
...Part 1...
Diego dan White Crossbow berjalan menuju rumah kepala desa. "Apa semua warga desa sudah dievakuasi" tanya Diego.
"Saat ini mereka sedang bersembunyi dirumah masing masing" ujarnya. "Bersembunyi bukankah lebih baik mengungsi ketempat yang lain" tanya Diego.
"Itu benar tapi mereka selalu menolak dan lebih memilih untuk bersembunyi dirumah" ujar pria berambut putih itu.
Diego belum pernah berurusan dengan werewolf jadi dia tidak punya informasi yang bisa dimanfaatkan untuk melawan werewolf.
Diego menghembuskan nafas pelan 'tidak ada pilihan selain mengandalkan rencana mereka' pikirnya.
Sesampainya dirumah kepala desa ia melihat banyak sekali petualang yang berkumpul.
Diego dan white crossbow masuk kedalam rumah itu. Saat memasuki rumah ia mendapatkan banyak tatapan tidak suka dari petualang lain.
"Karena sudah sore kita tidak punya banyak waktu jadi rencana kita adalah mengusir mereka seperti biasa"
"Tunggu dulu bagaimana dengan warga apa mereka akan dibiarkan bersembunyi tanpa penjagaan"sanggah Diego.
"Kita sudah melindungi mereka dengan cara mengusir gerombolan werewolf itu" bantah pria berarmor ungu.
"Kalau begitu aku punya rencana" ujar Diego. Alasan kenapa Diego bisa menjadi petualang rank emas meski usianya sangat muda karena dia selalu punya rencana dan persiapan matang.
Kak Shoul selalu mengajarinya untuk menyiapkan segala hal dengan matang dan harus bisa berpikir cepat saat menemui sebuah masalah.
"Ada berapa jumlah Sword dan Lancer disini" tanya Diego.
"Total kedua nya ada ada tujuh" ujar seorang Beastman Lizardman.
"Warrior dan rider ada berapa" tanya Diego.
"Warrior ada empat dan rider ada dua"
"Ada berapa Magus"
"Magus ada sembilan orang" timpal wanita dengan topi runcing itu.
"Arrow dan Shield ada berapa" tanya Diego.
"Arrow ada lima belas orang dan Shield ada dua orang"
"Berarti termasuk diriku Arrow ada enam belas orang" ujar Diego mengangguk pelan.
Bertarung dengan sesuatu yang tidak pernah ia hadapi adalah hal yang menyulitkan ditambah ia tidak memiliki informasi apa pun tentang werewolf.
"Baiklah mari kita habisi anjing liar itu" Diego tersenyum kecil.
Matahari mulai terbenam sepenuhnya. Bulan berwarna hijau telah naik menggantikan matahari namun tanpa ditemani bintang.
Bulan semakin naik semua orang sudah bersiap di posisi masing masing. Bulan hijau sudah naik tepat di atas kepala.
Aaauuuuuk
Grrrrrgg
Aaauuuuuk
Grrrrrrrg
Segerombolan Werewolf muncul dari balik pepohonan. Gerombolan werewolf itu berlari menuju desa namun tiba tiba puluhan anak panah menghujani mereka.
Beberapa werewolf berhasil di dibunuh namun yang selamat meraung keras. Seolah sangat marah karena teman terbunuh.
Lalu empat orang Lancer dan tiga orang sword serta dua orang rider dengan tunggangan singa dan kuda maju diikuti dua shiled dan lima orang Arrow.
"Rencana pertama, Arrow akan dibagi menjadi tiga tim, tim pertama akan mencari tempat tinggi dan menembaki para werewolf itu dari jauh , kemudian tim kedua akan menjadi support untuk Sword dan Lancer dan Shield bertugas untuk menghalau semua werewolf yang lolos dari sword dan lancer"
Pertarungan sengit mulai terjadi. Monster juga memiliki lambang sihir dan skill masing masing jadi pertarungan akan sangat sulit.
Seekor werewolf berhasil mengalahkan dua orang petualang dan langsung berlari menuju desa namun yang menanti mereka adalah empat orang Warrior dan tim Arrow ketiga.
