
“Berhenti! Kenapa kau gak pilih kerja sama?”beruntung Yeena menyadarinya didetik terakhir sebelum benar-benar terlambat
“Kerja sama?kenapa?yang bisa menang cuma satu itu juga gak ada pilihan kerja sama”Maze menolak
“Kalau gak ada ya kita adain!. Harapan,kesetiaan,bukti kalau digabungin itu jadi kerja sama. Dibabak ke-2 kita kerja sama karena harapan kita sama-sama untuk nyelamatin mereka karena itu kita gak saling menghianati”
“Kau mau nyuci otak ku ya?”tuding Maze curiga
“Terserah mau nerima atau enggak,yang jelas kalau panah kita udah nancap disana kita gak bakal tau aku atau kau yang nyesal”Yeena menatap Maze untuk menyakinkan nya
“Kau yang putusin! Kita Cuma perlu ‘bukti’ supaya kerja sama kita ada!”Yeena mengarahkan panahnya ketengah, awalnya Maze tetap pada pilihannya tapi mengingat sorot mata Yeena yang begitu yakin dia mengubah keputusannya. Tak peduli siapa yang menang asalkan semuanya selamat,itu fikirnya.
“Dan perlu diingat penengah belum tentu pemisah,harapan juga bisa tipuan,tapi bukti...tetap bukti meskipun itu palsu,benarkan pemilik dungeon”mereka melepaskan bidikan bersamaan dan pada target yang sama.
Bukannya marah pemilik dungeon justru tersenyum puas
__ADS_1
“Jadi,sandranya?”tanya pemilik dungeon tetap dengan senyumannya
“Di balik...”Yeena membalikkan papan kedua papan dikiri dan kanan,disanalah Kesha juga Zhai diikat. Betapa terkejutnya Maze yang menyadari bahwa dia hampir saja memanah temannya sendiri tepat dijantungnya.
“Aku heran kenapa kau pake papan target yang besar dan tertutup disisinya,lalu aku berfikir,berfikir,berfikir...dan inilah jawabannya”Yeena tersenyum merasa menang. Dia melepaskan ikatan Keshha dan memeriksa tubuhnya serta memeluknya. Semua orang tengah berbahagia.
“Kau benar,tapi akhirnya kau tetap kalah!”pemilik dungeon merusak suasana bahagia yang hanya sesaat itu
“Kenapa?”tanya Yeena tak mengerti, pasalnya dia membuat langkah penuh pertimbangan
“Kau sengaja kan!... kau sengaja buat kondisi mereka beda supaya kami mudah tau jawabannya. Kau mau buat kami lengah supaya kayak aku sekarang..ngelakuin kesalahan diakhir”Yeena menatap lekat penuh kebencian
“Aku kan udah bilang, aku benci orang yang menebak ku”pemilik dungeon tersenyum
“Kau bilang gak akan ada yang mati,tapi kenapa dibabak terakhir kau buat gim nya kayak gini?”
__ADS_1
“Aku bilang gitu? Anggap aja iya, aku gak bunuh mereka tapi,kalau kalian yang bunuh?”pemilik dungeon menaikkan alisnya
“Ternyata aku gak berfikir sebagai psikopat tapi sebagai orang yang dibodohi. Sialan! aku...kalah telak”ujar Yeena lirih dengan matanya yang berkaca-kaca
Sedangkan team Maze bersorak menang, kecuali Maze sendiri yang merasa berhutang budi pada Yeena.
“Sesuai aturan tim Yeena dihukum”arena berubah menjadi stadion. Disana berkumpul semua orang yang masuk ke dunia dungeon,banyak mata yang memperhatikan mereka
“Ah,lagi-lagi aku lupa. Maaf aku harus ambil ini”pemilik dungeon mengikat Kesha dikursi hukuman,kakinya terikat begitu juga pergelangan tangannya yang terikat dipenyangga kursi
“Keshaaa!”teriak teman-temannya
“Hukumannya adalah..sesuai janji ku dia gak bakal mati hmm kalau gitu..cabut aja kukunya!”pemilik dungeon memperlihatkan kegirangan yang mengerikan
“Enggak...gak! Keshaaa!”Yeena berlari untuk melepaskan Kesha,sebelum tangannya menggapai pengawal lebih dulu menahannya
__ADS_1
“Enggak!gak boleh, lepas...! Keshaa!!”Yeena menangis karena tak bisa menggapai Kesha. Sekali lagi fikiran menghianatinya ketika dia mengira sudah menggenggam tanah,perlahan-lahan membuka agar tetap digenggaman, kemudian...hanya debu bertebaran yang ia dapati