja nya "oh iya setelah jam istirahat selesai kalian semua ganti pakaian olahraga dan langsung ke lapangan" ujar Miss Evy lalu berjalan keluar dari kelas.
...Part 3...
Karand menghembuskan nafas lega melihat Madam maksud nya Miss Evy pergi meninggalkan kelas.
"Ya ampun apa apa dia itu" gerutu Karand. Miss Evy adalah pengajar senior di Akademi Kaum.
"Selalu saja memanggil ku 'Putri Kaizer' dasar nenek lampir pikun" gerutu Karand.
Krruuuyukkk
Karand memegang perutnya lalu bangkit dari tempat duduk nya. Sepertinya cacing di dalam perutnya sudah tak bisa di ajak berkompromi lagi.
Karand berjalan meninggalkan kelasnya menuju tempat yang pasti di datangi oleh semua siswa.
Tempat itu tak lain adalah kantin. Kantin di akademi kaum ini adalah tempat yang paling populer karena mereka memiliki koki yang pernah magang di restoran Dream Sea.
__ADS_1
Restoran Dream Sea adalah restoran yang sangat terkenal bahkan ada seorang putri kerajaan yang membuat restoran Dream Sea membuka cabang di dalam kamar nya.
Restoran ini memiliki cabang di berbagai tempat. Tak ada yang bisa menyaingi rasa masakan restoran ini.
Namun entah bagaimana Akademi Kaum merekrut orang yang pernah magang di Restoran Dream Sea karena setiap orang yang magang disana pasti nanti akan memiliki restoran mereka sendiri.
Karand berjalan di lorong melewati banyak murid yang berlalu lalang sesekali ia disapa dan menyapa orang yang berpapasan dengan nya.
Hidup di Akademi Kaum ini cukup menyenangkan. Hidup di tanggung dan mendapatkan guru guru yang berkompeten dibidangnya.
Akademi ini menganut sistem asrama. Murid murid dikelompokan sesuai dengan Lambang sihir dengan tujuan agar lambang sihir kelas rendah tidak mengalami pembullyan oleh siswa dengan lambang sihir kelas atas atau menengah.
Akademi ini juga di bawah naungan Federasi perdamaian karena itu ada tiga orang Professor utusan dari Federasi Perdamaian.
Sir Varlino seorang pengajar yang berlambang Sword dan berelemen cahaya yang langkah.
Sir Ferdinand seorang pengajar yang berasal dari suku elf berlambang Magus dan kekuatannya masih misterius.
Lalu Sir Marqus memiliki lambang sihir rider dan tunggangan nya adalah Naga Bumi dia adalah sosok serius dan tegas. Semua murid tidak ingin berurusan dengan dia.
Tak terasa Karand sudah sampai di kantin. Ruangan yang sangat besar dengan banyak meja yang tertata dengan rapi.
Karand berjalan ke tempat memesan makanan. "Bibi tolong makanan seperti biasa dengan porsi yang jumbo" ujar Karand tanpa basa basi.
"Baiklah tunggu sebentar ya" seru wanita paruh baya itu. Setelah menunggu sekitar satu setengah menit wanita itu kembali dengan nampan penuh makanan.
"Ini dia Karand makanan dengan porsi jumbo" Karand menerima nampan itu.
"Terima kasih bibi" ujar Karand kemudian tersenyum menatap makanan yang sangat menggugah selera itu.
"Hei Karand" panggil nya.
"Ada apa bi" tanya balik Karand. "Pola makan mu harus dijaga nanti kamu akan sedikit" bibi penjaga kantin itu mengembungkan pipi nya.
"Apa maksud bibi itu aku akan menjadi gendut?" Karand menatap wanita paruh bayah itu.
Wanita itu mengangguk pelan "tenang saja Bi tak masalah jika aku sedikit gemuk nanti aku akan olahraga lebih keras" Karand berbalik dan berjalan meninggalkan wanita itu.
Wanita itu menggelengkan kepala perlahan mendengar gadis itu tak memperdulikan sarannya.
Karand berhenti berjalan dan mencari tempat duduk kosong yang bisa ia tempati.
"Karand"
Seru seorang gadis Beastman kelinci yang tak lain adalah Nian. Gadis berpipi tembem itu langsung tersenyum ceria dan berjalan mendekati Nian yang sedang duduk sendirian.
"Nian apa kabar mu ? Kapan kamu keluar dari rumah sakit? apa kau baik-baik saja?" Karand meletakkan nampan nya di meja dan duduk di depan Nian.
