They Are My Destination

They Are My Destination
11


__ADS_3

5 Hari berikutnya mereka menjalani hari-hari seperti biasa hingga malam tiba. Mereka sedang menyantap makan malam, tiba-tiba datang seorang pria yang mengganggu mereka


“Hoy. Kau!”pria itu memukul meja tepat didepan Yeena



“Hah ******** mana lagi ini”ujar Yeena mendongakkan kepalanya



“Liat sini kalau orang ngomong!” Yeena tetap acuh



“Bangsat liat sini ku bil-“pria itu berniat meraih dagu Yeena tetapi ditahan



“Mau liat apa dimuka kau. Mata ku bisa sa,kit”Yeena terfokus pada gambar yang berada dipipi pria itu, dia ingat itu adalah gambar yang diukirnya,dan merasa gelisah



“Udah tau kan apa yang mau diliat”pria itu menepis tangan Yeena



“Anjer,pas aku lagi kayak gini dia baru nongol. Boro berantem,makan aja gemetar ni tangan”gumam Yeena memegang tengkuknya



“Apa? Ngomong yang keras!”



“Hm gini bang, ini kan kejadian lama. Kita juga temankan, ada yang bilang lupakan masa lalu jalani masa depan.. jadi, kita damai aja”Yeena berkompromi



“Damai pala kau! Gara-gara ini aku dibilang gay tau!”pria itu menarik baju Yeena



“Jangan kasar dong sama cewek!”Kesha berusaha melepaskan tangan pria itu



“Ini satu,apalagi!” pria itu mendorong Kesha hingga terjatuh. Tindakannya membuat emosi Yeena memuncak ,dia benci orang lain menyentuh temannya,dia bisa menahan apapun kecuali yang satu ini.


__ADS_1


“Tanganmu yang mana yang udah nyentuh dia”Yeena memberikan tatapan membunuh,matanya melotot membuat sekeliling tertekan



“Marah ap, kau marah? Nih,tangan yang ini”pria itu mengangkat tangan kirinya



“Udah Yeen, aku gapapa”Kesha menarik baju Yeena



“Yeen ingat kor, maksud ku kau lagi sakit”timpal Nacia


Nanad dan Haru saling bergenggam tangan karena tatapan Yeena hampir sama saat dikolam renang, yang membuat mereka tidak nyaman.



“Lepas tangan mu bentar Key”Yeena melepaskan gengaman Kesha pada bajunya




“Jadi kau mau apa sama tang..”belum sempat bercongkak pria itu dibungkam dengan piring yang menghantam tangan kirinya,darah segar membanjiri tangannya. Pria itu balas menyerang Yeena dengan tangan kanannya,tetapi berhasil dihindari Yeena. Pria itu terus menyerang,menendang hingga membawa mereka ketengah. Pergerakan pria itu semakin sengit,sehingga memaksa Yeena menangkis semua serangan yang membuat lukanya berdarah kembali. Bohong jika mengatakan tidak sakit,tetapi Yeena tidak memperlihatkannya. Gerakan Yeena mulai melambat sehinga dia membuat celah,pria itu mengambil kesempatan menendang perut Yeena, tepat mengenai lukanya yang paling dalam membuatnya terjerebab ketanah. Dia memegang perutnya,darah sudah membasahi satu bajunya.



Brakkk


Kursi mengantam kepala pria itu,dia ambruk dengan darah segar yang mengalir dari kepalanya



“Nah impas”ujarnya sambil mengelap tangannya dan berjalan goyah menuju rumah meninggalkan semua orang yang tercengang menyaksikan kejadian itu



“Yen.. Yeena tunggu” Kesha mengejar begitu juga dengan teman yang lainnya



“Bisa gak kau gak usah bikin khawatir Yeen! Luka kau aja belum sembuh”Kesha



“Tapi dia dorong kau Key!” kata Yeena membela diri


__ADS_1


“Aku didorongkan cuma jatuh ketanah bukan ke jurang!”



“Tapi aku-“



“Aku, aku apa?! Haiss kau udah kayak mummy gini loh Yeen, mau tarok luka dimana lagi”kata Kesha berdebat. Yeena hanya memajukan mulutnya



“Buka baju”Kesha



“Buka apa? Walaupun kita sama-sama cewek Key tapi aku punya harga diri, kau bilang buka emang langsung ku buka?!”



“Hiss anak ni.. jadi aku ngobatin koreng kau tu kayak mana?”Kesha melototi Yeena



“Koreng? Ini penghargaan ya! Aku ini pahlawan kalian loh, harusnya kalian bikin patung ku!”jawab Yeena tak terima





“Iya,iya pahlawan. Gak buka baju ya gak buka,sekarang kita obatin dulu”Sela Nacia memegang deterjen



“Kau jang dekat! Ah diam disana! Jaruhkan senjata!” Yeena memperingati Nacia yang berjalan mendekat



“Apa? Senjata apa sih? Ini untuk bersihin...”Yeena dan Kesha terkejut



“Kyaa! Penyiksaan tolongg! Hus hus jauh sana!” Yeena berusaha meringkuk diatas ranjang,tingkahnya membuat Nacia bingung



__ADS_1


__ADS_2