"Rencana kedua kita akan membiarkan mereka lolos dari tim pertama untuk membagi kekuatan mereka empat orang Warrior dan tim Arrow ketiga cukup untuk menghabisi werewolf yang dibiarkan lolos"
Seekor werewolf menembakan bola api dari mulutnya. Tidak cukup sampai disitu werewolf menembakan bola racun miliknya.
Perlu diketahui jika seekor monster memakan monster lain makan maka ia akan mendapatkan skill monster yang dimakan.
Werewolf ini pasti sudah memakan monster lain sehingga ia memiliki kemampuan yang beragam.
Seekor werewolf membesarkan ukuran tubuh "aaauuuuuk" gelombang angin membuat beberapa tim pertama terhempas ketanah membuat debu debu berterbangan.
...Part 2...
Werewolf yang membesarkan tubuhnya itu kembali melolong "aaauuuuuuuk" seakan memanggil semua werewolf yang ada.
"Kami siap menembak Hunter of Nightmare" seru White crossbow.
Diego mengangkat tangannya "bersedia! bidik ! tembak" tim Arrow pertama langsung menembak anak panah berisi mantra sihir Magus.
"Rencana ketiga untuk menghadapi monster dengan sihir maka Magus akan dibagi menjadi beberapa tim, tim satu akan membantu tim Arrow pertama tim kedua berisi Magus dengan kemampuan penyembuhan dan sisa nya akan ikut bertarung"
Tak perlu waktu lama pertempuran akhirnya dimenangkan oleh para petualang.
Entah kenapa suasana menjadi hening tidak seperti biasa. Orang yang memenangkan sesuatu pasti mereka akan berteriak penuh suka cita namun itu tidak terjadi sekarang.
"Akhirnya kita menang" ujar white crossbow. "Benar akhirnya misi panjang ini selesai juga" timpal seorang petualang.
"Akhirnya kita bisa mendapatkan bayaran kita" ujar seorang petualang.
Diego melihat beberapa orang warga desa keluar dari rumah mereka. Ia melompat turun dari atap rumah warga dan mendarat dengan mulus.
Tiba tiba sebuah benda melesat kearahnya ia pun langsung melompat kesamping untuk menghindari.
Duaaaaar
Diego langsung mencari pelaku dibalik penyerangan itu. Tiba tiba tanah bergetar membuat sebuah dinding besar muncul dari bawah tanah.
__ADS_1
Seketika semua rumah warga berubah menjadi gundukan tulang belulang.
Diego tanpa pikir panjang ia langsung berlari menuju gerbang namun tiba tiba pria dengan armor ungu itu menghadang dirinya.
Tanpa basa basi pria itu menyerang Diego menggunakan tombak nya namun pemuda berambut biru itu melompat di udara sambil berputar dan mendarat dengan mulus di tanah.
Lima orang warga langsung melompat kearahnya dan memeluk dirinya dengan sangat kuat sampai terjatuh.
Tiba tiba lima orang warga itu terhempas sejauh dua meter dan menabrak tumpukan tengkorak itu.
Diego langsung bangkit dan menatap para petualang dan warga desa itu. "Apa yang sebenarnya terjadi" ujar nya namun ia kembali dikejutkan oleh para warga dan petualang itu perlahan berubah menjadi werewolf.
Tidak sampai disitu werewolf juga muncul dari kuburan para petualang yang berada di desa ini.
Auuuuuuuk
Grrrrrgg
Woofg
Ia terkepung oleh para werewolf itu. "Apakah ini kemampuan werewolf yang sesungguhnya" gumah Diego.
Diego langsung mengaktifkan lambang sihirnya sebuah busur panah muncul di tangannya tanpa basa basi ia mengambil anak panah nya dan menembakan anak panah itu dengan dimasuki sihir angin miliknya.
Anak panah itu menembus kepala seekor werewolf. Mata Diego bergerak kesana kemari. Werewolf yang bangkit dari kubur, warga dan petualang yang berubah menjadi werewolf total ada sekitar tujuh puluh werewolf.