"Sabar kawan nanti aku akan menjawab semua pertanyaan mu satu persatu" Nian mengangkat kedua tangan sebahu.
Karand tertawa kecil "maaf...maaf".
"Jadi bagaimana luka mu apa sudah baikan" tanya Karand lagi. "Sudah mendingan kok...lagian kami Suku Beastman punya fisik lebih kuat dari suku lain nya" Nian memukul dada nya.
"Sudah satu bulan sejak penyerangan di mall kota kaum , aku benar benar merindukan mu tau" Karand mengambil roti lapis isi daging empat tingkat yang ada di nampan nya itu.
Nian hanya tertawa garing melihat roti lapis isi daging empat tingkat itu. "Oh iya kenapa kamu tidak memakai seragam akademi kaum" tanya Karand yang baru saja memperhatikan pakaian teman nya itu.
"Semua nya sudah tidak muat jadi aku menunggu seragam seragam yang baru" Karand memandang Nian dengan seksama membuat nian sedikit terkejut.
"Nian boleh kah ku sentuh....telinga mu" Nian langsung memegang kedua telinga dengan muka yang sedikit memerah.
"Biasanya aku tidak suka orang menyentuh telinga ku...ta...tapi untuk kali ini ku perbolehkan kamu menyentuhnya" Nian mendudukkan kepala lalu menutup matanya.
"Serius boleh nih ...tidak apa kan" Karand memastikan ia tidak ingin kejadian dengan Yuyu terulang lagi. "Cepat lakukan Karand" gadis berpipi tembem itu meletakkan roti lapis isi daging empat tingkat nya.
Karand tanpa basa basi lagi ia mengelus telinga panjang yang di tutupi bulu berwarna abu abu itu.
'Halus dan hangat'
"Hikkk"
"Aaaaaah"
"Aaaaaah"
Nian mengangkat kepala nya "tehehe maaf bagian tubuh ku yang paling sensitif adalah telinga jadi kalau dielus seperti itu aku suka mendesah" ia menggaruk kepala bagian belakang yang tidak gatal.
Karand mengambil roti nya dan langsung memakannya. "Kamu benar benar rakus ya" nian tertawa kemudian memakan kue stroberi nya.
"Ahku tikdhak raokus" bantah Karand dengan mulut penuh makanan.
Karand menelan makanan yang sudah ada di mulutnya "uhuk.....uhuk....aku tidak rakus tapi jika aku terlalu khawatir aku selalu makan dalam porsi jumbo" Karand membela diri nya namun Nian tidak terlalu memusingkan perkataan teman nya itu.
"Jadi Diego juga sudah pulang ke akademi"
Nian terdiam mendengat pertanyaan sahabatnya itu "eeeee... sepertinya Diego tidak akan bersekolah di akademi kaum lagi" Karand tiba tiba tersedak.
Ia menjatuhkan roti lapis nya itu dan mengambil gelas yang berada tak jauh dari roti lapis nya dan langsung meminumnya.
Karand meraih kedua bahu gadis Beastman kelinci itu dan mengoyangkan nya "Apa maksud mu Nian kenapa dia tidak lagi bersekolah disini".
"Saat di mall kota kaum kami bertarung melawan Wilz Bersaudara. Salah satu Wilz Bersaudara itu menebas kedua bola mata Diego dengan tombak membuat ia mengalami kebutaan permanen"
Deg
Karand terdiam mendengar hal itu. "Setelah jam sekolah usai ayo kita menjenguk dia di asrama nya" usul Karand dengan sangat antusias.
"Dia sekarang masih berada di rumah sakit"
"Begitu kah ayo kita jenguk dia bersama Hall, Steve dan Ariel" Karand bangkit dari tempat duduk dan berlari pergi meninggalkan kantin.
Karand berhenti berlari dan berbalik "Setelah pulang sekolah kita berkumpul di gerbang sekolah ya" ia melambaikan tangan nya pada Nian.
Nian hanya menyaksikan kepergian teman nya yang sangat bersemangat itu.
"Anak itu memang tidak kenal lelah ya"
...Part 4...
Bel berbunyi tanda jam istirahat sudah berakhir. Sekarang ini Karand dan teman teman sekelas sedang duduk di lapangan yang sangat luas.
"Seperti biasa Madam Evy....maksud ku Miss Evy selalu telat jika pelajaran di luar kelas" gerutu seorang remaja berkepala plontos yang tak lain adalah Steve.
"Benar sekali Steve dia selalu telat jika pelajaran di luar ruangan sebenarnya apa yang dia lakukan" cibir seorang murid laki laki.
