
“Apa? Walaupun aku mau selamat tapi aku gak bisa biarin kau mati gantiin aku. Kalau gtu mending kau tinggalin aja aku,sana pergi!”ucapnya tegas
“Mati? Apa yang ada diotak anak ini?”Yeena mengedip-ngedipkan matanya
“Anak ini?! Aku lebih tua daripada kau harusnya kau panggil kakak!”Maze berdebat
“Kakak cewek apa cowok”ketus Yeena
“Sa-sama aja, cowok maksudnya!”Maze gelagapan
“Udah jangan banyak bacot,cepat minggir!”Yeena berusaha menggeser Maze
“Woy ming,minggir!”
Maze menghalang-halangi
“Gak pokoknya aku gak bisa biarin kau mati supaya aku selamat”Maze bersikeras
“Astagaaaa! Hah aku kesal setengah mati. Kau mau ditolongin gak sih!?”Yeena meraih wajah Maze membuat bertatapan dengannya
“Mau tapi...”Maze gugup karena wajah mereka hanya berjarak satu hembusan nafas
“Tapi apa? Ini liat! Aku bawa barbel 50 kg buat gantiin kita! Liat ni liat makanya mata dipakek! Kau pikir kau sepenting itu apa,sampe aku mau nukar nyawa!”Yeena menyodorkan barbel didepan mata Maze
“Harusnya situasi kayak tadi dia ngomong romantis..arghh bakar aja drama-drama cinta sialan!”suara hati Maze
“O,oh ehem aku tau kok Cuma..”Maze bergeser dengan cepat
“Cuma lagi *****?”ledek Yeena kesal
__ADS_1
Ranjau tidak akan meledak selama tidak kehilangan berat beban ditambah berat barbel yang dibawa Yeena,perlahan-lahan dia mengeluarkan satu kakinya dan menggantinya dengan barbel,saat dia mengangkat kaki yang satunya lagi
Klak
Ranjau berbunyi, lalu dia kembali menempatkan kakinya disana
“Kayaknya aku gak beruntung”ucap Yeena
“Apa? Kenapa?!” Maze panik
“Kau gak dengar suara tadi...?”berlagak lirih
“Itu artinya”mata Maze terbelalak panik
“Yap, jadi kau pergi sana, atau kau mau mati juga?”Yeena mengibaskan tangannya mengusir Maze
“Enggak! Aku gak suka utang budi kita mati sama-sama!”Maze memeluk Yeena untuk melindunginya saat ranjau meledak seperti tindakan heroik
Yeena terkejut dengan tindakan Maze, dia melepaskan pelukan Maze dan menyentil dahinya
“Aww! What are you doing?!”kata Maze memegang dahinya
“What are you doing, what are you doing, what teh hell!!”Yeena meninggalkan Maze
“Tapi ranjaunya?”kata Maze bingung
“Kenapa sih dia? Jelas-jelas aku mau...hah?! Aku ditipu? Dasar cewe sintingggg!”teriak Maze saat sadar akan keadaan
Yeena merasakan panas diwajahnya,dia bisa merasakan wajahnya bersemu merah dan berniat membasuh wajahnya
__ADS_1
“Bisa-bisanya aku jadi ikutan kayak anak-anak!”gerutunya pada diri sendiri
Dia membuka pintu kamar mandi dan mendadak berhenti
“Mazeeeeeee!” amuknya saat melihat tikus dikamar mandinya
“Mampus!”ucap Maze menyadari hasil dari perbuatannya dan berlari meninggalkan rumah Yeena tetapi dia bertabrakan dengan seseorang
“Liat-liat dong kalau jal-“
“Zhai? Kenapa kau”lanjutnya
“Udah nanya nya nanti aja,sekarang lari dulu”Zhai
“Oh iya betul!”ujar Maze teringat Yeena
“Kau kenapa..hah,lari?”tanya Zhai terengah-engah
“Karna Yeena si sinting, kalau kau kenapa hah.. kenapa lari?”
“Karna mereka”jawab Zhai
“Mereka?”Maze memutar kepalanya dan melihat segerombolan orang mengejar mereka
“Kau ngapain sih?! Ngintip?”kata Maze
“Ya enggaklah orang punya kita sama apa yang mau diintip! Itu hah karna..aku ngambil barang mereka”jelas Zhai
“Barang apa?”
__ADS_1
“Lah kan kau yang nyuruh nyari alat-alat buat manah”ujar Zhai
“Hah??! Kau mau bunuh aku ya!”kata Maze mengingat sudah banyak masalah yang diperbuatnya pada Yeena