Sekarang ini ia memiliki tiga ratus anak panah. Seharusnya ini cukup untuk menghabisi werewolf tapi karena Diego belum pernah berhadapan dengan werewolf sebelumnya ini tetap menjadi pertarungan yang sulit.
...Part 3...
"Baiklah mari kita mencari tau bagaimana cara mengalahkan kalian" tiba tiba sebuah lingkaran api mengelilingi pemuda berambut biru itu.
Diego mengambil dua anak panah kemudian memasangkan dibusurnya.
Kobaran api yang mengelilingi dirinya bertambah besar.
Seketika anak panahnya berubah menjadi anak panah api. Tanpa pikir panjang Diego langsung menembak dua anak panah berapi nya pada dya werewolf.
Aaauuuuuk
Seekor Werewolf melolong seakan memberi perintah pada werewolf lain untuk menyerang.
Gerombolan werewolf itu maju bersama melihat hal itu Diego langsung menambahkan sedikit sihir angin pada kobaran api yang mengelilingi nya itu.
Kobaran api membubung tinggi dan menghalangi werewolf untuk menyerang dirinya.
Diego mengaitkan busurnya di punggung nya. Ia harus menghemat energi sihirnya.
Setiap orang memiliki lambang sihir yang berbeda beda dengan kapasitas mana yang berbeda beda pula.
Diego langsung mengeluarkan sebuah belati dari balik jaketnya. Kobaran api kian mengecil Diego langsung melompat keluar.
Tanpa basa basi langsung berlari ke arah seekor werewolf yang berada tidak jauh darinya.
Ia melompat dan menusuk kepala werewolf namun sangat disayangkan monster itu berhasil menusuk perut nya walau ia sudah memakai zirah besi.
Diego terjatuh tepat di atas werewolf itu. Beberapa werewolf langsung menembak bola api dari mulutnya.
Kepala werewolf itu meledak saat dilewati oleh pisau belati Diego. Namun tidak sampai disitu Diego mengendalikan belati itu dari jarak jauh.
Membuat belati itu terbang melesat mengincar para werewolf. Tiba tiba seekor werewolf berlari kearah melihat hal itu Diego langsung mengendalikan belati itu.
Namun saat belatinya mengenai tubuh werewolf itu. Belati nya lah yang hancur.
Diego melotot tidak percaya ia langsung berlari kearah werewolf itu kemudian melompat ke udara dan mengeluarkan belati miliknya dari jaket nya.
Ia langsung menusukkan belati itu di punggung werewolf itu namun lagi-lagi belati nya hancur.
Diego mendarat dengan mulus di tanah. Ia langsung mengambil dua buah belati yang tersimpan dibalik jaketnya.
Ia tidak boleh berada disini terlalu lama. Melihat setiap werewolf disini memiliki berbagai jenis kemampuan sedangkan dirinya hanya petualang dengan lambang sihir Arrow. Saat ini ia sudah kalah dalam kualitas maupun kuantitas.
Lari adalah pilihan terbaik tapi tentu saja ia tidak akan lahir begitu saja. Kak Shoul pernah mengatakan "kau berlambang Arrow jadi jangan berpikir kau bisa menang tanpa persiapan apa-apa, jika kau selamat dari sebuah pertarungan kau harus memperoleh sesuatu untuk menang dipertarungan lain".
Diego langsung berlari menuju seekor werewolf ia melompat hendak menebas lehernya namun monster itu menahan dengan kedua tangannya.
Pemuda berambut biru itu tak kehabisan akal ia langsung menendang perut werewolf membuat ia terpental dan mendarat di tanah membuat debu berterbangan di udara.
Tidak sampai di situ Diego langsung melompat ke arah werewolf itu dan mendarat di atas tubuh nya.
Lalu ia menusuk wajah werewolf itu berulang kali sampai hancur. Diego bangkit dikedua tangan nya terdapat belati yang penuh darah hitam milik werewolf itu.