"Hei lihatlah kesana teman teman" ujar seorang remaja berambut coklat yang memakai kacamata berwarna merah marun itu.
"Maksud mu nenek tua petugas kebersihan itu" tanya Steve. "Bukan dasar botak tapi Karand" pekiknya.
"Bagaimana kalau kita melakukan game itu"
Tiba tiba semua anak laki laki saling melirik dan mengangguk setuju. "Game ini akan menentukan siapa yang berhak duduk di dekat Karand bulan ini" ujar remaja dengan mata berwarna abu abu dan kulit putih pucat serta rambut berwarna hitam.
"Baiklah aku tidak akan kalah, kali ini aku lah yang akan duduk di samping karand" ujar si murid berkacamata dengan mata merah.
"Bermimpi itu boleh tapi aku lah yang akan menang"
Steve hanya bisa menggeleng pelan melihat teman teman nya akan melakukan sebuah permainan untuk menentukan siapa yang akan duduk di samping Karand.
Karand memanglah gadis cantik namun yang membuat ia menarik adalah sifat dan perilaku nya.
Banyak yang gadis yang lebih cantik dari Karand di akademi kaum namun yang membuat ia di kejar seluruh pria adalah sifat nya.
Kebaikan hati dan setia kawan serta perhatian yang dia berikan pada semua teman teman nya membuat itu menjadi nilai tambah buatnya.
Banyak pria menyukai Karand bahkan tak sedikit yang menyatakan cinta padanya dan yang paling ekstrim yaitu meminta restu kepada ayah Karand yang tak lain adalah Sir Kaizer.
Bahkan ada beberapa wanita yang terang terangan menyukai Karand. Ada sebuah rumor yang mengatakan kalau Karand sebenarnya penyuka hubungan sesama jenis.
Saat ini Karand sedang duduk termenung di bawah pohon bersama teman teman perempuan nya yang lain.
"Karand"
Karand tersentak saat sebuah suara memanggil dirinya. "Eh ada apa Marjun" Karand menoleh kesamping ia mendapati seorang gadis berambut panjang berwarna perak yang terurai dengan tubuh yang cukup mungil.
"Kenapa belakang ini kamu sering melamun ,apa ada yang salah?" tanya Marjun.
__ADS_1
"Tidak ada kok tapi hanya saja aku mengkhawatirkan seorang teman" ujar Karand singkat.
"Memang nya dia kenapa kalau boleh tau" seorang gadis berambut coklat kemerahan dengan mata berwarna hitam dan tubuh yang sangat body goals yang terkadang membuat Karand iri dan ingin berdiet ketat namun niatan itu selalu kalah oleh rasa malas nya.
"Sebelum mall diserang kami bersama lalu kami berpisah karena mau menonton teater jadul kesukaan ayah" Karand memeluk kedua lututnya.
"Kuharap dia baik baik saja" pinta Karand.
"Hmmph harus nya kamu mengajak ku lalu akan ku hajar semua orang yang menyakiti mu" ujar seorang gadis berambut panjang berwarna merah yang di kuncir kuda dengan mata berwarna biru. Tangan nya meninju udara kosong beberapa kali.
"Hmmph itu karena kamu tidak mengajak kami tapi sebenarnya kenapa kamu tiba tiba pergi ke mall waktu itu" tanya seorang laki laki berambut hitam dengan mata berwarna emas nya.
Semua orag terdiam mendengar hal itu. "Sebenarnya kakak ku berulang tahun jadi aku mengajak Steve , Nian , Hall dan Ariel yang kebetulan sudah mengenal kakak ku" Karand menggaruk dagu yang tidak gatal.
Tiba tiba suasana menjadi hening. Entah kenapa ia merasa bersalah karena tidak mengajak teman teman yang lain. Tapi Kak Gilda adalah tipe orang tidak mudah akrab dengan orag asing.
"Itu....itu sangat curang kenapa kami malah di anggap seperti orang asing" ujar Marjun.
"Iya...ini benar benar tidak adil...harusnya kamu mengajak semua orang" ujar gadis berambut cokelat itu
"Maaf Mary tapi kakak ku tidak mudah akrab dengan orang yang baru ia kenal" Karand mencoba meluruskan hal ini sebelum menjadi lebih buruk
"Kami ini kan teman nya karand " ujar gadis berambut merah itu tidak tidak terima dengan penjelasan Karand.
"Kaisha maaf tapi tolong mengertilah, kakak ku itu memang seperti itu" ujar Karand.
