
“Tenaga kalian ada gak sih! Lebih kuat lagi!”pemilik dungeon
Ctar!
Cambukan yang satu ini berbeda 180 derajat dengan yang sebelumnya,kali ini Yeena tidak bisa menahannya
“Khukhh...”darah segar keluar dari mulutnya,meskipun begitu dia menahan tangis dengan bola matanya yang bergetar hebat. Dia mehan rintihan dengan menggigit lidahnya,sekarang dia seperti jemuran yang basah tapi bukan air yang menetes melainkan darah
“Yeenaaaaa!!”Entah siapa saja yang meneriakkan namanya. Dengan pandangan yang kabur dia melihat Maze yang berdiri ditengah keramaian yang terduduk. Dia beralih pada teman-temannya,tidak heran mereka menangis, tapi Haru tampak khawatir? Sekilas dia melihat gerak bibir mereka tapi tidak mendengar suara apapun selain dengingan bahkan kerasnya cambukan. Dia menggelengkan kepalanya dan mengerjapkan matanya agar tetap sadar
“Aku masih belum boleh pingsan..maniak itu gak boleh merasa menang”batin Yeena menatap pemilik dungeon yang tertawa ditengah perjuangan sengit akan kesadaranya. Dengan sakuat tenaga dia menggigit lidahnya untuk menjaga kesadarannya
“Kau nunggu apa”Yeena mengejek pemilik dungeon dengan banjiran darah dimulutnya ia masih tersenyum
“Kau! Ternyata lebih psikopat dari ku”pemilik dungeon membalas ejekan Yeena
“Heh...berarti aku yang menang hahaha”Yeena menatap hina pemilik dungeon
Merasa kalah telak,pemilik dungeon menghilang bersamaan dengan layar,pengawal juga berhenti mencambuk Yeena
Maze lebih dulu berlari menurunkan Yeena dari tiang yang menggantungnya,dengan hati-hati dia menggendong Yeena bahkan didalam jeep dia tidak menurunkannya.
“Dimana rumahnya?”tanya Maze pada Kesha
“Disana ayo cepat!”mereka berlari, sampai dirumah Maze membaringkan Yeena diranjang
“Kalian keluar dulu!”ujar Kesha
__ADS_1
“Kenapa?”tanya Maze tak rela meninggalkan Yeena
“Aku harus ngobatin dia!”Kesha mendorong Maze keluar
“Ze,kita keluar dulu oke?”ajak Zhai
Maze hanya mengangguk
Kesha mulai dengan membuka baju Yeena
“Aaaaaa!”dia berteriak melihat luka Yeena yang begitu parah,bahkan ternyata Yeena memakai kain kasa dibadannya yang tetap ditembus,lapisan kulitnya terkoyak yang membuat dagingnya menyembul disekitar luka. Kesha tidak sanggup mengobatinya begitu pula dua temannya yang menutup matanya ketakutan.
“Kenapa?!”Maze mendobrak masuk dan terpatung melihat kondisi luka Yeena
“Kau kenapa masuk?!”Kesha
“Kalian kenapa diam aja?!”tanya Maze yang melihat mereka belum merawat luka Yeena
“Kalian bodoh ya! Minggir sana!”Maze menepikan Kesha dan megobati Yeena
“Tapi kau cowok!”Kesha merebut botol rivanol dari tangan Maze
“Dikondisi kayak gini kalian masih mikir?! Kau bahkan gak berani liat dia! Lagian atasnya ketutup kain kasa!”ujar Maze
Kesha terdiam karena merasa bersalah. Maze mulai merawat luka Yeena dengan hati-hati,sementara Kesha dan yang lainnya hanya memperhatikan dengan sesekali menutup mata
“Ini perlu dijahit”ujar Maze
__ADS_1
“Dijahit?! Kau bisa?”Kesha melotot mendengar betapa seriusnya luka Yeena
“Aku bisa tapi...kalau tiba-tiba dia sadar pasti sakit tanpa obat bius”ujar Maze serius
“Jadi kita harus gimana?”Nanad menangis panik
“Kalian bisa liat sendiri kondisi dia,mau gak mau harus tetap aku lakuin”kata Maze memegang jarum
“Aku mohon lakuin apa yang perlu kau lakuin untuk nyelamatin Yeena”permohonan Kesha diangguki oleh Maze
Saat Maze tengah menjahit lukanya,Yeena siuman
“Hisss sakit...apa sekarang cowok memang asal megang gini”kata Yeena memandang Maze
“Kau.. sadar? Tahan sebentar ini agak sakit”ujar Maze terkejut
“Key..Kesha gimana?”Yeena menyela omongan Maze
“Kau masih mikirin orang?kau aja hampir mati kalau gak aku tolongin!”bentak Maze tak percaya dengan fikiran Yeena
“Kau tolong?”tanya nya denga suara lemah
“Iya. Dia gak berani ngobatin kau,oh jangankan itu ngeliat aja dia takut! Aku yang cowok ini lebih bisa dipercaya daripada mereka”Maze mengingat cara mereka memperlakukan Yeena yang terluka parah
“Kau tahan dulu bentar,teriak kalau sakit”ujar Maze melanjutkan jahitannya
“Tunggu...kasih aku kain kasa”Maze memberikan pada Yeena
__ADS_1
“Kalau aku teriak Kesha bisa lebih takut”Yeena menggigit kain itu
“Kau!”Maze marah karena Yeena lebih mementingkan perasaan orang lain