Pemuda berambut biru itu tidak berhenti ia mengalirkan sihir angin ke seluruh tubuh nya membuat ia dapat bergerak yang lebih cepat.
Ia menebas semua werewolf itu membuat baju nya penuh dengan darah hitam.
Diego berhenti bergerak dan melompat ke udara "Fire ball" teriak nya.
Empat bola api berukuran medium muncul di udara kemudian melesat kearah gerombolan werewolf itu.
Diego mendarat dengan mulus 'energi sihir ku sudah hampir habis aku harus secepatnya pergi dari sini' pemuda berambut biru itu langsung berlari mencari jalan keluar.
Namun tiba tiba ia di hadang oleh seorang anak kecil.
...Part 4...
Diego menatap anak itu dengan seksama. Anak itu tersenyum lebar tiba tiba dari bawah kaki nya muncul puluhan tentakel.
Tubuh anak itu tiba tiba mengembung seperti balon lalu muncul tentakel dari tubuhnya lalu sebuah kelopak matanya terbuka memperlihatkan mata reptil nya.
"Mahluk apa lagi ini"
Gerombolan werewolf itu mengelilingi Diego. Tanpa basa basi ia langsung melemparkan belati miliknya ke arah monster itu namun belati itu langsung meledak.
Diego langsung mengambil busur dipunggungnya lalu memasang anak panah dan melompat ke udara.
"All Death!!!"
__ADS_1
Anak panah itu menghilang kemudian Diego menarik tali busur nya kemudian melepaskan nya membuat beberapa kepala werewolf meledak.
Ia kembali tali panah nya kembali tiba tiba di anak busurnya tercipta panah yang terbuat dari air.
Ia menembakan panah air itu dari busurnya. Anak panah yang terbuat dari sihir air itu langsung meledak dan berubah menjadi butiran air berbentuk anak panah yang menghujani werewolf.
Diego mendarat dengan mulus di tanah. Air yang bercampur darah hitam milik werewolf itu mengalir dari tubuh monster serigala itu.
Mata biru pemuda yang berjuluk Hunter of Nightmare itu menatap monster bola mata dengan tentakel itu. Sekarang energi sihirnya sudah habis.
"Batsy sekarang giliran mu" ujar Diego. Batsy langsung keluar dari balik hoddie Diego lalu dengan sangat cepat ia membesar tubuhnya.
Ngiiiiiiiiiiik
Batsy memekikan suaranya membuat para werewolf itu menutup telinga. Diego mendarat dengan mulus di tanah.
"Waktunya ronde dua"
Diego langsung menembaki para werewolf itu dengan panahnya. Batsy memiliki persamaan seperti werewolf ini yaitu sama sama sekor monster.
Batsy juga mendapat kekuatan saat memakan monster lain. Namun sangat buruk bagi werewolf itu karena ia dan batsy adalah satu.
Kekuatan Diego adalah kekuatan Batsy dan begitu juga sebaliknya. Jadi walau Diego kehabisan energi sihir selama ada batsy bersamanya ia tidak punya masalah apa pun.
Diego mengambil tiga buah anak panah dan memasangnya ke busur nya.
Tak lupa ia mengalirkan ketiga atribut sihir elemen miliknya dalam tiga anak panah ini.
Panah angin , panah air dan panah api. Ia menembakan panah itu ke arah monster itu namun monster menahan serangan Diego dengan sihirnya.
Monster langsung menyerang balik Diego dengan tembakan cahaya dari mata nya.
Diego melompat ke samping dan berlari ke arah monster itu sambil menembakan anak panah dan menghindari setiap tembakan monster itu.
Batsy mengepakan sayapnya berulang kali menembakan puluhan panah angin. Sayangnya Batsy cuma cocok dengan sihir angin. Jika saja ia cocok dengan kedua atribut elemen sihir air dan api miliknya mungkin Diego akan lebih rajin melatih ke dua elemen sihir tersebut.
Yang jadi masalah adalah Diego tidak mengetahui monster seperti apa makhluk ini.