"Hmmph dasar Karand kalau begitu sebagai hukumannya kamu harus jalan dengan kami sepulang sekolah nanti ya, tidak ada penolakan.....kyunn" ujar pria itu dengan manja.
"Yang dikatakan Juju itu benar" ujar Marjun.
"Tapi aku ada janji dengan Nian kami mau___"
"Sepertinya kita sudah tidak dianggap teman sama Karand nih...Karand jahat....Karand mau meninggalkan Juju... padahal janji akan selalu jadi teman Juju..."
Belum sempat yang ia menyelesaikan kalimatnya Juju sudah memotong. Juju berguling guling di tanah sambil menangis tersedu-sedu.
Anak ini memang suka mendramatisir keadaan. Juju yang bernama asli Julio seorang laki laki yang sifat nya seperti seorang gadis.
Karand dan Juju bertemu sewaktu pendaftaran akademi. Lalu mereka berkenalan dan alhasil menjadi teman akrab.
"Karand....tidak mau berteman dengan ku... lagi" mata Marjun berkaca kaca mendengar hal itu.
"Aku akan menghabisi Nian yang sudah mengambil Karand dari ku" Kaisha bangkit dan mengaktifkan lambang sihir nya.
"Ka...kamu... bercandakan Karand" marry menatap gadis berpipi chubby itu dengan mata yang berkaca kaca.
"Memang benar nilai ku mengalami penurunan... tapi aku akan belajar lebih giat untuk bisa bersama Karand lagi" pekik Marry.
"Itu semua tidak benar kok....baiklah sepulang sekolah mari kita jalan jalan kalian bebas menentukan kemana kita akan pergi...bagaiman kalian setuju" ujar Karand
Keempat temannya itu langsung menatap Karand dengan mata berbinar binar.
"Serius...janji ya"
Mereka semua mengajukan jari kelingking mereka. Karand yang melihat itu langsung mengaitkan jari kelingking nya secara berganti pada mereka.
"Aku berjanji"
...Part 5...
Setelah menunggu sampai setengah jam akhirnya Madam Evy maksudnya Miss Evy datang sambil mendorong sebuah papan tulis.
Ia mengelap keringat di dahi dengan telapak tangannya. "baiklah anak anak pemalas cepat berkumpul aku akan menjelaskan secara singkat" seru Miss Evy.
Semua murid pun berjalan mendekati sang wali kelas.
"Tanpa basa basi lagi kita akan memulai pelajaran , di kelas sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa kapasitas mana dalam setiap individu itu berbeda beda sehingga menciptakan lambang sihir sesuai kapasitas mana di dalam tubuh mahluk hidup"
"Lambang sihir itu sudah seperti tombol on/off mana di tubuh kita, jika kita mengaktifkan lambang sihir maka mana akan mengalir ke seluruh tubuh kita dan jika menonaktifkan maka mana tidak akan mengalir ke seluruh tubuh kita"
Miss Evy mengangkat rok ketat nya membuat semua murid laki laki menelan ludah masing masing.
Sebuah lambang sihir bergambar tombak berwarna biru yang dikelilingi tiga lingkaran dengan mewarna berbeda beda.
"Kenapa dengan lambang sihir anda Miss Evy" tanya Marjun heran.
"Indah sekali" ujar Kaisha dengan kagum.
"Aku pernah dengar tentang lambang sihir seperti itu....lambang sihir sempurna apa aku benar" tanya siswa yang memakai kacamata dengan mata merah dan rambut hitam itu.
"Benar sekali, ini bentuk sempurna dari lambang sihir yang kita miliki aku akan menjelaskan nya secara singkat jadi diam dan perhatikan"
Karand memperhatikan Miss Evy yang mulai asik sendiri menggambar di papan tulis dengan kapur berwarna. Sikap nya memang kasar tapi tak ada yang bisa menyangkal kalau dia adalah guru yang hebat.
Penjelasan mudah di pahami , dia selalu memperlakukan murid nya sama tidak memandang status sosial.
Semua murid memperhatikan Miss Evy dengan seksama ia meletakkan kapur berwarna nya itu di saku nya.
"Ini adalah lambang sihir ku" Miss Evy menunjuk sebuah gambar yang mirip dengan lambang sihirnya.
Tombak berwarna biru yang di kelilingi lingkaran tiga warna biru muda, hijau dan juga warna coklat.
"Kita mendapatkan lambang sihir sejak lahir tapi tidak mendapatkan nya dengan kekuatan maksimal"
"Miss Evy apa maksudnya dengan tidak mendapatkan kekuatan maksimal" tanya Steve.
"Putri Kaizer maju ke depan dan perlihatkan lambang sihir mu"
Karand langsung bangkit lalu berjalan mendekati Miss Evy lalu menatap telapak tangan nya dan memperlihatkan nya dihadapan semua teman teman nya.
"Nah ini adalah lambang sihir yang tidak sempurna cuma memiliki tiga skill, tanpa atribut lain, semua orang memiliki lambang sihir seperti ini"
"Sedangkan untuk mencapai lambang sihir sempurna seperti yang ku miliki diperlukan dedikasi yang tinggi dalam berlatih dan pengalaman yang banyak"
"Aku sendiri baru saja mendapatkan lambang sihir sempurna ini satu tahun yang lalu"
"Baiklah kembali ke topik pembicaraan aku akan menjelaskan rincian dari lambang sihir sempurna ini"
"Pertama tombak berwarna biru muda, lambang tombak seperti yang kalian tau aku berlambang Lancer memiliki tiga skill lalu untuk warna biru adalah sihir turunan"
"Ayahku adalah seorang Magus dengan atribut sihir es, sejak lahir lalu aku pun mewarisi atribut sihir itu namun biasa nya orang yang mempunyai elemen sihir gabungan seperti ini kehilangan kemampuan mengendalikan elemen dasar pembentukan elemen gabungan"
"Tapi aku mempelajari kembali sihir air dan sihir angin sehingga aku bebas menggunakan sihir angin , air dan es sesukaku"
"Tiga lingkaran yang berbeda warna itu menunjukkan atribut elemen sihir benarkan Miss Evy" tebak Karand.
"Benar sekali 'putri Kaizer' tiga lingkaran yang berbeda warna itu menunjukkan atribut elemen sihir dan jumlah skill yang dapat di pakai "
"Miss Evy tapi lingkaran ketiga berwarna coklat apa itu elemen tanah" tanya salah seorang siswa.
"Iya sebulan lalu aku berhasil menguasai sihir tanah dan dengan sihir tanah aku bisa mendapatkan sihir gabungan baru seperti kayu atau lumpur , atau mungkin juga pasir"
"He... hebat" ujar seluruh muridnya.
"Tentu saja aku memang hebat....karena itu" Miss Evy mengaitkan tangan di pinggang.
"Murid ku pasti bisa lebih hebat dari ku....jadi kalian harus belajar dengan rajin dan jangan bermalas-malasan karena waktu itu sangat berharga"
"Putri Kaizer cepat duduk kembali aku akan melanjutkan penjelasan ku" suruh sang guru pada Karand.
Karand yang sudah mulai terbiasa dengan panggilan gurunya itu pun mengangguk mengerti.
"Nah seharusnya kita akan melakukan pelajaran olahraga tapi karena tadi ada rapat dadakan jadi waktu pelajaran kita tersita cukup banyak"
"Aku akan mengumumkan hasil rapat tadi..ekhem....mulai hari ini pihak sekolah dan guild petualang di kota kaum akan melakukan kerja sama"
"Guild kota kaum akan memberikan misi yang mereka terima untuk diselesaikan oleh para siswa karena mereka sedang kekurangan petualang jadi pihak sekolah menerimanya"
"Tapi tenang saja pihak sekolah akan menyediakan alat petualang khusus untuk para siswa yang dibuat langsung oleh Sir Ferdinand"
Miss Evy berhenti sejenak "apa kalian paham keselamatan kalian sudah dipikirkan dan apa ada pertanyaan" tanya nya.
"Miss Evy tapi apa untungnya buat kami...bukankah itu terlalu berbahaya" tanya Marry sedikit takut.
"Wajar nona bangsawan seperti mu takut....tapi kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengalaman kalian dengan terjun langsung sebagai petualang.....kalian akan menggunakan ilmu yang sudah kalian peroleh di akademi ini untuk bertahan hidup nanti"
Semua murid kembali terdiam "oh iya aku melupakan sesuatu kepala sekolah bilang kalian harus menjalankan misi secara berkelompok dan setiap kelompok yang menyelesaikan banyak misi akan mendapatkan hadiah....dan setiap keberhasilan /kegagalan misi yang kalian ambil itu berpengaruh pada nilai kalian jadi jangan sampai terlalu sering gagal nanti kalian tidak bakal naik kelas lho"
__ADS_1
"Sekian untuk hari sampai jumpa besok ya" Miss Evy langsung mendorong papan tulis itu dan berjalan meninggalkan anak didiknya.