Diego menghindari setiap tembakan monster ini dengan mudahnya. Batsy memekikkan suara seketika Diego merasakan apa yang akan terjadi dan mengantisipasi nya dengan mudah.
Bukan hanya sihir tetapi mereka juga berbagi indra pengelihatan. Apa yang dilihat oleh batsy akan dilihat oleh Diego dan sebaliknya.
Diego berhenti berlari sekarang jarak dirinya dan monster itu menghelai nafas.
"Judgment Arrow"
Ukuran busur panah Diego bertambah besar dan munculah sebuah zirah di tubuh Diego. Zirah yang menutupi tubuh nya namun tak menutupi kedua lengan nya.
Diego menarik tali busur panah nya. Sebuah anak panah muncul di busurnya lalu ia melepaskannya.
Panah itu melesat dan menghancurkan semua benda yang ia lewati. Di sisi lain Batsy juga menciptakan sebuah anak panah hitam dan menembakan panah itu kepada monster itu.
Monster itu menciptakan dinding tanah yang sangat tebal untuk menahan kedua anak panah yang tembakan Diego dan batsy.
Akan tetapi dinding itu tak mampu menahan kedua anak panah yang datang secara bersamaan.
Duaaaaaaaaaaar
Debu berterbangan di udara melihat hal itu. Diego langsung berlari meninggalkan tempat itu diikuti Batsy yang terbang dibelakang.
Ngiiik
Diego mendengar panggilan batsy dan berhenti berlari. Batsy mendarat di tanah tanpa basa basi Diego langsung menaiki punggung kelelawar itu.
Mereka pun terbang pergi meninggalkan desa itu. Bulan perlahan turun dan malam mulai berakhir.
Di desa tadi tiba tiba muncul sebuah tentakel dari dalam tanah. Perlahan tentakel itu mengeluarkan sebuah mata dan membesarkan tubuhnya.
Monster bermata satu dengan tentakel itu masih selamat dari serangan Diego.
Perlahan monster berubah kembali menjadi anak kecil dengan mata satu kemudian para werewolf yang terkapar di tanah berubah lagi menjadi manusia, puluhan tengkorak itu berubah menjadi perumahan warga.
Mata anak itu perlahan terbelah menjadi dua sebuah senyum manis terukir diwajahnya.
Beberapa hari kemudian
Saat ini Diego sedang perjalanan kembali ke guild petualang sedangkan Batsy seperti biasa bersembunyi di dalam hoddie milik nya.
"Hei bocah berambut biru"
Diego berhenti berjalan kemudian ia berbalik dan mendapati pria berambut merah yang ia temukan di dekat sungai beberapa hari yang lalu.
"Mau membayar hutang mu" tanya Diego dengan santai.
"Ya begitulah" pria itu melemparkan sesuatu padanya. Diego menangkap benda itu dan mendapati sekantung koin perunggu.
Diego tersenyum tipis pria ini cukup perhitungan dia pasti mencari potion jenis apa yang ia berikan pada nya.
"Jadi bagaimana sudah bertemu dengan teman teman mu tersayang" tanya Diego.
"Tentu saja" jawab pria itu.
"Lalu" tanya Diego.
"Aku membunuh mereka" jawab nya dengan santai.
"Apa" tanya Diego.
"Aku membunuh mereka semua" ulang pria berambut merah itu.
"Dimana keadilan yang kau junjung itu tuan keadilan" tanya Diego heran.
"Normalnya kalau mereka melakukan itu padaku. saja aku bakal memaafkan mereka tapi karena mereka sudah melakukan itu berulang kali pada banyak petualang aku harus menegakan keadilan" ujar pria itu.
Diego tersenyum kecil "Ternyata kau tidak seburuk yang ku kira Blade of Justice"
"Apa maksudmu Hunter of Nightmare" tanya pria berambut merah itu.
__ADS_1
Diego menghiraukan pertanyaan pria itu dan berbalik kemudian berjalan meninggalkan pria itu.
"Tidak ada hanya saja penilaian tentang mu sedikit berubah".